From: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Kelakuan Ugal2an Tiger-Revo


Mohon disebarluaskan,

Yth. Para Pengguna Jalan Raya

Saya mau sedikit mencurahkan apa yang saya rasakan di dalam hati saya. Perasaan 
ini berhubungan dengan kejadian yang saya dan banyak pengguna jalan lain pada 
hari minggu pagi, 13 Januari 2008 sektar pukul 02.00. Lokasi kejadian terletak 
di sepanjang Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur sampai dengan Jalan Raya D.I. 
Panjaitan, Jakarta Timur.

Saya pulang dari rumah mertua di Tambun, bekasi pukul 01 dinihari bersama istri 
dengan mengendarai sepeda motor. 1 jam pertama saya sangat menikmati perjalanan 
dan motor dapat melaju dengan lancar dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam. 
Tetapi ketika sampai di perempatan Jl. Raya Kalimalang, dimana biasanya 
terdapat banyak penjual buah2an pada saat siang hari, atau sebelum universitas 
Borobudur bila dilalui dari arah bekasi ke Cawang, kami dikejutkan oleh suara 
knalpot yang menggelegar dan suara sirene dan klakson yang sangat ramai dari 
arah kiri depan kami. Kondisi kami saat itu sedang melaju karena lampu 
lalulintas berwarna hijau. Tiba-tiba ada serombongan orang (+/- 40 motor Honda 
Tiger Revolution) yang membelok dengan kecepatan tinggi dan ada satu atau dua 
motor yang menghadang perjalanan kami. Saya berusaha mengerem, dan tidak 
mungkin mengerem dengan keras karena hal itu sama saja konyol, saya bisa 
terjatuh karena kemungkinan roda akan mengunci. Jadi, saya berhasil
 menghindari tabrakan dengan kendaraan yang memblokir jalanan tetapi malah 
masuk ke dalam konvoi mereka. Saya perhatikan di box motor mereka tertulis 
www.tiger-revo.com dari sinilah saya tahu bahwa mereka adalah Club DeNyuT.

Nah.. sekarang malah terjadi hal-hal yang kurang simpatik dari orang-orang yang 
memiliki kemampuan berlebih dari sisi finansial. Karena berada dalam rombongan, 
mereka berusaha membuat saya mundur dengan banyak cara. Pertama memainkan gas, 
kemudian membunyikan klakson, mendahului saya dengan jarak yang sangat tipis, 
dan terakhir yang sangat2 tidak masuk di nalar, telapak tangan kanan saya yang 
memegang selonsong gas ditepuk sampai dua kali. Perlakuan seperti itu bukan 
saya saja yang menerima, sebuah sepeda motor yang dinaiki oleh suami istri yang 
sudah cukup berumur dipaksa untuk mengerem dengan keras dan hampir keluar dari 
jalan raya. Saya sudah berfikir motor tersebut akan jatuh. Alhamdulillah.., hal 
tersebut tidak terjadi. Kemudian, mereka juga memaksa mobil2 dan kendaraan lain 
dari arah berlawanan harus mengerem secara mendadak dan ada satu kejadian 
dimana hampir terjadi tabrakan beruntun antara tiga mobil. Mengapa hal tersebut 
bisa terjadi? Mereka berkonvoi membentuk
 dua lajur tetapi ada beberapa motor yang maju sehingga membentuk tiga lajur 
dan melakukan gerakan2 zig-zag.

Memasuki jalan D.I. Panjaitan, dibawah jembatan tol mereka memainkan gas, 
membunyikan klakson dan sirine dan hal itu membuat suasana sangat2 tidak 
menyenangkan. Saya sempat bertemu kembali dengan orang yang menepuk tangan saya 
dan saya letakkan telunjuk saya di kepala, maksud saya "HEI, PAKE OTAK DONG 
KALO' BAWA KENDARAAN". Dia memberi isyarat dengan mengangkat jempol. Saya cuma 
lambaikan tangan saya sambil berfikir, "Ah... Ga ada gunanya ngurusin orang 
yang ga bisa menghargai orang lain.."

Selesai? Belum....
Setelah memainkan gas, membunyikan klakson dan sirine mereka berhenti ditengah 
jalan... "apa lagi nih maksudnye?". Ternyata mereka berpamit2an, karena mereka 
akan berpisah arah. Bayangkan, mereka pamitan di tengah jalan dan menyebabkan 
kemacetan dan lagi2 saya dan orang2 dibelakang mereka harus mengerem dengan 
kuat..

Pertanyaan saya...
1. Apa mereka itu tidak punya otak?
2. Apa mereka itu tidak punya hati?
3. Apa mereka itu semua terbuat dari bahan anti luka?
4. Apa mereka itu TUHAN?
5. Apa mereka itu beda dengan geng motor yang kemarin2 marak di Bandung.


Coba saya kutipkan Visi mereka
VISI
Menjunjung solidaritas, kekeluargaan dan persatuan pecinta Honda Tiger 
Revolution pada khususnya dan pecinta bikers pada umumnya.

Mana solidaritasnya? Apakah solidaritas itu berarti "Hei, lo minggir dong... 
Motor gua mau lewat!"

Mana rasa kekeluargaannya? Apakah kekeluargaan itu berarti, "Hei, lo minggir 
dong.. Gw mau cepet sampe rumah. Gua dah kangen sama anak2 gua!"

Mana persatuannya? Apakah persatuan itu berarti, "Hei, lo minggir dong.. 
Rombongan gw ga boleh pecah nih...!"

Wah, saya rasa mereka harus banyak belajar sama keponakan saya yang baru 
berumur 1,5 tahun..


MISI
1. Sebagai wadah komunikasi dan aspirasi pecinta motor Honda Tiger Revolution.
2. Memberikan kontribusi dan manfaat positif kepada masyarakat.
3. Menjadi partnership sesama pecinta kendaraan bermotor dengan tidak 
mengesampingkan pekerjaan dan keluarga.

saya rasa nomor 2 dan 3 dari misi ini di hapus saja.. karena tidak ada 
buktinya. Tidak ada manfaat positif bagi saya dan pengguna jalan lain yang anda 
dhalimi. Kontribusi ada, yaitu membuat pengguna jalan lain harus selalu waspada 
bila berhadapan dengan anda semua. Dan saya tidak mau berpartnership dengan 
anda! Karena sifat orang dapat terlihat dari perilakunya di jalan
raya.

Bagaimana kalau sampai ada yang tersenggol oleh motor anda sehingga jatuh dan 
luka2. Apa anda mampu bertanggung jawab?

Saya lihat di susunan organisasinya ada Seksi Agama & Sosial. Saya rasa anda 
harus bekerja keras, Mas. Kelakuan2 seperti ini tidak dapat dimaafkan. Dan 
keridhoan Allah SWT adalah keridhaan orang yang dianiaya dan memaafkan. Mohon 
anda dapat membantu diri anda dan teman2 anda untuk berubah ke arah yang lebih 
baik. Sehingga VISI dan MISI organisasi anda bukan cuma pepesan kosong.

Ah, saya rasa cukup itu saja unek2 saya. Terima kasih.



Afif Hardian Syah
Pengguna Jalan Raya Juga


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

Kirim email ke