Hal ini sudah sering dibahas dimilis ini
atau di forum www.mxrider.or.id tepatnya
disini http://www.mxrider.or.id/index.php?option=com_smf&Itemid=57&topic=733.0
Kalau ngga bisa akses forum nich saya kopi
paste dari forum yang diposting sama Bro Heru tapi mengenai tanggapannya
silahkan lain kali liat di forum aja ya :
Hadirnya varian ?superbebek? Yamaha Jupiter MX135LC ditanah air,
membawa angin baru bagi bikers di indonesia. Teknologinya fenomenal
dan jauh ke depan. Sayangnya, pengetahuan yang kurang yang kurang memadai
seputar tunggangan, kerap merepotkan pemiliknya.
Lonjakan spesifikasi, kerap membuat ?keder? orang awam. Di
atas kertas, superbebek satu ini banyak mengadopsi perangkat yang banyak
dipakai tunggangan moge seperti rumah silinder DiAsil, TPS (Throttle Position
Sensor) atau water coolent system (Radiator). Pendek Kata, menanganinya pun
harus telaten agar MX kesanyangan tetap adem.
Ibarat cerita ?lebih dulu ayam atau telor?, memang tak ada
habisnya. Namun yang penting, bagaimana menanganinya agar bisa berbuah manis
alias menjadi solusi dari beberapa permasalahan tadi.
SUMBER
BUNYI KLOTOK...KLOTOK
Lebih dari lima surat senada masuk ke meja redaksi OTOMOTIF.
Isinya komplain soal suara klotok...klotok pada dapur pacu Yamaha Jupiter
MX135LC. Sumber bunyi misterius inipun jadi perdebatan di kalangan bikers
pemilik MX135. bahkan beredar kontroversi, Katub AIS (Air Induction system)
penyebabnya. Tapi sumber lain mengatakan bunyi menyebalkan tersebut ciri khas
silinder DiAsil. Walah, yang betul yang mana nih ?
?Kurang masuk akal jika penyebab suara kasar bermuara dari
AIS atau Silinder DiAsil. Kemungkinan besar justru disebabkan penyetelan
langsam kurang tinggi?, ujar Harry P, Technical Department-Service Division,
PT. Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Lho, kok bisa bos?
Harry yang di dampingi Heri Setianto (Manager Promotion YMKI)
lantas menjelaskan panjang lebar pendapatnya. Putaran langsang jupie MX135
berhubungan dengan kinerja dekompresi. Standartnya putaran stasioner kisaran
1.300 ? 1.500 rpm. Nah, saat putarannya kurang dari batas minimal munculah
suara klotok...klotok... tadi.
? Bandul dekompresi bekerja atau terlempar keluar akibat gaya sentrifugal pada
putaran 1.300 rpm keatas. Jika putaran di bawah itu bandul belum terlempar.
Setelah gas di naikkan bandul baru terlempar. Maka munculah suara akibat benturan
dari bandul dengan dindingnya,? tambah Harry.
Makanya disarankan putaran langsang dijaga jangan sampai di
bawah standar. Memang terdengar agak tinggi. Tetapi justru banyak manfaatnya.
Mesin jadi mudah di hidupkan. Dan yang tak kalah pentung lagi, pelumasan mesin
menjadi lancar.
? Bayangkan jika stasioner tersendat-sendat. Suplai pelumasan menjadi kurang
lancar. Jeroan mesin cepat aus bukan?,? tambah Muhamad Abidin, manager
Technical Department-Service Division, PT. YMKI.
SUSPENSI DEPAN
?KAKU?
Peredam kejut model teleskopik yang terpakai MX135LC pernah dikeluhkan Bambang
Wijanarko dari Kutai Timur, Kaltim. Menurutnya, sokbreker depan dirasa keras
saat ?bermain?. Pengertian keras itu sendiri bisa bermakna banyak kerena
sifatnya relatif.
Namun Alex, chief mechanic DKS motor (Yamaha Pondok Cabe)
punya pendapat lain. ?Yamaha MX135LC sejak awal memang di desain untuk kencang,
sehingga suspensi juga harus menyesuaikan saat harus bermanufer ekstrem,?
jelasnya.
Pastinya sok dibuat agak ?kaku? ketimbang bebek-bebek lain.
Istilah kaku ini karena fungsi rebound yang lebih cepat. ?Makanya kinerja
sokbreker depan tak bisa selembut motor lain,? terang Alex lagi.
Bila terpaksa ingin dibuat lembut, bisa saja dengan
mengurangi volume oli di dalam tabung sokbreker. Bila kapasitas per tabung
mencapai 64 ? 65 cc, berarti sekarang harus di bawah itu. Namun, jangan kaget
bila motor terasa oleng saat ?ditekuk? dengan kecepatan tinggi.
LAMPU INDIKATOR
SUHU MESIN MENYALA
Salah satu kelebihan pada jupiter MX135LC adalah lampu indikator suhu mesin
yang terletak di panel spidometer. Lampu ini akan menyala bila suhu mesin di
atas normal seperti yang dialami Mulyono di Cijantung, pasar rebo, jaktim. Hal
ini sebagai pertanda suhu kerja mesin diatas rata-rata (80 ? 90 ?C).
Penyebabnya bisa banyak. Paling sederhana adalah kurangnya
cairan coolant di dalam radiator sehingga proses pendinginan tak maksimal. Ada kalannya, bila cairan
coolant didalam tangki cadangan (reservoir tank) penuh, belum tentu di radiator
juga penuh.
?Pengecekan ideal selain ?mengintip? reservoir tank, adalah
membuka radiator cap di radiator, ? terang Alex dari Yamaha Pondok Cabe.
Namanya juga pendinginan tidak optimal, pastinya lampu indikator akan menyala
kembali setelah motor di ajak jalan lagi. Istilah kerennya overheat.
Uniknya, lampu indikator tadi juga berfungsi sebagai ?engine
check?. Persis seperti pada mobil dengan sistem supli bahan bakar injeksi, pada
MX berfungsi sebagai indikator bila ada malfunction (kesalahan kinerja) sebuah
sensor, baik TPS (throttle position sensor) atau thermo sensor.
?Bila ada kesalahan pada TPS seperti korsleting, tidak ada
koneksi karena soket kendur atau kabel terputus, lampu indikator langsung
memberi sinyal lewat cara bekedip-kedip dengan jeda 1 kali panjang dan 5 kali
pendek-pendek,? jelas Alex lagi.
Beda lagi kedipan pada indikator bila ada kelainan pada
thermo sensor (switch air). Lampu indikator akan berkedip dengan jeda 1 kali
panjang dan 6 kali pendek-pendek. Itu akan terus menyala dan berulang-ulang.
Jadi sangat mungkin tunggangan Mulyono mengalami 2 trouble dalam waktu yang
berdekatan. Pertama karena overheat dan berlanjut dengan TPS yang mendadak
mati.
MENGAPA KLEP BISA BENGKOK ?
Yamaha jupie MX135 boleh di bilang artisnya bikers. Ada kasus kecil aja langsung nyebar
kemana-mana. Padahal belum tentu motornya lo yang bermasalah. Contohnya kasus
klep bengkok. ?Setelah kita terjun ke lapangan ternyata akibat pakai CDI
unlimiter. Posisi diam (netral) putaran mesin melesat hingga di atas 12.000
rpm. Sangat berbahaya,? wanti Harry serius.
Saat putaran tinggi apalagi tanpa beban (netral) bukaan klep
seakan melayang. Terjadi miss sepersekian detik saja akan terjadi benturan
dengan piston. Braak, bengkok deh !
?Penyebab lainnya pemakaian bensin campur minyak tanah. Sifat
minyak tanah kesat dan mengandung gum. Setelah pembakaran menyisakan kerak atau
kotoran. Lama-lama kerak tadi bisa nyelip pada batang klep dan menyebabkan
macet,? tambah Muhamad Abidin turut memberikan masukan.
Kasus klep bengkok karena pemakaian CDI unlimiter juga pernah
terjadi pada Suzuki Satria F150. seperti dialami Untung, mekanik Focus Racing
di Rawamangun, Jaktim. ?Kalau pakai CDI unlimiter sebaiknya disertai setting bagian
lain. Misalnya coakan klep pada piston di perdalam, spuyer dinaikkan dan per
klep dikeraskan dengan di ganjal,? saran mekanik yang tambah gemuk ini.
Sumber: Otomotif edisi 51/XV/ 24 April 2006 (hal. 26)
Salam,
Deksudi