KENA DIBODOIN ENTE SEMUA , PORNO ITU KALAU ADA DUITNYA , KALAU TIDAK ADA 
DUITNYA ( BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG ) TIDAK PORNO , TUJUAN SEBERNYA 
MEDIA & INDUSTRI HIBURAN ( PORNOGRAFI INDUSTRIAL COMPLEX ) , TAPI BAIK ANGGOTA 
DEWAN & LSM TIDAK ADA YANG BERANI , APALAGI MAU KAMPANYE , RIBUT DI MEDIA SAMA 
JUGA BOHONG , BEBAN MEDIA LEPAS , BERANI TIDAK ENTE RAME-RAME , TAMBAHKAN 
SEDIKIT PADA UNDANG-UNDANG TERSEBUT " ADA UANG BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK 
LANGSUNG ADALAH PORNO , BILA TIDAK ADA UANG DALAM AKTIFITAS TERSEBUT BAIK 
SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG ADALAH TIDAK PORNO " .
DENGAN ALASAN KONSTITUSI KITA PAKAI PREAMBULE , UU PORNO HARUS PAKAI JUGA .
 

--- On Fri, 10/31/08, berondong panggilan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: berondong panggilan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [nonamanis] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi di 
Yogya)
To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, October 31, 2008, 7:26 PM











--- On Fri, 10/31/08, novan prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: novan prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi 
di Yogya)
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, October 31, 2008, 3:19 PM



--- On Thu, 10/30/08, novan prasetyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: novan prasetyo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi 
di Yogya)
To: "mbak ade" <[EMAIL PROTECTED]>, "pak asep" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], "AW Dr.Budi" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL 
PROTECTED], "emil" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "rio ikj" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "harry irawan" <[EMAIL PROTECTED]>, "ema istianasari" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "fadil kost" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "Kharina H. 
Pranata" <[EMAIL PROTECTED]>, "Irfan
 Produser" <[EMAIL PROTECTED]>, "joseph produser" <[EMAIL PROTECTED]>, "fadhly 
saputra" <[EMAIL PROTECTED]>, "fadly saputra" <[EMAIL PROTECTED]>, "arip SMA 2" 
<[EMAIL PROTECTED]>, "bayu solo" <[EMAIL PROTECTED]>, "budi sound" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "esha studio 19" <[EMAIL PROTECTED]>, "ocha traxfm" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Mbak Vita" <[EMAIL PROTECTED]>, "tri warnet uk" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Lisa Widyastuti" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, October 30, 2008, 12:00 PM



--- On Wed, 10/29/08, Guritno <[EMAIL PROTECTED]>
 wrote:
From: Guritno <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [NaratamaTV] FW: Rekaman Anggota DPR yg Rasis (TTG RUU Pornografi di 
Yogya)
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, October 29, 2008, 11:49 PM







    
            
















From: Titiana Adinda
[mailto:titiana. [EMAIL PROTECTED] com] 

Sent: Thursday, October 30, 2008
10:19 AM

To: muji.novrita@ jclec.com;
el_faqier_love@ yahoo.com; [EMAIL PROTECTED] com; astriednerinda@ gmail.com;
silver_boy13@ yahoo.com; Guritno

Subject: Rekaman Anggota DPR yg
Rasis (TTG RUU Pornografi di Yogya) 



   



















   







Dear All, 





   





Berikut ini aku kirimkan rekaman Anggota Dewan Yang
Terhormat Sdr. Balkan Ketua Pansus RUU Pornografi ket ika 
dengar pendapat di Yogyakarta . Dengarkan
sendiri. Betapa rasisnya dia.... 





   







Silahkan kalau mau bantu teman2 Yogya ini dengan
mendownloadnya ke Youtube.com Mohon maaf karena aku agak gaptek. He..He.. 





   











J ika tmn2 ingin
menghubungi langsung yg merekam suara ini adalah teman aku namanya panggilannya
Emma (Maria Listuhayu). Aktivis Koalisi Perempuan Yogyakarta .
Terima kasih. 





   





Tolong sebarkan email tentang suara rekaman ini ke
teman-teman anda. Terima kasih.  









   





Salam, 





   





Dinda 





===== 





   





   



surat terbuka





Posted by: "dcute_ema"[EMAIL PROTECTED] . dcute_ema

Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)



 Surat Terbuka

 Yogyakarta , 16 Oktober 2008

Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia



Kawan,

Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta

untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka

Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU

Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta . Ketua
Pansus RUU Pornografi,

Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.



Sekitar enam puluh orang â€"pro (mayoritas) maupun kontraâ€" hadir

sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam

peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam

saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk

menyampa ika n pendapat.



Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah

meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili

warga Papua dalam menyampa ika n
aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar

RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi

kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik

sekelompok orang. J ika RUUP
disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri

saja, karena tidak diperlakukan adil.



Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi

pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan

berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar

dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke

Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah

ke Ambon , saya kebetulan dari Saparua loh.
Kalau mendengar begini

tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang

dan bernada bentakan)"



Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang

Solo supaya perba ika n keturunan!
(membentak)"

Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.

Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,

"Rasis! DPR Rasis!!"



Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam

kita di sini! Diam dulu! Ini kan 
hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"

***



"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya

perba ika n keturunan!"



Kawan,

Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota

DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan

pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,

bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar

ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.

Betapa pedihnya!



Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum

yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan

Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?

Apa karena Balkan meningg ika n etnis
Jawa, lantas kita layak tertawa

bahagia?



Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,

Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;

telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia .

Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi

derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.



Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih j ika 
saudara kita direndahkan

karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa

empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan

itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.

Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap

kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.

Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan

menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan

keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab

menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.



Kawan,

Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati

untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama

dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan

memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat

mendengar ucapan Balkan tadi.

***

"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya

perba ika n keturunan!"

---"DPR Rasis!"

"Diam dulu! Ini kan 
hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"



Kawan-kawanku,

Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud

dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang

lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang

lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan

sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia

adalah anggota DPR.



Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap

disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.

Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir

kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.

Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir

semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut

dilayangkan dan dijad ika n bahan
pertimbangan, sebab ternyata Balkan

Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP
adalah

seseorang yang Rasis!



Kawan,

Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa

bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada

Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil

terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,

RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak

disahkan!



Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia ,



Maria Listuhayu.



* saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.

** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.



===

Kunjungi blogku di:

http://titiana- adinda.blogspot. com/



____________ _____ 









   













--  





Kunjungi blogku di: 

http://titiana- adinda.blogspot. com 

















--  





Kunjungi blogku di: 

http://titiana- adinda.blogspot. com 











 





--  





Kunjungi blogku di: 

http://titiana- adinda.blogspot. com 











 





--  





Kunjungi blogku di: 

http://titiana- adinda.blogspot. com 













-- 

Kunjungi blogku di: 

http://titiana- adinda.blogspot. com 







      


         
        
        


      


      


      




      

Kirim email ke