|
Bro, sudahlah buat apa
pusing2… Toh ada nggak ada undang2 tetep aja seks
dan pornografi jalan terus… (malah disitu
asiknya khan..) Perkara maling yang udah ada hukumnya aja
masih banyak yang maling… Sy sih setuju ada RUU –
APP dalam arti positif. Sebagai
dasar hukum saja. Lumayanlah dibanding nggak ada…. Yg perlu dicermati adalah jika ada sebagian
/ oknum yg berusaha memasukkan sesuatu yang nggak masuk akal ke dalam UU
tersebut… Dan tentu saja orang2 munafik dibalik itu… Seks itu (sebagai cikal
bakal pornografi) sebenarnya sifatnya pribadi. Dan memang bukan konsumsi umum… Tapi semakin kesini Dan itu yang harusnya mereka sadari… Awalnya khan maksudnya
baik. Anak2
dibawah umur jadi tidak bisa mengakses hal2 yg berbau pornografi dengan mudah. Tabloid vulgar, goyangan
erotis, film2 berbau ‘begituan’. Yang mencetak anak bukan Cuma orang tua tapi juga lingkungan.. Mereka mana tau mana yg
baik, mana yg salah. Kalo kita khan udah tau
mana yg baik, yg salah dan yg enak… (kadang khan
yg penting enak..) Jadi ya itu, sebaiknya kita bisa mengarahkan
para pembuat kebijakan untuk membuat peraturan yg benar2 bisa Cocok dan implementasinya mudah bagi
masyarakat … Kalo saya sih nggak kuatir tuh… toh
saya masih tetep bisa surfing bokep di internet atau di tempat lain… Ayo postingnya ditunggu hehehe… Salam, -----Original Message----- Jelas sekali argumen para
pendukung RUU APP terlihat dangkal dan cenderung tidak mampu memandang dari
segala aspek itu belum termasuk kesan memaksakan kehendak satu kelompok
kepada yang lain, coba ingat pepatah : "Buruk rupa cermin dibelah !", begitulah
kira-2 apabila kehendak mereka yang ingin memaksakan ide kelompok mereka
disimpulkan dengan meminjam pepatah tersebut diatas, yang tidak mampu mengendalikan hasrat
nafsu birahi dirinya sendiri kok orang lain yang disalahkan ! Kualitas
seseorang lebih banyak ditentukan oleh kemauan yg ada pada dirinya sendiri untuk
membentuk diri jangan menimpakan kesalahan pada hal lain atau orang lain. Coba aja berandai-andai
mereka mau bikin NII biarlah, kita tetap NKRI, negeri ini dibagi menjadi dua lantas
bersaing kelompok mana yg akan lebih sukses ? kalau mereka benar-2 menerapkan
ide mereka secara murni pastilah jadinya seperti Afghanistan, nggak ada
tabloid, nggak ada radio, nggak ada TV, nggak ada bioskop, nggak ada musik yg dinamis,
pokoknya semua kembali ke zaman batu deh ! coba apa mereka sanggup menjalani
kehidupan seperti itu ? Kayaknya kok mereka itu
mengalami gegar globalisasi, kaget dgn segala hal dan kemungkinan yg membanjiri
negeri ini sehingga kebakaran jenggot ! Lihat saja orang-2 yg
wawasanya luas pikiranya penuh dgn segala pengetahuan nggak bakalan bingung
kelabakan ketakutan nggak bisa masuk surga ! Hehehe... How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s
low PC-to-Phone
call rates.
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- RE: [nonamanis] Buruk rupa cermin dibelah Wahyu Triatno
- Re: [nonamanis] Buruk rupa cermin dibelah Masli_TelkomNet
- [nonamanis] Re: Buruk rupa cermin dibelah Andy Ramadhani
- Re: [nonamanis] Re: Buruk rupa cermin dibelah duren busuk

