[penampakan kedua] ABDUNBy sopian73Sejatinya hidup dan kehidupan ini amat  
sangat sederhana.Aku tinggal terima saja kenyataan bahwa aku  hidup.Lalu 
bertanya-tanya untuk apa aku diberi  hidup.Selanjutnya tinggal mengisi 
kehidupan ini  dengan jawaban pertanyaan tersebut. Jawabannya kudapat dari BPH, 
Buku Pedoman  Hidup.Buku itu aku dapatkan dari toko buku  seharga dua puluh 
ribu.Pengarangnya amat sangat terkenal jadi  tidak pernah dituliskan.Pun 
rata-rata orang Islam tahu kepada siapa  pertama kali isi buku itu didiktekan. 
Pengarang BPH itu berkata bahwa  :Dia ciptakan Jin dan manusia, Hanya untuk  
satu tujuan saja.Menjadi ABDUN bagi diri-Nya. Mengabdi  kepada-NyaSungguh 
simple alias  sederhana. ABDUN itu selalu  patuh.ABDUN itu selalu  
menurut.ABDUN itu hanya  berkata.Kami mendengar dan kami  taat. Sifat ABDUN 
selalu sama kapanpun dan  dimanapun.Yang sahaya sama, yang merdeka tidak  
berbeda.Hanya status saja kadang bias  berwarna.Yang merdeka membeli,
 yang sahaya  dibeli. Manusia berstatus ABDUN sahaya seperti  itu.Seharusnya 
ABDUN nya Allah juga seperti  itu.Jikalau tidak mau dengar tidak mau  taat.Ada 
hukuman yang sungguh amat  berat. Siapa yang dipatuhi, sudah ada info  
ilahi.Siapa yang dituruti, juga telah ada teladan  hakiki.Tinggal lagi aku, 
merenungi eksistensi  diri.Terengah-engah mencoba menjadi hamba  sejati. Buku 
Pedoman Hidup sering  kubaca.Meski setengah umur baru beberapa kali  
mengulangnya.Kadang kubaca pula makna  artinya.Tapi lumpuh tak bertenaga kala  
mengamalkannya. Tempatku bekerja merilis pedoman untuk  produknya.Agar pengguna 
dapat maksimal  memanfaatkannya.ABDUN Tuhan dilengkapi pedoman untuk  
hidupnya.Rasanya sedikit saja yang mau  membacanya. Kalau menjadi ABDUN itu 
perintah  tertinggiMaka yang memerintah Yang Maha  TinggiKalau aku bisa menjadi 
ABDUN  sejati.Berarti nilai kemanusiaanku menjadi paling  tinggi. Bekasi, 
Sabtu, 5 Juni  2010
http://sopian73.wordpress.com/2010/06/15/penampakan-kedua-abdun/karya: Mas 
Ahmad Sopiani


      

Kirim email ke