mxrc juga mau dong disponsorin oleh temasek..

Regards,
Junianto M

Anto Jebew wrote:
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> 
> *From:* Zulhamdi Fauza
> *Sent:* Monday, July 02, 2007 7:18 PM
> *To:* Ajietama Pramana; Aku Anto; Alexander Suhandi; Anton Nurhadiyanto; 
> Anung Wicaksono; Arief Oktalianto; Armanto Nuryo; Christianus Sandjaja; 
> Eduard Isaac Radja; Emanuel Taufan; Emanuel Zainal; Ferdinandus Bagas; 
> Firman Sworo; Frizki Alkautsar Akbar; Heru Triyatmoko; Ichsan Djumadrin; 
> Irwan; Joan Veronika Handini; Mario Radinal Pangaribuan; Mexvico Arian; 
> Mohamad Rizky; Moses Polalysa; Muhammad Tito Herlambang; Nana Maulana; 
> Nur Hidayatullah; Nur Rohman; Paksi Bagaskoro Sudarmo; Pandhu Pramarta; 
> Pudjo Semedi; Richad; Riswan Setiawan; Sapto Priyantoro; Septiar 
> Sidauruk; Sondang Elvina Sinaga; Tofany Salim; Yoki Septionoly; Yusuf 
> Adi Pramana
> *Subject:* Inilah Daftar Perusahaan Indonesia yg telah digenggam dalam 
> tangan TEMASEK Singapore
> 
>  
> 
> **Mari baca2 dikit….**
> 
> **  **
> 
> **Inilah Daftar Perusahaan Indonesia yg telah digenggam dalam tangan 
> TEMASEK Singapore**
> 
> ------------------------------------------------------------------------
> 
> <http://imageshack.us>
> /Era perdagangan bebas ASEAN betul-betul dimanfaatkan perusahaan holding 
> dari Singapura, TEMASEK. Ternyata kuku kekuasaannya thd kehidupan bisnis 
> dan ekonomi Indonesia jauh lebih luas dan sangat strategis daripada 
> pengetahuan kita selama ini./
> 
> *Pekatnya Bau Temasek di Astra*
> /Tulisan berikut adalah laporan wartawan majalah TRUST: Hardy R. 
> Hermawan, Julianto, dan Windarto/
> 
> DI INDONESIA, Temasek selalu mendapatkan yang terbaik. Gergasi Singapura 
> itu sukses mengantongi bank terbaik dalam aspek teknologi dan kartu 
> kredit, Bank Internasional Indonesia (BII). Ada juga Bank Danamon yang 
> andal dalam pembiayaan consumer dan ritel. Di sektor telekomunikasi, 
> Temasek punya Telkomsel dan Indosat—yang jika pangsa selulernya digabung 
> mencapai lebih dari 60%. Di bisnis agro, Temasek menggandeng Eka Tjipta 
> Widjaja, pemilik Grup Sinarmas, membentuk usaha perkebunan sawit.
> 
> Sebulan lalu, Temasek berhasil mendatangkan lima pemimpin redaksi media 
> massa terkemuka di Indonesia untuk bertemu Ho Ching, Ibu Negara 
> Singapura cum CEO Temasek. Kini, Temasek memantapkan lagi posisinya di 
> bisnis agro, otomotif, alat berat, infrastruktur, teknologi informasi, 
> dan keuangan di negeri ini. Hebatnya lagi, ekspansi keenam sektor usaha 
> yang sebenarnya amat luar biasa ini berjalan begitu senyap. Nyaris tak 
> terdengar.
> 
> Padahal, ekspansi ini menyangkut penguasaan 55% pangsa pasar mobil dan 
> 52% pangsa motor di Indonesia, 42% pangsa pasar alat berat, 31 
> perusahaan perkebunan dengan total luas lahan 210 ribu hektare, serta 
> jaringan perbankan, asuransi, dan bisnis pembiayaan yang tersebar ke 
> seluruh negeri.
> 
> Lantas, bagaimana Temasek bisa berekspansi begitu massif tanpa bisa 
> terdengar? Mudah saja, perusahaan itu tinggal menguasai satu perusahaan 
> di Indonesia yang bisnisnya meliputi enam sektor itu tadi. Dan, gampang 
> ditebak, hanya satu perusahaan di Indonesia yang memiliki sosok seperti 
> itu: PT Astra International.
> 
> Astra adalah perusahaan terkemuka di Indonesia . Majalah Business Week 
> menempatkannya di urutan 94 perusahaan terbaik Asia 2006 (nomor dua di 
> Indonesia setelah Telkom). Bisnis utama Astra bergerak di sektor 
> otomotif, dengan memegang penjualan mobil merek Toyota dan motor Honda, 
> dua merek otomotif paling ngetop di sini. Di sektor agro, Astra berkibar 
> lewat PT Astra Agro Lestari dan anak-anak usahanya. Astra juga menguasai 
> 44,5% saham Bank Permata. Belum lagi sahamnya di perusahaan asuransi 
> (Astra CMG Life, Asuransi Astra Buana) dan leasing (Federal 
> International Finance dan Astra Credit Company).
> 
> Temasek sendiri memang merupakan penguasa Astra. Betul, aroma Temasek di 
> Astra memang tak begitu tercium. Maklum, masuknya gergasi itu ke Astra 
> dilakukan secara bertahap. Rumit.
> 
> Kita tahu, sebanyak 50,11% saham PT Astra International dikuasai oleh 
> Jardine Cycle & Carriage (JCC), sebuah perusahaan dealer mobil asal 
> Singapura. Selama ini, JCC dikenal sebagai anak usaha Jardine Holdings 
> Limited—yang punya hubungan dengan Jardine Matheson Hong Kong.
> 
> Namun, laporan keuangan JCC tahun 2006, yang terbit Maret silam, 
> ternyata memperlihatkan bahwa pemegang saham terbesar di JCC adalah 
> Jardine Strategic dengan 63,60%. Namun, Jardine Strategic ini seluruhnya 
> dimodali DBS Trustee, unit usaha DBS Bank yang bermain di bisnis trust 
> fund. Di Indonesia, Jardine Strategic juga memiliki nyaris seluruh saham 
> Hotel Mandarin Oriental.
> 
> Seluruh saham DBS Trustee dikuasai DBS Bank. Unit usaha DBS Bank 
> lainnya, DBSN Services, juga punya saham di JCC sebanyak 4,39%. Sebanyak 
> lebih dari 67% saham DBS Bank sendiri dikuasai oleh Temasek Group, baik 
> secara langsung maupun melalui unit usahanya yang lain seperti Maju 
> Holdings, DBS Nominees, atau Rafless Nominees.
> Purbaya Yudi Sadewa, Kepala Tim Riset Danareksa, menuturkan, melihat 
> komposisi pemegang saham JCC, maka jelas terlihat betapa Temasek sudah 
> merangsek ke Astra. Yudi mengakui, jarang pelaku pasar yang ngeh dengan 
> gejala itu. Tapi, kalau Temasek confirmed menguasai Astra, maka nilai 
> saham Astra bisa terangkat lagi. Di mata pelaku pasar, Temasek adalah 
> nama besar yang punya satu makna: ”bawa untung”. Makanya, kehadiran 
> imperium bisnis itu di sebuah perusahaan selalu dinilai sebagai sentimen 
> positif.
> 
> *TADINYA, JCC MAU DIBELI ANAK ASTRA *
> Tapi, itu cuma anggapan pelaku pasar finansial. Di mata ekonom seperti 
> Iman Sugema, ekspansi Temasek seperti itu jelas mencemaskan. Iman 
> menilai, merajalelanya Temasek di negeri ini mencerminkan lemahnya 
> ketahanan ekonomi nasional. ”Dan kita selalu terlambat menyadari adanya 
> kesalahan itu,” ujar Iman.
> 
> Yanuar Rizki, seorang analis pasar modal, sependapat dengan Iman. Yanuar 
> bilang, masuknya Temasek ke Astra menjadikan BUMN Singapura itu mutlak 
> menguasai Bank Permata. Dan itu semakin menegaskan ambisi Singapura 
> untuk menjadi financial hub di kawasan Asia . Apalagi, Temasek sudah 
> memiliki jaringan teknologi informasi di Indosat dan Astra (lewat PT 
> Astratel Nusantara, Intertel Nusaperdana, dan Astra Graphia).
> 
> Astra dan Standard Chartered Bank (Stanchart) masing-masing berbagi 
> 44,5% saham Bank Permata. Sebanyak 12% saham Stanchart juga dikuasai 
> Temasek. Penguasaan Temasek di Stanchart, yang hanya 12% itu, sudah 
> cukup menjadikan Temasek sebagai pemegang saham mayoritas di Stanchart. 
> Kabarnya, Temasek juga akan menambah porsinya di Stanchart hingga 51%.
> 
> Sayang, tak ada pejabat Astra yang bisa menjelaskan masuknya Temasek ke 
> perusahaan tersebut. Surat yang dikirim ke manajemen Temasek juga belum 
> terbalas. Seorang manajer penting di Astra mengatakan, sangat sensitif 
> membicarakan penguasaan Temasek di Astra, mengingat citra Temasek yang 
> agak kontroversial. Tapi, ia juga membisikkan, Temasek masuk ke Astra 
> bukan baru sekarang. ”Sejak dulu, sejak Astra dilego BPPN,” katanya.
> 
> Di saat krisis, Astra sempat oleng lantaran aset para konglomerat 
> pemilik Astra saat itu—termasuk yang di Astra—dijadikan jaminan utang 
> mereka di sejumlah bank yang dirawat Badan Penyehatan Perbankan Nasional 
> (BBPN). Astra pun masuk BPPN.
> 
> Maret 2003, sekitar 39,5% saham Astra dijual BPPN ke konsorsium Cycle & 
> Carriage Mauritius. Tahun 2004, C&C Mauritius menambah kepemilikannya di 
> Astra hingga 41,76%. Pada akhir 2004, C&C Mauritius dibeli oleh Jardine 
> Cycle & Carriage (JCC). Lalu, saham JCC di Astra meningkat hingga 50,11%.
> 
> Orang dalam Astra tadi bilang, C&C bukan apa-apa. Perusahaan itu 
> hanyalah dealer mobil di Singapura dan Malaysia . Pada 1992, Jardine 
> Strategic Holdings membeli 16% saham C&C. Saham Jardine di C&C lalu 
> bertambah hingga 84% dan nama C&C berubah menjadi JCC. Sebesar apakah 
> JCC kala itu? Kabar ini mungkin bisa memberikan gambaran: pada tahun 
> 1996, JCC sempat akan dibeli oleh PT Astra Otoparts, anak usaha Astra di 
> bidang industri dan perdagangan suku cadang kendaraan, untuk perluasan 
> usaha Astra di negeri jiran. JCC ketika itu jelas bukan bandingan Astra.
> 
> Jadi, ketika JCC kemudian mampu menelan Astra, banyak orang Astra 
> sendiri yang bertanya-tanya. ”Kok bisa?”
> Ternyata memang bisa. Syahdan, JCC sudah dicukongi Temasek sejak lama. 
> Pembelian Astra oleh C&C Mauritius pun kabarnya dimodali DBS. Pada tahun 
> 2003, saham DBS Trustee di JCC sudah 50,21% dan DBS Nominee 9,09%.
> Kini, Astra menjadi mesin uang JCC. Pada tahun 2006 silam, pendapatan 
> JCC mencapai US$ 7,816 miliar (sekitar Rp 65 triliun). Astra sendiri 
> mencatatkan pendapatan Rp 55 triliun. Jadi, 85% pendapatan JCC 
> disumbangkan Astra. Pendapatan JCC lainnya juga datang dari Indonesia , 
> lewat PT Tunas Ridean, sebesar lebih dari Rp 3 triliun. Tunas Ridean 
> adalah dealer motor dan mobil yang 38% sahamnya dikuasai juga oleh JCC.
> Ah, makin rumit dan massif, memang, jejaring bisnis Temasek di negeri ini.
> 
>  
> 
> Source : http://www.majalahtrust.com/fokus/fokus/1301.php
> 
>  
> 
>  
> 
> SCS itu juga punya Temasek ga ya???
> 
>  
> 
> Best regards,,
> * Zulhamdi Fauza*
> Network System Engineer
> *SCS**-AGIT
> */( Previously Astragraphia - IT Solution )/*
> *Wisma Standard Chartered Bank, 22^nd Fl.
> Jln. Jendral Sudirman, Kav. 33A, Jakarta 10220, Indonesia
> Mobile: +62 (81) 2870 9547
> Phone: +62 (21) 572 1177    Ext.5319
> Facsimile: +62 (21) 572 1178
> Email: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>_
> Homepage: http://www.ag-it.com <http://www.ag-it.com/>
> 
>  
> 
> 
> --
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.0.0/756 - Release Date: 4/6/2007 
> 12:00 AM
> 
> 
> --
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Free Edition.
> Version: 7.5.446 / Virus Database: 269.0.0/756 - Release Date: 4/6/2007 
> 12:00 AM
> 
> 


======================================================================
MX Rider Community (MXRC) Official Website : http://www.mxrider.or.id/

- Posting     : email ke [email protected]
- Berlangganan: email ke [EMAIL PROTECTED]
- Berhenti    : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Digest      : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Baca di web : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Reset email : email ke [EMAIL PROTECTED]
- Bouncing    : http://groups.yahoo.com/myprefs?edit=2
- Mailinglist : http://groups.yahoo.com/group/mxrider/
======================================================================
*** SAVE BANDWIDTH!,  Mohon buang message yang tidak diperlukan ***

Moderator [mxrider] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mxrider/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke