Weleh2 saya terpaksa turun gunung ikutan komentar :
1. Negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bukan negara agama dan bukan sekuler. NKRI merupakan himpunan dari berbagai suku, agama, ras, adat-istiaadat, budaya, dll. Jadi Pihak2 tertentu atas nama Negara tidak bisa mengatur moral dengan memasuki wilayah private dari berbagai suku, ras, agama, adat-istiadat , budaya tersebut.
Misal, Kalau ada pasal yg melarang wanita kelihatan punggung dan pundaknya di area publik dianggap porno, sehingga direpresentasikan sebagai wanita tidak bermoral maka itu keliru besar. dan akan memasuki wilayah private pd adat-istiadat budaya kemben di jawa atau bali misalnya. Pengalaman saya sbg orang jawa sejak kecil diasuk ibunda, dan wanita2 jawa dari yg muda s/d nenek2 pada umumnya masih banyak menggunakan kemben utk sehari2. Namun krn saya sejak kecil diajari budipekerti, sopan santun, adat istiadat
setempat, maka s/d sekarang saya tetap menaruh rasa hormat terhadap mereka atas bimbingannya. Jadi tidak ada korelasi antara wanita yg berkemben (kelihatan punggung-pundak) dengan moralitas.
2. Bahwa yg menjadi critical point adalah subyektivitas dalam memandang. Pd diskusi di TVRI kemarin Misal si A melihat gambar wanita berbikini biasa, tapi si B menganggap porno (softcore). Padahal katagori softcore menurut hemat saya secara universal yg sdh bugil.
3. Jadi harapan saya DPR mendrop saja pasal2 yg kontroversi dan memasuki wilayah private. Tapi bolehlah yg diaatur adalah katagori hardcore saja. Misal pria & wanita bersetubuh didepan umum (club), peredaran film bokep XXX di depan umum / bebas spt di glodok, dll.
Begitu sedikit partisipasi saya & salam
Rgds
Bambang
"G. Genkan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ahem.. apakah semua yang "beragama tertentu" setuju dengan isi RUU APP??
Dari pengamatan saya yang mendukung mayoritas yang memang fanatik. Yang
moderat malah banyak yang anti karena menganggap isi RUU dengan format yang
sekarang terlalu berlebihan dan konyol.
Banyak yang salah kaprah mengira asal "beragama tertentu" pasti mendukung.
PIS N LUV
________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of duren busuk
Sent: Wednesday, April 12, 2006 4:29 PM
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [nonamanis] Fwd: PARAMETER "MORAL" TIAP AGAMA BERBEDA-2
sebenrnya milis ini bukan tempat yg tepat ukt mendiskusikan mslh agama... tp
apa bole buat, moderator udh meloloskannya berarti gw jg bisa ksh komen
donk...
PARAMETER "MORAL" TIAP AGAMA BERBEDA-2
Kami sangat heran jika ada pihak-pihak atau kelompok-kelompok yang
terus-menerus berteriak tentang Moral Masyarakat Indonesia, tetapi diukur
berdasarkan hanya dari agamanya sendiri.
Kami bahkan tidak mengerti bagaimana mereka "mengukur" Moral dan Berdosa
dengan parameter mereka. Karena setahu kami Parameter untuk menilai Moral
pada tiap agama berbeda-beda.
Moral Masyarakat Indonesia diukur dari salah satu agama yaitu (Islam) karena
memang sebagian besar, 89% penduduk Indonesia, beragama Islam. Jadi kalo ada
beragumen demikian, maksudnya adalah ukuran moral mayoritas umat di
Indonesia, yaitu umat Islam. Tentu saja ukuran moral umat beragama lain
berbeda, tp gak mgkn donk disebutin semuanya... Jadi argumen diatas bukan
berarti pemaksaan kehendak atas umat lain...
Sebagai contoh istilah : Ahlak, Aurat, Maksiat, Mungkar, dll sebagainya,
istilah tersebut tidak dikenal dalam istilah agama kami. Jadi janganlah
masyarakat kita yang majemuk dan beraneka-ragam agama dan budaya ini,
"diatur" dengan istilah-istilah dari satu agama tertentu. Hal itu tentu saja
tidak adil, dan tidak benar.
Itu pemakaian bahasa mas... kalo inget pelajaran bhs di SD, Bhs Indo
dipengaruhi berbagai bhs & budaya spt China, Portugis, Belanda, Hindu,
Budha... t'msk juga budaya Arab & Islam...
Contoh konkritnya :
- Istilah menutup "Aurat", dalam hal ini Aurat diterjemahkan sebagai seluruh
anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Kami sangat menghormati
ajaran tersebut. Tetapi ajaran tersebut tidak ada / tidak diberlakukan dalam
ajaran agama kami.
- Begitu pula dengan cara berpakaian dan cara begerak yang diatur dalam RUU
APP yang kontroversial ini, juga Tidak dilarang-larang/diatur dalam agama
kami. Dalam agama kami, sebagai manusia seharusnya bisa mengatur dirinya
sendiri dalam hal berpakaian sesuai etika dalam dirinya dan disesuaikan
dengan tempatnya, situasi dan kondisinya.
Ya terserah yg terjemahin donk.... kalo umat lain mo terjemahan arti &
batasan "aurat" yg berbeda silakan saja... gak ada masalah koq. Tp sy yakin
skali gak ada pemuka agama manapun yg membolehkan pengikutnya utk bugil
dimuka umum...
- Dalam agama-agama lain, berciuman (selain suami-istri) juga bukanlah
sesuatu hal yang Tabu, bahkan dalam Agama Hindu Bali, terdapat budaya
tersebut yang dilakukan oleh muda-mudi (saling berciuman lalu sambil disiram
air).
- Kelihatan pusar dilarang dalam RUU APP, mengapa ?!. Kami menghormati jika
hal itu ditabukan/dilarang dalam agama tertentu, tetapi jika dalam
agama-agama lain tidak dilarang, apakah kami-kami yang berbeda agama juga
harus mengikuti aturan agama tersebut?!. Banyak warga Indonesia keturunan
India yang masih gemar memakai busana sari, yang terlihat pusarnya. Jika RUU
tersebut mengecualikan bahwa untuk baju tradisional
diperkenankan/dikecualikan, lalu ketika warga Indonesia keturunan India
tersebut memakai busana kaos biasa yang memperlihatkan pusarnya, atau warga
lainnya (yang tidak dilarang dalam agamanya) memakai kaos yg kelihatan
pusarnya, maka berdasarkan RUU hal itu menjadi terlarang dan tidak
bermoral?!
Seblm komen lebih jauh... lebih baik posting dulu draft RUU APP tersebut...
biar qta semua disini jelas... mencakup apa saja RUU APP tsb... Apa bnr RUU
tsb melarang umat Hindu utk melakukan upacara ciuman? apa bnr cewe India gak
boleh lagi pake Sari? atau turis tdk bole berbikini di Bali?
- Dalam agama tertentu Poligami dengan batas dan syarat tertentu
diperbolehkan, tetapi dalam agama lainnya hal itu Dilarang/Ditabukan, apakah
kemudian Poligami harus dilarang bagi seluruh masyarakat Indonesia,
dikarenakan ada agama yang melarangnya ?, atau sebaliknya yaitu Poligami
jadi diperbolehkan untuk semua agama? Bukankah tidak seperti itu adanya.
- Dalam agama tertentu segala hal-hal yang memang berbau Pornografi sangat
dilarang/ditabukan. Tetapi dalam agama-agama lain, terdapat kitab-kitab kuno
yang berisi teknik percintaan yang sudah tentu berbau pornografi (Lalu apa
itu dianggap tidak bermoral dan maksiat?!). Tetapi tentu saja kitab-kitab
seperti ini bukan diperuntukan untuk anak dibawah umur, tetapi untuk orang
dewasa khususnya bagi mereka yang ingin menikah dan pasangan suami-istri.
Jadi indikasi ini jelas, bahwa dalam agama-agama lain pun, Pornografi
dilarang hanya untuk anak-anak saja, tetapi diperkenankan bagi orang dewasa.
- Begitu pula dengan istilah "Haram". Pada agama tertentu memakan daging
babi, amphibi, minuman mengandung alkohol memang diharamkan. Tetapi dalam
agama lainnya hal itu tidak dilarang. Pada agama tertentu lainnya yang
justru dilarang adalah memakan daging sapi. Lalu apakah aturan agama yang
satu bisa berlaku bagi agama lainnya. Sebagai contoh yang jelas : Banyak
makanan yang mengandung alkhohol, seperti arak masak dan rhum, begitu pula
minuman yang mengandung alkohol diperkenankan dimakan/diminum dalam
agama-agama lain. Dalam agama-agama lain tersebut yang dilarang adalah, jika
seseorang memakan/meminumnya, lalu kemudian ia mabuk lalu mencuri, menodong,
merusak, atau memukul orang lain, barulah itu yang dikategorikan sebagai
dilarang dan dosa.
Apa benar umat Islam melarang umat lain untuk mkn babi & minum alkohol?
Islam hanya melarang utk umatnya sendiri... umat lain silakan saja... tp
kalo sampe membunuh, mencuri baru sanksi berlaku utk semua...
- Dalam agama kami, Moral dinilai dari Hati dan Perbuatan manusia, bukan
dari cara berpakaian, cara bergerak, atau hal-hal lain yang memang tidak
dilarang dalam agama kami.
Jadi jika kita memaksakan aturan agama kita kepada agama-agama lainnya, maka
kita tidak menghormati TOLERANSI antar agama-agama, yang masing-masing
aturannya berbeda-beda, yang sangat beraneka-ragam di negeri ini.
Moral memang dinilai dari Hati dan Perbuatan manusia spt cara berpakaian,
cara berbicara, cara bergaul dsb...
TOLERANSI antar umat beragama adalah memberikan kesempatan dan tdk saling
mengganggu antar umat beragama untuk beribadat dan menegakkan aturan sesuai
kepercayaan agamanya.
LUV N PIS
Love cheap thrills? Enjoy PC-to-Phone calls to 30+ countries for just 2¢/min with Yahoo! Messenger with Voice.
How low will we go? Check out Yahoo! MessengerÂ’s low PC-to-Phone call rates.
Indonesian girls sites by NonaManis:
- MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties
- IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door
- ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica
Reopening Soon:
- NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "nonamanis2" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

