Assalamuaalaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.
Menemukan sebuah artikel yg menjawab masalah luna dan ariel yg membuat heboh 
negara indonesia. 

Semua pasti tahu,sekarang topik yang sedang ramai-ramainya 
dibahas,selain piala dunia,adalah gosip video porno yang dinisbatkan ke 
beberapa artis terkenal.
Lepas dari benar tidaknya kabar 
itu,sebenarnya secara tak sadar kita yang ikut-ikutan membahas dan 
meributkan hal itu,telah terlibat dan tercebur dalam satu kesalahan 
besar (entah bagaimana yang mengangkat isu itu).

Yaitu kita terlibat 
membicarakan aib orang lain,(ghibah),suatu perbuatan yang masuk kategori
 dosa besar yang oleh Nabi dideskripsikan layaknya makan bangkai. Malah 
oleh al-Qur'an,pelaku ghibah disamakan dengan kanibal. Itu memang jika 
kabar itu benar,jika salah,maka masuk kategori "Buhtan" yang tak bisa 
digambarkan lagi kayak apa besar dosanya.

Ini sebenarnya salah satu 
contoh saja kan? Sebelumnya juga ada kayak gitu. Dan setelahnya 
kapan-kapan pasti ada lagi.
Malah, Jika kita melihat dari perspektif 
yurispridensi Islam, salah-salah yang kita lakukan ini,bisa masuk hukum 
Qodhf (menuduh orang zina). Lah kok bisa? Kan dia beneran, emang di 
videonya,dia sama dia kok.
Oke,silakan membela diri,dan itu hak kita.
 Namun,apakah ada pihak yang bisa menghadirkan empat saksi yang 
memastikan bahwa pelaku adegan tak patut itu adalah mereka yang 
bersangkutan? Sebab menuduh seseorang melakukan zina tanpa ada saksi 
minimal 4 orang,adalah masuk kategori qodhf,begitu pula yang ikut-ikutan
 membahasnya. Dosanya kebagian juga.
Kan ada rekamannya? Dalam hukum 
Islam,rekaman tak bisa dibuat bukti. Sebab bisa direkayasa,sedetail 
mungkin,dan dalam teknologi,ini bukan hal yang mustahil,meski para 
ahlinya menyatakan itu memang mereka.

Catatan sederhana sebelum 
melanjutkan topik. Apabila ada orang kepergok gituan,yang mergoki cuman 3
 saja,itu saja tak cukup untuk menyeretnya ke hukuman zina,apalagi jika 
ini tak ada sama sekali? Lah dia kam diem aja,berarti mengakui. Tak 
selamanya kaidah "assukut yadullu alal muwafaqoh",diam pertanda 
setuju,adalah selalu bisa digunakan. Kaidah ini seperti kaidah-kaidah 
fiqih lainnya, melihat situasi dan juga,kondisional.

Ini jika kita 
bicara hukum dalam Fiqh. Jika memang benar mereka,itu urusan dia dengan 
Allah Ta'ala. Sebab yang dia langgar,adalah hak ilahi,bukan hak adami. 
Kita tak ada hak ikut-ikutan mencelanya. Bukankah Nabi telah mengarahkan
 kita,untuk tak mencela saudara muslim sendiri yang sedang diuji 
tercebur dosa? Bahkan beliau memberikan ancaman,kalau sampai 
mengoloknya,maka pengolok itu tak akan mati kecuali melakukan hal yang 
sama ! Na'udzu billah. Dan jika kabar itu bohong, alangkah lebih besar 
lagi dosa kita? Sementara menuduh orang melakukan zina,dan dia tidak 
melakukannya,adalah termasuk 1 dari 7 dosa besar yang menghancurkan 
semua amal pelakunya.

Kan ini ga ngegosip,tapi menjadikannya 
ibroh,pelajaran?
Apa? Ibroh?,tapi sambil mencibir? Jangan termakan 
taktik langkah tipuan syetan. Kriteria menjadikan sebuah cerita sebagai 
ibroh,adalah dengan menetralkan hati tak ada perasaan apapun. Sementara 
kebanyakan kita, masih mudah termakan hal-hal yang memang enak 
digunjingkan itu.

Catatan ini sekali lagi tidak membela artis. 
Artis,apapun keadaan mereka,semua sudah pada tahu kayak apa dunia 
mereka,tak perlu dirahasiakan. Artis wa maa adrooka maa artis. Tetapi 
Ada baiknya kita tak usah melibatkan diri ikut-ikutan bahas hal seperti 
ini.
Tak mengherankan bila beberapa waktu lalu Ulama kita sempat ada 
yang memfatwakan infotainment haram,ya sebab hal seperti ini. Mereka 
menginginkan keselamatan kita,sebab kita kerap tak sadar melakukan dosa 
besar.

Bencana dan krisis yang terus menerus menimpa bangsa ini 
adalah salah satunya sebab banyaknya dosa besar yang dilakukan,tetapi 
pelakunya tak sadar kalau dia melakukan !
Dalam deskripsi hadits yang
 lain,Nabi S.a.w menjelaskan,bahwa di antara bagusnya keislaman 
seseorang,adalah dengan meninggalkan hal yang tak jadi urusan dia. 
Apakah berita artis yang sedang tertimpa musibah itu begitu urgennya 
bagi kita? Sehingga kita ikut-ikutan membahas ???

Kemudian, jika hal itu awalnya sudah ditutupi sama Allah (dengan asumsi bahwa 
benar mereka melakukan),kenapa kok sampai ada yang tega membongkarnya? 
Nabi sendiri menyatakan,siapa yang menutupi aib saudaranya sesama 
muslim,maka Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat. Dan 
sebaliknya jika sengaja membongkar,maka tunggu saja akibat 
balasannya,sebab hukum karma itu ada.
Ini belum latahnya bangsa 
kita,lihat saja,sebentar lagi pasti ada kabar aneh dengan topik sama 
hanya saja pelakunya beda. Lepas dari dia artis apa tidak,kok ya sampai 
hati menghancurkan nama baik seseorang?
Wallahu a'lam,tulisan ini 
bukannya kita juga sok suci,tapi sebagai pengingat. Banyak sekali 
hal-hal yang berhubungan dengan tata krama islami yang kita lupakan. 
Identitas kemusliman kita makin hari makin tak jelas,masih mau ditambahi
 lagi? Muslim yang baik,adalah dia yang saudara muslim lainnya,selamat 
dari keusilan tangan dan keusilan lidahnya. Itu kata Nabi.
Bagaimana 
sekarang dengan yang merobek kehormatan serta membongkar rahasia? Sekali
 lagi,jika memang benar itu mereka,maka kita harus mendoakannya semoga 
mereka taubat dan dapat ampunan. Tidak mengoloknya,tak ada dalam syariat
 kita menyuruh mengolok orang yang berbuat dosa (kalau ada,ayo sini,mana
 teksnya?). Dan andai tak benar kabar itu,kalian yang harus segera 
cepat-cepat taubat,satu dosa besar telah tercantum dalam daftar amalan 
kita yang mesti harus kita hapus.

Semoga Allah selalu menjaga 
kita. Amien. Sekali lagi,jangan sekalipun mencela dan mengolok orang 
berbuat dosa. Biasa saja,netralkan hatimu. Keselamatan hati kita 
(salamatus shodr) adalah segalanya dan modal utama hidup kita. Wallahu 
yatawalla hudaana

Mumpung bulan Rajab,mari memperbanyak 
istighfar...
Awy' Ameer Qolawun (Bengkel Jiwa)

Semoga Bermanfaat. 
Jazakallah

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh


Kirim email ke