Hi Bro Fahri... ketemu lagi kita :D rencana awal adalah dari berankgkat 31 Mei 2007 malam - dan sampai di Jakarta 3 Juni 2007 malam, tapi actual-nya sampai di Jakarta tgl 4 Juni sore, krn anak2 keenakan tidur di sebuah SPBU di Wanareja sampai 7 jam, dah getu istirahat lagi di Bandung 3 jam.... di Jonggol 2 jam... cape deh.... hehehehe.... mungkin karena kita koreksi dari kejadian waktu berangkat, ada salah satu anggota rombongan kecelakaan sampai patah tulang, kemungkinan besar penyebabnya karena faktor kelelahan karena di perjalanan lebih dari 24 jam.
MX berangkat doang cuma ngabisin bensin Rp 85.500,- kalo PP Rp 180.000,- (krn pulangnya melipir lewat selatan P Jawa), total 1800 KM, kira-kira 1liter utk 40 KM (itu dengan rata2 di gas pol hehehe) sedangkan KRR Bro Zulux, pergi doang 400 rebua, PP abis 900 rebu, belon termasuk oli samping... hehehehe.... taon depan rencana kita mo ke Bali, ada yang mau ikut ? Persiapkan mulai sekarang, perkiraan waktu yg dibutuhkan 7-8 hari, rencanannya antara bulan mei-juni 2008. salam Irfan MXRider180jarangkopdar ----- Original Message ----- From: fahrigunawan To: [email protected] Sent: Friday, July 06, 2007 2:02 PM Subject: [mxrider] Re: Catatan Perjalanan Tour d' Blitar 31 Mei - 3 Juni 2007 (continue) brpaa hari perjalanan ampe sono bro, dengan hard turing gini? kl luar kota, mx-nya tembus brapa km/liter bro? bro zulux, kuat ye biaya-in bensin KRR...hebat... --- In [email protected], "Mochammad Irfan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kira2 pukul 14:00, kami berangkat dari mess UGM Jogja untuk melanjutkan perjalanan, dengan diantar Bro Maulana kami menyusuri kota Jogja yang padat. > Kami melewati ring road supaya tidak terhindar dari macet. Di jalan ini disediakan jalur khusus kendaraan roda dua di sisi kiri jalan dan dibatasi dengan pembatas jalur berupa cor-coran semen (beton). > Jalanan tidak terlalu lebar, jadi agak sulit untuk mendahului apabila terhalang kendaraan lain di depan. Memang terasa lebih tertib dari pada di Jakarta yang semrawut. Cuma agak kurang leluasa bagi pengendara motor. > Tak berapa lama kami sudah sampai di jalan raya Jogja-Solo, kami ambil arah ke timur. Tak lupa untuk mengisi BBM dulu disini. > Setelah BBM penuh semua, kami lanjutkan perjalanan kembali. Jalanan cukup lebar, ada 3 jalur searah dan 3 jalur lagi dari arah berlawanan. Di tengah-tengah ada pembatas jalur dari beton. Cuma rasanya masih semrawut, entah karena padatnya laulintas atau karena pengendara yang kurang tertib terutama pengendara motor disini. > Terkesan seenaknya saja mengambil jalur. Malah ada seorang pengendara motor dengan seenaknya menyeberang jalan dengan membawa sebatang bambu panjang, badannya sudah masuk tapi batang bambu nya masih "ketinggalan" di tengah jalan. Sangat membahayakan pengendara lain, terutama motor. > Posisi rombongan jadi rada berantakan, terpisah-pisah walau kami masih bisa saling lihat. Sempet ada beberapa pengendara lain yang "panas" ngajak "ngetrek". Maklum kecepatan kita saat itu diatas 80 km/j. Padatnya jalan ini terus sampai ke Solo. Masuk kota Solo rombongan menurunkan kecepatan, karena lalu lintas makin padat dan banyak sekali di hadang oleh traffic light. > Cukup mengganggu juga, rasanya setiap 500 meter ada lampu merah. > Lepas kota Solo jalanan masih cukup padat. Malah ada beberapa bagian jalan yang sedang diperbaiki, sehingga lalu lintas terpaksa berjalan secara bergantian. Macet sepanjang lebih dari 1 KM. Lepas dari macet, kecepatan ditambah lagi. Maklum waktu makin sore, tapi kota tujuan masih ratusan kilo lagi. Menjelang masuk perbatasan Jateng-Jatim, kalo gak salah di daerah Mantingan. Si komenk mulai haus, diputuskan untuk mengisi BBM dulu. > KRR item buluk nya Bro Zulux juga ikutan mengisi bahan bakar. CBR item bro Saiful dan Tiger bro Bimbas sudah gak sempet terkejar, sengaja kita biarkan dulu didepan. Sedangkan yang lain masih di belakang, mungkin kehadang macet. > Usai BBM penuh, tancap gas lagi melewati hutan jati Mantingan. Jalanan cukup sempit dan banyak tikungan. Kita kebetulan berada di belakang sebuah bis Patas AC jurusan Jogja - Surabaya. Salut buat sang pengemudi, dijalanan yang sempit dan berkelok itu, kita cuma bisa nguntit. Padahal kecepatan di spidometer si Komenk sudah di atas 100 km/j. Menjelang memasuki kota Ngawi, ketemu lagi dengan bro Bimbas. Sedangkan CBR gila itu dah ngilang entah kemana. > Sempat bingung karena ada pemberitahuan jembatan rusak dan jalan dialihkan ke arah lain. Kami sepakat untuk terus dan tidak menggunakan jalur alternatif. Dari Ngawi kami ambil arah langsung ke Caruban, jadi tidak melewati Madiun, sehingga bisa mempersingkat jarak dan waktu. Lepas kota Ngawi, jalanan cukup lebar dan lengang cuma gak begitu mulus dan sedikit bergelombang dan berlubang. Waktu kira2 sudah hampir maghrib. Si Komenk gw geber abis sampe mentok, diikuti dengan Tiger Bro Bimbas, sedangkan KRR item sesekali berada di depan, kemudian mundur lagi jadi sweeper. > Sekali waktu agak2 curiga kok gak ada kelihatan lagi, bener juga gak lama kemudian Bro Bimbas kasih tanda untuk berhenti. Kami sempet menunggu berapa saat, tapi tak kunjung kelihatan. Setelah berhalo- halo sebentar, ternyata Bro Zulux motornya lagi trouble. Akhirnya kita putar balik arah menyusuri jalan yang tadi kita lewati, ternyata Bro Zulux berhenti di depan sebuah pompa bensin dan dibantu oleh beberapa warga setempat. Karena keterbatasan kunci2 utk membuka fairing dan tangki KRR, akhirnya kami memutuskan untuk menunggu mekanik yang masih berada di belakang. > Setengah jam kemudian lewat lah rombongan yang sempet terpecah tadi. Untunglah mereka sempat melihat kami. Mekanik memutuskan untuk mengurut pengapian si Ninja, karena dari kabel busi sudah tidak keluar api, dikuatirkan koil atau CDI yang bermasalah. Kami pun berpindah tempat ke dalam area pompa bensin, karena menurut petugas disitu beberapa hari lalu ada mobil "nyasar" masuk dengan kecepatan tinggi karena menghindari kendaraan lain yang keluar dari situ. Konon 1 orang meninggal dunia karena ini. > Setelah dibongkar, ketahuan bahwa kabel yang ke koil putus, sehingga gak ada arus. Makanya itu motor tiba2 mati total dalam kecepatan 140 km/j. Sembari menunggu mekanik membereskan si Ninja, teman-teman ada yang menyempatkan diri untuk mandi menyegarkan badan, ada juga yang cuma sekedar becanda sambil melepas lelah. Cuaca sangat cerah, sinar bulan terlihat penuh, sepertinya bulan purnama malam ini. Suhu udara terasa agak panas, dan lagi terganggu oleh serangga kecil-kecil semacam walang sangit yang mendekati benda- benda bercahaya atau berwarna terang. > > > (bersambung lagi) >
