Kalo masalah sinyal hp dulu udah pernah ikut tranining di garuda juanda, dan
kebetulan juga tutornya pilot senior garuda, dia sempet memperlihatkan
device navigator yang saat itu sedang mendapat distorsi dari sinyal hp
rekan2 training lain saat memberikan contoh dalam materi keselamatan
penerbangan dan memang kalo melihat kejadian itu saya yakin sinyal itu
sangat membahayakan penerbangan, jadi memang apapun elektronic device selain
perangkat penunjang penerbangan, punya pengaruh yang cukup signifikan
terhadap peralatan elektronik khususnya navigasi pesawat. so mungkin ini
buat info yang harus di sebar ke semua orang, termasuk sodara2 kita kalo
emang kita konsern dengan keselamatan mereka.

Pada tanggal 27/05/07, &#9668;••&#321;&#1094;Çk¥••&#9658; <
[EMAIL PROTECTED]> menulis:

  Dibaca ya biar tidak katro.



Rakyat High-Class, Tapi KATRO

Saya sedih mendengar terbakarnya pesawat Garuda, GA-200 pada tanggal 7
Maret 2007, pukul 07.00 pagi, jurusan Jakarta-Yogyakarta di Bandara
Adisucipto. Kejadian itu sungguh menyayat hati dan perasaan.

Kemudian saya teringat beberapa bulan yang lalu terbang ke Batam dengan
menggunakan pesawat Garuda juga.

Di dalam pesawat duduk disamping saya seorang warga Jerman. Pada saat itu
dia merasa sangat gusar dan terlihat marah, karena tiba tiba mendengar suara
handphone tanda sms masuk dari salah satu penumpang, dimana pada saat itu
pesawat dalam posisi mau mendarat. Orang ini terlihat ingin menegur tetapi
tidak berdaya karena bukan merupakan tugasnya.

Langsung saya tanya kenapa tiba-tiba dia bersikap seperti itu, kemudian
dia bercerita bahwa dia adalah manager salah satu perusahaan industri,
dimana dia adalah supervisor khusus mesin turbin. Saat dia melaksanakan
tugasnya tiba tiba mesin turbin mati, setelah diselidiki ternyata ada salah
satu petugas sedang menggunakan HP didalam ruangan mesin turbin.

Orang Jerman ini menjelaskan bahwa apabila frekwensi HP dengan mesin
turbin ini kebetulan sama dan sinergi ini akan berakibat mengganggu jalannya
turbin tersebut, lebih fatal lagi berakibat turbin bisa langsung mati.

Cerita ini langsung saya kaitkan dengan peristiwa diatas, kalau saya tidak
salah mendengar mesin pesawat tiba tiba mati pada saat mau mendarat. Mudah
mudahan peristiwa ini bukan akibat HP penumpang.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk masyarakat yang sering bepergian
dengan pesawat.

Rakyat kita ini memang High class. Handphone nya Mahal, Transportasi pake
pesawat. Tapi bodohnya ga ketulungan. Ada yang ga tau kenapa larangan itu
dibuat, ada yang tau tapi tetap ga peduli. Orang Indonesia harus selalu
belajar dengan cara yang keras.


Buat yang belum tahu, kenapa ga boleh menyalakan Handphone di pesawat,
berikut penjelasannya:

Sekedar untuk informasi saja, mungkin rekan rekan semua sudah mendengar
berita mengenai kecelakaan pesawat yang baru "take-off" dari Lanud Polonia,
Medan. Sampai saat ini penyebab kejadian tersebut belum diketahui dengan
pasti.

Mungkin sekedar sharing saja buat kita semua yang memiliki dan menggunakan
ponsel/telpon genggam atau apapun istilahnya. Ternyata menurut sumber
informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) bahwa
ponsel mempunyai kontributor yang besar terhadap keselamatan penerbangan.
Sudah banyak kasus kecelakaan pesawat terbang yang terjadi akibatkan oleh
ponsel. Mungkin informasi dibawah ini dapat bermanfaat untuk kita semua,
terlebih yang sering menggunakan pesawat terbang.


Contoh kasusnya antara lain:

Pesawat Crossair dengan nomor penerbangan LX498 baru saja "take-off" dari
bandara Zurich , Swiss. Sebentar kemudian pesawat menukik jatuh. Sepuluh
penumpangnya tewas. Penyelidik menemukan bukti adanya gangguan sinyal ponsel
terhadap sistem kemudi pesawat.

Sebuah pesawat Slovenia Air dalam penerbangan menuju Sarajevo melakukan
pendaratan darurat karena sistem alarm di kokpit penerbang terus meraung
raung. Ternyata, sebuah ponsel di dalam kopor dibagasi lupa dimatikan, dan
menyebabkan gangguan terhadap sistem navigasi.

Boeing 747 Qantas tiba-tiba miring ke satu sisi dan mendaki lagi setinggi
700 kaki justru ketika sedang "final approach" untuk "landing" di bandara
Heathrow, London. Penyebabnya adalah karena tiga penumpang belum mematikan
komputer, CD player, dan electronic game masing-masing (The Australian,
23/9/1998).

Seperti kita tahu di Indonesia, Begitu roda roda pesawat menjejak
landasan, langsung saja terdengar bunyi beberapa ponsel yang baru saja
diaktifkan.

Para "pelanggar hukum" itu seolah-olah tak mengerti, bahwa perbuatan
mereka dapat mencelakai penumpang lain, disamping merupakan gangguan
(nuisance) terhadap kenyamanan orang lain.

Dapat dimaklumi, mereka pada umumnya memang belum memahami tatakrama
menggunakan ponsel, disamping juga belum mengerti bahaya yang dapat
ditimbulkan ponsel dan alat elektronik lainnya terhadap sistem navigasi dan
kemudi pesawat terbang.

Untuk itulah ponsel harus dimatikan, tidak hanya di switch agar tidak
berdering selama berada di dalam pesawat.


Berikut merupakan bentuk ganguan-gangguan yang terjadi di pesawat:

Arah terbang melenceng,Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator)
terganggu, Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak
terdengar, Gangguan sistem navigasi, Gangguan frekuensi komunikasi, Gangguan
indikator bahan bakar,Gangguan sistem kemudi otomatis, Semua gangguan diatas
diakibatkan oleh ponsel, sedangkan gangguan lainnya seperti Gangguan arah
kompas komputer diakibatkan oleh CD & game Gangguan indikator CDI (Course
Deviation Indicator) diakibatkan oleh gameboy Semua informasi diatas adalah
bersumber dari ASRS.

Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja
ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di
landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan ponsel.
Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara
mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara pengawas
dengan baik.

Untuk diketahui, ponsel tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio
melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base
Transceiver Station). Sebuah ponsel dapat menjangkau BTS yang berjarak 35
kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa
menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan
ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah
ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta).

Sebagai mahluk modern, sebaiknya kita ingat bahwa pelanggaran hukum adalah
juga pelanggaran etika. Tidakkah kita malu dianggap sebagai orang yang tidak
peduli akan keselamatan orang lain, melanggar hukum, dan sekaligus tidak
tahu tata krama?

*Sekiranya bila kita naik pesawat, bersabarlah sebentar.
Semua orang tahu kita memiliki ponsel.
Semua orang tahu kita sedang bergegas.
Semua orang tahu kita orang penting.
Tetapi, demi keselamatan sesama dan demi sopan santun menghargai sesama,
janganlah mengaktifkan ponsel selama di dalam pesawat terbang.*


------------------------------
Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast
with theYahoo! Search weather shortcut.




--
Heru Herlambang
Operational Manager
Galerinet Cybercafe Malang
http://www.galerinet.web.id
http://www.galerinet.org/
KSNET Port Malang (Internet Service Provider)
http://mxrider.or.id/
http://mx135.multiply.com
milis: [EMAIL PROTECTED]
  • [mxrider] O... &#9668;��&#321;&#1094;�k���&#9658;
    • Re: [m... heru herlambang

Kirim email ke