Lucu orang kalo udah udah di butain ama politik... ude jelas2 mukanya
keliatan..malah coba melindungin...mending kaga usah comment... enjoy in aja
rekamannya... ,namanya juga politik...muke jeroannye bro!!!!!!!...
Siapa yg rame2 kemaren merasa ikut milih angkat jari tengah!
Ente ketipu!
It's a bird!!! no!!!! It's a Sup ehhh emprit bondol from senayan
Syahrul Djanius <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Note: forwarded message attached.
Syahrul Djanius
PT.Wahana Bersama Globalindo
Gedung BRI II lat.18 suite 1805,Jl.Jend.Sudirman Kav.44-46
Jakarta 10210
Ph. (62-21)5746666 ext 114 Fax (62-21) 5746887
Website www.wbg-inv.co.id
email : [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Date: Fri, 1 Dec 2006 22:00:25 -0800 (PST)
From: Syahrul Djanius <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: ni nih YZ, Anggota DPR and Dangduters
To: anak bursa <[EMAIL PROTECTED]>,
titien liem <[EMAIL PROTECTED]>,
arie dataprima <[EMAIL PROTECTED]>,
Ari Bs 82 <[EMAIL PROTECTED]>,
yana pajak <[EMAIL PROTECTED]>,
erna soetoyo <[EMAIL PROTECTED]>, agus ibrahim <[EMAIL PROTECTED]>,
agustinus <[EMAIL PROTECTED]>,
Send an Instant Message RATNA BUNDA <[EMAIL PROTECTED]>,
Send an Instant Message Doshiando Lubis <[EMAIL PROTECTED]>,
Tiara Rachmawati <[EMAIL PROTECTED]>, Vicky hidayat <[EMAIL PROTECTED]>,
uyung07 egroups <[EMAIL PROTECTED]>,
yolinda Sahelangi <[EMAIL PROTECTED]>, edy wbg <[EMAIL PROTECTED]>,
bunga putriana <[EMAIL PROTECTED]>,
Harry Respatyo <[EMAIL PROTECTED]>,
nandi stevani <[EMAIL PROTECTED]>,
Nandi Stevani <[EMAIL PROTECTED]>,
"Leoniko.ORang.InDonesia prima" <[EMAIL PROTECTED]>,
prima masterwebnet <[EMAIL PROTECTED]>,
derry DeRy <[EMAIL PROTECTED]>, dedi umbara <[EMAIL PROTECTED]>
Pimpinan Fraksi Golkar Tak Yakin YZ Terlibat Skandal Seks
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI Andi Matalatta
menyatakan pihaknya tidak yakin bahwa YZ adalah pelaku skandal seks yang
rekemannya beredar luas di DPR RI.
Hal itu disampaikan Andi Matalatta di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis petang
berkaitan dengan beredarnya rekaman skandal seks anggota DPR RI berinisial YZ.
Rekaman itu berdurasi sekitar 5-10 menit, sedangkan wanitanya seorang artis
dangdut.
Andi Matalatta mengungkapkan, pihaknya belum pernah mendengar informasi itu,
apalagi melihat rekamannya. Karena itu, tidak yakin YZ melakukannya karena YZ
selama ini bersahaja dan tidak punya karakter tidak bermoral.
Namun bila benar pelakunya adalah YZ, maka partai akan membri sanksi. Yang juga
tidak kalah penting untuk diusut adalah pengedar rekaman itu. Polisi harus
mengusut siapa pihak yang mengedarkannya.
Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyampaikan komentarnya terhadap skandal ini. Dia
menganggap adegan seksual ini tidak pantas dilakukan anggota DPR yang punya
posisi terhormat di mata rakyat.
Dalam kaitan ini pula, Badan Kehormatan (BK) DPR perlu bertindak cepat dan
mengusut tuntas kasus tersebut.(*)
Copyright © 2006 ANTARA
30 November 2006 16:55
Kirim Cetak
http://www.antara.co.id/seenws/?id=47610
Jumat Paing, 1 Desenber 2006
Nusantara
Skandal Seks Hebohkan DPR
Jakarta (Bali Post) -
Gedung MPR/DPR Jakarta heboh, Kamis (30/11) kemarin. Pasalnya, beredar gambar
adegan panas anggota DPR berinisial YZ dengan seorang penyanyi dangdut. Adegan
panas ini diyakini diambil lewat telepon seluler oleh wanita ''lawan main'' si
anggota Dewan yang petinggi partai terbesar di DPR itu.
Adegan panas anggota DPR ini mulai menyebar lewat short massage service
(SMS). Salah satu televisi swasta bahkan sempat menayangkan film berdurasi
pendek ini. Dari gambar tersebut memperlihatkan adegan anggota DPR bersangkutan
sedang berdiri di hadapan si wanita yang sudah berada di tempat tidur dengan
berbalut selimut penutup dada berwarna putih. Sejurus kemudian sang anggota DPR
dalam posisi berdiri tanpa mengenakan busana mendekati wanita berinisial ME
yang berprofesi sebagai penyanyi dangdut.
Ketua Faksi Partai Golkar Andi Mattalata mengatakan, pada prinsipnya Partai
Golkar maupun Fraksi Partai Golkar di DPR tidak akan membebankan YZ untuk
membuktikan benar tidaknya film adegan mesum tersebut. ''Sebelum mengambil
tindakan, kami harus yakin betul bahwa itu gambarnya dia (YZ-red). Tetapi bukan
dia yang harus membuktikan, bukan dia yang harus dicecar,'' kata Andi.
Kalaupun ada pembelaan, kata Andi, F-PG lebih berifat objektif, termasuk bila
ada laporan ke Badan Kehormatan (BK) DPR. Kata Andi, F-PG juga tidak akan
mencegah penegakan etik dan perilaku menyimpang dari anggota Dewan. ''Silakan
saja. Tentu ada pembelaan, tetapi kita lakukan secara objektif,'' ujarnya.
Hingga saat ini, YZ sulit dihubungi. Menurut Andi, yang bersangkutan sedang
berada di Australia dalam rangka kunjungan Tim Peningkatan Kinerja dan Citra
DPR. Staf YZ bernama Jumadi mengaku atasannya sudah dua hari tidak ngantor di
Gedung DPR.
Sanksi Tegas
Di kalangan anggota DPR, persoalan ini menjadi perbincangan serius. Ketua MPR
Hidayat Nur Wahid berharap Badan Kehormatan DPR bertindak tegas terhadap
anggota yang dianggap melakukan perbuatan asusila sehingga tidak makin
memperburuk citra DPR.
''Kecuali kalau memang partainya langsung mengambil sikap dengan
memberhentikan yang bersangkutan maka BK tak perlu repot, karena lembaga itu
juga harus menunggu laporan untuk bisa bekerja,'' kata Hidayat.
Perilaku ini, katanya, tidak terpuji, apalagi dilakukan oleh anggota Dewan
yang seringkali disebut sebagai anggota yang terhormat. ''Jadi, saya kira perlu
disikapi secara cepat dan tegas,'' imbuhnya.
Senada dengan Hidayat, Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengatakan jika
terbukti bersalah, anggota bersangkutan harus dikenakan sanksi tegas. ''Bila
memang benar-benar dilakukan, anggota DPR itu berarti telah melanggar etika
sebagai anggota DPR,'' ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua BK DPR Gayus Lumbuun mengatakan, BK baru akan
bekerja setelah menerima pengaduan dari masyarakat atau dari pimpinan Dewan.
Namun, pihaknya perlu berhati-hati karena masalah ini sangat sensitif dan
menyangkut kredibilitas seorang anggota Dewan dan partai yang mengusungnya.
(kmb4)
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/12/1/n1.htm
Pimpinan FPG Tak Yakin YZ Pelaku Skandal Seks
Jakarta-RoL -- Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI Andi Matalatta
menyatakan pihaknya tidak yakin YZ adalah pelaku skandal seks yang rekamannya
beredar luas di DPR RI.
Hal itu disampaikan Andi Matalatta di Gedung DPR/MPR Jakarta, Kamis (30/11)
petang berkaitan dengan beredarnya rekaman skandal seks anggota DPR RI
berinisial YZ. Rekaman itu berdurasi sekitar 5-10 menit, sedangkan wanitanya
seorang artis dangdut.
Andi Matalatta mengungkapkan, pihaknya belum pernah mendengar informasi itu,
apalagi melihat rekamannya. Karena itu, tidak yakin YZ melakukannya karena YZ
selama ini bersahaja dan tidak punya karakter tidak bermoral.
Namun bila benar pelakunya adalah YZ, maka partai akan membri sanksi. Yang
juga tidak kalah penting untuk diusut adalah pengedar rekaman itu. Polisi harus
mengusut siapa pihak yang mengedarkannya.
Ketua MPR Hidayat Nurwahid menyampaikan komentarnya terhadap skandal ini. Dia
menganggap adegan seksual ini tidak pantas dilakukan anggota DPR yang punya
posisi terhormat di mata rakyat.
Dalam kaitan ini pula, Badan Kehormatan (BK) DPR perlu bertindak cepat dan
mengusut tuntas kasus tersebut. antara
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=273827&kat_id=23
DPR Dihebohkan Skandal Seks Anggotanya
Jakarta, 30 November 2006 18:30
Gedung DPR dihebohkan dengan beredarnya gambar adegan seks seorang anggotanya
dari sebuah fraksi partai besar dengan seorang penyanyi dangdut.
Berbagai kalangan di DPR dan MPR serta DPD sepanjang hari Kamis banyak
memperbincangkan informasi tersebut. Mereka juga berburu rekaman gambar skandal
seks itu.
Gambar tersebut memperlihatkan adegan antara anggota DPR berinisial YZ dengan
seorang wanita penyanyi dangdut. Wanita itu sudah berada di tempat tidur di
sebuah hotel tanpa mengenakan busana, hanya dengan selembar penutup kecil
berwarna putih di bagian dada. Sedangkan anggota DPR, yang juga tak mengenakan
busana, dalam posisi berdiri dan mendekati wanita itu.
Melihat sudut pandang adegan klip video itu, kemungkinan gambar diambil oleh si
wanita. Anggota DPR tampak berusaha menutupi lensa kamera dengan telapak
tangannya, hingga mereka tampak berdekatan. Keduanya tampak makin mendekat,
sebelum rekaman selesai.
Keduanya tampak sama-sama sadar waktu ada pengambilan gambar dilakukan.
Keduanya tampak menikmatinya diselingi tawa.
Di kalangan anggota parlemen, adegan seks yang terekam secara gamblang itu jadi
perbincangan hangat. Wakil rakyat juga saling memberikan komentar atas skandal
ini. Bahkan Ketua MPR Hidayat Nurwahid turut memberikan komentarnya.
Nurwahid berharap, Badan Kehormatan (BK) DPR bertindak tegas terhadap oknum
anggota tersebut sehingga tidak memperburuk citra DPR secara kelembagaan.
"Kecuali kalau memang partainya langsung mengambil sikap dengan memberhentikan
yang bersangkutan maka BK tak perlu repot, karena lembaga itu juga harus
menunggu laporan untuk bisa bekerja," kata Nur Wahid.
Yang jelas, katanya, perilaku ini sangat memalukan. "Saya kira ini tak terpuji,
sangat tidak terpuji. Apalagi yang melakukan adalah orang terhormat, jadi saya
kira perlu disikapi secara cepat dan tegas," katanya.
Namun Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar mengaku belum mengetahui adanya rekaman
itu beredar luas. Menurutnya, bila memang yang terjadi itu benar-benar
dilakukan anggota DPR berarti telah melanggar etika sebagai anggota DPR. "Saya
sendiri belum lihat gambarnya, kalau itu dengan isterinya `kan tidak melanggar
etika. Justru yang menyebarkan yang melanggar etika," katanya.
"Tapi kalau bukan sama isterinya itu urusan lain," kata Muhaimin
Ketua FPG DPR Andi Matalatta yang dimintai komentarnya, mengatakan bahwa pada
dasarnya fraksinya tidak akan memberi beban apa pun kepada yang bersangkutan
sampai ada bukti yang jelas dan pasti.
Sejauh ini fraksi tetap akan melakukan pembelaan secara objektif termasuk bila
ada laporan kepada BK. Fraksi tidak mempunyai kewenangan untuk mencegah apa
yang akan dilakukan lembaga itu.
"Silakan saja melakukan apa yang bisa dilakukan, pembelaan kita tetap secara
objektif saja," katanya.
Tentang sanksi, Andi mengatakan hal itu pasti ada sanksinya. Tetapi untuk
membuktikannya jangan yang bersangkutan dimintai untuk melakukan pembuktian.
"Yang pasti kalau pun nanti ada sanksi terberat adalah berhentikan dari
keanggotaan Golkar," katanya.
Kemungkinan pembusukan Partai Golkar, Andi mengatakan tidak seperti itu,
apalagi semua partai punya lawan makanya jangan mau dibusukkan. "Jangan berbuat
salah karena musuh ada di mana-mana," katanya
"Karena kalau sampai berbuat salah pasti akan dipolitisir lawan politik,"
katanya pula.
Sejauh ini YZ tidak bisa dihubungi. Menurut Ketua FPG Andi Matalata yang
bersangkutan saat ini ada di Australia dalam rangka kunjungan peningkatan
kinerja dan citra DPR. Staf YZ yang ditanya mengatakan atasannya sudah tiga
hari tidak ke kantor Gedung DPR. [TMA, Ant]
http://www.gatra.com/artikel.php?id=99861
Heboh film pendek syur DPR
Gedung DPR di Senayan, Jakarta, memang tak pernah kekurangan berita dan cerita.
Kali ini adalah cerita tentang beredarnya rekaman video seorang anggota dewan
yang sedang ber-'smack down' dengan seorang perempuan yang konon seorang artis
dangdut. Dari rekaman video yang diambil dari kamera ini terlihat adegan sang
wakil rakyat yang berinisial YZ sedang berasyik masyuk tanpa busana dengan si
artis yang disebut-sebut berinisial ME.
Dalam rekaman berdurasi pendek ini, si artis tampak sudah berada di tempat
tidur yang kemungkinan berlokasi di sebuah hotel. Sang perempuan hanya
mengenakan selembar penutup dada. Sedangkan 'artis pria'-nya juga sudah tanpa
busana berjalan mendekati lawan mainnya.
Lelaki yang wajahnya dikenali sebagai anggota DPR dari partai besar itu
sebetulnya terlihat berusaha menghentikan rekaman. Tetapi, sang perempuan
kemudian menjauhkan tangannya, sehingga kamera masih sempat aktif saat keduanya
berada dalam posisi yang saling berdekatan.
Senayan pun heboh. Rekaman video itu begitu cepat beredar. Stasiun televisi
bahkan sudah menayangkan film berdurasi pendek tersebut meski ditampilkan
secara blur.
Sejak kemarin, rekaman video yang tidak elok itu menjadi pembicaraan panas di
parlemen. Dan sampai saat ini YZ belum dapat dikonfirmasi karena sedang berada
di Australia untuk kunjungan peningkatan kinerja dan citra DPR.
Tindak tegas
Ketua MPR Hidayat Nur Wahid berharap Badan Kehormatan DPR bertindak tegas
terhadap anggota tersebut, sehingga tidak memperburuk citra DPR.
Mantan Presiden PKS ini menilai jika rekaman itu benar, maka perilaku anggota
dewan tersebut sangat memalukan dan tidak terpuji. Oleh karena itu, dia
berharap induk partai anggota dewan yang terkait dapat langsung mengambil
tindakan tegas sebelum kasusnya sampai ke BK.
Namun, Ketua BK Slamet Effendy Yusuf belum bersedia memberikan komentar
terhadap kasus ini. "Saya malah belum lihat rekaman itu. Hari ini saya masih
belum aktif, tugas di BK untuk sementara dipegang oleh Pak Gayus
[Lumbuun/anggota BK]."
Saat dihubungi tadi malam, Gayus juga belum dapat memberikan komentar karena
sedang berada di luar negeri.
Wakil Sekjen DPP Golkar Priyo Budi Santoso yang biasanya bersuara lantang,
kemarin juga menolak berkomentar. "Saya no comment deh untuk kasus ini. Nggak
enak."
Dia sangat terkejut ketika mengetahui bahwa rekaman ini sudah beredar luas,
bahkan sudah ditayangkan di televisi.
Anggota DPR dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi (BPD) Ali Mochtar Ngabalin
tidak percaya bahwa yang terekam dalam film pendek itu adalah YZ.
"Sejauh saya kenal yang bersangkutan, sepertinya itu tidak benar. Saya harus
konfirmasi yang bersangkutan dulu, baru memastikan. Tapi itupun juga Anda tidak
harus tahu," ujar dia.
Mengutip kantor berita Antara, menurut Ketua FPG DPR Andi Mattalata,
fraksinya tidak akan memberi beban apapun kepada yang bersangkutan sampai ada
bukti yang jelas dan pasti.
Sanksi baru akan diberikan jika perbuatan tidak senonoh tersebut telah
terbukti secara sah. Sanksi terberat yang mungkin dikenakan adalah
diberhentikan dari keanggotaan Partai Golkar.
Yang jelas, pekerjaan BK memang akan bertambah. Kasus voucher pendidikan yang
diduga melibatkan Ketua DPR Agung Laksono saja baru akan disidangkan
pertengahan bulan depan. Ada tujuh anggota dewan yang kasusnya sudah siap
diperiksa berkaitan dengan pelanggaran kode etik. Kasus film pendek ini tentu
juga akan menjadi ujian tambahan bagi BK.
Penasaran ingin melihat rekaman videonya? Silakan berburu.... (02) ([EMAIL
PROTECTED])
Oleh Tri D. Pamenan
Wartawan Bisnis Indonesia
http://www.bisnis.com/servlet/page?_pageid=127&_dad=portal30&_schema=PORTAL30&vnw_lang_id=2&ptopik=A07&cdate=01-DEC-2006&inw_id=489514
Note: forwarded message attached.
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.
---------------------------------
Want to start your own business? Learn how on Yahoo! Small Business.Date:
Sat, 2 Dec 2006 12:33:55 +0700
From: "Syahrul Djanius" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "syahrul djanius" <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: [nonamanis] Ini nih YZ, Anggota DPR and Dangduters
---------- Forwarded message ----------
From: raden rangga <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Dec 2, 2006 11:25 AM
Subject: Fwd: [nonamanis] Ini nih YZ, Anggota DPR and Dangduters
To: rozy afrial <[EMAIL PROTECTED]>, [email protected]
Siapa sih nama penyanyi dangdutnya kok kagak kenalin wajahnya, inisialnya ME ya
bro.....
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.