Berhubung FPI secara tidak sengaja menjadi topik hangat akhir-akhir ini di milis, mungkin ada yang ingin tahu latar belakang organisasi ini.
---
STRUKTUR ORGANISASI FRONT PEMBELA ISLAM
!
25-Feb-2000
JAKARTA, (TNI Watch!,
23/2/2000). Nama Front Pembela Islam (FPI) makin dikenal luas karena aktifitas
kelompok Islam garis keras ini menonjol di berbagai soal politik. FPI muncul
dalam dua tahun belakangan ini, menyusul Komite Indonesia untuk Solidaritas
Dunia Islam (KISDI), organisasi serupa pimpinan Ahmad Sumargono. FPI agak
berbeda dengan KISDI, karena organisasi yang terakhir ini memiliki pasukan
milisi bersenjata (senjata tajam dan pentungan). Milisi FPI, seperti layaknya
organisasi militer, para anggotanya juga memiliki tanda kepangkatan.
FPI
juga dikenal dekat dengan sejumlah kalangan Angkatan Darat seperti Panglima
Kostrad Letjen TNI Djadja Suparman (yang kemudian menghubungkannya dengan
Jendral TNI Wiranto), Mayjen TNI Kivlan Zein, Mayjen TNI Zacky Anwar Makarim,
Kasum TNI, Letjen TNI Suaidi M, Wakil Panglima TNI, Jendral TNI Fachrul Rozi dan
lain-lain. FPI juga dekat dengan pejabat kepolisian Jakarta yakni mantan Kapolda
Mentrojaya, Mayjen Pol Noegroho Djajoesman. FPI juga dekat dengan orang-orang di
seputar Jendral TNI (Purn) Soeharto. Di masa Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto
masih aktif di TNI, FPI (begitu juga KISDI) adalah salah satu binaan menantu
Soeharto itu. Namun, setelah Prabowo jatuh, FPI kemudian cenderung mendekati
kelompok Jendral Wiranto yang uniknya, saat ini, tengah bermusuhan dengan
kelompok Prabowo.
Inilah keunikan lembaga itu. Namun, dari dua hal itu bisa
ditarik kesimpulan bahwa FPI memang memilih mendekati kelompok militer yang kuat
yang bisa diajak bekerjasama dalam perebutan pengaruh politik.
Sejumlah
aksi FPI yang mendukung tentara misalnya:
aksi tandingan melawan aksi
mahasiswa menentang RUU Keadaan Darurat yang diajukan Mabes TNI, 24 Oktober
1999. Ratusan milisi FPI bersenjata pedang dan golok hendak menyerang mahasiswa
yang bertahan di sekitar Jembatan Semanggi, Jakarta Pusat, namun bisa dicegah
polisi. Aksi kedua ketika ratusan milisi FPI yang selalu berpakaian putih-putih
itu menyatroni Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memprotes
pemeriksaan Jendral Wiranto dan kawan-kawan oleh KPP HAM. Milisi FPI yang datang
ke kantor Komnas HAM dengan membawa pedang dan golok itu bahkan menuntut lembaga
itu dibubarkan karena dianggap lancang memeriksa para jendral
itu.
Berikut struktur organisasi FPI dan orang-orang yang menduduki
jabatan dalam struktur dari organisasi yang dikenal tertutup itu.
DEWAN
PIMPINAN PUSAT-FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) PERIODE
1998-2003
Ketua
Majelis Syura: KH Muhammad Amin Syarbini, membawahi Para Ketua Dewan yang
terdiri dari ; 1. Ketua Dewan Syari'at: Al-Habib Ali bin Sahil 2. Ketua Dewan
Kehormatan: KH Muhammad Munif 3. Ketua Dewan Pembina: KH Ma'shum Hasan 4. Ketua
Dewan Penasihat: KH Mahmud Sempur 5. Ketua Dewan Pengawas: KH Al-Habib Sholeh
Al-Habsyi
Para Ketua dewan ini menjadi penasihat dan pengawas organisasi,
mereka memberi masukan pada Ketua Umum
FPI: Al-Habib Muhammad Rizieq Syihab
Lc dan Sekretaris Jendral FPI: KH drs Misbahul Anam.
Sekjen FPI membawahi
bidang:
1. Ketua Hukum Front: Ust TB Abdurrahman SH, MA 2. Ketua Investigasi
Front: Ust TB M. Sidiq AR 3. Ketua Badan Ahli Front: Prof DR Habib Segaf Mahdi
4. Ketua Badan Pengkaderan Front: Ust Reza Pahlevi ZA, S.Ag 5. Ketua Badan Anti
Ma'siat Front: Ust Drs Siroj Alwi 6. Ketua Badan Anti Kekerasan Front: KH TB
Entus Hasanuddin
Ketua Investigasi Front bertugas mencari informasi,
bahkan acapkali menyusupi aksi-aksi mahasiswa dan kampus untuk melihat dan
memetakan tokoh-tokoh mahasiswa dan kelompok demonstran.
Ketua Badan Anti
Maksiat Front adalah 'avant garde'
FPI. Badan Anti Maksiat Front terlibat
dalam sejumlah aksi, terutama sejak kasus kerusuhan Ketapang dan maraknya demo
serta gerakan anti terhadap tempat-tempat yang dikategorikan oleh mereka sebagai
tempat maksiat.
Sedangkan Ketua Umum FPI, yang biasa dikenal dengan
panggilan Habib Rizieq Shihab dalam struktur organisasi dibantu oleh Ketua I, II
dan III, yang masing-masing adalah:
Ketua I adalah KH Drs Salim Nashir
membawahi 1. Ketua Dept Agama: KH. Drs Munif Ahmad 2. Ketua Dept Luar Negeri:
Ust Drs Hasanuddin 3. Ketua Dept Dalam Negeri: Ust Drs Ahmad Sobri Lubis 4.
Ketua Dept Bela Negara dan Jihad: Ust Drs Hasanuddin
Ketua II adalah KH
Drs Oman Syahroni membawahi 1. Ketua Dept SosPolHuk: KH Drs Syarillah Asfari 2.
Ketua Dept Dikbud: KH Al-Habib Muhsin Ahmad Alattas. Lc 3. Ketua Dept Ekuin: Ust
Selamet Ma'arif, S. Ag, SE 4. Ketua Dept Ristek: Prof DR Ir Saerul Alam
MSc
Ketua III adalah Al-Habib Abdurrahman Al-Khirid membawahi 1. Ketua
Dept Pangan: KH Drs Zainuddin Ali Al-Ghozali 2. Ketua Dept Kesra: KH Drs
Nurzaini Suanda 3. Ketua Dept Penerangan: Drs. Iskandar Trilaksono 4. Ketua Dept
Kewanitaan: Ust. Dra Nailah Balahmar
_______________
TNI Watch!
merupakan terbitan yang dimaksudkan untuk mengawasi prilaku TNI, dari soal
mutasi di lingkungan TNI, profil dan catatan perjalanan ketentaraan para
perwiranya, pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan, politik
TNI, senjata yang digunakan dan sebagainya. Tujuannya agar khalayak bisa
mengetahuinya dan ikut mengawasi bersama-sama.
----------
Taken
>From : milis.indonews.com
By : TNI WATCH
(02/24/00)
Indonesian girls sites by NonaManis:
- MoreNonaManis.com est. 2005 - More Revealing Indonesian Beauties
- IndoAmateurs.com est. 2004 - Indonesian Girls Next Door
- ExoticAzza.com est. 2001 - Indonesia Erotica
Reopening Soon:
- NonaManis.com est. 1997 - Sexy Indonesian Girls
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "nonamanis2" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.

