Saya pernah mengirim pendpat saya ttg RUU PORNOGRAFI DLL. intinya kita harus liat masalah dengan berbagai sudut dan jangan mudah dibodohi. kita terlahir dengan merdeka dan punya hak untuk melakukan apapun tanpa merugikan org lain. jangan terpengaruh dengan org yg berpakaian rapi, tutur kata manis dan senyum manis. intinya kitalah yg harus menelaah semua, jangan langsung meng-AMIN-i. kenapa kita harus meniru budaya berpakaian timur tengah yang jelas-jelas bukan busana kita? apa karena guru kita bilang harus, trus kita HARUS mengikutinya? soalnya kalo nggak akan berdosa. jangan jadi orang bodoh! kalau alasan RUU 'sialan' hanya karena mencegah perkosaan dan lain-lain yg jelek2, kenapa bukan kaum laki2nya yg juga menjaga nafsu? ya kan? kalau mau sama mau yaaa silahkan tanpa ada pemaksaan, jadi intinya bukan masalah pakaian tapi isi kepala, ya kan? jangan menjadikan AGAMA sebagai alasan untuk meraih sesuatu. apakah org yg taat dengan agama harus berpakaian seperti ala timur tengah? bagaimana kalau mereka lebih suka memakai sandal dan celana panjang? bukan sarung? apakah akan masuk neraka? dan bagaimana juga dengan orang2 yg diluar kepercayaan tapi seumur hidupnya berbuat baik, apakah mereka pantas masuk neraka? jadi saudaraku....berpikirlah dan mari kita selamatkan indonesia kita yg sedang terpuruk. hobi sex? silahkan. senang coli? silahkan. senang liat gambar porno? silahkan....itu masalah pribadi. tp mari kita berdiri kalau negara kita mulai terpuruk. ok? MERDEKA!
--- William Hommer Boney <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Wah prediksi bung Dimas bakal ada NII bikin gue > grogi > nich .....Ha 3x , berari siap siap aja kita minta > suaka ke Australia aja aahhhh daripada nanti kita di > rajam saya Habib Rhoma Irama dkk.... > > --- dimas supriyanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Salam, > > Yang mesti diwaspadai bukan RUU APP-nya, tapi niat > > busuk yang menungganginya. Bahwa pornografi musti > > dilarang atawa dilokalisir, seperti juga miras dan > > pelacuran memang ya. > > Tapi draft RUU APP yang dibawa Kablan Kaplale itu > > tendensius, mendiskreditkan perempuan, menempatkan > > perempuan sebagai pembawa dosa, cenderung > > ke-Arab-Araban dan beraroma Timur Tengah, itu > > soalnya. > > > > Bisa dimonitor di pemberitaan media, khususnya > > harian > > Republika, RUU APP lebih banyak didukung > ormas-ormas > > Islam Garis Keras seperti FPI, MMI, Hisbuth > Thahir, > > dan konco-konconya. > > Patut diduga RUU APP mau dijadikan "pintu masuk" > > bagi > > berlakunya Syariat Islam, bagi masuknya > > Taliban-Taliban dan Islam garis keras untuk > > berkuasa, > > seperti di Afganistan, dengan mendirikan NII - > > Negara > > Islam Indonesia . Itu soal gawatnya. > > Dengan begitu, disintegrasi bangsa sudah di depan > > mata! > > Sungguh mengerikan!!! > > > > Menolak budaya barat, bukan berarti ke Timur > Tengah. > > Kita masih bisa menjadi diri sendiri. Pakai > kebaya, > > baju bodo, 'kan bisa. Kan masih Indonesia, meski > > bagian atasnya terbuka. > > Penari - penari Tayub, Lengger, dan Jaipong 'kan > > nggak > > kebarat-baratan?! Tapi, menurut Kablan itu bakal > > dibatasi, untuk acara adat, tidak boleh untuk > > "busana > > umum" karena memperlihatkan lekuk-lekuk tubuh. Itu > > yang mau dicapai di RUU APP! > > > > Pendeknya, arah yang dibenarkan untuk berpakaian > ala > > RUU APP adalah busana ke ARab-araban, yang > > dibuntel-buntel kayak kueh lepet, atau kerudungan > > model ondel-ondel seperti yang dilakukan para > > pendemo. > > > > Dalam hal berpakaian, di zaman yang modern begini, > > tidak layak ada Undang Undang Negara mengatur. > > Pakaian > > dan dandanan setiap orang (perempuan dan laki) > hanya > > layak diatur oleh komunitas. > > > > Misalnya, ada pesta halowen tolong pakai kostum > > hantu. > > Ada perayaan Valentin, harap pakai baju warna > pink. > > Ada peresmian proyek baru, tolong pakai batik. Ada > > pengajian, tolong pakai busana muslim, dst. > > Pendeknya, urusan pakaian wilayah Event Organisir > > (EO), panitia-panitia acara. Bukan urusan negara! > > > > Marilah kita bercermin ke negara Asia yang lebih > > maju: > > Saya belum pernah dengar ada pengamat suatu > negara, > > yang kredibel, yang menyebut negara Jepang, Korea, > > Hong Kong, dan Taiwan, sebagai negara seks, negara > > porno, meskipun di negeri 4 Macan Asia ini toleran > > terhadap penerbitan majalah porno. Playboy bisa > > beredar di negeri-negeri ini. Baik edisi > > internasional > > maupun lokalnya. > > > > Kenapa? Karena mereka punya pencapaian prestasi > lain > > yang layak dibanggakan lebih dari sekadar > > memproduksi > > barang porno. > > > > Orang-orang Indonesia jadi cerewet dan nyinyir > > terhadap pakaian, dan penerbitan Playboy karena > tak > > punya prestasi apa pun di internasional selain > bisa > > ngirim babu dan TKI. > > > > Artis remaja Agnes Monica punya argumentasi > cerdas: > > "Yang punya masalah (menahan nafsu seks) 'kan > > lelaki! > > Lelaki yang gak bisa menahan nafsunya, kok, > > perempuan > > yang malah disalahkan?" > > Sungguh cerdas dia. > > > > Bahasa hukum universial yang benar adalah : > > "Anda dinyatakan tidak bersalah sampai Sidang > > Pengadilan membuktikan Anda bersalah!" > > > > Dalam konteks RUU APP kebalikannya : "Anda > dianggap > > bersalah (karena pakai baju sexy), sampai > pengadilan > > membuktikan Anda tidak bersalah (karena terbukti > > tidak > > mengakibatkan tindak perkosaan, dan penyimpangan > > seksual!" > > > > Minum minuman keras dibatasi dan dilokalisir, > > setuju. > > Pemabuk yang melakukan kejahatan dan atau > > mengakibatkan kecelakaan yang merugikan pihak > lain, > > dihukum dua kali lipat dari yang bukan mabuk, > > setuju. > > > > Tapi melarang sama sekali penjualan minuman keras, > > tidak realistis. Sama seperti judi dan pelacuran. > > Dihapuskan sama sekali adalah mustahil. > > Tapi dilokalisir, setuju. > > Las Vegas, Macao, Sydney, Genting Islands, > baik-baik > > saja dengan lokalisasi judinya. > > Negeri-negeri mereka dari hari ke hari tambah > makmur > > saja. > > > > Di sini dengan pemimpin-pemimpin negerinya yang > > munafik, penakut, dan sok moralis, sok beragama, > > tetap > > miskin karena mengabaikan income dari judi. > > > > > > Dimas > > > > > > Mungkin ada yang berargumen: Menutup tubuh seperti > > orang-orang di Arab nggak bisa menjamin tidak akan > > ada > > perkosaan. Buktinya ada cewek yang berjilbab yang > > diperkosa. Jawabannya: Nah... kalau pakai jilbab > > saja masih diperkosa, apalagi kalau pakai baju > > seksi? > > Ini kan analoginya sama saja dengan pertanyaan > > bodoh: > > Apakah sabuk pengaman dan helm bisa menjamin kita > > tidak mati ketika kecelakaan mobil? > > Jawabnya: Pakai sabuk pengaman dan helm saja bisa > > mati, apalagi kalau tidak pakai sabuk pengaman dan > > helm. > > > > Guys... Gue pecandu seks. Tapi gue setuju kalau > > pemerintah membuat undang-undang yang menekan > > sekecil > > mungkin prostitusi. Mungkin RUU APP ada > pasal-pasal > > yang harus disempurnakan, tapi bukan berarti > > harus dihapus atau ditentang! RUU itu gue pikir > > tujuannya baik. Siapa tahu itu bermanfaat buat > > adik-adik kita (terutama yang cewek), atau > anak-anak > > kita kelak (kita nggak mau kan kalau anak kita > > nantinya > > jadi bispak?). > > > > > > > > __________________________________________________ > > Do You Yahoo!? > > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > > protection around > > http://mail.yahoo.com > > > > > > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com > > > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Indonesian girls sites by NonaManis: - MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties - IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door - ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica Reopening Soon: - NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/nonamanis2/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

