*J/0/E/ <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

FYI...FYI....nih...

Satu lagi dari produk penguasa pasar...:-)

Silahkan ditanggapi dengan bijak....

Peace,



Ekonomi & Bisnis
06/05/07 18:02

Konsumen Nilai Honda Vario Produk Gagal

Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah konsumen di Bekasi, Jawa Barat
menilai sepeda motor merek Honda Vario sebagai produk yang diduga
gagal atau cacat produksi, menyusul ketidakjelasan penanganan purna
jual dan ketidaktersediaan suku cadangnya.

"Sebagai konsumen Vario, saya nilai produk ini gagal dan cacat
produksi karena ketika produsennya (Astra Honda Motor/AHM)
mengevaluasi produknya yang diduga bermasalah, penanganannya tak
jelas dan suku cadangnya tak tersedia dengan cukup," kata pemilik
Honda Vario B-6175-FJE, di Tambun Bekasi, Sujatmiko, Minggu.

Sujatmiko membeli Honda Vario dengan nomor mesin JF12E1011053 pada
20 Oktober 2006 di PT Kusuma Motor, Bekasi Timur. Produk ini
termasuk diduga bermasalah di salah satu komponennya yakni "Pin
Anchor/Nut" yang dalam keadaan tertentu dapat mempengaruhi fungsi
roda belakang.

PT AHM sendiri dilaporkan telah menemukan sedikitnya tujuh kasus
pada April 2007 di Jawa Timur, Pin Anchor Honda Vario yang
bermasalah, khususnya untuk produk yang diproduksi pada Januari 2007.

Namun, PT AHM ini memperluas cakupan pengecekan dan penggantian
melalui program
recall (pemanggilan produk untuk dicek, red) kepada 140 ribu Honda
Vario yang telah diproduksi hingga saat ini sebagai bentuk
pertanggungjawaban kepada para konsumennya.

Menurut Sujatmiko, Honda dalam hal ini, tak punya prosedur standar
(standard operating procedure/SOP) yang jelas dalam menangani
konsumennya karena kenyataannya, ada dealer yang proaktif mengundang
pemilik Vario dan ada yang tidak.

"Saya termasuk yang tak diundang oleh dealer dan datang sendiri ke
dealer. Bagaimana ini bisa terjadi? Ini kan ancaman nyata bagi
pemilik Vario lainnya yang tak tahu program recall dan terus
menggunakan motornya. Jika terjadi kecelakaan fatal, siapa yang
bertanggung jawab?" katanya.

Runyamnya lagi, ketika sudah datang di dealer, para mekaniknya tak
bisa menjamin kapan perbaikan bisa dilakukan karena tidak adanya
kepastian suku cadang. Artinya, konsumen baru akan dihubungi per
telepon jika suku cadangnya sudah tersedia.

Akibatnya, janji perbaikan menjadi terlambat dari tenggat waktu yang
dijanjikan.
"Motorku ada dealer sejak Rabu (2/5), tetapi hingga Sabtu siang
(5/5), belum juga ditangani," katanya.

Parahnya lagi, setelah motor diantar ke rumah Sujatmiko, Sabtu malam
(5/5), ternyata keesokan harinya di mesin/rem roda belakang,
pelumasnya bocor. "Saya tak berani memakainya karena takut terjadi
apa-apa," kata Sujatmiko.

Pemilik Vario lainnya, B-6277-KIY, Virna, warga Pondok Pekayon
Indah, Bekasi, menyatakan hal yang sama. "Vario ini bisa
dikategorikan produk gagal karena terbukti saat ditangani di dealer
resmi saja, suku cadangnya tak tersedia," katanya.

Virna mengaku, sepeda motornya sempat menginap di dealer, PT Bumi
Satria Kencana, Kalimalang, Bekasi, lima hari sejak Sabtu (29/4) dan
baru selesai pada Kamis sore (3/5). Padahal, mekanik sebelumnya
menjanjikan selesai dalam 2-3 hari.

"Alasan mekaniknya sama yakni, suku cadang tak tersedia. Bagaimana
mungkin perusahaan sebesar Honda, kok bisa seperti ini?" tanya Virna.

Logika awam, tambah Virna, sebenarnya jika Honda memproduksi 100
unit Vario, maka suku cadang yang disiapkan di pasar (dealer, red)
minimal sejumlah itu.

"Ini kok malah kurang, ada apa sebenarnya? Maka tidak salah, jika
konsumen menilai produk ini termasuk gagal atau cacat produksi.
Kalau ini yang terjadi, mestinya Honda tak ragu untuk menarik total
dari pasar," katanya.

Menanggapi hal itu, Corporate Communication PT AHM, Niratih
Ngastreni membantah penilaian tersebut karena Honda Vario didisain
dan dipersiapkan dengan optimal, termasuk suku cadang dan penanganan
purna jualnya.

"SOP-nya di dealer rujukan untuk program recall ini adalah 1 jam per
unit Honda Vario, dengan kondisi tanpa antrian dan suku cadang
tersedia," kata Niratih.

Soal suku cadang, tegasnya, pihaknya hingga saat ini telah
menyiapkan 80 persen dari 140 ribu unit dan ini tersedia di beberapa
dealer rujukan dari total 150 shops di seluruh Indonesia.

"Jadi, di sebuah wilayah seperti Bekasi, hanya beberapa dealer yang
dirujuk untuk kepentingan recall ini," katanya.

Namun, ia juga mengakui, mengingat program itu bukan reguler maka
ada sedikit keterlambatan pasokan suku cadang dari vendor.

"Ini kami akui, tetapi dalam waktu dua pekan ke depan, target kami
(suku cadang, red) sudah beres," katanya.

Ia juga menambahkan, hingga saat ini sedikitnya 100 ribu dari 140
ribu pemilik Vario telah menghubungi dan dihubungi untuk kepentingan
pengecekan komponen rem roda belakang tersebut.(*)

Copyright (c) 2007 ANTARA







[J][o][e]-[3][7][3]
0812 833 3038
SmartBikerAreBrother
**
*JANGANHARGAIKEPALADENGANHELMCETOK*
 ------------------------------
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email
<http://us.rd.yahoo.com/evt=48225/*http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php>wherever
you're surfing.





[J][o][e]-[3][7][3]
0812 833 3038
SmartBikerAreBrother
**
*JANGANHARGAIKEPALADENGANHELMCETOK*

------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your 
pocket:<http://us.rd.yahoo.com/evt=48253/*http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC>mail,
 news, photos & more.


Kirim email ke