---------- Forwarded message ----------
From: Kibroto <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 21 Okt 2007 21:30
Subject: [ MOGE @ Google ] Keliling Dunia Berkelana ke Lima Benua demi Misi
Damai
To:


 *Keliling Dunia
Berkelana ke Lima Benua demi Misi Damai

**[image: Jeffrey Polnaja (Dok. Jeffrey Polnaja)] Angin musim gugur berembus
kencang di sepanjang jalan raya dari Minsk, ibu kota Belarusia, menuju
Moskow, ibu kota Rusia, Ahad, 9 September lalu. Guyuran hujan lebat membuat
suhu makin dingin, menjadi 2 derajat celcius. Di atas jalanan licin ini,
sebuah sepeda motor gede (moge) BMW seri R1150 GS melaju kencang.

Stiker peta Indonesia berlatarbelakang bendera Merah Putih terlihat di kaca
depan. Tiga kotak muatan terpasang di bagian belakang moge bercat putih itu.
Pengemudinya memakai atribut biker lengkap. Jaket hitam tebal dipadu celana
dan sepatu hitam. Tak ketinggalan helm putih plus kacamata hitam.

Atribut ini membuat Jeffrey Polnaja, si pengendara, seolah tak peduli dengan
terjangan hujan dan udara yang menusuk tulang. Malah, moge-nya sempat dipacu
hingga 150 kilometer per jam. Hanya butuh waktu delapan jam untuk melibas
700 kilometer jarak Minsk-Moskow.

Saat motor bernomor D 5010 JJ (singkatan dari "Jurig Jalanan", julukan buat
Jeffrey) masuk ke kota Moskow, hari sudah menjelang senja. Jeff --panggilan
akrabnya-- akan singgah sekitar sepekan di kota paling padat se-Eropa ini.
Beberapa acara rutin sudah menanti. Mulai konferensi pers, keliling kota,
hingga presentasi di berbagai komunitas.

Pria berdarah Ambon kelahiran Bandung, 45 tahun lalu ini, mengadakan
konferensi pers di Kantor Berita Ria Novosti, 12 September. Acara yang
didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Moskow ini
menarik perhatian banyak media lokal maupun asing.

Selang sehari, Jeff bertemu dengan ratusan anggota klub motor BMW Rusia di
gedung BMW Service Centre. Serbuan pertanyan berbaur kekaguman mengarah ke
sang Jurig Jalanan alias Phanthom of The Roads ini. Para anggota klub itu
terpesona dengan beragam kisah unik Jeff menjelajahi 42 negara di Asia,
Afrika, dan Eropa.

Rusia adalah negara ke-43 dalam rangkaian pengembaraan Jeff keliling dunia
naik moge sendirian (solo ride). Di bawah bendera Ride for Peace, ia sudah
melibas 75.000 kilometer dari rencana perjalanan 330.000 kilometer. Ini
setara dengan 150 kali perjalanan Jakarta-Bali pulang-pergi.

Rute ini terbagi menjadi dua etape, masing-masing selama dua tahun. Pertama,
menyusuri 50 negara di Asia, Afrika, dan Eropa. Kedua, menyusuri sekitar 54
negara di benua Amerika dan Australia. Jeff mengawali petualangan ini di
Jakarta 23 April tahun silam. Dan akan berakhir tahun 2011, karena ada
selang rehat setahun di antara dua etape.

Para bikers negeri beruang merah ini pun antusias menanyakan performa sepeda
motor BMW Jeff. Total berat motor plus perlengkapan seperti peralatan tidur,
memasak, makanan, montir, GPS (global positioning system) mencapai 400
kilogram.

Menurut Jeff, motor yang diberi nama Mahesa (dari bahasa Jawa yang berarti
"kerbau") ini didesain khusus oleh pabrik BMW di Jerman. Motor bermesin
1.150 cc punya kecepatan maksimal 190 kilometer per jam dan kapasitas tangki
bensin 30 liter.

Selama perjalanan, Jeff melanjutkan, motornya tak pernah ngadat. Salah satu
trik yang digunakan adalah membagi beban seimbang dan memilih jalan yang
pas. "Kalaupun ada kerusakan kecil, saya reparasi sendiri," tuturnya.

Lalu apa sih motivasi Jeff sebenarnya? Jeff menuturkan ide petualangan ini
muncul saat acara menonton siaran berita bersama keluarga sekitar tujuh
tahun lalu. Berita perang di berbagai belahan bumi mendominasi isi berita.
Ini mengundang komentar putra keduanya Rendra Tasta yang saat itu baru 10
tahun. "Ayah mengapa mereka memberik contoh buruk pada kami? Lakukanlah
sesuatu," ujar Jeff menirukan anaknya.

Jeff langsung menjawab, apa yang bisa dilakukan oleh seorang pengusaha dan
biker sepertinya. Spontan putranya bilang, Jeff bisa kampanye perdamaian
dengan mengendarai sepeda motor. "Ide ini menghantui saya," ujar suami Milly
Ermilia ini.

Kemudian ia mulai merintis upaya mewujudkan ide itu. Selain menyebarkan misi
perdamaian, Jeff juga ingin mempromosikan Indonesia sebagai negara cinta
damai. Sehingga citra sebagai negara teroris yang mulai melekat bisa
dilepas. Selain itu perjalanan ini juga menjadi bukti semangat petualangan
dan kemerdekaan dari tiap manusia.

Ternyata ide Jeff mendapat dukungan aneka kalangan. Selain karena misinya
mulia, juga karena Jeff sudah lama dikenal sebagai biker tangguh selama 28
tahun menggeluti dunia motor. Tahun 1996, Jeff terpilih menjadi "Captain
Marlboro Adventure Team" (MAT) di Utah, Amerika Serikat. Ia meraih skor
tertinggi pada "Motorcycles Off-Road" di Manti la Sal Nat Park, Amerika
Serikat. Selain itu, dialah satu-satunya anggota International Long Rider
Society asal Indonesia.

Sekitar 30 pendukung dan sponsor Jeff tergabung dalam tim Ride for Peace
Officer yang diketuai Menteri Perindustrian Fahmi Idris. Ada pula tokoh dari
beragam klub sepeda motor seperti HDCI (Harley Davidson Club Indonesia), HOG
(Harley Owners Group), Biker Brotherhood, dan tentu saja BMCI (BMW
Motorcycles Club Indonesia). Beberapa perusahaan juga ikut jadi sponsor. Ada
produsen oli Top One, Eiger, Oakley, dan Djarum.

Pemerintah pun tak mau ketinggalan. Ikatan Motor Indonesia (IMI) membantu
pembuatan carnette de passage. Semacam passport untuk kendaraan bermotor.
Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault juga menobatkan Jeff sebagai duta
bangsa. Tak mengherankan jika semua KBRI di negara yang masuk rute Ride for
Peace selalu memfasilitasi Jeff.

Dukungan moril, fasilitas hingga dana ini sangat membantu kesuksesan misi
Ride for Peace. Maklum, ongkos perjalanan sepanjang satu etape saja sudah
lebih dari Rp 1,5 milyar. Itu pun sudah banyak dibantu oleh penduduk lokal
yang bersimpati pada misi Jeff. "Banyak yang suka menolong dengan memberi
makan minum dan penginapan gratis," kata Jeff, yang pernah diinapkan gratis
di kamar hotel bertarif US$ 3.000 per malam oleh seorang pengusaha di Dubai,
Uni Emirat Arab.

Kemudahan seperti ini tak lepas dari karakter Jeff yang ramah, gampang
bergaul, dan komunikator. Hanya menguasai bahasa Inggris tak menjadi kendala
untuk berkomunikasi dengan puluhan penduduk negara asing. Jika sudah mentok,
Jeff biasa menggunakan bahasa tubuh. Dan ternyata bisa dipahami.

Salah satu bukti keampuhan gaya komunikasi Jeff adalah saat ditodong senjata
oleh milisi remaja berusia 16 tahun di Laos. Jeff berupaya tenang, lalu
mulai mengeluarkan kartu dan main sulap. Mereka jadi terhibur dan
membolehkan Jeff lewat.

Ketangguhan Jeff sebagai biker juga teruji saat melewati medan-medan
superberat. "Saya melalui bermacam medan, mulai hutan lebat di Bhutan,
pegunungan tinggi sepanjang Himalaya, badai gurun pasir, hingga kawasan
perang," Jeff menjelaskan.

Sekretaris Pertama KBRI Moskow, Johannes Manginsela, mengakui kehebatan Jeff
menguasai jalanan. Johannes menyaksikan aksi Jeff melibas jalanan
berkelok-kelok dan licin dari perbatasan Rusia-Belarusi hingga ke Moskow. Ia
naik mobil Mercedes bersama sopir KBRI mengiringi Jeff. "Orangnya bermental
baja dan bertekad kuat untuk mencapai tujuan, meski hujan deras menghadang,"
ujar Johannes.

Makna misi perdamaian Jeff makin terasa di wilayah-wilayah konflik dan rawan
kejahatan yang sempat dilalui. Selama melewati Kabul, Afghanistan, mesin
perang, ranjau, dan milisi bersenjata lengkap dari beragam suku menjadi
pemandangan umum. Untunglah, berbekal misi perdamaian, Jeff tak mengalami
masalah. Malah dia sempat ditemani salah satu kepala suku hingga ke
perbatasan kota.

Media massa Afghanistan pun kagum pada Jeff yang masih mau masuk ke negara
yang tak aman karena konflik. "Saya datang bukan untuk ikut campur urusan
politik dalam negeri, tapi memperkokoh hubungan emosional antar masyarakat
berbagai bangsa," kata Jeff.

Kini, jalinan persahabatan masyarakat antar-bangsa mulai terjalin. Jeff
aktif menjaga kontak terutama lewat e-mail dan website. Sebaliknya, beberapa
komunitas biker di Eropa juga rajin menampilkan update berita perjalanan
Jeff. "Kami terus melanjutkan kontak persahabatan dengan Jeff dan memuat
kisahnya di situs kami," ujar Vladimir Chaikovsky, After Sales Motorrad
Manager BMW Rusia.

Untuk penduduk Indonesia, Jeff menyebarkan misi perdamaian ini lewat buku.
Kelak kisah perjalanan Ride for Peace akan dibukukan. Ia berharap makin
banyak warga yang terinspirasi untuk berani mencoba, jujur, bermental
tangguh dan punya kemauan yang keras. "The road may end, but not our spirit
of adventure, brotherhood, and peace," slogan itulah yang selalu Jeff pegang
teguh.
*
*Zvet Zakharov ( Moskow), dan Astari Yanuarti*
[*Astakona*, *Gatra* Nomor 47 Beredar Kamis, 4 Oktober 2007
http://www.gatra.com/artikel.php?id=108845


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups
"Moge" group.
To post to this group, send email to [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe from this group, send email to
[EMAIL PROTECTED]

To become a member of Miles Bikers, please KopDar dulu in our Secretariat.
Our address is:
Ferry's Bike Restoration
Jl. H. Naimun No. 33, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.
Phone: 021-7661862

Don't forget to visit our website : http://www.miles-bikers.or.id
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




-- 
Heru Herlambang
Operational Manager
Galerinet Cybercafe Malang
http://www.galerinet.web.id
http://www.galerinet.org/
KSNET Port Malang (Internet Service Provider)
http://mxrider.or.id/
http://mx135.multiply.com
milis: [EMAIL PROTECTED]

<<attachment: 63.jpg>>

Kirim email ke