Hehhe
bisa jadi sih itu akal akalan soal nya  muncul disaat bbm mau naik.( buat 
seneng aja kali ye )
gue juga bingung hebat amat sih orang indonesia bisa bikin bahan bakar dr 
air.la wong AS n Euro aja sampe belain expansi ke timur tengah buat ngajak 
perang hanya demi minyak melimpah...harus nya mah kalo air bisa buat Bahan 
bakar. AS & Euro dah duluan bikin n gak usah ampe perang kali yeeee.....


--- On Thu, 5/29/08, Januarius W. Hadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Januarius W. Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [mxrider] OOT": UGM Anggap Proyek Joko Suprapto Penipuan
To: [email protected]
Date: Thursday, May 29, 2008, 3:25 AM










    
            







Iya loh, banyak yang nganggap gitu. Malah ada yang nganggap blue
energy nya joko suprapto adalah akal2an sby-jk aja. Nah beda dengan joko yg
satu lagi (joko sutrisno) elektrolisa air bikinan beliau benar2 applicable. 
Sebab
beliau bikin octane booster dan penghemat BBM aja, dengan bahan air (yg
menghasilkan hydrogen setelah di elektrolisa) . Cuman sampai berapa persen 
iritnya,
mesti di teliti tuh. Khabarnya kalo di jogya (pak joko sutrisno adalah orang
yogya), lumayan bikin irit. Tapi setau gue, yogya gak ada jalan yang macet
(kecuali jalan solo dan malioboro). 

   

   

DJ 

   





From:
[EMAIL PROTECTED] .com [mailto:mxrider@ yahoogroups. com] On Behalf Of jimmi

Sent: Thursday, May 29, 2008 1:40 PM

To: sonny; sukaemi

Subject: [mxrider] OOT": UGM Anggap Proyek Joko Suprapto Penipuan 





   









UGM Anggap Proyek Joko Suprapto Penipuan 





   







Kamis, 29
Mei 2008 

UGM Anggap
Proyek Joko Suprapto Penipuan 

Rektor
sempat tertarik dan ingin membeli.  

YOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM)
mengungkapkan, mereka sempat diminta membiayai proyek energi alternatif oleh
kelompok Joko Suprapto dan kawan-kawan senilai Rp 3 miliar. Namun, setelah
melakukan beberapa pertemuan dan menelusuri latar belakang kelompok ini, UGM
menyimpulkan proyek yang ditawarkan itu merupakan upaya penipuan. 

"Kami
puas UGM tidak tertipu," kata Kepala Pusat Studi Energi UGM Sudiartono
kepada Tempo kemarin. Meski begitu, UGM tidak sampai melaporkan kepada
pihak kepolisian ihwal penipuan tersebut. 

Sebelumnya,
Ketua Jurusan Teknik Elektro UGM Tumiran juga menyatakan klaim Joko yang 
mengatakan
mampu memproduksi sumber energi berbahan baku air sebagai hal yang menyesatkan.
"Ini hal yang memalukan karena presiden kita lebih mempercayai hal-hal
seperti ini," ujarnya mengenai proyek Joko, yang oleh Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono diberi nama "blue energy". 

Sudiartono
berkisah, pada Desember 2005 Joko datang ke UGM bersama delapan temannya.
Rombongan diterima langsung oleh Rektor UGM Prof Sofian Effendi, didampingi Dr
Chairil Anwar, di rumah dinas rektor. 

Ketika
itu Joko memaparkan temuannya tentang pembangkit listrik "ajaib".
Dengan menggunakan empat buah batu baterai kecil, beberapa bola lampu 60 watt,
serta panel surya, pembangkit itu diklaim mampu menghasilkan listrik
berkapasitas 25 kilowatt. Rektor pun sempat tertarik. 

Namun,
kata Sudiartono, ada yang tak masuk akal dalam presentasi itu. "Saya tanya
apakah di dalam ada accu atau inverter, dia jawab tidak ada. Kemudian
saya tanya lagi berapa lama lampu akan menyala, dia jawab selamanya,"
ujarnya. "Dari sini saya mulai tidak percaya." 

Kecurigaan
itu makin besar setelah Sudiartono menemukan perusahaan, alamat-alamat, dan
kontak yang tertera di kartu nama Joko dan timnya ternyata palsu. Rekan Joko
bernama Purwanto mengaku lulusan Teknik Fisika IKIP Yogyakarta. Tapi di kartu
namanya dia mencantumkan gelarnya "Drs", bukan insinyur atau sarjana
teknik seperti lazimnya lulusan jurusan teknik. 

Sebagai
catatan, kata Sudiartono, "Purwanto yang menggunakan gelar 'Drs' itulah
yang akhir-akhir ini mengelabui UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta)
dengan pembangkit tenaga listrik jin dan 'banyugeni'- nya." Ia menambahkan,
saat itu Joko dan Purwanto juga sempat berpromosi mengenai bahan bakar
bersumber air. "Kami tak menanggapinya." 

Rektor
UMY Khoiruddin Basyori mengatakan mereka tidak punya sangkut-paut dengan Joko
Suprapto. Menurut dia, mereka kini "tiarap" dan tidak mempublikasikan
temuan sumber energi berbahan air yang mereka patenkan dengan nama
"BanyugeniTM" itu. "Kami belajar dari kasus Joko." 

Hingga
kemarin, Joko, yang tinggal di Nganjuk, Jawa Timur, belum dapat dimintai
komentar. Rumahnya yang luas masih dijaga ketat oleh tentara. Komandan Kodim
Nganjuk Letnan Kolonel Christiono menyatakan Joko sedang berobat ke sebuah
rumah sakit.  

Ihwal
"blue energy" ini, Minggu lalu Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono, seperti dikemukakan anggota staf khusus kepresidenan, Heru Lelono,
tetap meminta proyek Joko itu diteruskan. "Temuan ini logis. Sudah
didukung oleh ahli perminyakan," kata Heru waktu itu.TOMI | BERNARDA
RURIT | MUH SYAIFULLAH | DWIDJO MAKSUM 

  

Sumber
: Tempo 





 





. 









__________ NOD32 3028 (20080415) Information __________



This message was checked by NOD32 antivirus system.

http://www.eset. com



 



  







      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke