artikel bagus dari milis lain.Renungan utk kita semua utk lebih proaktf, dan 
tdk menyalahkan komunitas lain, melainkan coba husnudz-dzhoon, dan coba bangun 
sinergi.
Wassalam,



Nugon

http://groups.yahoo.com/group/warnaislam/message/8234
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
Mau Dirikan Khilafah? Mulailah Dari Sekarang
Selasa, - 21:28:19 - 642


Salah satu yang membuat kita berdecak kagum kepada sejarah umat Islam dalam 
masa-masa khilafah Islamiyah adalah persembahan yang diberikan tiap khilafah 
itu kepada umat manusia. Salah satu persembahan yang utama adalah jaminan 
pendidikan dan kesehatan buat semua orang, bukan hanya umat Islam, tetapi semua 
pemeluk agama.

Perguruan Tinggi di dunia Islam sejak dulu tidak pernah memungut bayaran dari 
para mahasiswanya. Sebaliknya, semua mahasiswa malah mendapatkan gaji dan 
tunjangan dari kampusnya. Baik kampus itu milik negara atau pun milik swasta.

Maka tidak heran kalau dunia pendidikan saat itu sangat maju dan berkualitas. 
Sebab semua orang yang ingin belajar, mendapatkan bantuan dari semua pihak. 
Bukan saja dari negara, tapi dari semua elemen masyarakat.

Dan gratisnya pendidikan adalah ciri sebuah khilafah Islamiyah. Kalau hari ini 
ada keinginan untuk mengembalikan lagi khilafah, rasanya sangat tepat kalau 
ciri-ciri itu kita mulai lebih dahulu. Agar orang tahu, bahwa mendirikan 
khilafah itu memang ada manfaatnya yang langsung bisa dirasakan, bukan saja 
oleh umat Islam, tetapi juga orang pemeluk agama lain.

Sayangnya, nyaris semua kampanye untuk kembali kepada khilafah saat ini, 
berhenti hanya sebagai slogan kosong tanpa makna. Kalau cuma bicara doang, 
semua orang juga bisa. Tapi yang dibutuhkan adalah bukti nyata, amal, kerja, 
prestasi, hasil, manfaat yang real. Bukan hanya janji-janji kosong bak calon 
anggota legislatif. kalau nanti saya terpilih, saya akan begini dan begitu. 
Kalau nanti khilafah sudah bediri, nanti kita akan begini dan begitu. Kalau ada 
khilafah nanti kita akan makmur.

Itu terbalik. Ciptakan dulu kemakmuran, setidaknya di kalangan yang terbatas, 
sehingga semua orang tahu dan melihat langsung buktinya. Baru nanti semua orang 
akan melirik dan melihat langsung. Kemudian orang akan mengambil kesimpulan. 
Ooo, mereka itu makmur karena mereka menerapkan syariat Islam, yang kalau 
semakin besar, akan menjadi khilafah.

Saudara-saudara saya yang sangat getol mengkampanyekan tegaknya khilafah itu 
rupanya bingung harus mulai dari mana perjuangan mereka itu. Persis orang yang 
bingung, mana duluan, telur atau ayam.

Padahal contoh dari Nabi SAW itu jelas sekali. Tidaklah Madinah itu didirikan, 
kecuali kalau sudah ada muhajirin dan anshar. Artinya, tidak mungkin khilafah 
Islam itu berdiri, kalau tidak ada umatnya. 

Loh, 1,5 milyar ini apa bukan umat?

Benar, mereka itu umat. Tapi umat yang tidak berhak memiliki khilafah. Karena 
mereka umumnya tidak kenal agama Islam yang dipeluknya sejak lahir. Yang mereka 
kenal sekedar ritual-ritual tanpa makna. Karena faktor keturunan saja mereka 
sekarang secara formal beragama Islam. 

Benar, mereka itu umat. Tapi mereka tidak bersatu seperti 15 juta orang yahudi 
di seluruh dunia. Mereka lebih suka hidup berkelompok-kelompok sambil asyik 
saling mengejek dan menjelekkan satu sama lain, sembari membanggakan kelompok 
mereka sendiri. Setiap partai membanggakan apa yang mereka punya. Setiap jamaah 
merasa paling unggul dengan prestasinya. Setidak ormas merasa paling berjasa 
dengan karyanya. Setiap gerakan merasa paling populer dengan nama besarnya. 
Setiap murid merasa paling benar dengan fatwa ustadznya.

Benar, mereka umat. tapi mereka juga belum lagi menerapkan syariah dalam 
pribadi dan keluarga mereka. Bahkan mereka pun belum lagi mengerti 
detail-detail syariah. Karena mereka tidak pernah belajar ilmu syariah secara 
serius. Latar belakang pendidikan mereka tidak lain adalah ilmu-ilmu milik 
orang kafir yang sekuler. Ilmu-ilmu keislaman yang mereka punya sangat 
terbatas, dangkal, dan sebisa-bisanya saja. Tidak mengambil dari sumber ilmu 
itu sendiri secara matang dan serius.

Benar, mereka umat. Tapi apa yang mereka makan, tidak tahu halal haramnya. Apa 
yang mereka minum, juga tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka pakai, juga 
tidak tahu halal haramnya. Apa yang mereka dapatkan dari rejeki, juga tidak 
pasti halal haramnya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu siapa yang jadi mahram dan siapa 
yang bukan. Mereka tidak tahu cara bagi waris yang diajarkan Rasulullah SAW. 
Mereka tidak tahu bahwa mengucapkan talak kepada istri walau cuma main-main 
ternyata jatuh juga. Mereka tidak tahu kalau wanita yang ditalak suaminya itu 
ada masa iddahnya dan tidak boleh keluar dari rumah suaminya.

Benar, mereka umat. Tapi mereka tidak tahu bahwa macet di jalanan kota Jakarta 
itu tidak bisa dijadikan alasan untuk menjama` shalat. Dan bahwa menjama` 
shalat itu tidak boleh dilakukan setelah sampai di rumah, karena sudah bukan 
musafir lagi.

Dalam keadaan yang sangat awam dan parah dalam keawaman itu, rasanya masih 
mimpi kalau kita bicara tentang tegaknya khilafah islam. Sebab 
keawaman-keawaman seperti itu tidak pernah terjadi di masa tegaknya khilafah 
Islam selama 14 abad ini. Dan tidaklah khilafah Turki Utsmani runtuh di tahun 
1924 yang lalu, kecuali karena umat ini semakin awam dan terlalu awam dengan 
syariah Islam.

Maka kalau kita bercita-cita ingin mengembalikan lagi khilafah Islamiyah 
seperti itu, langkah pertama yang harus ditempuh adalah kita wajib menghidupkan 
kembali ilmu-ilmu keislaman, sehingga seluruh lapisan umat yang 1,5 milyar ini 
MELEK syariah. Bukan cuma melek, tapi sampai paham, mengerti, nyambung, tahu, 
ngeh, dan ngelotok. Kemudian mereka menerapkan syariah itu, minimal mulai dari 
diri sendiri, kemudian di dalam lingkungan terdekat, yaitu keluarga dan 
tetangga. Dan seterusnya sampai masyarakat, negera dan dunia.

Jangan sampai orang yang teriak-teriak mengajak untuk mendirikan khilafah malah 
tidak mengerti detail syariah Islam. Atau tidak bisa berbahasa Arab, sehingga 
tidak mampu merujuk kepada turats (warisan) ilmu-ilmu keislaman yang asli. 
Jangan sampai dia malah orang yang masih belajar mengeja huruf Al-Quran, atau 
baca Quran tidak fasih yang hanya bikin kuping jadi kesemutan. 

Katanya mau mendirikan khilafah, lha wong baca Quran aja termehek-mehek gitu 
kok? 

Kenapa begitu?

Karena bicara khilafah artinya bicara berjuta bahkan bermilyar pekerjaan besar. 
Dan semua itu harus sudah dimulai sejak sekarang, bukan menunggu kalau khilafah 
sudah berdiri, baru mau kerja.

Salah satu pekerjaan rumah itu ya belajar dulu deh baca quran yang fasih, tanpa 
salah, dan enak didengar. Kalau itu saja masih belum dikerjakan, terus mimpi 
bikin khilafah, waduh . . . 

Pekerjaan lainnya ?

Ya, itu tadi. Gimana caranya kita bisa punya kampus dan rumah sakit yang 
gratis. Sebab di masa khilafah dulu, semua kampus dan rumah sakit memang 
gratis, baik yang negeri atau yang swasta. Dan untuk punya kampus atau rumah 
sakit yang gratis, tentu tidak harus menunggu khilafah berdiri dulu. 
Sebaliknya, justru keberadaan kampus dan rumah sakit gratis itulah yang akan 
membuat orang-orang tertarik ikut mendirikan khilafah. Karena memang ada 
manfaat yang nyata dan langsung bisa dirasakan umat.

Bukan sekedar kampanye dan omong kosong.

Wasalam
http://www.ustsarwat.com/web/berita-69-mau-dirikan-khilafah-mulailah-dari-sekarang.html
 


      

Kirim email ke