http://groups.yahoo.com/group/mualafindonesia/message/11393
[email protected] 
 Send IM 
 Send Email
‎​Ka'bah Menggetarkan Hati Ratusan Pekerja Cina

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH--Hidayat bisa datang dari cara yang tak pernah diduga.
Mungkin itu pula yang dialami ratusan pekerja Cina di Arab Saudi yang kemudian
memilih Islam sebagai agamanya yang baru.

Setelah melihat Ka'bah dari televisi, tiba-tiba hati mereka bergetar. Pintu
hidayah seakan terbuka. Dan Allah SWT pun melapangkan jalan mereka untuk
mengucapkan dua kalimat syahadat. Lebih dari 600 pekerja asal Cina berpaling
menjadi Muslim setelah mendapatkan pengalaman spiritual di Arab Saudi.

Mereka adalah bagian dari 4.600 warga Cina yang sedang mengerjakan proyek rel
kereta api yang menghubungkan Makkah dan Madinah. Rel kereta itu nantinya akan
melalui Jeddah dan Khum. Peristiwa yang sempat menghebohkan itu terjadi tahun
lalu.

Awalnya, kedatangan ribuan pekerja Cina itu sempat dipertanyakan warga Arab
Saudi. Pasalnya dari 4.600 pekerja itu hanya 370 orang yang Muslim. Warga
meminta agar pemerintah mempekerjakan buruh Cina yang beragama Islam. Namun
Allah mempunyai rencana lain dengan kedatangan para pekerja itu.

Kedatangan ke Arab Saudi ternyata membuka peluang bagi mereka untuk melihat
Islam langsung dari tanah tempat agama ini diturunkan. Seperti yang dikatakan
seorang pekerja yang telah menjadi Mualaf. Pekerja yang telah mengganti namanya
menjadi Hamza (42) ini mengaku tertarik pada Islam setelah melihat Ka'bah untuk
kali pertama di televisi Saudi. ''Ini menggetarkan saya. Saya menyaksikan siaran
langsung sholat dari Masjidil Haram dan umat Islam yang sedang berjalan memutari
Ka'bah (tawaf),'' katanya.

''Saya bertanya ke teman yang Muslim tentang semua hal ini. Dia kemudian
mengantarkan saya ke Kantor Bimbingan Asing yang ada di perusahaan, di mana saya
memiliki kesempatan untuk belajar tentang berbagai aspek mengenai Islam,''
tuturnya. Kini Hamza merasa lebih bahagia dan lebih santai setelah menjadi
seorang Muslim.

Pekerja lainnya, Ibrahim (51), mengalami peristiwa yang hampir serupa pada
September tahun lalu.

Dia yang bekerja di bagian pemeliharaan perusahaan negara, Kereta Api Cina,
menjadi seorang Muslim usai melihat Ka'bah. ''Meskipun kami berada di Cina, kami
tidak memiliki kesempatan untuk belajar tentang Islam. Ketika saya mencapai
Mekah, saya sangat terkesan oleh perilaku banyak warganya. Perlakuan yang sama
bagi orang Muslim dan non-Muslim memiliki dampak besar pada saya,'' tambahnya.

Sementara, Abdullah Al-Baligh (51), terinspirasi untuk memeluk Islam setelah
melihat perubahan positif dari rekan-rekannya yang lebih dulu menjadi mualaf.
''Enam bulan setelah saya tiba di Makkah, saya melihat bahwa rekan saya, yang
sudah menjadi Muslim, telah benar-benar berubah. Tingkah lakunya patut dicontoh.
Saya menyadari bahwa Islam adalah kekuatan penuntun di balik perubahan
tersebut,'' ujarnya.

''Ketika saya bertanya padanya, ia mengatakan bahwa ia sama sekali tak tahu
tentang agama ini selama di Cina. Sekarang, ia memiliki pemahaman yang tepat
tentang Islam dan ingin menjadi lebih teladan.''

Begitu pula dengan Younus. Pekerja asal Cina ini baru mempelajari Islam ketika
berada di Makkah. ''Islam di Cina begitu kurang. Aku baru mengetahui Islam
setelah datang ke Saudi,'' ujarnya.

B'rgds

Luthfi


      

Kirim email ke