nyebelin
itu contoh pemegang kebijakan yg tidak bisa membedakan mengatur dan melarang.
content2 dewasa hanya boleh dikonsumsi oleh mereka yg berusia 17 atw 21 th ke 
atas, dan anak2 dibawah usia itu dilarang mengkonsumsinya.
sbgmana kejahatan, tidak bisa dihapus melainkan dikendalikan.
sy pecinta wanita2 telanjang, content xxx/adult/bluefilm/adultcomic dsb
tp knp?krn sy dah cukup umur. dan menyadari serta mengetahui mana batasan2nya 
(ky di bulan puasa ini saya stop dulu he3:p)
makanya, 
ini ibarat mencari kambing hitam n cuci tangan
mereka anggota DPR kita yg RAKUS2 HARTA (walau tdk semuanya, tp ad beberapa 
ketauan korupsi:p) itu telah G A G A L membawa bangsa ini ke kemakmuran. maka 
dicari suatu jalan bwt cuci tangan. dgn membuat UU tsb, rakyat 'diharapken' 
menduga bahwasanya mrk itu org2 yg bermoral (pdhl gak sdkt SKANDAL SEKS SENAYAN 
terbongkar)
hanya 1 kata, LAWAN =))
hidup wanita, hidup tubuh wanita, hidup kebebasan adult content :p
mending diatur, jangan dilarang. karena sesuatu yg kaya "gini" bila dilarang 
justru akan makin "hebat" (lihat buku opium to java) masa org2 pemerintah, 
termasuk agen2 intelejennya gak mikir sich??gak bisa mengetahui lebih banyak 
mana manfaatnya DIATUR atau DILARANG
capek deh
crettttt!!!! 


--- On Tue, 9/16/08, Jodhy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Jodhy <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: RE: [nonamanis] Sungguh Memualkan
To: [email protected]
Date: Tuesday, September 16, 2008, 10:53 AM










    
            







Memang munafik  

   





From:
[EMAIL PROTECTED] ups.com [mailto:nonamanis2@ yahoogroups. com] On Behalf Of 
Rama
Octario

Sent: 16 September 2008 10:30

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan 





   









nanti kan baju adatnya kena sensor...trus ga ada lagi orang
pake baju adat...

tiba2 baju adat kita diakuin sama negara tetangga...



ribut2 lagi dah...xixixixixixix i



-rh- 



   





   



----- Original Message ----

From: Jeffry Gunawan <jeffry.gunawan@ yahoo.com. sg>

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Sent: Monday, September 15, 2008 8:44:47 PM

Subject: Re: [nonamanis] Sungguh Memualkan 







walah walah jangankan pake swimsuit, baju adat yg tembus
pandang kayak baju bodo org bugis, baju adat org bali, baju adat jawa, pokoknya
yg tembus pandang dianggap porno, yg buat undang undang ini orang sinting semua 





   



----- Original Message ----

From: imam <[EMAIL PROTECTED] com>

To: jurnalperempuan@ yahoogroups. com; [EMAIL PROTECTED] ups.com

Cc: [EMAIL PROTECTED] com; hudanhidayat@ yahoo.com

Sent: Monday, 15 September 2008 13:54:55

Subject: [nonamanis] Sungguh Memualkan 





Di sebuah koran gurem, saya membaca  RUU Pornografi
akan segera ditandatangani. Di TVOne saya membaca budayawan Bali kembali
menolak RUU 'porno' ini. Saya pikir, penolakan itu wajar. Saya yakin, mayoritas
publik menyetujui adanya Porn Act, supaya tidak ada kerancuan tentang definisi
porno. Supaya tidak ada lagi perempuan yang membawa nama negara berlaga di
ajang bergengsi dunia malah dihujat kelompok anarkis. Supaya tidak ada lagi
model yang berfoto secara profesional di majalah dewasa malah dituding porno.
Tapi bukan dengan RUU 'porno' yang isinya amburadul begini.



Seorang rekan dari milis tetangga menyebut DPR saat ini sudah tidak punya
kredibilitas untuk bicara soal 'moralitas', bicara soal 'mengatur moral rakyat
dari pornografi'. Toh muka DPR sendiri sudah coreng moreng dengan beragam
skandal, dari skandal korupsi hingga skandal seks. Eloknya, pembahasan RUU
Pornografi ditunda hingga terpilihnya DPR baru nanti dengan harapan publik akan
mendapat RUU Pornografi yang lebih cerdas.



Pornografi berasal dari bahasa Yunani yang secara garis besar berarti gambar
yang merefleksikan pelacuran. Mengingat arti dasarnya itu, di negara-negara
maju gambar bugil seorang model sama sekali tidak dimasukkan dalam konten
pornografi melainkan konten dewasa. Ada beda mendasar antara pornografi dan
konten adult. Pornografi bersifat menjijikkan karena berkonotasi pelacur,
sementara konten adult adalah konten terhormat yang legal dikonsumsi oleh
konsumen yang telah memenuhi umur tertentu. Tidak heran, jika banyak selebriti
top dunia (atlet, artis, model, singer) yang enjoy berbugil di salah satu
majalah paling bergengsi di dunia itu. Tidak heran pula, jika banyak
tokoh-tokoh kelas berat dunia yang bangga mengisi rubrik wawancara di majalah
pria terbesar di dunia itu.



Sementara di sini, definisi pornografi sangatlah hipokrit. Swimsuit one piece
di majalah dewasa saja dituding porno. Aroma kemunafikan amatlah kental. Banyak
orang yang ringan mulut di depan publik menyumpahi konten-konten sensual,
padahal dalam hati senangnya bukan main. Tangan satu ditunjukkan di depan
menuding-nuding porno, sementara tangan lain disembunyikan di belakang punggung
memegang majalah dewasa. Tidak heran bila seorang budayawan menempatkan sifat
munafik di peringkat pertama sifat bangsa ini. Sungguh memualkan.



Wassalam 











   







New Email addresses available on Yahoo! 

Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.

Hurry before someone else does!  









   



  







      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke