Hmmm... penulis berbicara dari dirinya sendiri. bagaimana kalau dia
berbicara dipihak yang diruguikan oleh dia ..???
Dia sudah jujur merampas HAK PEJALAN KAKI dengan melewati trotoar....
Dia sudah jujur merampas HAK PENGGUNA JALAN yang lain dengan mengambil jalur
yg berlawanan..
Dia berbicara mengenai PENGENDARA MOBIL yang benci terhadap PENGENDARA
MOTOR....tapi kenapa gak cari tau kalo ternyata BANYAK PENGENDARA MOTOR yang
juga benci ngeliat OKNUM PENGENDARA MOTOR seperti yg dilakukan oleh penulis.


please deh... ini bukan masalah BIKER against DRIVER ataupun sebaliknya...
tapi bagaimana prilaku OKNUM PENGENDARA MOBIL maupun MOTOR yang bisa
menyebabkan kerugian bagi pihak lain...


   _____________________________________________

   Balada Pengendara Roda Dua

   Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut
   kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu
   pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
   Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
   Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah
karena
   kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,
   masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini
tdk
   anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
   dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung
   jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Hahahahaha... bukan cuma siang aja kok pengendara motor suka nyerobot ke
kanan atau ke kiri, tapi ketika pagi, mendung, sore, malam, hujan... jadi
kalau RASA PANAS yang menjadi alesannya, saya kira sangat tidak masuk akal.
Pada saat cuaca adem pun banyak yang suka serobot kanan kiri...

   Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan
yang
   berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
   alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun
SUV
   bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang
knalpot
   anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di
PHK,
   hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari
   anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Mencari alternatif jalur dengan merampas hak orang lain..?? berarti anda
sudah merampas hak para pejalan kaki dan pengguna jalur sebelah ( ..yang
bukan hanya pengendara mobil saja tapi juga motor.. ). saya pribadi adalah
pengendara motor, namun lebih baik berada dibelakang knalpot SUV atau MPV
dari pada di belakang knalpot motor yang lebih kadar emisinya gak lebih
bagus dari mobil. Trus apa hubungannya ABSEN ama pengendara mobil dan motor
ya..??? hihihhihihihi.. bingung gue... kalo gak mau telat, jangan berangkat
kesiangan pak, yang mungkin menyebabkan bapak serobot kanan kiri, lewat
trotoar, lewat jalur sebelah, karena mengejar waktu masuk kantor.. bukan
karena kepanasan.. mending jalan pagi ketika lalu lintas belum ramai..

   Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal dipotong
uang
   transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati
resepsionis nan cantik   yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka
mencium aroma knalpot dan 'bau
   matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami
   semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus
   sejuknya AC mobil anda.

Halaaaahhh.. ga semua yang naek mobil ber-AC kalee... trus kenapa musti malu
berhadapan dengan receptionis yang cantik kalau habis naik motor ? tinggal
modal senyum aja kok pak, mereka pasti gak akan komentar soal jaket lusuh
bapak....

   Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
   memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super
murah
   kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
   Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami.
Tentu
   berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja
beda J.

hihihihihhihi.. emang mau dapet parkiran dengan ukuran berapa sih pak ? lha
wong motor dimensinya lebih kurang sesuai dengan ukuran yg bapak sebutkan.
trus kalo masalah parkir, saya pribadi mah enakan parkir motor, gak kaya
mobil ribet kalo penuh.. harus muter2 ampe 4-5 lantai kalo penuh... kalo
motor? cuma 1 lantai doank khan pak.. tinggal geser kiri kanan.. dapet deh
parkiran ... lha kalo mobil... masa mo digeser2 . hahahahaha

   Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah
oleh
   pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
di
   atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat
   tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai
   tamasya ke ancol ataupun taman safari.

HAhahahaha.. ude syukur aada jalan tol, jadinya jalan biasa bebannya bisa
berkurang. Coba kalo gak ada jalan tol sama sekali.. gimana beban jalan
arteri yg harus menampung sekian ribu mobil ? pastinya jalan jadi macet
khan.. Lha wong ada jalan tol aja jalan biasa masih macet... dan terlebih..
jalan tol pun sekarang macet.. cet cet cet... Coba bapak bayangin aja kalo
gak ada jalan tol JAGORAWI.. penduduk jakarta yang akan ke bogor pasti akan
lewat Jl. Raya Bogor.. yang pastinya akan MACET BANGED .. dan bapak sebagai
pengendara motor pasti kena getahnya juga...

   Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
   berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami
   gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu
mereka
   yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
   berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya
putra-putri
   anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
   belakang.

HIhiihhihi... kalau memang bapak sayang istri dan anak, kenapa tidak
memperhatikan keselamatan mereka ketika bapak naik motor ber-3 atau ber-4 ?
Jangan demi kesenangan dan kegembiraan keluarga, unsur keselamatan diabaikan
yang bisa menyebabkan menjadi malapetaka keluarga..

   Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
   panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
   buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
   membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
   gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
   kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang.
Aaaah
   enaknyaa di mobil.

Hahahahahah... ini lagi... makanya pak, sedia jas hujan ketika punya motor,
jadi jangan modal celana jaket aja, saya pribadi malah seneng naek motor
ujan-ujanan.. soalnya ademmm.....

   Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
   menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
   pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
   motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo
   kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.
   Amit-amiiiit.

Hahahahahah.. ini mah urusan boz ama bawahannya..... bukan urusan Mobil
dengan MOtor.... ahhahahahahah.. ampe geli gw bacanyaaa... ehehheehehehhe

   Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu
rokoknya
   lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
   'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
   jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
   Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
   sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus
   dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks
   mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
   Maaf ya pak-bu. Peace !!!

hihihihhi.. itu mah oknum pak.. pengendara motor juga ada yang gitu kok..
jadi jangan maling teriak maling ah...

   Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
   kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
   (Jadi gak enak nerusinnya)

   Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
   rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
   berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
   hampir terlambat.

Weitttzz... enak aja saya dibilang gak berpendidikan, saya juga pengendara
motor lho.. dan temen2 saya sesama pengendara motor pasti akan protes keras
ke bapak soal ini...

   Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami
gak
   punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
   pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

Hahahahhah.. tata krama bukan harus didapat dari sekolah paakk.. kalo bapak
bersosialisasi pasti deh tau tatakrama. jadi semua itu bisa didapat di
kehidupan sehari-hari kita...

   Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan
kepala
   kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
   koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
   bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak
kotor
   terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Makanya pak.. kalo liat sepatunya kotor, di lap  dulu pake kaen bekan yang
udah disiapin di bagasi motor... pasti banayk tuh kaos oblong bapak yang
nganggur gak kepake lagi khan...

   Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup
lagu
   kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
   penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
   lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami
   juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma
   10-20 detik. Jadi malu...

   Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki
motor
   roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis,
itu
   hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi
   padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat.
Padahal
   mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat
   melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
   trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
   What an ironic...

   Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
   artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
   budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,

   gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
motor
   bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan
   turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi

   mereka.

lhaa... itu mah urusan mereka mo ngiklanin produk motor cuma buat ngisi
kantongnya.

   Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
   kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
   benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
   Tuhan Maha Adil kan?

Memang bukan membela diri sih, tapi sebaiknya semua dilihat secara
proposional. DItulisan bapak tersirat BIKERS against DRIVERS, padahal
seharusnya yang dikritik tuh OKNUM dari BIKERS juaga DRIVERS.. jadi tolong
jangan disamaratakan... Saya pengendara motor dan mobil... jadi saya punya
pandangan yang melakukan tindakan merugikan bagi pengguna jalan adalah OKNUM
PENGGUNA JALAN.. ya mobil.. ya motor.. ya pejalan kaki.. semuanya punya
andil....


Pada tanggal 07/01/18, Yepi-Ahmad Saifullah <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:




dari milis tetangga...
semoga ada yg sadar...
maaf isinya menyimpang dan bukan maksudnya promosi atau membela diri..
hanya sebagai renungan dengan kebijakan di negeri tercinta ini.

Sent: Thursday, January 18, 2007 11:44 AM
Subject: [Automotive-Club] Fw: Balada Pengendara Roda Dua

Surat untuk Pengendara roda empat.... dari tetangga

Balada Pengendara Roda Dua

Bapak2, ibu2 yth, Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut
kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak ? ibu
pengguna roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya.
Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'mengganggu' kenyamanan anda.
Bila kami terlihat suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena
kami merasa kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan,
masker, yang kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tdk

anda rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi
dashboard mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung
jaket, ataupun bagian bawah helm, he he he.

Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang

berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV
bapak ?ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang knalpot

anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya). Belum lagi kami takut di PHK,
hanya karena telat masuk kerja. Tentunya khusus hal ini, sebagian dari
anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk kerja?

Sebab kalo sebagian besar dari kami, harus pak-buu... Minimal dipotong
uang
transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati
resepsionis nan
cantik yang
menutup hidung kecil mereka, karena mereka mencium aroma knalpot dan 'bau
matahari' dari jaket lusuh kami. Walau deodorant 5 ribuan telah kami
semprot, tentu tidak sebanding dg parfum mobil anda yg 50 ribuan plus
sejuknya AC mobil anda.

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah

kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu

berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih,tarif parkirnya aja beda
J.

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh

pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun, di
atas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat
tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai
tamasya ke ancol ataupun taman safari.

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka
yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri

anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
belakang.

Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo' amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah
enaknyaa di mobil.

Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo
kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.
Amit-amiiiit.

Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya
lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
'menerima' sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi
Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm
sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus
dipicingkan agar tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he
Maaf ya pak-bu. Peace !!!

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)

Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
hampir terlambat.

Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak
punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!).

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala
kepada bapak-ibu duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di
koridor kantor. Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang
bercengkrama di lobi menunggu lift, karena celana dan sepatu kami tampak
kotor
terciprat air jalanan akibat sedan mewah anda menyalip kami.

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu
kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma
10-20 detik. Jadi malu...

Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor
roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu
hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi
padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal
mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat
melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat.
What an ironic...

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor

bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan
turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi
mereka.

Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan?
----------------------------------------------------------
-Ipey 207-


.


<Disclaimer> :
This e-mail is confidential. If you are not the intended recipient you
must
not disclose, distribute or use the information in it as this could be a
breach of confidentiality. If you have received this message in error,
please advise us immediately by return e-mail and delete the document. The
address from which this message has been sent is strictly for business
mail
only and the company reserves the right to monitor the contents of
communications and take action where and when it is deemed necessary.
Thank
you for your co-operation.



Kirim email ke