Nanti kalo ada pemilihan Gubernur, kita pilih dari kalangan Bikers, bukan dari 
kalangan Bus Way or  yang menganak tirikan bikers, nah Bung Suti itu kan 
rencanya mau nyalonin diri jadi CAWAPRES, jangan kita  pilih tuch 
manusianya.setujukahhhh

 

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of heru 
gustiawan
Sent: Monday, January 08, 2007 10:13 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [mxrider] [Fwd: [Fwd: [hobby_club] FW: Thamrin Dilarang Masuk 
Motor]]

 

sangat menyedihkan jika harus ada peraturan yg tidak fair dalam melihat sisi 
permasalahanya. Jujur saya baru membeli motor karena ketidakmampuan saya dalam 
menggunakan kendaraan umum. Banyak hal yg bisa dihemat dalam menggunakan motor 
waktu dan pastinya uang. 25 ribu bisa cukup untuk tiga hari kerja.Naik 
kendaraan umum 25 ribu aja gak cukup untuk sehari. Please deh..buka mata anda 
dan lebarkan kuping anda.

"David (Audit)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

        
        Untuk Interview di Sudirman & Thamrin, bisa naik Bus Way.

        Motor Dilarang Masuk Thamrin 
        
        BALAI KOTA, WARTA KOTA- Gerak sepeda motor di Jakarta akan semakin 
dibatasi, antara lain dilarang masuk jalan protokol. Kendaraan roda dua itu 
dituding jadi biang macet jalanan Ibu Kota. Saat ini, Gubernur DKI Sutiyoso 
sedang mencari terobosan aturan untuk membatasi pergerakan sepeda motor di 
jalan protokol Ibu Kota, seperti Jalan MH Thamrin, Jenderal Sudirman, dan HR 
Rasuna Said.  Selain itu, mulai tahun 2007 ini sepeda motor hanya boleh berada 
di lajur khusus atau di sisi kiri jalan. 

        "Ini wacana yang ingin saya angkat ke permukaan, yakni membatasi sepeda 
motor. Itu harus dibahas dalam waktu dekat. Saya sudah melihat sendiri, sebuah 
kota yang dipenuhi sepeda motor, yaitu Hanoi. Jakarta berpotensi seperti itu, 
dan jika itu terjadi, sangat tidak nyaman Jakarta," ujar Sutiyoso usai memimpin 
rapat dengan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) di Balai Kota DKI,  Kamis 
(4/1). 

        Sutiyoso meminta DTKJ mengkaji masalah tersebut dari berbagai sisi, 
termasuk landasan hukumnya. DTKJ diminta membahasnya bersama Dinas Perhubungan, 
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, dan para pakar di bidang transportasi. 

        Bang Yos berharap, pembatasan gerak sepeda motor itu dapat memecahkan 
problem lalu lintas Jakarta, tanpa merugikan para pengendara motor. "Mungkin 
kita perlu cari kompensasi bagi pemegang STNK motor dengan memberi diskon kartu 
abonemen busway. Itu salah satu contoh saja," ujarnya. 

        Ketua DTKJ Soetanto Soehodo mengatakan, penerapan pembatasan sepeda 
motor di sejumlah jalan memang sudah sangat mendesak. Hal itu terkait dengan 
buruknya disiplin para pengendara motor dan pertambahan jumlahnya yang tak 
terkendali. "Saya tidak tahu jumlah pastinya, tapi perkiraan saya sekarang 
sudah di atas 3 jutaan. Jumlah ini lebih besar dari kendaraan roda empat yang 
hanya sekitar 2,5 juta," ujar Soetanto. 

        Selain itu, walaupun secara fisik sepeda motor hanya mengambil ruang 25 
persen dari ruang yang dibutuhkan kendaraan roda empat,  dalam praktiknya ruang 
yang diambil motor bisa sama besar dengan sebuah mobil. "Jadi sudah tidak ada 
keraguan lagi, motor memang menyumbang kemacetan lalu lintas di Jakarta," 
paparnya. 

        Beberapa pilihan pembatasan gerak sepeda motor sedang dikaji DTKJ. 
Salah satunya dengan membatasi sepeda motor di jalan-jalan protokol secara 
ketat. Menurut Soetanto, jalan-jalan protokol yang dianggap perlu penerapan 
larangan pergerakan sepeda motor itu antara lain, Jalan MH Thamrin,  Sudirman, 
dan HR Rasuna Said. "Saya kira masih tetap ada jalan alternatif yang bisa 
digunakan pengendara motor, kalau misalnya mereka dilarang masuk Jalan Thamrin 
dan Sudirman," tuturnya. 

        Namun, larangan sepeda motor di jalan protokol itu dapat pula 
diberlakukan hanya untuk waktu dan hari tertentu. "Mungkin kita akan terapkan 
pada jam-jam sibuk pagi dan sore, dan di hari kerja saja. Tapi di hari libur, 
kita bebaskan," ujar Soetanto. 

        Di ruas-ruas jalan lain, pergerakan motor juga diatur dengan menerapkan 
kewajiban menggunakan lajur khusus bagi jalan-jalan yang sudah menyediakan 
jalur lambat. "Kalau yang belum ada jalur lambatnya, ya harus di sisi kiri 
jalan," tambah Soetanto. 

        DTKJ belum dapat  memastikan kapan aturan pembatasan gerak sepeda motor 
itu bakal diterapkan. Akan tetapi, Soetanto mengingatkan pentingnya membarengi 
aturan itu dengan dengan perbaikan sistem transportasi umum Ibu Kota. Dengan 
demikian, masyarakat tetap memiliki pilihan alternatif untuk mendukung 
mobilitasnya secara efisien. "Idealnya tentu harus disediakan alternatif 
transportasi umum yang efisien," katanya. 

        Langgar hak
        Sementara itu, Opik, warga Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menolak 
pembatasan motor di jalan protokol. Alasannya, selama ini sehari-hari ia 
menggunakan kendaraan roda dua untuk pulang dan pergi ke kantornya di kawasan 
Kota, Jakarta Barat. "Rute saya selalu lewat jalan itu. Kalau motor dilarang 
lewat, saya harus bagaimana? Apalagi busway juga akan naik. Sedangkan gaji saya 
untuk makan sehari-hari saja kadang kurang," ujarnya. 

        Sedangkan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), 
Tulus Abadi, menilai pelarangan penggunaan sepeda motor di jalan protokol 
seperti Jalan MH Thamrin-Jenderal Sudirman adalah bentuk pelanggaran hak 
masyarakat yang memprihatinkan. Mestinya cukup dilakukan pengaturan, misalnya 
dengan pembuatan jalur khusus sepeda motor atau pembatasan jam. 

        "Memang kalau dibiarkan, semua juga bisa nggak nyaman. Tapi kebijakan 
harus dibuat secara komprehensif, jangan sepotong-potong. Lihat juga regulasi 
tentang penjualan sepeda motor. Begitu gampang masyarakat membeli sepeda motor 
tanpa ada larangan," ujarnya. 

        Tulus menambahkan, inisiatif warga membeli sepeda motor merupakan 
bagian lain dari bentuk perlawanan masyarakat terhadap ketidakmampuan 
pemerintah menyediakan sarana transportasi yang mudah, murah, cepat, dan aman. 
"Justru kalau mau jujur, yang mengambil ruang jalan lebih besar adalah mobil. 
Pengaturan pengguna mobil semestinya juga lebih ketat, jangan fokus pada sepeda 
motor saja," tuturnya. (dra/chi) 

        Sumber: Warta Kota 
        http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0701/05/012728.htm

         

        -

 

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

 

=========================================================
This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. 
Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly 
prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by 
telephone or e-mail and delete the e-mail and any attachment from your system.

PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the " Company") does not accept any liability in 
respect of communication made by its employee which is contrary to the company 
policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The 
employee responsible will be personally liable for any damages or other 
liability arising.
=========================================================

Kirim email ke