=================================
MLM CUMA NGEBODOHIN ORANG INDONESIA DENGAN SEJUTA
IMING-2 .

POINT NYA:
PENGUSAHA MLM MAU USAHA TAPI GAK MAU BAYAR GAJI ORANG
UNTUK JADI SALESNYA. AKHIRNYA ORANG DI SURUH JADI
SALES. DAN BODOHNYA, ORANG DI SURUH JADI SALES
BUKANNYA DI GAJI MALAHAN KELUAR UANG DAN SI PENGUSAHA
MENGIKAT ANGGOTANYA AGAR TERUS MEMBELI.

JANGAN PERCAYA MLM
===================================

--- "LIONZ.biz" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu
> kaum sehingga mereka mer\ngubah keadaannya yang ada
> pada diri mereka sendiri.”
> 
> MLM boleh saja berasal dari barat. Namun, dalam
> praktek dan implementasinya, bisnis ini penuh nuansa
> Islam, baik silaturahmi, tolong menolong dan tawakal
> dalam merubah nasib.
> 
> Islam, sebagai agama rahmatan lil alamin, tidak
> melulu mengatur hubungan antara manusia dengan
> pencipta-Nya (hablum minallah). Melainkan hubungan
> antara manusia dan sesamanya (hablum minannas).
> Kedua hal tersebut tak dapat dipisahkan. Lebih-lebih
> dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah untuk
> memakmurkan bumi, suatu tugas yangt ak dapat diemban
> oleh malaikat, hamba Allah yang paling taat
> menjalankan perintah-Nya.
> 
> Dalam melaksanakan kekhalifaannya itu, Ilahi
> menyiapkan beberapa perangkat kepada manusia,
> sesuatu yang tak diberikan sempurna kepada mahluk
> lainnya, seperti akal, nafsu, naluri, budi, ilmu dan
> agama. Karena itu, manusia merupakan mahluk paling
> sempurna diantara mahluk ciptaan-Nya. Dan
> perangkat-perangkat tadi digunakan, setelah manusia
> menjalankan shalat (hablum minallah), seperti
> diamanatkan dalam Al Qur’an surat Al Jumu’ah, ayat
> 62: Apabila telah ditunaikan shalat, maka
> bertebaranlah kami di muka bumi; dan carilah karunia
> Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya
> kamu beruntung. Carilah karunia Allah pada ayat
> tersebut – banyak menyebut kewajiban manusia untuk
> bekerja dan berusaha – bukan semata-mata uang. Kata
> K.H Abdullah Gymnastiar, dalam tulisannya di
> Republika, rubrik Taushiyah, alat ukur keuntungan
> dalam berbisnis atau bekerja itu ada lima.
> 
> Pertama, keuntungan amal shaleh.
> 
> Kedua, keuntungan membangun nama baik.
> 
> Ketiga, keuntungan menambah ilmu, pengalaman dan
> wawasan.
> 
> Keempat, keuntungan membangun tali silahturahmi atau
> relasi yang baik.
> 
> Kelima, keuntungan yang tidak sekadar mendapatkan
> manfaat bagi diri sendiri, melainkan bagi banyak
> orang dan memuaskan orang lain.
> 
> Ternyata, dari lima alat ukur itu, semua terakomodir
> dalam bisnis MLM. Misalnya, keuntungan membangun
> relasi dan silaturahmi, merupakan hal pokok dalam
> bisnis MLM. Sebab, dalam bisnis MLM, dibangun atas
> dasar dua prinsip: menjual dan mensponsori orang
> lain ke dalam bisnis ini.
> 
> Kedua hal tersebut, hanya dapat dilakukan dengan
> melakukan silaturahmi (dalam MLM disebut home
> sharing, home meeting). Dalam silaturahmi itu,
> pelaku bisnis ini mempresentasikan tentang
> keunggulan produk maupun peluang bisnisnya untuk
> menjadi jutawan.
> 
> Silaturahmi, dalam bisnis MLM, dianjurkan dari
> orang-orang terdekat dahulu, seperti anggota
> keluarga dan sahabat. Kepada merekalah, kunjungan
> dilakukan untuk memperkenalkan bisnis ini. Lalu,
> dilanjutkan dalam aspek yang lebih luas, tetangga,
> relasi, maupun kenalan-kenalan baru.
> 
> Lagi-lagi dalam perspektif Islam, silaturahmi dan
> menjual, juga dianjurkan. Silaturahmi dalam hadis
> nabi yang diriwayatkan oleh Bukahri, “Siapa yang
> ingin murah rezekinya dan panjang umurnya maka
> hendaklah ia mempererat hubungan silaturahmi”.
> Begitupun saat ditanya oleh sahabatnya tentang usaha
> yang terbaik, Rasullah menjawab: kerja dengan
> seseorang dan semua jual beli yang mabrur.
> Kebetulan, sebelum diangkat menjadi rasul, profesi
> nabi adalah berdagang yang dilakukannya sejak usia
> 12 tahun.
> 
> Dalam berdagang, nabi dikenal jujur, sehingga
> dijuluki Al Amin (orang yang daoat dipercaya).
> Kejujuran nabi dalam berdagang –samapai ke negeri
> Sjam – membuat investornya konglomerat Siti
> Khadijah, jatuh cinta. Keduanya menikah dalam usia
> yang terpaut jauh: Siti Khadijah berusia 40 tahun,
> sedang nabi 25 tahun.
> 
> Setelah berhasil mensponsori, maka peran upline
> selaku “orang tua” kepada downline dilakukan.
> Layaknya orang tua, upline memberikan pengarahan,
> bimbingan dan mengajarkan tentang seluk beluk bisnis
> ini. Ataupun mengikuti training dan pelatihan yang
> dilakukan perusahaan maupun para leader, yang dalam
> Islam, dikenal Taushyiah (saling berbuat kebaikan)
> Dalam kegiatan ini, seperti dikatakan oleh Aaa Gym –
> demikian sebutan akrab K.H Abdullah Gymnastiar –
> diperoleh keuntungan menambah ilmu, pengetahuan dan
> wawasan.
> 
> Katanya, jika punya banyak uang, tapi tidak berilmu,
> sebentar saja uang itu bisa hangus. Tidak sedikit
> orang punya uang, tetapi tidak memiliki banyak
> pengalaman, sehingga mereka mudah tertipu.
> “Sebaliknya, misalkan uang kita habis dirampok,
> kalau kita memiliki ilmu, kita bisa mencarinya lagi
> dengan mudah,” demikian cuplikan dari surat kabar. 
> 
> 
> Baca artikel lainnya di http://www.LIONZ.biz
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 



 
____________________________________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/net-trade/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/net-trade/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke