gak ngatri ah...gak ada terjemahan... sing delete wae...niy spam Regards, Junianto M
Dani Ramdani wrote: > > > > ----- Original Message ----- > *From:* [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > *To:* undisclosed-recipients: <mailto:undisclosed-recipients:> > *Sent:* Monday, August 27, 2007 2:38 PM > *Subject:* Fw: pak waras > > > Best Regards, > Adiprio Tritaroso > > ----- Forwarded by Adiprio Tritaroso/INDONESIA on 08/27/2007 02:37 PM ----- > *Arif Budiono/INDONESIA* > > 08/27/2007 02:32 PM > > > To > > cc > > Subject > fw: pak waras > > > > > > > > > forward doang > ----------- > Dapet kiriman email dari temen, semoga bermanfaat.. .. > > Semalem, nonton news dot com di Metrotv, mr guest nya > sungguh membuat > haru. Mr Guest yang bernama Pak Waras (lebih tepatnya > kayaknya disebut > Mbah), dengan penampilan yg lugu dan super polos > didampingi istri dan > seorang anaknya. > > Kenapa dia menjadi special guest star di acara tsb ? > Karena dia 'makhluk langka' di jaman sekarang ini. > Kalimat diatas bukan berkonotasi merendahkan tapi > justru untuk > menyanjung. > Pokoknya two thumbs up deh. > > Cerita berawal dari pembagian ganti rugi dari PT > Lapindo untuk korban > lumpurnya. > Ganti rugi untuk keluarganya ditetapkan Rp 285 juta. > Pembayaran pertama > kan baru 20%. Uang yang semestinya diterima hanya Rp > 56 juta. Namun apa > yang terjadi? Rekeningnya membengkak 429 juta , dia > bingung. Uang dari > mana ??? Nah, dia lalu melaporkan kepada > pendampingnya, lalu sama > pendampingnya diantarkan ke kantor Lapindo. > > Dalam acara news dot com itu ditanya, alasan apa yang > mendasari Bapak > Waras mengembalikan uang ratusan juta itu? > Jawabnya dengan lugu dan dalam bahasa Jawa (karena dia > tidak bisa bahasa > Indonesia, si penanya juga pake dalam bahasa Jawa) : > "Kulo wedi dosa pak, niku sanes hak kulo." > > Ogh..begitu mulianya jawabannya, mestinya ini direkam > dah diedarkan > kepada para koruptor di negara kita ya. > Pak Waras yang notabene bukan orang sekolahan, bukan > pejabat yang > mengemban amanah rakyat, tapi dia lebih punya hati > nurani daripada para > pejabat di negara kita, yang hobi menggembungkan > rekening pribadinya > dari uang yang bukan haknya. > > Sebagai tanda terima kasih pihak Lapindo memberi > reward menginap di > hotel berbintang, tapi lagi-lagi ditolak oleh Pak > Waras. > Dengan alasan apa coba ? > Dengan lugunya dia menjawab : "Kulo wedi kadhemen. > Mangke yen ten mriko > kulo ndak kemutan wedhus2 kulo" > > Ogh..nooo... . > sungguh ironis dengan anggota wakil rakyat yang > terhormat, plesir ke > mancanegara dengan alasan kunjungan kerja, dengan > berombongan, pikniknya > lebih banyak drpda kunjungan kerja, nginep di hotel > kelas atas di daerah > kunjungan wisata. Dan itu pake uang rakyat kan? > > Pak Waras, lemah teles, gusti Allah sing bales. nggih > Mungkin didunia > ini imbalan untuk Pak Waras gak seberapa. > "Hanya" rumah gratis 40/90 dari PT Lapindo atas > kejujurannya itu. > Tapi rumah akhirat jauh lebih besar dan mewah. > Amin. > > "apa yg ada di depanmu dan apa yang ada di belakangmu adalah perkara > kecil di banding apa yang ada dalam dirimu" > > ---------------------------------
