> Dari milis sebelah, semoga tidak salah kaprah.
> 
> Dear all,
> Mohon bantuannya untuk mensosilaisasikan penggunaan lampu hazard. 
> Saat ini banyak pengendara (motor atau mobil) yang menggunakan lampu
> hazard dengan salah kaprah.
> Banyak mobil yang menyalakan hazard waktu hujan (di tol), Untuk
> pengendara motor mereka menggunakan hazard sebagai accesories. Semua
> itu SANGAT BERBAHAYA karena pengemudi di belakang tidak tahu ke mana
> arah kendaraan di depannya jika menggunakan hazard.
> 
> Berikut ini saya posting article "ADAB MENGGUNAKAN LAMPU HAZARD". Maaf
>  kalau article ini re-post, saya cuma mengingatkan saja.
> 
> Terimakasih:
> =================================
> Adab Menggunakan Lampu Hazard 
> 
> Saat mengemudi pada cuaca hujan apalagi kian deras di jalanan tol
> Siapa pun bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard (keempat
> sen berkedip-kedip) mobil lain yang bergerak. Anehnya banyak pemilik
> mobil yang bagai prosedur baku, segera menyalakan hazard kala hujan.
> Padahal, sebetulnya dia juga bakal terganggu oleh kedipan lampu
> berwarna oranye itu. Sekarang, kebiasaan ini semakin menjadi di hampir
> seluruh ruas jalan di Tanah Air.
> 
> Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang
> mengaktifkan hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan dengan
> jalanan licin, jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini
> adalah salah besar. Di dunia internasional, menurut mantan pembalap
> nasional Aswin Bahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi
> ketika hujan, adalah pelanggaran berat atas aturan lalu lintas darat.
> ''Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas,'' urai
> Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari
> beberapa negara Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang ini menyatakan,
> budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.
> 
> Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan
> bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti. Bisa karena
> rusak atau berhenti akibat keadaan darurat,'' pintanya. Namun,
> bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan
> menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang
> sama-sama melaju di jalanan? Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu
> cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan
> lampu kala berkendara pada cuaca hujan.
> 
> Gunakan hazard hanya bila darurat
> 
> Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat
> bagi sebuah mobil. Maka, hazard hanya boleh diaktifkan bila mobil
> mengalami kondisi kedaruratan. Bisa akibat mogok atau harus berhenti
> karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi
> tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala
> mobil berhenti dipingir jalan. 
> 
> Gunakan lampu kecil bila hujan
> 
> Dengan semangat ingin memberi 'tanda' bahwa mobil sama-sama melaju di
> tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan
> bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu
> kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang
> 
> berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang
> berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan
> posisi mobil. Pilihan warna ini telah melaluis erangkaian riset
> pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang
> dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut.
> Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka
> untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut
> sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.
> 
> Selalu pakai sen bila berpindah jalur
> 
> Penggunaan lampu sen wajib bagi pengemudi yang hendak berbelok dan
> berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat
> penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan
> sen amat membantu pengemudi lain untuk waspada. Bayangkan, bila Anda
> menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, sen pun
> tak akan berfungsi...."
> 
>  
> 
> --- The End ---
> 

Kirim email ke