Enggak hanya di pesawat sinyal HP juga bisa mengganggu peralatan medis di rumah
sakit, serta pusat-pusat control room pembangki listrik.
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Dimaz Janu
Sent: 28 Mei 2007 9:42
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: [mxrider] FW:( OOT: HP dan Penerbangan Pesawat)
Hiiii, Serem. Mendingan matiin hp dah kalo di pesawat.
Janu
-----
HP dan Penerbangan Pesawat
Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA 200 pada tanggal 7 Maret
2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara Adisucipto.
Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.
Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan
menggunakan pesawat Garuda juga. Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang
warga Jerman. Pada saat itu dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena
tiba-tiba mendengar suara handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang,
dimana pada saat itu pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat
ingin menegur tetapi tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.
Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian dia
bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri, dimana dia
adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan tugasnya tiba-tiba
mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah satu petugas sedang
menggunaka HP didalam ruangan mesin turbin.
Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin turbin ini
kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya turbin
tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.
Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak
salah mendengar mesin pesawat tiba-tiba mati pada saat mau mendarat.
Mudah-mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang. Semoga tulisan ini
bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian dengan pesawat.(KOMPAS)
Rakyat kita ini memang High class.. Handphone nya Mahal, Transportasi pake
pesawat. Tapi bodohnya gk ketulungan. Ada yang gk tau kenapa larangan itu
dibuat, ada yang tau tapi tetap gk peduli. Orang indonesia harus selalu belajar
dengan cara yang keras.
Buat yang belum tahu, kenapa Gk boleh menyalakan Handphone di pesawat, berikut
penjelasannya:
Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan-rekan semua sudah mendengar berita
mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia -Medan.
Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan pasti.
Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber informasi
yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa ponsel
mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan.Sudah banyak
kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh ponsel. Mungkin
informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terlebih yang sering
menggunakan pesawat terbang.
Contoh kasusnya antara lain:
Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel
terhadap sistem kemudi pesawat.
Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung-raung.
Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan menyebabkan
gangguan terhadap sistem navigasi.
Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi 700
kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara Heathrow,
London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan komputer, CD
player, dan electronic game masing-masing (The Australian, 23-9-1998).
Seperti kita tahu di Indonesia ? Begitu roda-roda pesawat menjejak landasan,
langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja diaktifkan.
Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan mereka
dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan (nuisance)
terhadap kenyamanan orang lain.
Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat ditimbulkan
ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan kemudi pesawat
terbang. Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di-switch agar tidak
berdering selama berada di dalam pesawat.
Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat: Arah terbang
melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu, Gangguan
penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar, Gangguan sistem
navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan indikator bahan
bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas diakibatkan oleh
ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah kompas komputer
diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator)
diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah bersumber dari ASRS.
Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika
pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun
terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas
dengan baik.
Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base
Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35
kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau
ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar
600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di
pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta ).(Varis/pertamina)
Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah juga
pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak peduli
akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak tahu tata
krama?
Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar. Semua orang tahu kita
memiliki ponsel. Semua orang tahu kita sedang bergegas. Semua orang tahu kita
orang penting. Tetapi, demi keselamatan sesama, dan demi sopan santun
menghargai sesama, janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat
terbang.
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.8.0/821 - Release Date: 5/27/2007 3:05 PM
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.472 / Virus Database: 269.8.0/821 - Release Date: 5/27/2007 3:05 PM
DISCLAIMER:
This Message is confidential; it contents does not constitute a commitment by
PT. INDONESIA POWER, except where provided for in a written agreement between
you and PT. INDONESIA POWER. Any unauthorized disclosure, use or dissemination
of the content, either whole or partial, is strictly prohibited. If you are not
the intended recipient of the message or you have received this electronic
transmission in error, please notify or contact the sender immediately.
PT.INDONESIA POWER is subsidiary of PT. PLN PERSERO which operates in power
generating business. Through its 130 power plants, with a total capacity of
8,872 MW, PT.INDONESIA POWER has contributed significantly to the Java Bali
interconnection system electricity supply. PT.INDONESIA POWER operates through
its eight generating Business Unit (GBU) : Suralaya, Priok, Saguling, Kamojang,
Mrica, Semarang, Perak Grati, Bali and one maintenance Services business unit
(MSBU).