From: [EMAIL PROTECTED] net
Subject: Hak Jawab (was: Kelakuan Ugal2an Tiger-Revo)



Mohon bantuannya untuk disebarluaskan. Terima kasih atas bantuannya. Mohon maaf 
panjang sekali.

Hari ini saya penasaran dengan tanggapan e-mail yang saya kirim kemarin. Saya 
pergi ke website mereka. Ternyata sudah terdapat HAK JAWAB dari mereka.
Linknya: http://www.tiger-revo.com/hakjawab.html



Mohon dapat dicerna dengan baik isi dari hak jawab mereka. Dibawah setiap angka 
jawaban mereka, adalah tanggapan saya.

Berikut adalah konfirmasi saya:


1. Tidak ada sangkut pautnya VISI MISI Mulia kami dengan keadaan yg terjadi 
diatas.

Maaf kalau saya kurang setuju.
Sepengetahuan saya, VISI adalah penggambaran dari citra diri yang ingin dicapai 
oleh seseorang atau sekelompok orang (organisasi atau pun bukan). Jadi, sudah 
sewajarnya apabila seseorang sudah menetapkan suatu VISI berusaha untuk 
menjadikan VISI tersebut sebagai citra yang melekat erat pada dirinya. Citra 
diri itu terlihat dari cara orang tersebut berfikir, berbicara dan bertindak.
MISI adalah cara untuk mencapai VISI tersebut.
Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah anda sudah melakukan MISI dengan baik 
(belum menyelesaikan, lho) untuk mencapai VISI anda?


2. Keadaan terjadi diatas, bisa saja terjadi karena kami mengikuti rombongan 
(dan mungkin maaf membuat anda & pengguna jalan lain kaget dan terasa 
dicelakai) disini kami ingin menegaskan bahwa kami tidak bermaksud untuk 
mencelakakan satu/semua pengguna jalan di indonesia khususnya di jakarta. Bahwa 
kami menjunjung tinggi berkendara dengan tertib dan taat lalu lintas.

Saya bisa mengerti kalau anda berada dalam suatu konvoi yang besar. Tapi apakah 
cara-cara anda melakukan konvoi itu sudah benar? Pernahkah terbersit di dalam 
diri anda bahwa cara anda berkonvoi mungkin membahayakan orang2 di sekitar 
anda? Berkonvoi dengan kecepatan tinggi sangat berbahaya. Karena bisa 
menimbulkan kecelakaan beruntun. Apalagi anda berkonvoi dalam jarak yang cukup 
rapat. Mungkin anggota kelompok anda semuanya memiliki skill mengendara yang 
sangat baik sehingga bisa meminimalkan kecelakaan antara anggota konvoi anda 
sendiri. Tapi bagaimana dengan orang2 diluar kelompok anda? Saya percaya anda 
tidak bermaksud mencelakakan orang, pengecualian pada saat tangan saya ditepuk 
dan dipepet, tapi apakah anda yakin 100% bahwa cara anda berkendara tidak 
membahayakan orang lain?
Apakah pernyataan maaf saya dapat mewakili mereka yang haknya anda aniaya juga 
sepanjang perjalan anda minggu pagi itu?


3. Pisah grup di UKI, bahwa kejadian kami berhenti di pinggir jalan (bukan di 
tengah jalan) dan disaat itu jalan raya sangatlah kosong dan jalan UKI 
merupakan jalan yang sangat besar untuk sebuah motor/kendaraan dapat leluasa 
lewat/melewati rombongan kami di pinggir jalan

Maaf, saya bertanya lagi..
Pada saat anda berhenti, dimanakah posisi anda di dalam rombongan? Di depan 
atau belakang? Coba anda tanya pada anggota anda yang berada pada barisan 
belakang. Cek dan ricek, Om..


4. Kami tidak setuju dengan adanya pencemaran nama baik Club yang telah bro 
lakukan tanpa adanya koordinasi dari bro kepada pihak kami terlebih dahulu. 
Bahwa dengan bro melihat website kami, dan melihat visi misi dan organisasi 
kami, dengan demikian bro bisa menghubungi kami terlebih dahulu maka dengan itu 
Kami menilai bro tidak punya niat baik untuk menyelesaikan (kerugian) yang 
mungkin/telah timbul dengan atau tidak oleh kami secara kekeluargaan.

Mohon difikir ulang pernyataan anda. Pencemaran itu sejatinya dilakukan oleh 
anda sendiri. Anda mencemari nama, diri dan organisasi anda dengan 
tindakan-tindakan anda dijalan raya.
Pegang kata-kata saya ini: Hormatilah orang lain terlebih dahulu, maka anda 
akan dihormati orang. Bukannya meminta diri dihormati. Karena kehormatan itu 
tidaklah didapat karena adanya suatu permintaan, tetapi kehormatan itu 
merupakan penghargaan yang diberikan orang lain terhadap diri seseorang.
Saya sudah mengirim e-mail melalui link "Hubungi Kami" di website anda. Mohon 
di cek dulu jam dan tanggalnya. Karena yang saya kirimi pertama kali adalah 
anda. Saya juga terlebih dahulu mengirim pernyatan di shoutbox anda. Sekali 
lagi cek dan ricek.
Penilaian anda terhadap saya adalah hak anda. Tetapi saya yakin, orang-orang 
diluar sana dapat melihat dengan lebih adil.
Tanyalah pada diri sendiri terlebih dahulu.


5. Kami mengundang bro Afif untuk hadir di Monas, Patung kuda (seberang 
Indosat) tiap malam minggu jam 21.30-selesai. Dan kami siap menyelesaikan 
masalah ini secara kekeluargaan.

Terima kasih atas niat baik anda untuk menyelesaikan masalah ini secara 
kekeluargaan. Tetapi apakah saya pantas mewakili semua orang yang anda aniaya 
haknya di jalan raya malam itu? Karena mereka tidak pernah menunjuk saya untuk 
mewakili kepentingan mereka. Saya rasa anda harus mengundang semua orang yang 
merasa anda aniaya malam itu. Sanggupkah anda? Mohon baca lagi jawaban saya di 
angka 1. Bukan berarti saya takut untuk bertemu dengan anda, atau 
tulisan-tulisan di shoutbox anda tapi lebih kepada suatu pembelajaran mengenai 
menghormati orang lain.


6. Kami akan menindak siapapun anggota kami yang mencelakai pengguna jalan raya.

Kalau sudah celaka baru ditindak ya, Om? Hmm... Apakah hal tersebut tidak 
terlambat? Mohon dapat difikirkan ulang, Om.
Mungkin anda bisa tanya kepada anggota anda yang ikut konvoi pada malam itu, 
siapakah yang telah melakukan hal-hal yang saya keluhkan. Adakah yang mau 
bertanggung jawab?


Harapan saya dengan mengirim keluhan ini ke banyak komunitas adalah adanya 
perubahan perilaku para pengguna jalan raya dan kontrol dari banyak pihak. 
Kemacetan yang terjadi, tingginya tingkat kecelakaan dan pelanggaran2 peraturan 
lalu lintas semuanya itu dihasilkan oleh jiwa dan hati manusia2 yang egois dan 
tidak dewasa.

Kita tentunya tidak ingin kejadian konvoi yang ditabrak mobil karena merebut 
hak pengguna mobil tersebut kembali terulang kan? Juga kita tentunya tidak 
ingin konvoi kita dicegat ditengah perjalanan oleh masyarakat yang marah, 
bukan? Belajarlah dari pengalaman orang lain. Bukankah kita menjadi orang yang 
merugi apabila di hari ini, diri kita sama dengan diri kita di hari kemarin? 
Bagaimana kalau di hari ini diri kita lebih buruk dari hari kemarin?. Celakalah 
kita.

Terima kasih.


Afif Hardian Syah
Pengguna Jalan Raya Juga





---
"Dihalalkan atas mereka apa-apa yang baik, dan diharamkan atas mereka apa-apa 
yang buruk" (Q.S.:Al A'raf.157)


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
  • [mxrider] H... ◄��Łц�k���►

Kirim email ke