dari salah satu web sebagai wacana sekaligus sebagai selingan 


SALVATION DAN SACRIFICE BAGI INDONESIA


Semakin hari berlalu sejak 21 Mei 1998 Indonesia berjalan 
dengan beberapa arah dari segi keterbukaan dan 
demokratisasi bergerak memasuki masa transisi  yang semoga 
saja semakin hari semakin mewujudkan harapannya walaupun 
tantangannya berat luar biasa. Di bidang Ekonomi semakin 
banyak pemain-pemain baru walaupun pemain lama ada yang 
bertahan dan berguguran walaupun dalam hal penyediaan 
lapangan pekerjaan masih memprihatinkan begitu juga 
kualitas hidup masyarakat secara mayoritasnya. Dibidang 
pendidikan makin mahal dan makin sulit menjadi orang 
sekolahan di negeri ini.

Kita sebagai bangsa tidak boleh putus harapan dan hanya 
mengenang masa lalu dan bermimpi saja atas masa depan. 
Sekarang  sudah saatnya bergerak kembali atau mempercepat 
akselerasinya. Protes kenaikan harga BBM, konflik 
perbatasan dan berbagai soal lainnya masih terus 
menghantui semetara masyarakat mulai banyak yang menagih 
janji kampanye Presiden RI sekarang.

Seluruh tindakan yang sedang dan akan dilakukan takan 
berarti apapun atau malahan makin menyudutkan bangsa 
Indonesia jika tidak dengan semangat penyelamatan negara 
bangsa dan pengorbanan kita semua sebagai sebuah bangsa. 
Salvation dan Sacrice adalah tema pokok yang paling 
mendasar dan harus segera menjadi gerakan nasional bagi 
bangsa Indonesia.

Prioritas apa yang harus diselamatkan perlu dikaji secara 
menyeluruh mulai pada tingkatan Negara Kesatuan RI, setiap 
propinsi, dan daerah-daerahnya begitu juga untuk tingkatan 
masyarakatnya baik yang tinggal dikota besar dan 
daerah-daerah terpencil. setelah berdasarkan wilayah mulai 
tergambar perlu ditindak lanjuti dengan tingkatan 
berdasarkan bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

Tidak ada bangsa besar yang tidak punya tujuan nasionalnya 
Pembukaan UUD 45 walaupun telah menggambarkan tujuan 
nasional bangsa Indonesia untuk saat ini perlu 
tujuan-tujuannya di Elaborasi kembali sesuai dengan 
realitas yang berkembang saat ini. Tujuan nasional sulit 
akan terimplementasi tanpa pemenuhan aspirasi dan 
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan setiap daerah di Indonesia. 
begitu juga tidak ada negara yang kuat jika rakyatnya 
tidak sehat, baik rohani dan jasmaninya. Hanya sehat dan 
kuat tanpa adanya pendidikan yang memadai maka akan 
menghasilkan bangsa kuli dan semuanya itu juga tidak akan 
tercapai jika perekonomian Indonesia tidak bergulir dengan 
baik.

Bapennas tidak boleh hanya merespon simptom-symtom yang 
hanya nampak dipermukaan tetapi harus mampu menemukan akar 
masalah sekaligus solusi dan mendorong implementasinya. 
Kesadaran bahwa negara memanggil dan membutuhkan rakyatnya 
harus menjadi sebuah kesadaran massal. Minimun setiap 
warganegara Indonesia dan masyarakat yang tinggal di 
Indonesia jangan lagi buat masalah adalah sebuah kesadaran 
yang terimplementasi. Pengorbanan juga pada tahap awal 
jangan juga seakan-akan harus mengorbankan jiwa dan raga 
tetapi harus sesuai dengan peran, posisi dan kekuatan 
masing-masing.

Bagi TNI-Polri sudah jelas resiko yang paling tinggi 
adalah kehilangan jiwa dan raga, bagi pelaku ekonomi 
resikonya adalah penurunan omset sampai alih usaha 
sedangkan bagi masyarakat luas pengorbanan itu meliputi 
partisipasi dana serta bekerja sama.

Bangsa Indonesia jika dilihat dari  perjalanan sejarahnya 
bukan tidak mungkin akan mengalami masa lalunya kembali 
ketika semangat penyelamatan dan pengorbanan tidak ada 
lagi. Ketika sebuah bangsa sangat kuat dan makmurpun tetap 
saja semangat penyelamatan dan pengorbanan harus ada hanya 
untuk kali ini tingkatannya perlu segera meningkat dan 
merata di seluruh negeri.

Perdebatan-perdebatan tentang hal krusial dan hanya 
menambah berbagai persoalan sudah seharusnya diubah 
menjadi sharing pendapat yang bukan hanya memperkaya 
pemikiran dan memperkuat rasa persatuan dan semangat 
tetapi juga diharapkan kaya akan alternatif solusi yang 
bisa dan di implementasikan.

Saya sungguh kaget dan terusik ketika dalam sebuah 
perjalanan di pasar Nagoya Batam mendengar orang-orang 
sedang mendiskusikan : apakah Indonesia bisa menang jika 
perang dengan Malaysia serta bagaimana membuat Malaysia 
agar tidak menghina bangsa Indonesia? dan yang betul-betul 
membuat kaget mereka berdiskusinya dengan rasa kebencian 
yang tinggi terhadap Malaysia. Sederhana memang 
kelihatannya tetapi ketika masyarakat awam sudah dalam 
taraf seperti itu hal ini bukan saja bisa menjadi pemicu 
tetapi juga bisa memperumit persoalan. Diskusi lainnya 
adalah jika Malaysia benar-benar nekat maka ada yang 
mengusulkan agar 60% TKI Indonesia di Malaysia agar 
dilatih atau di dorong menjadi TNI Illegal dan segera 
melakukan tindakan-tindakan agar Malaysia tidak mewujudkan 
semangat ekpansionisnya.

Kita juga harus jeli melihat bahwa dalam dunia bisnis saat 
ini banyak sekali perusahaan berbendera Malaysia yang ada 
di Indonesia apakah itu perkebunan atau pabrik-pabrik. 
ketegangan ini bukan tidak mungkin akan mengubah konflik 
perburuhan, kesalah pahaman, kecemburuan sosial yang ada 
pada lingkungannya berubah menjadi konflik Indonesia- 
malaysia.

Harga diri sebagai sebuah bangsa serta NKRI memang tidak 
boleh ditawar-tawar dan diganggu. Hanya dengan melihat 
perkembangan dan situasi yang terjadi sekarang ini maka 
kita semua termasuk pemerintah RI harus sangat jeli, bijak 
dan cerdas dalam mengambil keputusan. Mendelay sebuah 
keputusan yang memecah belah bangsa telah terjadi ketika 
Pulau Sipadan dan Ligitan hilang dari Peta Wilayah 
Indonesia, apakah  tidak lebih baik baik ketika posisi 
tawar kita belum terlalu kuat kita memilih lebih 
memperkuat operasi lapangan segera dibanding mengekpos 
hasil perundingan yang memperlemah posisi tawar Indonesia? 
Atau kita menggunakan jalur kultural antara bangsa 
Indonesia dengan Malaysia? Atau sekaligus secara bertahap 
merundingkan pembentukan zona ekonomi bersama antara 
Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Singapura serta 
Indonesia-Malaysia-Singapura dengan kesepakatan yang adil 
dan bermaslahat untuk semua pihak serta akan menjamin 
tertibnya serta adilnya pengelolaan kawasan dimana ketiga 
negara atau kedua negara berbatasan secara menyeluruh?

Seluruh negara punya dasar-dasar yang kuat dalam membuat 
keputusan sehingga seluruh pendapat dan aturan-aturan yang 
ada hampir pasti akan ada celah serta memungkinkan 
terjadinya konflik serta gangguan. Tanah, air dan Udara 
serta seluruh isinya milik Yang Maha Kuasa kita harus 
mampu menjabarkannya dalam situasi saat ini dan masa 
depan. Perang adalah sebuah pilihan yang wajib diambil 
ketika bangsa Indonesia tidak punya pilihan lain lagi 
hanya kita sebagai sebuah bangsa juga mari merenungkan 
bahwa pada saat sekarang Perang sudah merupakan sebuah 
Industri yang akan memakan para pihak yang dijebak untuk 
melakukan peperangan tanpa mampu menyelesaikan peperangan 
itu sendiri.

Bangsa Indonesia sudah terbukti mampu memerdekakan bangsa 
sendiri dengan keberanaian dan semangat pengorbanannya 
sedangkan bangsa-bangsa lain banyak yang lebih karena 
pemberian atau penciptaan kondisi dan bukan dengan 
peperangan. Persoalannya ada juga contoh alternatif dimana 
Timur Tengah sampai saat ini belum mampu menyelesaikan 
persoalaanya ketika hanya memilih perang sebagai 
satu-satunya alternatif penyelesaianya. Indonesia sebagai 
sebuah bangsa besar harus mampu melihat dan menciptakan 
pilihan-pilihan sehingga situasi yang sekarang sedang 
berkembang ini masuk kedalam situasi yang mana pihak-pihak 
yang terlibat didalamnya tidak terjebak oleh pihak lain 
lagi yang akan dan menciptakan jebakan bagi Indonesia dan 
malaysia.

Persoalan pelanggaran kedaulatan wilayah sudah merupakan 
tantangan yang terbuka bagi sebuah bangsa hanya ketika 
informasi itu hanya merupakan pengalihan informasi atau 
situasi adalah sungguh berbahaya. Oleh karena itu menjadi 
penting untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi pada 
daratan Kalimantan di mana mulai terinformasi juga 
digesernya batas-batas wilayah RI demi kepentingan 
penjarahan Hutan Republik Indonesia.

Penyelesaian persoalan dengan mengalihkan perhatian 
masyarakat kepada persoalan lainnya telah membuktikan 
bahwa bangsa Indonesia semakin banyak persoalannya dan 
semakin memasuki kondisi yang semakin membahyakan 
bangsanya. Sehingga jika itu tujuannya maka haruslah 
segera dihentikan, dan kita harus menyelesaian persoalan 
sebenarnya dengan segala kemampuan yang kita miliki. 
Katakanlah terjadi peperangan pada Front laut dan kita 
juga harus menjaga daratan di Kalimantan, Aceh dan Papua 
sekaligus karena bukan tidak mungkin dengan posisi 
Malaysia sebagai anggota Commonwealth peperangan itu 
melibatkan berbagai negara dan front yang dijadikan medan 
perang diperluas walaupun Issuenya belum tentu sama.

Kondisi ini juga harus dihitung bahwa mereka melihat 
situasi dimana Pilkada langsung akan segera dilakukan 
dengan semangat agar daerah menikmati manfaat 
sebesar-besarnya dari otonomi. Sehingga dengan pihak luar 
Indonesia konflik tetapi dari dalam Indonesia di pecah. 
dengan berbagai Issue dan berbagai kondisi yang tercipta,


APA YANG HARUS KITA LAKUKAN SEKARANG ?

Masyarakat harus segera sadar dan jika mungkin ciptakan 
kebersamaan, persatuan serta segera melepaskan dari 
keterbelakangan atau jebakan informasi yang tidak berguna 
sehingga masyarakat bingung.

Beri pengetahuan dan siapkan masyarakat segera ketika 
terjadi peperangan daerah-daerah mana saja yang 
kemungkinan akan terjadi kontak senjata dan sangat mungkin 
diserang malaysia. Maklum Indonesia belum punya pengalaman 
diserang sampai ke jakarta setelah Era tahun 40an dan juga 
senjata malaysia jika memang menantang perang jangan 
dinilai hanya menggertak saja tetapi harus di tanggapi 
sangat serius.

Ungkapkan informasi keuntungan jika bangsa-bangsa Asean 
rukun dibanding berperang karena hal itu telah terbukti 
dalam 40 tahun terakhir ini. Peperangan moderen dalam 
kalkulasi masyarakat awam akan mendatangkan kesengsaraan 
bagi masyarakatnya yang terlibat peperangan serta 
menguntungkan Industri senjata dan Industri-industri 
lainnya tetapi peperangan juga tidak dapat dihindari 
ketika perbedaan pendapat terjadi secara tajam dan tidak 
mampu diselesaikan secara baik pada meja perundingan.

Peperangan pada jaman moderen hanya melibatkan pihak pada 
daerah konfliknya sehingga penginisiasi peperangan tetap 
aman dan mampu menerapkan strategy peperangan tanpa ada 
rasa takut dan bersalah. Apakah ketika kedua negara 
terjadi perang pada kota-kota dinegaranya mereka akan 
memilihan peperangan di banding perdamaian dan 
perundingan.


HAL YANG HARUS DIPEGANG TEGUH

1. Seluruh perunding dari Bangsa Indonesia tidak boleh 
mendapatkan bentuk apapun dari bangsa malaysia, jika 
terbukti tanpa pengadilan pun bisa langsung digantung dan 
keluarganya di black list selama 20 tahun.
2. Peperangan hanya dipilih ketika kita bisa menaklukan 
malaysia sampai ke kuala lumpur dan sekaligus bisa 
menyelesaikan pengangguran dengan mengirimkan mereka ke 
medan pertempuran. Saat ini potensi Indonesia sangat besar 
punya tenaga relawan.
3. Yang harus hati-hati kita jangan memulai peperangan ini 
dengan nafsu dan semangat keserakahan karena kita harus 
introspeksi juga jangan-jangan ini adalah peringatan bagi 
bangsa Indonesia untuk segera menghentikan 
peruatan-perbuatan yang menghancurkan dirinya sendiri 
serta bangsanya.
4. Peperangan pada daerah konflik semata hanya akan 
membuat bangsa Indonesia tidak menyelesaikan 
persoalan-persoalan internalnya yang saat ini terjadi.
5. Aceh, kalimantan dan Papua termasuk Batam dan Kepulauan 
Riau sebagai daerah yang harus dijadikan sebagai prioritas 
pengamanan wilayah NKRI serta menjaga semangat 
masyarakatnya.
6. Kita harus menilai bahwa rencana perang ini bukan 
rencana masyarakat malaysia sendiri tetapi para 
pemimpinnya sudah diinfiltrasi untuk kepentingan Industri 
perang negara-negara lain sehingga bangsa Indonesia harus 
menyelamatkan saudara serumpunnya yaitu bangsa Malaysia 
dan bangsa Singapura.
7. Mulai malam ini adakan pertobatan nasional dimana-mana 
dan mohonkan petunjuk kepada ALLAH SWT agar bangsa 
Indonesa ditunjukan jalan yang di Ridhoinya
8. Persiapkan segala sesuatunya sebaik-baiknya dan bagi 
para pemimpin Indonesia serta seluruh masyarakat Indonesia 
yang mampu lakukanlah gerakan tolong menolong diseluruh 
negeri sehingga kesengsaan aktual mulai berkurang bagi 
rakyat RI yang sengsara.
9. Jadikan perang ini jika terpaksa bukan perang TNI 
tetapi perang semesta sehingga kekuatan Bangsa Indonesia 
akan jauh berlipat ganda dan semoga saja para Industriawan 
serta rekayasator perang dinegara lain itu tidak jadi 
memilih perang sebagai solusi.
10. Komunikasikan keputusan banga Indonesia kepada dunia 
Internasional segera melaui seluruh saluran diplomatiknya 
dan jaringannya.
11. Hukum secara tegas para penghianat bangsa yang 
bermaksud menggadaikan bangsa Indonesia jika telah 
terbukti dengan kekuatan hukum tetap di pengadilan yang 
seadil-adilnya.

Saudara ku sebangsa dan setanah air kita lebih memilih 
menghargai kehidupan dan kemanusiaan hanya ketika bangsa 
Indonesia sudah akan dimasukan kedalam jurang kehancuran 
maka pilihan kita adalah mempertahankan diri. 
Mempertahankan diri adalah sebuah kewajiban bagi seluruh 
bangsa Indonesia.

Kita sebagai manusia tentunya memilih untuk hidup damai 
tetapi ketika kedamaian itu secara sistimatis diganggu dan 
bangsa Indonesia di cabik-cabik maka tidak pilihan lain 
bangsa kita harus menguatkan Iman dan memilih untuk 
melawan penindasan ini.

Peperangan itu harus segera direncanakan sampai dengan 
keputusan terakhirnya pilihan-pilihan tentunya berada pada 
para pemimpin negara ini. Pemerintahan SBY dan JK tentunya 
tidak bisa memutuskan perang begitu saja apalagi 
menyerahkan wilayahnya begitu saja maka persoalan ini mau 
tidak mau harus segera di rapatkan di DPR dan DPD. 
Keputusan MPR dan Pemerintah Indonesia memilih perang jika 
memang harusnya begitu adalah syah jika mekanismenya sudah 
dilalui. Oleh karenanya ketika sekarang akan diadakan 
perundingan dengan Malaysia maka sebaiknya segera adakan 
konsultasi dengan DPR, DPD dan jika perlu dengan MPR 
mengenai paltform yang akan menjadi substansi perundingan. 
Harap hati-hati karena hal inipun jika keliru bisa 
merugikan dan memecah belah bangsa Indonesia

Marilah kita memutuskan memilih jalan damai ketika pilihan 
itu masih ada tetapi jalan perang akan menjadi jalan yang 
terhormat dan membanggakan bangsa Indonesia ketika mereka 
memang memaksa Bangsa Indonesia memilih jalan perang dan 
kita mampu membebaskan bangsa Malaysia dan Bangsa 
Singapura kembali menjadi saudara-saudara kita yang saling 
menyayangi dan menghormati serta bisa hidup berdampingan 
secara damai dan saling memajukan.

Semoga ini dapat menginisiasi pikiran dan tindakan yang 
lebih tepat dan menjadikan bangsa Indonesia kembali 
sebagai bangsa yang selamat dari cobaannya serta di 
hormati karena sesuai dengan pembukaan UUD 45.

Batam, 9 Maret 2005

Agus Muldya  dan  Fitrah Komarudin.



---------------------------------------------
http://www.selamatkan-indonesia.org
---------------------------------------------






 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/net-trade/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke