YOGYAKARTA, SENIN - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta dari Januari 
hingga Maret 2007 menemukan 18 sampel darah dari para donor yang positif 
terinveksi virus HIV/AIDS. "Dalam kurun waktu itu kami berhasil mendeteksi ada 
18 sampel darah yang positif terinveksi virus HIV/AIDS dari 6.473 pendonor," 
kata Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Yogyakarta dr Titien Budhiati, 
Senin (11/6).

Ia memerkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah, karena fenomena gunung es 
penyebaran HIV/AIDS di Kota Yogyakarta kemungkinan benar. Menurut dia, pada 
2006 pihaknya berhasil menemukan lebih dari 52 sampel darah dari pendonor yang 
positif terinveksi virus HIV/AIDS. "Sebagian besar sampel darah yang terinveksi 
virus HIV/AIDS itu berasal dari pendonor langsung, yakni pendonor yang 
diperuntukkan bagi pasien. Pendonor ini biasanya berasal dari keluarga, teman 
dekat atau bahkan dari ’donor bayaran’ yang sering menyediakan diri sebagai 
pendonor," katanya.

Titien mengatakan PMI Kota Yogyakarta saat ini belum dapat melakukan pencekalan 
terhadap para pendonor yang positif mengidap HIV/AIDS, atau mereka yang pernah 
melakukan donor namun sampel darahnya ternyata terinveksi virus HIV/AIDS. 
"Karena saat ini kami masih menggunakan sistem manual dan belum komputerisasi, 
maka kami harus mencari satu-satu, sehingga tidak memungkinkan kami melakukan 
pencekalan terhadap donor yang pernah terdeteksi positif terinveksi HIV/AIDS," 
kata dia.

Dalam waktu dekat PMI Kota Yogyakarta akan mengupayakan komputerisasi termasuk 
membuat ’data base’ pendonor, sehingga jika ada pendonor yang positif 
terinveksi HIV/AIDS dapat terdeteksi saat akan melakukan donor lagi. "Dengan 
komputerisasi ini nantinya jika ada pendonor yang positif terinveksi HIV/AIDS 
dan identitasnya telah masuk dalam ’data base’, maka ketika yang bersangkutan 
akan melakukan donor lagi, dan datanya dimasukkan, akan langsung diketahui dan 
dapat dicekal," katanya.

Ia menambahkan, dengan komputerisasi tersebut nantinya juga akan lebih efisien, 
karena selain dapat menghemat kantong darah, juga dapat menekan biaya pengujian 
darah. "Kami selama ini tidak bisa menolak orang yang mau donor, namun dengan 
adanya ’data base’ ini, pendonor yang dicurigai dapat ditolak, sehingga tidak 
banyak kantong darah yang terbuang percuma, begitu pula dengan pengujian 
darah," kata dia. (Antara/Glo) 

Baca artikel lainnya di: http://www.LIONZ.biz








 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/net-trade/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/net-trade/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke