Mhhh dikantor ane ada tuh di divisi Guest Relation Officer, dimana atasan
langsungnya adalah WNA (Jepang) cewek yang cerewet, kaku dsb. Dalam kurun
waktu 6 bulan udah terjadi 12 kali turnover he he he.
Email ini ane mau forward ke Manajer2 local dank e Personalia sebagai bahan
renungan hi hi hi, setiap meeting ane sering beri kritikan sama mereka tapi
tetep aja...dasar kepala batu, emang perusaahaan ini milik mereka? Ndak toh,
mereka sama aja KARYAWAN, cuman beda jabatan aja.

Sorry unek2 udah keluar nich.

Salam,

Deksudi

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
darwinrangga
Sent: Wednesday, September 13, 2006 6:11 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; 'Adinda';
'Danu'; 'Dedy Irawan'; 'EQiw'; 'Ika Kartika Johan'; 'merli'; Mona Lisa;
[email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [mxrider] FWD: ARTICLE OOT : Gaji]

Good Article... Mungkin udah ada ynag pernah membaca.


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, September 13, 2006 4:05 PM
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [Fwd: ARTICLE OOT : Gaji]

-------- Original Message --------
Subject: ARTICLE OOT : Gaji
From: "Henry Locarno" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wed, September 13, 2006 3:32 pm
To: <"Undisclosed-Recipient:;">




GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

Mengapa perputaran karyawan tinggi walaupun remunerasinya di
atas rata-rata?  Uangkah pemicunya? Atau ada faktor lain yang
menentukan kesetiaan mereka?

Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang  ahli dalam
pengembangan  bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari
sebuah perusahaan  multinasional untuk mengembangkan bisnisnya
di Indonesia. Dia tertarik dan  memutuskan untuk bergabung.
Dia telah banyak mendengar tentang pimpinan  perusahaan ini,
yang sering diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan
legendaris.

Gaji Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir,
teknologinya canggih,  kebijakan SDM-nya pro-karyawan,
kantornya megah di daerah segitiga emas,  bahkan kantinnya
menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia  dikirim
keluar negeri untuk pelatihan. "Proses pembelajaran saya
adalah yang  tercepat di sini" kata Lesmana. "Sungguh
menakjubkan bekerja dengan dukungan  teknologi mutakhir
seperti di perusahaan ini".

Siapa nyana dua minggu lalu, belum genap tujuh bulan bekerja
di perusahaan  itu, dia mengundurkan diri. Lesmana belum
mendapatkan tawaran pekerjaan  lain, tapi dia tidak sanggup
lagi bertahan di sana. Belakangan, sejumlah  karyawan di
divisi yang sama dengannya ikut resigned. Direktur utama
perusahaan itu pun merasa tertekan karena perputaran
(turnover) karyawan  sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya
yang sudah dikeluarkan perusahaan  untuk alokasi dana
pelatihan karyawan. Ia juga bingung lantaran tidak tahu  apa
gerangan yang terjadi. Mengapa karyawan yang bertalenta bagus
ini  mengundurkan diri, padahal gajinya sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan. Alasan ini juga yang
menyebabkan  sebagian besar karyawan lain yang bertalenta
tinggi akhirnya mengundurkan  diri.

Beberapa survey membuktikan bahwa jika anda kehilangan
karyawan berbakat,  periksalah atasan langsung mereka. Si
atasan adalah alasan utama karyawan  tetap bekerja dan
berkembang dalam suatu perusahaan. Namun dia jugalah yang
menjadi alasan utama mengapa para karyawan berhenti dari
pekerjaannya,  membawa pergi pengetahuan, pengalaman dan klien
mereka. Bahkan tidak jarang  selanjutnya secara
terang-terangan berkompetisi dengan perusahaan bekas
tempatnya bekerja.

"Karyawan meninggalkan pimpinannya bukan perusahaannya" kata
para ahli SDM.  Begitu banyak uang yang telah dikeluarkan
untuk tetap mempertahankan  karyawan berbakat, baik dengan
memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra  maupun pelatihan
mahal. Namun pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan
disebabkan oleh pimpinannya, bukan oleh hal lain.

Jika anda mengalami masalah turnover, maka pertama-tama
periksalah kembali  para pimpinan anda. Apakah mereka biang
keladi yang membuat para karyawan  tidak betah? Pada tahap
tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang  yang ia
dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan
seberapa besar perusahaan menghargai mereka. Kedua hal ini
umumnya  tergantung dari sikap para pimpinan terhadap mereka.
Dan sejauh ini, bekerja  dengan atasan yang buruk sering
dialami oleh para karyawan yang bekerja  dengan baik. Survey
majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa  75%
karyawan menderita karena berada di bawah atasan yang
menyebalkan.

Dari seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan
yang jahat  mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara
langsung akan mempengaruhi  kinerja dan mental para  karyawan.

Simak saja kisah yang dikutip langsung dari "medan perang"
ini. Mulya  seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan
hari-hari dimana ia  dimaki-maki bos di depan staf lainnya.
Atasannya itu sering menghina dengan  kata-kata yang kasar.
Waktu menghadapi hal menakutkan itu, Mulya praktis tak  punya
nyali untuk menjawab. Ia kembali ke rumah dengan perasaan
tidak keruan  dan mulai menjadi kasar seperti sang atasan.
Bedanya kekesalan ini  dilampiaskan ke istri dan anak-anaknya,
kadang juga ke anjing peliharaannya.  Lambat laun, bukan
pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan
keluarganya pun hancur berantakan.

Nasib Agus juga setali tiga uang. Menceritakan "penyiksaan"
yang dilakukan  oleh bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat
yang tidak terlalu penting  antara keduanya. Atasan Agus
benar-benar menunjukkan rasa tidak suka  terhadapnya. Ia tidak
lagi diikut-sertakan dalam pengambilan keputusan.  "Bahkan dia
tidak lagi memberikan saya dokumen maupun pekerjaan baru"
keluh  Agus. "Sangat memalukan duduk di depan meja kosong
tanpa tahu apapun dan  tidak seorangpun yang membantu saya".
Lantaran tidak tahan lagi, lalu Agus  mengundurkan diri.

Para ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan,
tindakan
memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang terburuk.
Pada awalnya, si  karyawan mungkin tidak langsung mengundurkan
diri, akan tetapi pikiran itu  sudah tertanam. Jika kejadian
terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin  kuat. Dan
akhirnya, pada kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai
mencari pekerjaan lain. Ketika seseorang tidak bisa membalas
kemarahannya,  ia akan melakukan pembalasan "pasif". Biasanya
dengan cara memperlambat  pekerjaan, berleha-leha, hanya
melakukan pekerjaan yang disuruh atau  menyembunyikan
informasi penting. "Jika anda bekerja untuk orang yang
menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu mendapat
kesulitan. Jiwa dan  pikiran kita tidak menyatu lagi dengan
pekerjaan kita" papar Agus.

Para atasan bisa menekan bawahan melalui beragam cara.
Misalnya dengan  mengontrol bawahan secara berlebihan, curiga,
menekan, terlalu kritis, bawel  dan sebagainya. Namun para
atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan  merupakan
aset tetap, mereka adalah manusia bebas. Jika ini terus
berlanjut,  maka seorang karyawan akan mengundurkan diri,
walau tampaknya cuma karena  masalah sepele saja.

"Bukan pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99
pukulan yang  diterima sebelumnya". Memang benar, karyawan
meninggalkan pekerjaannya  karena bermacam alasan untuk
kesempatan yang lebih baik atau kondisi yang  tidak
memungkinkan lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal
jika  tidak ada satu orang (seperti atasan Lesmana) yang
terus-menerus mengatakan,  "Kamu tidak penting, saya bisa
dapat lusinan orang yang lebih baik dari  kamu!".

Kendati tersedia segudang pekerjaan lain (terlebih dalam
keadaan
pengangguran tinggi sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa
biaya atas  hilangnya seorang karyawan yang bertalenta tinggi.
Ada biaya yang harus  dibayar untuk mencari pengganti, ada
biaya pelatihan bagi pengganti karyawan  tersebut. Belum lagi
akibat yang ditimbulkan karena tidak ada orang yang  mampu
melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti sedang dicari,
kehilangan  klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang
hengkang, penurunan moral  karyawan lainnya, hilangnya rahasia
penjualan dari karyawan tersebut yang  seharusnya
diinformasikan ke karyawan lainnya, dan yang terutama turunnya
 reputasi perusahaan. Lagi pula, setiap karyawan yang pergi,
bagaimanapun  juga akan menjadi"duta" untuk mewartakan hal
yang baik maupun yang buruk  dari perusahaan itu.

Kita semua tahu suatu perusahaan telekomunikasi besar yang
orang-orang ingin  sekali bergabung, atau suatu bank yang
hanya sedikit orang ingin menjadi  bagiannya. Mantan karyawan
kedua perusahaan ini telah keluar untuk  menceritakan kisah
pekerjaannya.

"Setiap perusahaan yang berusaha memenangkan persaingan harus
memikirkan  cara untuk mengikat jiwa setiap karyawannya" kata
Jack Welch mantan orang  nomor satu di General Electric.
Umumnya nilai suatu perusahaan terletak  "diantara telinga"
para karyawannya.

".Karyawan juga manusia, punya mata, punya hati..." seperti
syair lagunya  group band Serious.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the
Google Groups "Ta'lim PT. Indointernet" group. To post to this
group, send email to [EMAIL PROTECTED] To
unsubscribe from this group, send email to
[EMAIL PROTECTED] For more options,
visit this group at
http://groups.google.com/group/taqlim-intern
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---



___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail - http://indomail.indo.net.id





======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider] 
Yahoo! Groups Links






 





__________ NOD32 1.1753 (20060912) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com





======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke