ini situs tentang tertib berlalu lintas....apalagi
kalo ada oknum aparat yg melanggar..foto & kirim aja ya....biar mereka malu
sekalian
--------
Original Message --------
Poppy Gelora Tungga
Dewi | Finance Department | PT Thames Pam
Jaya | BUARAN PROJECT
OFFICE JL Raya
Kalimalang No 89 Jaktim | Tel:+6221 86900333 ext 1035| Fax:+6221.8643001
| mailto:[EMAIL PROTECTED]
Teman-teman sekalian,
Saya ingin menceritakan kejadian yang sangat mengerikan yang
terjadi di jalanan di kota metropolitan kita ini. Kejadian ini tidak
terjadi pada saya, namun kejadian ini menimpa orang lain dan saya
menyaksikan sendiri, bagaimana kejamnya hukum rimba di jalanan di
kota
Jakarta tercinta ini.
Mohon diingat bahwa dalam menulis ini
karena hati nurani saya
terketuk. Sudah separah inikah mentalitas pengemudi
di Jakarta
tercinta ini?
Ada dua hal yang ingin saya
capai.
Pertama, adalah untuk menyadarkan sopir/pemilik mobil
yang
melakukan tindakan tidak berkemanusiaan ini untuk sadar. Maka dari
itu saya menuliskan secara jelas pelat nomor dan deskripsi mobilnya
agar
yang bersangkutan tahu bahwa apa yang dilakukannya jelas salah.
Kedua, adalah untuk memberitahu rekan-rekan (dan tentunya juga
mengingatkan saya sendiri) bahwa masih banyak orang-orang yang
memberlakukan hukum rimba dalam berkendara. Kita (dan tentunya saya
sendiri) memang harus tenang dan sabar dalam berkendara, agar tidak
terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kejadiannya
seperti berikut.
Tanggal 26 Mei 2006 sekitar jam 3:15 sore,
saya (mengendarai
Toyota Fortuner) masuk tol kota dari Rawamangun ke arah
Cawang.
Tujuan akhir saya adalah Cibubur.
Saat saya
berkendara di jalur paling kanan segera setelah saya
masuk tol. Dikaca spion
saya lihat Suzuki Karimun ada dibelakang
saya, dan Honda CR-V (generasi
kedua CR-V sekitar tahun 2003-2004)
berwarna hitam ada dibelakang
Karimun.
Terlihat CR-V tersebut memakai strobe light (lampu yang berkedip
cepat,
seperti yang biasa digunakan pada pengawal presiden, polisi,
dan lain-lain)
yang diletakkan didalam grille depan, namun masih
jelas terlihat cahayanya.
Juga terlihat bahwa CR-V ini mempunyai
tiang untuk bendera kecil (seperti
yang biasa kita lihat di mobil
menteri atau pengawal presiden) yang terletak
persis ditengah bumper
depan.
CR-V ini
mengedip-ngedipkan lampu besar, selain tetap menyalakan
strobe light-nya
untuk meminta Karimun minggir. Sebelum sempat
Karimun itu minggir, Honda
CR-V ini menyalip dari samping kiri,
masuk ke jalur kanan lagi dan rem
mendadak. Sepertinya untuk
menghukum/membuat kaget Karimun itu karena tidak
memberikan jalan
segera cepat.
Saya melihat kejadian itu
melalui spion saya. Terlintas dua
kemungkinan dipikiran saya. Pertama, mobil
CR-V ini sedang mengawal
pejabat. Atau kedua, mungkin memang sopir mobil
CR-V menyalakan
strobe light hanya ini berlaku sewenang-wenang di
jalan.
Saya buru-buru ambil jalur tengah, memberikan jalan
untuk CR-V itu
supaya saya tidak mengalami hal yang sama seperti Karimun
dibelakang
saya.
Setelah CR-V melewati saya, baru saya
tahu bahwa ternyata CR-V ini
tidak sedang mengawal pejabat. Jadi memang
sopirnya berlaku arogan
di jalan saja.
Yang membuat saya
heran adalah, pelat nomor mobilnya adalah pelat
hitam, dengan nomor polisi B
8679 PB (saya sampai ingat pelat nomor
mobilnya, karena sangat sebal dengan
tindakan arogan sopirnya
terhadap orang lain di jalan). Saya menjadi
bertanya-tanya apakah
memang diperbolehkan untuk menggunakan tiang bendera
kecil dan
strobe light pada mobil yang berpelat hitam?
CR-V tersebut melaju dengan sangat kencang, menyalip kanan-kiri
sampai akhirnya hilang dari pandangan.
Beberapa menit
berlalu, saya sekarang sudah semakin dekat ke
Cibubur, saya baru saja
melewati exit Pondok Indah.
Beberapa saat kemudian, saya
lihat CR-V yang sama ada berhenti di
bahu jalan. Didepannya ada Honda City
baru. Honda City tersebut
parkir melintang didepan CR-V tersebut.
Kelihatannya sepertinya CR-V
tersebut dipaksa minggir/berhenti oleh City
itu.
Saya lihat pengemudi City sudah turun dari mobil dan
berada di
sisi sopir CR-V. Sopir CR-V duduk didalam mobilnya. Saya tidak
tahu
apa yang mereka lakukan. Kalau dugaan saya, sopir City mungkin
sedang marah-marah kepada sopir CR-V karena sopir CR-V tersebut
mengemudi dengan ugal-ugalan.
Saya tetap melaju dan
sekarang saya sudah mendekati exit Cibubur
yang tinggal 1 km lagi. Saya
ambil jalur kiri (jalur paling kiri,
bukan bahu jalan).
Dikaca spion kiri, saya lihat dikejauhan mobil hitam melaju dengan
kencang sekali dibahu jalan. Saya duga mobil itu adalah mobil CR-V
yang
kabur dikejar City. Ternyata saya salah, karena ternyata itu
adalah mobil
Nissan X-Trail hitam yang sedang dikejar oleh CR-V
hitam yang masih dengan
strobe light yang dinyalakan dan lampu besar
yang dinyalakan. Dugaan saya,
sopir mobil X-Trail tersebut melakukan
suatu hal yang tidak disukai oleh
sopir mobil CR-V sehingga kejar-
kejaran terjadi.
Saya melaju sekitar 80-100 km/jam
dijalur paling kiri tersebut
(jalanan memang lagi kosong) dan dugaan saya,
mereka (X-Trail dan CR-
V) melaju dengan kecepatan sekitar 160 km/jam dibahu
jalan, menyusul
saya dari kiri. Saking kencangnya dan dekatnya mereka
menyusul saya
(perlu diingat, bahu jalan tidak lebar), mobil Fortuner saya
bisa
bergeser ke kanan (seperti terasa disusul oleh bus).
Jelas ini merupakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kedua
mobil tersebut.
Saya lihat mereka berdua mengambil exit
Cibubur juga. Saya lihat
pada saat sopir X-Trail membayar tol, sopir CR-V
cepat-cepat turun
dan menyampiri X-Trail. Sopir CR-V tersebut
menendang-nendangi pintu
bagian sopir X-Trail, lalu lompat ke kap mesin
X-Trail. Loncat-
loncat sebentar disana, lalu sopir CR-V tersebut lompat lagi
ke atap
X-Trail, juga loncat-loncat sedikit disana. Sopir CR-V tersebut lalu
turun, menendang pintu bagian sopir X-Trail.
Setelah
puas menghukum/membalas dendam/merusak mobil orang lain,
sopir CR-V tersebut
masuk kembali ke mobil. Sopir X-Trail tidak
melakukan apa-apa, hanya diam
dimobil. Saya tidak tahu apakah sopir
X-Trail itu takut/kaget sehingga tidak
melakukan perlawanan apa-apa,
atau mungkin sopir CR-V itu memiliki senjata
(yang tentunya tidak
bisa saya lihat, karena dari posisi mobil saya yang
sedang antri
karcis, saya tidak bisa melihat apakah ada senjata yang
diselipkan
dicelana atau tidak).
Saya lihat sopir CR-V
ketika berjalan kembali ke mobil CR-Vnya
mempunyai tinggi sekitar 165 cm,
memakai kacamata hitam, rambut agak
pendek (namun tidak cepak) dan berkulit
sawo matang.
X-Trail lalu menuju kearah Cileungsi, dan CR-V
masuk tol lagi
kearah Bogor. Jadi sepertinya CR-V tersebut mengambil exit
Cibubur,
hanya untuk merusak/menghakimi X-Trail itu.
Terlepas dari apa salah X-Trail terhadap CR-V, saya rasa tidak
benar untuk merusak properti/mobil orang lain. Apabila ada
perselisihan,
lebih baik panggil polisi dan selesaikan didepan
polisi, secara hukum.
Negara kita memiliki hukum yang pasti bukan
hukum rimba.
Kalau dari apa yang saya lihat, saya mengambil pendapat bahwa CR-V
tersebut sangatlah arogan dalam berkendara dijalan raya. Ada dua
pesan
saya terhadap CR-V hitam B 8679 PB tersebut.
Bagi yang
mengemudikan CR-V tersebut pada kejadian diatas, mohon
lebih sabar dalam
berkendara. Tata krama tetap harus dijaga.
Tindakan arogan hanya akan
mencelakakan diri sendiri dan orang lain.
Seluruh warga negara memiliki hak
yang sama. Bukanlah tindakan
terpuji, dengan bermodalkan strobe light dan
tiang bendera didepan
lalu berlaku semena-mena terhadap orang lain dan lalu
merusak
properti orang lain.
Jika pemilik mobil CR-V
tersebut bukan yang mengemudikan mobil itu
pada saat kejadian tersebut,
mohon kiranya menghukum sopir yang
mengemudikan CR-V pada saat kejadian
tersebut. Hukuman perlu untuk
membuat efek jera.
Bagi
yang mengenal sopir/pemilik mobil CR-V dengan pelat nomor B
8679 PB
tersebut, mohon diingatkan bahwa berlaku arogan tidak ada
positifnya.
Buatlah pemilik/sopir mobil CR-V tersebut malu sehingga
tersadar, bahwa apa yang dilakukannya salah dan
bukanlah sesuatu
yang hebat. Rasa malu memang perlu kadang-kadang untuk
membuat kita
tersadar dan kembali ke jalan yang benar.
Bagi para pengguna jalan sekalian, memang masih banyak orang yang
tidak berperikemanusiaan, tidak berpendidikan (pendidikan hati bukan
pendidikan formal), arogan dan tidak bersopan santun dijalan. Atas
hal
ini, kita memang musti hati-hati dalam berkendara dijalan dan
lebih sabar.
Jangan terpancing untuk melakukan sesuatu yang akan
kita sesali.
Mohon kiranya bantuan dari teman-teman sekalian untuk
menyebarluaskan e-mail ini, agar dua tujuan dari tulisan ini
(seperti
yang saya sebutkan diawal e-mail ini) dapat tercapai.
Hormat
saya,
Jeffrey
---------------------------------------------------- EMAIL
DISCLAIMER
This email and any files transmitted with it is
confidential and intended solely for the use of the individual or
entity to whom it is addressed. Any personal views or opinions stated
are solely those of the author and do not necessarily represent
those of the company.
If you have received this email in error
please notify the sender immediately. Please also delete this
message and attachments if any from your
computer.
|
--
Regards,
Junianto M
ASEAN Centre for Energy
ACE Building 6th Floor
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-2, Kav. 07-08
Kuningan, Jakarta 12950, Indonesia
Tel.: (62-21) 527 9332 / Fax: (62-21) 527 9350
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Website: www.aseanenergy.org
======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/
- Posting : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!, Mohon buang message yang tidak diperlukan ***
Moderator [mxrider]
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS