Ini dari Milis tetangga. :D



----- Forwarded Message ----
From: Hakekat Sayap <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, July 5, 2010 11:38:45 PM
Subject: [mencintai-islam] KUASAILAH SEX

  
LANJUTAN:
Kelihatannya masalah
sex ini mirip dengan masalah pisau; jika kita gunakan dengan tepat maka kita
bisa makan ayam goreng atau sate kambing. Tapi kalau salah menggunakannya kita
bisa makan nasi dengan ikan asin saja didalam penjara. Iya, nggak?! 
Dari sini kita bisa
melihat tujuan mulia yang pertama-tamanya jelas untuk menyembelih ayam atau
kambing. Sebab nggak mungkin ada orang yang senang makan ikan asin dalam
penjara gara-gara membunuh orang dengan pisaunya, ‘kan?! Jadi, jika ada orang
masuk penjara gara-gara membunuh orang, ini jelas merupakan penyalahgunaan.
Bukan merupakan tujuan dari pembuatan pisau tersebut. 
Ya jangan salahkan
pisaunya kalau begitu. 
Saya mendapati, semua
hal yang tidak digunakan sebagaimana mestinya, pasti menimbulkan kerusakan dan
kerugian. Bener, nggak? Mobil bensin diisi dengan solar atau mobil solar diisi
dengan bensin, rusak nggak?! 
Karena itu sex itu baik.
Alat sex kita itu baik. Nggak ada alat sex kita yang bisa nyelonong sendiri
jika bukan akal pikiran kita yang mengendalikannya. Bener nggak?! Karena itu,
manakah yang harus kita sehatkan? Alat sex kita atau otak kita?!
Kalau kita tahu pisau
itu tajam dan membahayakan, ya kita perlu semakin berhati-hati membawanya.
Kalau kita tahu dahsyatnya hawa nafsu kalau sudah menguasai kita, ya jangan
main-main dengan memancing-mancingny a. Sebab kalau hawa nafsu itu sudah naik ke
ubun-ubun, maka mata kita menjadi gelap pekat, jadinya nekat, lalu tahu-tahu
kita sudah berada didalam penjara. Maka kesenangan yang hanya beberapa menit
saja harus ditebus dengan penyesalan yang bertahun-tahun. 
Saya mendapati
kesusahan-kesusahan yang diakibatkan oleh penyalahgunaan sex ini, antara
lainnya: 
a. Lahirnya anak-anak haram; padahal yang
salah orangtuanya, tapi anak-anak yang tidak 
    berdosa
menjadi korban; ada yang dibunuh ketika didalam kandungan, ada yang dibunuh
ketika 
    lahir, dan lain-lain. Jikapun menjadi besar, dia akan dijadikan
olok-olokan temannya. 
b. Terjadinya kasus perkosaan; betapa
hancurnya jiwa perempuan yang mengalami peristiwa ini;
     selain menderita terhina dan malu, bisa jadi akan diputuskan oleh
pacarnya atau diceraikan oleh 
     suaminya,
dan lebih jahat lagi kalau sampai terjadi kehamilan. Ini bisa membuat seorang 
     perempuan
berlaku keji terhadap janin/bayinya; aborsi, pembunuhan ataupun membenci
anaknya. 
c. Penyakit-penyakit kelamin; virus HIV yang
mematikan. 
d. Penyimpangan seksual; Homo, lesbian,
banci, dan lain-lainnya. 
    Kejiwaan yang sudah rusak, menjadi bebannya seumur hidup. 
e. Kemunafikan; Jika anda orang baik-baik
yang memiliki kebiasaan ke pelacuran, akibatnya anda 
     menjadi
seorang yang munafik. Satu tubuh dengan dua jiwa; ini adalah beban psikologis
yang 
     berat
bagi anda. Disatu tempat anda harus pura-pura sebagai orang baik, tapi ditempat
yang 
     lainnya
anda adalah orang yang brengsek. 
f. Perselingkuhan; ini juga suatu beban
psikologis yang berat. Hidup dibayang-bayangi dengan 
    ketakutan.
Resikonya; rumahtangga berantakan dan penjara. 
g. Neraka; kelihatannya semua agama sepakat
bahwa penyalahgunaan sex merupakan dosa. 
 
Karena itu, kalau menurut saya, alangkah
baiknya jika kita memperlakukan sex ini secara biasa-biasa saja, nggak usah
dibesar-besarkan, dijadikan seolah-olah tujuan utama hidup kita. Ngapain kita
mendengarkan perkataan orang-orang yang bodoh yang nggak mikir jauh, yang
mengidentikkan kesenangan hidup itu pada sex melulu. 
 
>> Kesenangan itu bukan kebahagiaan. Kesenangan
itu bagian dari kebahagiaan. Karena itu senang 
      tidak
mesti bahagia, tapi bahagia sudah pasti menyenangkan. 
>> Setiap orang yang mengejar
kebahagiaan akan mendapatkan kesusahan. Sebab kebahagiaan itu 
      bukan
untuk dikejar. Kebahagiaan itu merupakan akibat atau hasil dari buah pikiran
yang benar. 
       Karena itu kejarlah buah pikiran yang benar,
maka kebahagiaan akan menjadi bagian anda. 
>> Adapun buah pikiran yang benar itu
adalah menempatkan segala sesuatu menurut tempatnya. 
      Jangan mengenakan sepatu untuk kepala dan topi
untuk kaki; kesalahan yang demikian inilah 
      yang
akan menyusahkan. 
>> Buah pikiran yang benar itu terdiri
dari berpikir yang benar, berkata-kata yang benar dan berbuat 
      yang
benar. Dan dengan berpegang pada ketiga hal tersebut anda bisa hidup tenang di
belahan 
      dunia
yang manapun. Sebab tidak ada hukum yang menentang ketiga hal tersebut.
 
 

 


      

Kirim email ke