Sekedar mengingat kembali ....
Semoga bermanfaat........

*_*
                                                                                
    
                                                                                
    
                                                                                
    
                                                                                
    
 Pada suatu hari sepasang suami istri sedang makan bersama di rumahnya.         
    
 Tiba-tiba pintu rumahnya diketuk seorang pengemis. Melihat keadaan si          
    
 pengemis itu, si istri merasa terharu dan dia bermaksud hendak                 
    
 memberikan sesuatu. Tetapi sebelumnya, sebagai seorang wanita yang             
    
 sholihat dan patuh pada kepada suaminya, dia meminta izin terlebih             
    
 dahulu kepada suaminya,                                                        
    
                                                                                
    
 "Wahai suamiku, bolehkah aku memberi makanan kepada pengemis itu?"             
    
                                                                                
    
 Rupanya suaminya memiliki karakter yang berbeda dengan wanita itu.             
    
 Dengan suara lantang dan kasar menjawab,                                       
    
                                                                                
    
 "Tidak usah! Usir saja dia, dan tutup kembali pintunya!" Si wanita             
    
 terpaksa tidak memberikan apa-apa kepada pengemis tadi sehingga dia            
    
 berlalu dan kecewa.                                                            
    
                                                                                
    
 Pada suatu hari yang naas perdagangan lelaki ini jatuh bangkrut.               
    
 Kekayaannya habis dan ia menderita banyak hutang. Selain itu, karena           
    
 ketidakcocokan sifat dengan istrinya, rumah tangganya menjadi berantakan       
    
 sehingga terjadilah perceraian. Tak lama sesudah habis masa iddahnya           
    
 bekas istri lelaki yang pailit itu menikah lagi dengan seorang pedagang        
    
 di kota dan hidup berbahagia.                                                  
    
                                                                                
    
 Pada suatu hari ketika wanita itu sedang makan dengan suaminya (yang           
    
 baru), tiba-tiba ia mendengar pintu rumahnya diketuk orang. Setelah            
    
 pintunya dibuka ternyata tamu tak diundang itu adalah seorang pengemis         
    
 yang sangat mengharukan hati wanita itu. Maka wanita itu berkata kepada        
    
 suaminya,                                                                      
    
                                                                                
    
 "Wahai suamiku, bolehkah aku memberikan sesuatu kepada pengemis ini?"          
    
 Suaminya menjawab, "Berikan makan pengemis itu!".                              
    
                                                                                
    
 Setelah memberi makanan kepada pengemis itu istrinya masuk ke dalam            
    
 rumah sambil menangis. Suaminya dengan perasaan heran bertanya                 
    
 kepadanya,                                                                     
    
                                                                                
    
 "Mengapa engkau menangis? Apakah engkau menangis karena aku menyuruhmu         
    
 memberikan daging ayam kepada pengemis itu?". Wanita itu menggeleng            
    
 halus, lalu berkata dengan nada sedih,                                         
    
                                                                                
    
 "Wahai suamiku, aku sedih dengan perjalanan taqdir yang sungguh                
    
 menakjubkan hatiku. Tahukah engkau siapa pengemis yang ada di luar itu?        
    
 Dia adalah suamiku yang pertama dulu". Mendengar keterangan istrinya           
    
 demikian, sang suami sedikit terkejut, tapi segera ia balik bertanya,          
    
                                                                                
    
 "Dan engkau, tahukah engkau siapa aku yang kini menjadi suamimu ini? Aku       
    
 adalah pengemis yang dulu diusirnya!".                                         
    
                                                                                
    
 Moral Story:                                                                   
    
 Di dunia ini tidak ada yang abadi, dunia bagaikan roda berputar , ada          
    
 kalanya di atas ada kalanya juga di bawah jadi kalau lagi di atas jangan       
    
 sombong dan takabur, memandang rendah orang lain yang nasibnya tidak           
    
 beruntung karena bisa saja nasib berubah dan kita yang dulunya berpunya        
    
 dan berkuasa kini harus merangkak di bawah.                                    
    
                                                                                
    
 Buat yang sedang di bawah pun harus tetap semangat, jangan cuma mengeluh       
    
 pasrah karena Tuhan tidak akan merubah keadaan umatNya jika mereka tidak       
    
 mau berusaha dan hanya bermalas-malasan saja.                                  
    
                                                                                
    
                                                                                
    
                                                                                
    





<Disclaimer> :
This e-mail is confidential. If you are not the intended recipient you must
not disclose, distribute or use the information in it as this could be a
breach of confidentiality. If you have received this message in error,
please advise us immediately by return e-mail and delete the document. The
address from which this message has been sent is strictly for business mail
only and the company reserves the right to monitor the contents of
communications and take action where and when it is deemed necessary. Thank
you for your co-operation.


Kirim email ke