G: Sebetulnya sih karena sistemnya saja mas.  Jadi sepertinya karena tidak ada 
nya "sentral" (mungkin semacam "editor in chief" yaa) akhirnya memang sikap dan 
standard mereka juga macam-macam.  Tergantung masing-masing kontributor saja.  
Tapi ya itu urusan mereka sendiri lah, ngapain kita pusingin?  Lagipula 
sekarang sudah reda, dan yang terakhir juga sepertinya "gak laku" beritanya.



----------


kalo kasusnya gitu, yang kelola anak2 kecil, ego
tinggi, pemikiran belon luas n dewasa.

--- Bagus Aditya Ramadhan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> tapi ndak fair mereka.... coba sampeyan isi koment
> yang nyerang detik.. 
> 100% ndak bakalan dipajang..!
> media aneh....
> 
> nonamaniscom wrote:
> >
> > Kalau masalah detik sih.. biar ajalah. Memang satu
> ini nyeleneh
> > sendiri, ga seperti pers lainnya yang pro freedom.
> Tapi itu karena
> > sistem mereka sendiri kali ya yang memang memakai
> banyak kontributor
> > yang sifatnya berbeda-beda. Jadi memang suara dan
> standard nya juga
> > naik turun.

Kirim email ke