Pornografi Kemunafikan Seorang teman menuding saya orang yang berselera rendah dan berotak kotor. Jadah! Berotak kotor? Sebegitu kotorkah otak saya hanya persoalan mengirimkan dua buah gambar wanita telanjang saat berbincang dengannya melalui Yahoo Mesengger.
Kekaguman pun seketika merayap dalam alam pikiran saya tentang sosok teman ini. Seingat saya, semasa kuliah dulu, boro-boro sholat bersentuhan dengan air wudhu saja jarang-jarang. Kini setelah 9 tahun berpisah setelah kelulusan, teman ini telah berubah menjadi sosok yang alim, moralis dan anti pornografi. Apakah perubahan sikap dan sifat teman saya ini dikarenakan dia telah menikah dan dikaruniakan seorang anak atau, jangan-jangan, dia telah mendapat hidayah dari Sang Maha Hidup untuk kembali bersentuhan dengan air wudhu dan bersujud kepada-Nya. Belum lagi menara kekaguman berdiri dengan sempurna. Tiba-tiba dari layar conference room, teman saya ini mengirimkan pesan yang justru menghancurleburkan menara kekaguman yang saya bangun. Isi pesan itu berbunyi: Lo jangan deh kirim-kirim gambar kayak gitu lagi. Di sini orangnya alim-alim semua. Seketika itu pula kekaguman saya beubah menjadi mual dan muak. Alim-alim, ujar saya bersungut-sungut. Saya jadi teringat dengan ceramah ustad atau ulama, soal memilih teman. Menurut para ustad, untuk menjadi wangi maka bergaulah dengan orang-orang yang wangi. Begitu juga sebaliknya, kalau memilih bergabung dengan orang-orang yang busuk, maka kita pun akan busuk. Kira-kira begitulah pesan yang disampaikan ustad atau ulama baik itu di mimbar Jumatan atau di layar televisi. Pada saat yang bersamaan, saya jadi teringat pesan Muhammad Rasulullah saw. Tokoh yang saya kagumi ini pernah bersabda: Sesungguhnya ada orang yang secara lahiriah terlihat berbuat amal ahli surga, padahal ia ahli neraka. Dan ada seseorang yang secara lahiriah ia berbuat amal ahli neraka, padahal ia ahli surga. Sejujurnya, saya sedikit pun tidak berani memutuskan berada di wilayah mana posisi saya dan posisi teman tadi. Saya hanya bisa mengajukan beberapa pertanyaan. Sebenarnya siapakah yang alim itu, teman saya itukah atau rekan-rekan sekantornya? Pertanyaan berikutnya: Kalau kini teman saya itu menjadi alim dan anti pornografi karena lingkungan kerjanya yang alim. Lantas, bagaimana sikap dan prilaku teman saya itu kalau suatu saat nanti dia bekerja di lingkungan yang lebih terbuka dan lebih bebas dalam urusan pornografi? Apakah dia akan tetap menolak pornografi atau sebaliknya? LKantas mana yang lo pilih berotak kotor dengan kejujuran, ketimbang menjadi alim karena lingkungan, tutur teman saya yang lain. Ini juga teman semasa kuliah dulu yang juga telah berpisah selama 9 tahun lebih. Dan lagi-lagi, silahturahmi terjalin kembali lewat Yahoo Mesenger. Saya pilih yang pertama, ketimbang jadi manusia munafik. Namun saya tak ingin menghujat siapa pun. Kalau pun dengan berani saya ajukan pertanyaan ini, toh saya sudah tau jawaban yang akan diberikan, Gue ga munafik. Habis siapa juga orang yang mau mengaku dengan jujur bahwa dirinya manusia munafik. Paling tidak saya hanya ingin belajar jujur dengan diri sendiri. Saya suka dengan wanita telanjang, film porno dan cerita-cerita mesum, termasuk memandangi tubuh istri saya sehabis mandi. Dan satu hal, saya tidak perduli dengan rekan-rekan sekantor mau berkomentar apa. Hal ini coba saya lakukan dengan satu alasan, sampai dunia ini kiamat pun pornografi itu akan tetap ada dan terus ada. Karena pornografi adalah manifestasi dari sifat kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Bayangkan saja, homoseksual dan lesbian sudah hidup pada zama nabi Luth dan dihancurleburkannya kota Sodom-Gomora. Kenyataannya, benih-benihnya terus hidup dan tumbuh di setiap peradaban anak zaman hingga detik ini. Lantas, apakah pornografi itu dilegalkan saja. Ya legalkan saja. Untuk apa juga ditutup-tutupi. Tengok saja, kontroversi di seputar rencana penerbitan Majalah Playboy versi Indonesia. Dua pihak bertempur dengan segunung argumen. Tapi adakah mereka melihat kenyataan di lapangan, bagaimana pasar telah dibanjiri dengan tabloid dan majalah, bahkan ke dalam rumah kita pun dihantarkan wanita-wanita cantik berbikini minim dengan pose yang merangsang. Buat saya jangan hanya Playboy yang terbit, kalau perlu semua majalah yang menjajakan ketelanjangan (baik itu modelnya pria maupun perempuan) silahkan dipasarkan di Indonesia. Cuma dengan beberapa syarat, yakni majalah tersebut di jual dengan menggunakan sampul berwarna gelap, diletakkan di rak paling tinggi dan pembelinya wajib berumur 25 tahun ke atas (kalau perlu dengan menunjukkan KTP, SIM A atau B, Paspor atau tanda kartu indentitas lainnya). Kalau begitu, apakah ada korelasi antara pornografi dengan kotornya otak seseorang? Kalau pertanyaan itu diajukan kepada saya, maka jawabannya jelas. Tidak ada. Dengan catatan, sepanjang melihat ketelanjangan itu diniatkan untuk kebutuhan diri sendiri dalam usaha menambah wawasan serta menambah variasi-variasi baru di atas ranjang tentunya dengan istri sendiri (dibuktikan dengan surat nikah yang sah). Sekali lagi dengan istri sendiri! Dan bukan dengan istri tetangga, pacar, pelacur, gadis tetangga atau yang ketemu dijalan atau anak-anak bau kencur di sekitar rumah. Baik itu suka sama suka atau dengan paksaan alias pemerkosaan. Untuk urusan pemerkosaan, apapun dalihnya, saya mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia, anggota Dewan yang terhormat dan para penegak hukum untuk membuat hukum yang keras bagi para pemerkosa. Usul saya: Kepada Para Pemerkosa dalam sidang diajukan dua pilihan: di hukum mati atau burungnya diamputasi. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan kepada teman yang menuduh saya berotak kotor dengan mengutip ucapan tokoh yang saya kagumi (Muhammad Rasulullah saw): Sesungguhnya segala amal itu ditinjau dari niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan apa yang diniatkan. Nah untuk temanku yang baik itu, saya hanya ingin mengatakan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan haruslah berangkat dari niatannya (lillahi taala). Bukan menjadi alim atau suci karena teman (terlebih-lebih oleh atasan). Karena kalau tidak hati-hati bisa terjerumus dalam kemunafikan. Masa sih kepada Yang Maha Pemilik Hidup musti munafik sih. Hati-hati loh mas . Jakarta, 15 Desember 2006 --- Ki Gemblung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > KOG JADI MEREMBET KE MASALAH AGAMA SEH???? > ----- Original Message ----- > From: monyet > To: [email protected] > Sent: Monday, February 13, 2006 11:10 AM > Subject: RE: [nonamanis] Ganti Anti UU Pornografi > dengan UU Anti POLIGAMI > > > Salam, rekan2 member dan moderator, > > Saya banyak membaca komentar yang pro dan kontra > masalah UU pornografi, > cuman rasanya komentarnya udah melenceng jauh dan > tolong bung moderator bisa > sedikit menertibkan masalah ini. > > Terutama ketika dikaitkan dengan POLIGAMI. Saya > tidak bohong, saya juga suka > lihat gambar porno (itu kenapa saya join > nonamanis) tapi saya mohon jangan > dihubungkan atau diseret ke arah polemik poligami. > POLIGAMI itu sebagian > dari hukum islam dan ingat juga POLIGAMI tidak > identik dengan NIKAH SIRI > atau BAWAH TANGAN. Jadi tolong indonesia dua > <[EMAIL PROTECTED]> dan > rekan2 yang lain, jangan komentar tentang sesuatu > yang tidak ada mengerti > karena akan menjerumuskan anda. Apa perlu juga > dibuat UU yang menghalalkan > daging anjing dan babi jika suatu saat ada yang > merasa itu perlu? Kalo anda > ISLAM tolong ingat lebih dipahami lagi, kalo anda > NON-MUSLIM tolong saling > menghormati kepercayaan masing2. Silahkan anda > hujat rhoma irama atau > siapapun yang anda mau tapi jangan hubungkan > mereka seakan mereka indetik > dengan ISLAM. Mereka adalah manusia yang beragama > islam, bukan ISLAM itu > sendiri. > > Semoga dimengerti dan dipahami oleh semua, tolong > moderator kalo bisa > perdebatan ini ga usah di-approve masuk ke milis. > Ga mutu karena yang debat > juga bukan ahlinya, sama2 awam. > > Terima kasih > > > -----Original Message----- > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of dewi fajar > Sent: Monday, February 13, 2006 9:07 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [nonamanis] Ganti Anti UU Pornografi > dengan UU Anti POLIGAMI > > Gw gak ngerti jalan pikiran kamu. KOk bisa2nya > ngebandingin pornografi dengan poligami? Kalo > ngomong > masalah poligami jelas udah ngomong masalah aturan > dalam agama ISLAM. Kamu ISLAM Ato BUKAN?? > Kalo kamu ISLAM baca tuh aturan mengenai > pernikahan > dalam ISLAM. Kalo kamu bukan ISLAM you'd better > SHUT > UP!! > Gw juga suka yg porno2 tp gak perlu bawa2 masalah > yg > bisa memancing kemarahan orang lain. > > --- indonesia dua <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > UU Anti Pornografi dan pornoaksi jelas ide yang > > bagus, > > hanya batasan2 seperti yg di katakan mr.pemuja > KW > > memang betul gak jelas indikatornya, dan > relatif, > > apakah kalo penonton sudah konak itu sudah msk > > kategori pornografi pornoaksi ? > > > > gue rasa gak ada hubungannya dngn syariat islam, > krn > > negara ini bukan negara islam, hnya mayoritasnya > > islam, kalo pake syariat islam hrsnya 98% > pejabat > > sdh > > dipotong tangannya karena korupsi. > > > > kalo alasannya utk melindungi wanita hrusnya uu > > poligami yg paling mendesak, krn bnyk wanita > yang > > tertipu nikah dibawah tangan/nikah agama > akhirnya di > > depak dengan tidak ada konpensasi apapun seperti > > kasus > > angel elga. puas dipake, ditendang krn gak ada > > kecocokan. > > > > --- pemuja keindahan wanita > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Teman teman semua, kita harus rapatkan barisan > > > menentang UU pornografi dan pornoaksi karena > UU > > > tersebut gak jelas. Batasan tentang porno gak > > diatur > > > secara jelas dan juga ada indikasi pembuatan > UU > > > tersebut dengan berdasarkan syariat Islam. > Kita > > > harus menantangnya. Bisa - bisa ini dipakai > alat > > > untuk melegalkan penggrebekan bar, cafe, > diskotik > > > dll oleh orang - orang yang sok agamais dan > > munafik. > > > > > > Yang sangat disayangkan, mengapa Anggota Dewan > > > mencari pertimbangan ke orang orang yang > pernah > > > tercela seperti Rhoma Irama dan Inneke. > > > > > > Agaknya Rhoma Irama bersuara lantang karena > gak > > bisa > > > dapatkan inul, coba dia kasih tidur ama Inul > dan > > > Inneke tidur ama Anjasmara, pasti akan > ceritanya > > > lain. > > > > > > salam keindahan wanita > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > > Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect > > nasty > > viruses! > > > > > > __________________________________________________ > Apakah Anda Yahoo!? > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki > perlindungan terbaik terhadap spam > http://id.mail.yahoo.com > > > > > Indonesian girls sites by NonaManis: > - MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing > Indonesian Beauties > - IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls > Next Door > - ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica > > Reopening Soon: > - NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > YAHOO! GROUPS LINKS > > a.. Visit your group "nonamanis2" on the web. > > b.. To unsubscribe from this group, send an > email to: > [EMAIL PROTECTED] > > c.. Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of Service. > > > ------------------------------------------------------------------------------ > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.375 / Virus Database: 267.15.5/256 - > Release Date: 10/02/2006 > > No virus found in this outgoing message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.1.375 / Virus Database: 267.15.6/258 - > Release Date: 13/02/2006 > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Indonesian girls sites by NonaManis: - MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties - IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door - ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica Reopening Soon: - NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/nonamanis2/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

