Halo rekan2 dimanapun berada,![]()
Saya ingin sharing terhadap semua sahabat, kolega dan saudara atas
kejadian penipuan model baru beberapa waktu yang lalu yang menimpa
saudara Aam ( Purnama Muharam ).
HARI GINI MASIH MENIPU PAKAI HADIAH GAK GAUL LAH YOU .........!!!!!!!!
MEREKA SEKARANG MENJARING KORBAN DARI IKLAN HARIAN
POS KOTA / KOMPAS, TERUTAMA IKLAN MOBIL / TANAH DAN RUMAH."![]()
Semoga hal ini menjadi nasihat untuk kita semua agar kita selalu
berhati2 dalam melakukan transaksi, modus penipuan seperti ini sering
terjadi akhir2 ini setelah mekanisme hadiah via SMS dioperasi polisi.
MODUS OPERANDI & KRONOLOGI KEJADIAN PENIPUAN
- Tanggal Kejadian: Kamis, 25 Mei 2006 (hari Libur)
- Tempat:BCA Benhil, Waktu:Sekitar 14.00
- Purnama Muharam (Aam) ( korban penipuan )
- Bambang (calon Pembeli Mobil / tersangka)
- Irfan (pura2 mengaku dari Hallo BCA)
- Zainal Arifin (Rekening tujuan transfer )
- Hendra Rahardian (kroni Zainal / cs. re-transfer uang ).
Kronologi kejadian:
Nama: Bambang, lokasi mengaku dari Bandung. HP 0813 32 38 5937
Waktu: sekitar 13.00 WIB . Menelpon menanyakan mobil yang diiklankan
di Poskota apakah sudah laku?
Dan katanya anaknya sudah lihat yang bernama Andre, anaknya suka dgn
mobil itu. Saya bilang belum, lalu terjadi tawar menawar via telepon,
dgn deal harga Rp. 31,5 jt.
Bambang (si B) akan segera mentransfer uang Rp. 2,5 jt sebagai tanda jadi, dan
Aam diminta siapkan kwitansi karena anaknya sore mau kesana ambil
Dan katanya anaknya sudah lihat yang bernama Andre, anaknya suka dgn
mobil itu. Saya bilang belum, lalu terjadi tawar menawar via telepon,
dgn deal harga Rp. 31,5 jt.
Bambang (si B) akan segera mentransfer uang Rp. 2,5 jt sebagai tanda jadi, dan
Aam diminta siapkan kwitansi karena anaknya sore mau kesana ambil
kwitansinya. Aam gembira sekali karena sudah lama dia ingin menjual
mobil itu tapi susahnya bukan main, berhubung pasaran harga mobil bekas
sekarang lagi lesu.
15 Menit kemudian si B telepon, katanya sudah transfer tapi struknya
tidak keluar, Aam diminta untuk check ke BCA di informasi saldo, kalau
sudah terima tolong dikasih tahu.
Aam check di BCA ke informasi saldo, ternyata uang belum masuk.
Bambang tlp kembali, dia merasa agak resah karena sudah transfer tapi
struknya tidak keluar, dia menawarkan untuk menelpon Hallo BCA untuk
bisa menanyakan langsung.
Aam disuruh tunggu, dan dia menelpon ke Hallo BCA, lalu kita mengadakan
pembicaraan teleconference bertiga, Bambang, Aam dan Irfan yang mengaku
dari Hallo BCA. Setelah itu Aam diguiding oleh Irfan langsung agar uang
transferan Bambang bisa diterima/dilihat segera, dgn disuruh mengecek
informasi saldo. Aam dituntun terus, sampai akhirnya disuruh tekan kode
dsbnya, yang ternyata itu adalah transferan keseseorang.
Yang jadi perhatian, Aam diminta tidak untuk mentransfer, tapi mengisi
kode, seolah2 si Irfan ini memang benar dari Hallo BCA. Seandainya saja
kalau saya diminta untuk tulis transfer ke no.rek seseorang dan nilainya
berapa, mungkin Aam pasti menolaknya, tapi Aam yang tidak habis pikir
koq mereka bisa hanya diminta menulis kode lalu keluar transferannya.
Setelah isi kode, lalu Aam disuruh cepat2 tekan "Ya" , lalu keluar
struk transfer.
Aam mulai sadar, setelah ada struk keluar dari ATM.dia bilang koq jadi
mobil itu tapi susahnya bukan main, berhubung pasaran harga mobil bekas
sekarang lagi lesu.
15 Menit kemudian si B telepon, katanya sudah transfer tapi struknya
tidak keluar, Aam diminta untuk check ke BCA di informasi saldo, kalau
sudah terima tolong dikasih tahu.
Aam check di BCA ke informasi saldo, ternyata uang belum masuk.
Bambang tlp kembali, dia merasa agak resah karena sudah transfer tapi
struknya tidak keluar, dia menawarkan untuk menelpon Hallo BCA untuk
bisa menanyakan langsung.
Aam disuruh tunggu, dan dia menelpon ke Hallo BCA, lalu kita mengadakan
pembicaraan teleconference bertiga, Bambang, Aam dan Irfan yang mengaku
dari Hallo BCA. Setelah itu Aam diguiding oleh Irfan langsung agar uang
transferan Bambang bisa diterima/dilihat segera, dgn disuruh mengecek
informasi saldo. Aam dituntun terus, sampai akhirnya disuruh tekan kode
dsbnya, yang ternyata itu adalah transferan keseseorang.
Yang jadi perhatian, Aam diminta tidak untuk mentransfer, tapi mengisi
kode, seolah2 si Irfan ini memang benar dari Hallo BCA. Seandainya saja
kalau saya diminta untuk tulis transfer ke no.rek seseorang dan nilainya
berapa, mungkin Aam pasti menolaknya, tapi Aam yang tidak habis pikir
koq mereka bisa hanya diminta menulis kode lalu keluar transferannya.
Setelah isi kode, lalu Aam disuruh cepat2 tekan "Ya" , lalu keluar
struk transfer.
Aam mulai sadar, setelah ada struk keluar dari ATM.dia bilang koq jadi
aam yang transfer, tapi si B bilang itu proses output dulu nanti setelah ini
katanya akan ada input data dari transferan Bambang sebesar 2,5 Jt.
Si Irfan ini menyuruh Aama melakukan proses lagi karena belum selesai,
Aam masih menurut mengikuti petunjuk dia, tapi kali ini Aam hati2,
seperti tadi Aam disuruh tekan kode, dan yang keluar di layar adalah
transfer ke BRI a/n Suparman sebesar Rp. 5 jt.
Aam saat itu sadar kalau saya telah melakukan kesalahan, lalu aam
bilang Irfan kalau dia tidak setuju dgn cara ini, lalu Aam bicara dgn
Bambang yang dari tadi memonitor pembicaraan Aam dgn Irfan.
Si Irfan ini menyuruh Aama melakukan proses lagi karena belum selesai,
Aam masih menurut mengikuti petunjuk dia, tapi kali ini Aam hati2,
seperti tadi Aam disuruh tekan kode, dan yang keluar di layar adalah
transfer ke BRI a/n Suparman sebesar Rp. 5 jt.
Aam saat itu sadar kalau saya telah melakukan kesalahan, lalu aam
bilang Irfan kalau dia tidak setuju dgn cara ini, lalu Aam bicara dgn
Bambang yang dari tadi memonitor pembicaraan Aam dgn Irfan.
Aam bilang ke Bambang kalau dia tidak nyaman dgn cara
transaksi ini, Aam minta dia datang kerumah saja melakukan
transaksi ini, Aam minta dia datang kerumah saja melakukan
untuk transaksi dan mengembalikan uang transferannya yang 15 jt tersebut,
dia menyetujui dan akan segera ke Jakarta besok.
Dalam hitungan detik Aam segera menghubungi Hallo BCA, minta transaksi
yang baru tadi di cancel, tapi dari pihak BCA tidak bisa melakukannya,
harus melalui prosedur, yaitu dia harus fax data sbb ke Hallo BCA:
1. Struk BCA
2. Foto copy KTP
3. Buat Kronologi kejadian
4. Laporan permintaan pemblokiran rekening tersangka atas nama
Dalam hitungan detik Aam segera menghubungi Hallo BCA, minta transaksi
yang baru tadi di cancel, tapi dari pihak BCA tidak bisa melakukannya,
harus melalui prosedur, yaitu dia harus fax data sbb ke Hallo BCA:
1. Struk BCA
2. Foto copy KTP
3. Buat Kronologi kejadian
4. Laporan permintaan pemblokiran rekening tersangka atas nama
langsung Kapolres, tidak boleh diwakilkan atau dari Polsek.
Semua data harus tsb segera di fax untuk diproses. Bisa dibayangkan
menyiapkan itu semua habis berapa lama? Dia pulang kerumah,
Semua data harus tsb segera di fax untuk diproses. Bisa dibayangkan
menyiapkan itu semua habis berapa lama? Dia pulang kerumah,
dgn wajah pucat menulis kronologi kejadian itu.
Siapkan foto copy KTP, fotocopy struk transfer, dan kronologinya.
Pada waktu itu sudah sekitar jam 16.00, setalah Aam fax ke Hallo BCA,
dia meluncur ke POLRES Jakarta Pusat di Kramat Raya.
Setelah buat laporan di depan, Aam diminta untuk ke unit Serse,
diwawancarai dan menulis lagi laporan lengkapnya, untuk ditanda tangani
oleh Kapolresnya, tapi tidak hari itu, karena hari itu adalah hari libur, tapi serse
Siapkan foto copy KTP, fotocopy struk transfer, dan kronologinya.
Pada waktu itu sudah sekitar jam 16.00, setalah Aam fax ke Hallo BCA,
dia meluncur ke POLRES Jakarta Pusat di Kramat Raya.
Setelah buat laporan di depan, Aam diminta untuk ke unit Serse,
diwawancarai dan menulis lagi laporan lengkapnya, untuk ditanda tangani
oleh Kapolresnya, tapi tidak hari itu, karena hari itu adalah hari libur, tapi serse
disana baik lalu Aam diminta untuk tlp Hallo BCA lagi, bahwa sudah fax yang
laporan dari Polres untuk minta pemblokiran.
Dari pihak Hallo BCA tetap tidak mau melakukan itu, dan bersikeras minta
Kapolresnya yang harus tanda tangan. Serse disana sampai marah ke Hallo
BCA minta ini dibuat status darurat, lalu setelah itu Hallo BCA mengiyakannya.
26 Mei besoknya Aam ke BCA Benhil untuk laporan, hasilnya sbb:.
Pada pk 14.45 transfer Rp. 14.995.818,- ke rek. Zainal Arifin No.
6860150351, BCA cab. Kwitang Senen.
Setelah dilacak rek. tersangka, telah terjadi penarikan:
1. Pada pk. 14.51.45 sebesar Rp. 5 jt
2. Pk 14.51.02 sebesar Rp. 2,5 jt
3. Pk 14.51.39 sebesar Rp. 2,5 jt.
4. Pk ? (belum diketahui) penarikan lagi sebesar Rp. 2,5 jt
5. Pk ? (belum diketahui) penarikan lagi sebesar Rp. 2,5 jt
6. Dan transfer ke nama Hendra Rahardian sebesar Rp. 96 rb.
Pada waktu itu pukul 9 pagi di BCA Benhil dan dicheck kembali rekening
Zainal arifin tersebut, ternyata belum ditandai sebagai rekening yang
mencurigakan atau pun diblokir dari pihak BCA. Jadi apa yang dijanjikan
oleh Hallo BCA ternyata bohong sekali, memang mereka tidak bisa
melakukan apa2, karena system yang mereka buat sendiri.
Aam datang langsung ke BCA pusat diSudirman ketemu dgn supervisor
atau manajer Hallo BCA , tapi tidak diijinkan lalu dia diterima oleh
manajer customer service ibu Laksmiati, dan dia mengatakan BCA tidak
bisa berbuat apa2 untuk pemblokiran dibutuhkan tanda tangan Kapolres dan
Gubernur BI, yang prosesnya itu memakan waktu 1 bulan, juga tidak dapat
memberikan alamat para tersangka tersebut karena dilindungi UU.
Dari pihak Hallo BCA tetap tidak mau melakukan itu, dan bersikeras minta
Kapolresnya yang harus tanda tangan. Serse disana sampai marah ke Hallo
BCA minta ini dibuat status darurat, lalu setelah itu Hallo BCA mengiyakannya.
26 Mei besoknya Aam ke BCA Benhil untuk laporan, hasilnya sbb:.
Pada pk 14.45 transfer Rp. 14.995.818,- ke rek. Zainal Arifin No.
6860150351, BCA cab. Kwitang Senen.
Setelah dilacak rek. tersangka, telah terjadi penarikan:
1. Pada pk. 14.51.45 sebesar Rp. 5 jt
2. Pk 14.51.02 sebesar Rp. 2,5 jt
3. Pk 14.51.39 sebesar Rp. 2,5 jt.
4. Pk ? (belum diketahui) penarikan lagi sebesar Rp. 2,5 jt
5. Pk ? (belum diketahui) penarikan lagi sebesar Rp. 2,5 jt
6. Dan transfer ke nama Hendra Rahardian sebesar Rp. 96 rb.
Pada waktu itu pukul 9 pagi di BCA Benhil dan dicheck kembali rekening
Zainal arifin tersebut, ternyata belum ditandai sebagai rekening yang
mencurigakan atau pun diblokir dari pihak BCA. Jadi apa yang dijanjikan
oleh Hallo BCA ternyata bohong sekali, memang mereka tidak bisa
melakukan apa2, karena system yang mereka buat sendiri.
Aam datang langsung ke BCA pusat diSudirman ketemu dgn supervisor
atau manajer Hallo BCA , tapi tidak diijinkan lalu dia diterima oleh
manajer customer service ibu Laksmiati, dan dia mengatakan BCA tidak
bisa berbuat apa2 untuk pemblokiran dibutuhkan tanda tangan Kapolres dan
Gubernur BI, yang prosesnya itu memakan waktu 1 bulan, juga tidak dapat
memberikan alamat para tersangka tersebut karena dilindungi UU.
Mudah2an dengan membaca milis ini agar temen2
lebih berhati2 dalam
bertransaksi, dan tidak ada kejadian yg berulang untuk modus operandi yang
bertransaksi, dan tidak ada kejadian yg berulang untuk modus operandi yang
sama.
Sebagai catatan khusus : kejadian hampir sama nyaris menimpa saya
bulan juni yll dengan modus operandi sama dan asal juga Bandung.
Posisi saya juga mau jual mobil untuk keperluan tambahan modal
pengembangan Outlet WANWIN kantin untuk persiapan cabang ke-15
namun alhamdulillah saya segera menyadari dan justru saya waktu itu
dalam posisi ingin menjebak ybs. Namun sayang sang penipu segera
menyadari kalau dia mau dijebak maka segera HP dimatikan dan tidak
pernah hidup lagi, padahal sebelumnya ada >10x saya berkomunikasi
dengan ybs. Iming2 mereka harga nyaris tidak dinegosiasikan, kita jadi
GR dan terlena ..... ? momen ini sang penipu masuk dgn jurusnya.
SALAM HANGAT ,
WANWIN CORNER
AHLINYA MASAKAN PRESTO KREMES & PEPES
0816 180 5711 DAN 021-682 53485
NANTIKAN CABANG KE-15 & 16 : DEPKES & DEPSOS S/D DES 2006
- Ayam Tulang Lunak - Bandeng Duri Lunak
- Ayam Buntel Presto - Pepes Bandeng Presto
- Bebek Goreng kremes - Ayam Panggang Klaten
Open multiple messages at once with the all new Yahoo! Mail Beta. __._,_.___
SPONSORED LINKS
| Arizona regional multiple listing service | United regional health care system |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "net-trade" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

