Pendaftaran Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) 
2024 dibuka bersama dalam jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru 
(Sipenmaru) Bersama (Simama) Poltekkes Kemkes. Calon mahasiswa dapat 
mendaftar secara online di simama-poltekkes.kemkes.go.id mulai 1 Maret - 3 
Mei 2024.

Jalur Simama Poltekkes 2024 diperuntukkan bagi lulusan SMA, MA, dan SMK, 
hingga Paket C. Pendaftar Poltekkes 2024 jalur ini akan menjalani ujian 
tulis berbasis komputer (CBT) dan uji kesehatan, seperti dikutip dari laman 
resminya.

Simama Poltekkes mengenakan biaya pendaftaran Rp 125 ribu bagi pendaftar. 
Tahun ini, Simama CBT akan digelar serentak di 38 Poltekkes se-Indonesia. 
Berikut jadwal pendaftaran Poltekkes 2024 beserta syaratnya.

Proses seleksi berdasarkan nilai akademik dan prestasi yang ditetapkan PTN 
(akademik / non akademik). Hanya peserta yang masuk pemeringkatan yang 
dapat mendaftarkan diri. Pemeringkatan dilakukan pihak sekolah 
memperhitungkan nilai mapel (rapor semester 1-5). Kuota pada tahun 2021 
sebesar minimum 20 persen.

Seleksi dilakukan oleh LTMPT. Siswa dapat memilih dua program studi dari 
satu PTN atau dua PTN. Jika memilih dua program studi, salah satu PTN yang 
dipilih wajib berada di satu wilayah yang sama dengan sekolah. Siswa bisa 
memilih jurusan S1 dan D4 di beberapa politeknik negeri.

Seleksi oleh LTMPT setelah Pelaksanaan SNMPTN selesai. Proses seleksi 
berdasarkan hasil ujian tulis berbasis komputer (UTBK) dan kriteria lain 
yang ditetapkan bersama oleh PTN. Peserta berasal dari tiga angkatan 
terakhir. Kuota pada tahun 2021 sebesar minimum 40 persen.

Siswa dapat memilih dua jurusan pada satu PTN, ataupun satu jurusan di dua 
PTN. Siswa dapat memilih Jurusan S1 dan D4 di politeknik negeri. Perlu 
diperhatikan bagi siswa yang telah lulus SNMPTN akan ditolak mendaftar 
SBMPTN.

Seleksi mandiri merupakan jalur masuk PTN yang diadakan oleh tiap 
universitas secara mandiri. Persyaratan, ketentuan, dan waktu seleksi 
menyesuaikan kampus masing-masing. Proses seleksi menggunakan tes dan atau 
menggunakan nilai UTBK. Kuota pada 2021 sebesar minimum 30 persen. Ada 
beberapa jalur masuk yang juga termasuk kategori jalur mandiri seperti 
jalur prestasi akademik/non akademik dan jalur kemitraan.

Tes ini diadakan bersamaan oleh Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara 
(SSCASN), pendaftaran mengikuti alur pengisian data di SSCN. Beberapa tes 
yang dilalui untuk dapat menuntut ilmu di sekolah kedinasan, seperti tes 
kemampuan dasar (SKD), tes kemampuan bidang (SKB), wawancara, dan tes 
kesehatan (keterangan detail akan dijelaskan pada pembahasan tersendiri).

Ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) saat ini lebih dikenal sebagai 
Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) dan Seleksi Nasional Berbasis 
Prestasi (SNBP). Namun, tahukah kamu, istilah tersebut telah mengalami 
beberapa kali perubahan sejarah penamaan ujian masuk PTN loh. Selain 
perubahan nama, seleksi PTN juga berulang kali mengalami perubahan sistem 
dan aturan yang berlaku. Untuk lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut 
yuk!

SKALU atau Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas pertama kali 
dilaksanakan pada tahun 1976. Sesuai namanya, ujian tersebut dilaksanakan 
serentak oleh lima perguruan tinggi negeri, yaitu Universitas Indonesia, 
Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Gadjah 
Mada, dan Universitas Airlangga.

Pada tahun 1979, SKALU berubah menjadi SKASU atau Sekretariat Kerjasama 
Antar Sepuluh Universitas karena jumlah PTN yang mengikuti seleksi bersama 
menjadi 10 PTN. Lima PTN yang baru bergabung adalah Universitas Padjajaran, 
Universitas Diponegoro, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh 
November, dan Universitas Sumatera Utara.

Sipenmaru merupakan singkatan dari Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru. 
Sistem ini merupakan lanjutan dari SKALU dan dimulai pada tahun 1983. 
Jumlah PTN yang mengikuti sistem seleksi ini bertambah semakin banyak.

Pada masa ini pula diperkenalkan sistem penerimaan mahasiswa tanpa 
memerlukan ujian. Sistem tersebut bernama Penelusuran Minat Bakat dan 
Kemampuan (PMDK). Sistem ini mirip dengan SNMPTN karena menggunakan jalur 
raport dan prestasi. Bedanya dengan SNMPTN, PMDK tidak diikuti oleh seluruh 
PTN sehingga pilihan kampus jadi terbatas.

Pada tahun 1989, istilah tes masuk PTN berubah menjadi Ujian Masuk 
Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN). Selain perubahan nama, terdapat perubahan 
sistem ujian pada masa ini. UMPTN pertama kali menerapkan seleksi 
berdasarkan tiga kelompok ujian, yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu 
Pengetahuan Sosial (IPS) dan Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC). Kalau 
sekarang, pengelompokan ujian lebih dikenal sebagai kelompok ujian Saintek 
dan Soshum.

Fakta menariknya, UMPTN merupakan sistem seleksi PTN yang bertahan paling 
lama, sampai 13 tahun loh. Tepatnya. dari tahun 1989-2001. UMPTN tidak lagi 
menjadi seleksi masuk PTN sejak dikeluarkannya Surat Keputusan (SK) 
Mendiknas Nomor 173/U/2001 tanggal 1 November 2001, yang mencabut ketentuan 
yang mengatur tentang UMPTN. Melalui SK ini, Kemendiknas memberikan 
kewenangan kepada setiap PTN untuk menyelenggarakan sistem penerimaannya 
sendiri-sendiri.

Meskipun UMPTN telah dihapus, pada tahun 2002 sebanyak 45 Perguruan Tinggi 
Negeri sepakat untuk melaksanakan seleksi serentak yang disebut Seleksi 
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Seleksi ini menggunakan sistem yang sama 
seperti UMPTN. Bedanya, penyelenggara seleksi ini bukanlah pemerintah, 
melainkan sebuah badan independen bernama Perhimpunan SPMB.

Mungkin saat ini Skollamate sudah familiar dengan istilah ini ya. Ternyata, 
istilah Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah 
dipakai sejak tahun 2008. Lahirnya SNMPTN dilatarbelakangi oleh polemik 
yang terjadi pada sistem SPMB.

Akan tetapi, tahun 2013 SNMPTN hanya untuk jalur undangan saja. Pada jalur 
tertulis, terdapat istilah baru lagi yaitu Seleksi Bersama Masuk Perguruan 
Tinggi Negeri (SBMPTN). Kuota penerimaan mahasiswa juga berubah. Sebanyak 
50% masuk melalui jalur undangan, 30% jalur tulis, dan 20% jalur mandiri. 
Sistem ini bertahan hingga tahun 2016.

Pada tahun 2019, seleksi masuk PTN tidak lagi menggunakan media kertas, 
tetapi diubah menjadi digital (komputer). Akibatnya, terdapat penambahan 
istilah baru, yaitu Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Seleksi jalur 
tulis kemudian dikenal sebagai UTBK-SBMPTN.

Nah, inilah istilah terbaru untuk seleksi masuk PTN. Per tahun 2023, 
istilah SNMPTN berubah menjadi SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan 
Prestasi), sedangkan SBMPTN berubah menjadi SNBT (Seleksi Nasional 
Berdasarkan Tes).

Kriteria penilaian pada SNBP adalah minimal 50% nilai rata-rata rapor 
seluruh mata pelajaran dan maksimal 50% komponen penggali minat bakat 
(nilai rapor dari maksimal 2 mata pelajaran pendukung, sertifikat prestasi, 
dan/atau portofolio). Sedangkan pada SNBT, materi tes tidak lagi 
mengikutsertakan mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur:

Wah, ternyata panjang juga ya perjalanan sistem masuk PTN ini. Kira-kira, 
tahun depan bakal ada perubahan atau tidak ya? Sambil *nunggu *ujian tahun 
depan, yuk persiapkan dirimu mulai sekarang di aplikasi Skolla. Skolla 
menyediakan kumpulan latihan soal PAT/PAS, UTBK, hingga Ujian Mandiri yang 
membantumu menguji tingkat pemahamanmu. Selain itu, Skolla juga memiliki 
fitur belajar Metaverse yang membuat pengalaman belajarmu jadi lebih nyata 
dan interaktif. Jadi, tunggu apalagi, yuk gabung menjadi Skollamate 
sekarang!

Kamu *udah *tau SPAN PTKIN kan, Sobat? Kalau *udah *baca *part *1 yang 
disebutin tadi, kamu pasti *udah *kenal sama SPAN PTKIN. Iya, SPAN PTKIN 
itu adalah cara daftar kuliah jalur rapot yang mirip kayak SNBP.

Terus, ada *ga *nih, yang mirip kayak SNBT? Ada dong, Sobat. Ini dia, UM 
PTKIN yang, sama seperti SNBT, menyeleksi calon mahasiswa baru berdasarkan 
*test* kuliah. UM PTKIN sendiri adalah kependekan dari Ujian Masuk 
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Hanya saja, pilihan kampus di UM PTKIN terbatas pada perguruan tinggi 
negeri di bawah Kementerian Agama, yakni Institut Agama Islam Negeri 
(IAIN), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), dan Universitas Islam 
Negeri (UIN). Namun jangan khawatir, Sobat. Jalur masuk universitas negeri, 
sekolah tinggi negeri, dan institut negeri di bawah Kemenag ini menyediakan 
banyak pilihan buatmu. UM PTKIN 2023 bakal diikuti oleh 58 PTKIN dan satu 
prodi keagamaan universitas negeri di luar Kemenag.

Kapan kamu bisa mengikuti jalur masuk kuliah selain SNBT ini? Jadwal 
pendaftaran UM PTKIN akan dilangsungkan mulai 10 April 2023 sampai 15 Mei 
2023. Peserta UM PTKIN akan mengikuti ujian menggunakan komputer berbasis 
Sistem Seleksi Elektronik (SSE). Uji cobanya dijadwalkan pada 22 sampai 27 
Mei 2023 dan pelaksanaan ujian dijadwalkan pada 29 Mei 2023 sampai 8 Juni 
2023.

Kamu mau kuliah Kebidanan atau Keperawatan di Politeknik Kesehatan 
Kementerian Kesehatan? *Udah *tau jalur apa saja untuk masuk kuliah di 
Poltekkes Kemenkes, Sobat? Ini dia salah satunya, SIMAMA.

SIMAMA adalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Bersama di seluruh 
politeknik di Indonesia yang berada di bawah Kemenkes. Jalur masuk kuliah 
selain SNBT ini sama-sama berbasis tes, tetapi dengan mata uji Matematika, 
Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan IPA (Biologi, Kimia, dan Fisika). 
Lulusan SMA/MA/SMU/Paket C semua jurusan dapat mendaftar SIMAMA pada 
seluruh prodi. Peserta SIMAMA disyaratkan memiliki kesehatan yang tidak 
mengganggu kelancaran kuliah dan aktivitas kinerja sesuai profesinya kelak. 
Untuk itu, beberapa prodi mensyaratkan tinggi badan minimal 155 cm bagi 
laki-laki dan 150 cm bagi perempuan. Prodi-prodi tertentu juga mensyaratkan 
peserta SIMAMA dari SMK yang relevan.

Ada enam politeknik di bawah Kemenparekraf yang akan membuka jalur daftar 
PTN selain SNBT & SNBP, yakni Poltekpar NHI Bandung, Poltekpar Bali, 
Poltekpar Medan, Poltekpar Makassar, Poltekpar Palembang, dan Poltekpar 
Lombok. Kegiatan pendaftaran, pembayaran formulir dan pencetakan Kartu 
Peserta Seleksi (KPS) SBM Poltekpar dijadwalkan berlangsung mulai 13 
Februari 2023 sampai 27 Mei 2023.

-- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"nikola-discuss" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
To view this discussion on the web visit 
https://groups.google.com/d/msgid/nikola-discuss/3b08bdc1-7d0c-4103-8f08-e6b0e7d52be7n%40googlegroups.com.

Reply via email to