Memerawani ABG Tetangga
**********************************
Minggu sore hampir pukul empat. Setelah menonton CD porno sejak pagi penisku
tak mau diajak kompromi. Si adik kecil ini kepingin segera disarungkan ke
vagina. Masalahnya, rumah sedang kosong melompong. Istriku pulang kampung sejak
kemarin sampai dua hari mendatang, karena ada kerabat punya hajat menikahkan
anaknya. Anak tunggalku ikut ibunya. Aku mencoba menenangkan diri dengan mandi,
lalu berbaring di ranjang. Tetapi penisku tetap tak berkurang ereksinya. Malah
sekarang terasa berdenyut-denyut bagian pucuknya. ?Wah gawat gawat nih. Nggak
ada sasaran lagi. Salahku sendiri nonton CD porno seharian ?, gumamku. Aku
bangkit dari tiduran menuju ruang tengah. Mengambil segelas air es lalu
menghidupkan tape deck. Lumayan, tegangan agak mereda. Tetapi ketika ada video
klip musik barat agak seronok, penisku kembali berdenyut-denyut. Nah,
belingsatan sendiri jadinya. Sempat terpikir untuk jajan saja. Tapi cepat
kuurungkan. Takut kena penyakit kelamin. Salah-salah
bisa ketularan HIV yang belum ada obatnya sampai sekarang. Kuingat-ingat kapan
terakhir kali barangku terpakai untuk menyetubuhi istriku. Ya, tiga hari lalu.
Pantas kini adik kecilku uring-uringan tak karuan. Soalnya dua hari sekali
harus nancap. ?Sekarang minta jatah..?. Sambil terus berusaha menenangkan diri,
aku duduk-duduk di teras depan membaca surat kabar pagi yang belum tersentuh.
Tiba-tiba pintu pagar berbunyi dibuka orang. Refleks aku mengalihkan pandangan
ke arah suara. Renny anak tetangga mendekat. ?Selamat sore Om. Tante ada??
?Sore.. Ooo Tantemu pulang kampung sampai lusa. Ada apa?? ?Wah gimana ya..?
?Silakan duduk dulu. Baru ngomong ada keperluan apa?, kataku ramah.
ABG berusia sekitar lima belas tahun itu menurut. Dia duduk di kursi kosong
sebelahku. ?Nah, ada perlu apa dengan Tantemu? Mungkin Om bisa bantu?, tuturku
sambil menelusuri badan gadis yang mulai mekar itu. ?Anu Om, Tante janji mau
minjemi majalah terbaru..? ?Majalah apa sich??, tanyaku. Mataku tak lepas dari
dadanya yang tampak mulai menonjol. Wah, sudah sebesar bola tenis nih. ?Apa
saja. Pokoknya yang terbaru?. ?Oke silakan masuk dan pilih sendiri?. Kuletakkan
surat kabar dan masuk ruang dalam. Dia agak ragu-ragu mengikuti. Di ruang
tengah aku berhenti. ?Cari sendiri di rak bawah televisi itu?, kataku, kemudian
membanting pantat di sofa. Renny segera jongkok di depan televisi
membongkar-bongkar tumpukan majalah di situ. Pikiranku mulai usil. Kulihati
dengan leluasa tubuhnya dari belakang. Bentuknya sangat bagus untuk ABG
seusianya. Pinggulnya padat berisi. Bra-nya membayang di baju kaosnya. Kulitnya
putih bersih. Ah betapa asyiknya kalau saja bisa
menikmati tubuh yang mulai berkembang itu. ?Nggak ada Om. Ini lama semua?,
katanya menyentak lamunan nakalku. ?Nggg.. mungkin ada di kamar Tantemu. Cari
saja di sana? Selama ini aku tak begitu memperhatikan anak itu meski sering
main ke rumahku.
Tetapi sekarang, ketika penisku uring-uringan tiba-tiba baru kusadari anak
tetanggaku itu ibarat buah mangga telah mulai mengkal. Mataku mengikuti Renny
yang tanpa sungkan-sungkan masuk ke kamar tidurku. Setan berbisik di telingaku,
?inilah kesempatan bagi penismu agar berhenti berdenyut-denyut. Tapi dia masih
kecil dan anak tetanggaku sendiri? Persetan dengan itu semua, yang penting
birahimu terlampiaskan ?. Akhirnya aku bangkit menyusul Renny. Di dalam kamar
kulihat anak itu berjongkok membongkar majalah di sudut. Pintu kututup dan
kukunci pelan-pelan. ?Sudah ketemu Ren?? tanyaku. ?Belum Om?, jawabnya tanpa
menoleh. ?Mau lihat CD bagus nggak?? ?CD apa Om?? ?Filmnya bagus kok. Ayo duduk
di sini.? Gadis itu tanpa curiga segera berdiri dan duduk pinggir ranjang.
Aku memasukkan CD ke VCD dan menghidupkan televisi kamar. ?Film apa sih Om??
?Lihat saja. Pokoknya bagus?, kataku sambil duduk di sampingnya. Dia tetap
tenang-tenang tak menaruh curiga. ?Ihh..?, jeritnya begitu melihat intro berisi
potongan-potongan adegan orang bersetubuh. ?Bagus kan?? ?Ini kan film porno
Om?!? ?Iya. Kamu suka kan?? Dia terus ber-ih.. ih ketika adegan syur
berlangsung, tetapi tak berusaha memalingkan pandangannya. Memasuki adegan
kedua aku tak tahan lagi.
Aku memeluk gadis itu dari belakang. ?Kamu ingin begituan nggak??, bisikku di
telinganya. ?Jangan Om?, katanya tapi tak berusaha mengurai tanganku yang
melingkari lehernya. Kucium sekilas tengkuknya. Dia menggelinjang.?Mau nggak
gituan sama Om? Kamu belum pernah kan? Enak lo..? ?Tapi... tapi.. ah jangan
Om.? Dia menggeliat berusaha lepas dari belitanku. Namun aku tak peduli.
Tanganku segera meremas dadanya. Dia melenguh dan hendak memberontak. badannya
kurebahkan di ranjang tetapi kakinya tetap menjuntai. Mulutku tak sabar lagi
segera mencercah pangkal pahanya yang masih dibalut celana warna hitam. ?Ohh..
ahh.. jangan Om?, erangnya sambil berusaha merapatkan kedua kakinya. Tetapi aku
tak peduli. Malah celana dalamnya kemudian kupelorotkan dan kulepas. Aku
terpana melihat pemandangan itu. Pangkal kenikmatan itu begitu mungil, berwarna
merah di tengah, dan dihiasi bulu-bulu lembut di atasnya.
Klitorisnya juga mungil.Tak menunggu lebih lama lagi, bibirku segera menyerbu
vaginanya. Kuhisap-hisap dan lidahku mengaduk-aduk liangnya yang sempit. Wah
masih perawan dia. Renny terus menggelinjang sambil melenguh dan mengerang
keenakan. Bahkan kemudian kakinya menjepit kepalaku, seolah-olah meminta
dikerjai lebih dalam dan lebih keras lagi. Oke Non. Maka lidahku pun makin
dalam <biscuit> milik ABG itu kuhajar dengan mulutku. Kuhitung paling tidak dia
dua kali orgasme. Lalu aku merangkak naik. Kaosnya kulepas pelan-pelan.
Menyusul kemudian BH hitamnya berukuran 32.. Setelah kuremas-remas buah dadanya
yang masih keras itu beberapa saat, ganti mulutku bekerja. Menjilat, memilin,
dan mencium putingnya yang kecil. ?Ahh..? keluh gadis itu. Tangannya
meremas-remas rambutku menahan kenikmatan tiada tara yang mungkin baru sekarang
dia rasakan.?Enak kan beginian?? tanyaku sambil menatap wajahnya. ?Iii.. iya
Om. Tapi..? ?Kamu pengin lebih enak lagi?? Tanpa
menunggu jawabannya aku segera mengatur posisi badannya. Kedua kakinya
kuangkat ke ranjang. Kini dia tampak telentang pasrah.
Penisku pun sudah tak sabar lagi mendarat di sasaran. Namun aku harus
hati-hati. Dia masih perawan sehingga harus sabar agar tidak kesakitan. Mulutku
kembali bermain-main di vaginanya. Setelah kebasahannya kuanggap cukup, penisku
yang telah tegak kutempelkan ke bibir vaginanya. Beberapa saat kugesek-gesekkan
sampai Renny makin terangsang. Kemudian kucoba masuk perlahan-lahan ke celah
yang masih sempit itu. Sedikit demi sedikit kumaju-mundurkan sehingga makin
melesak ke dalam.Butuh waktu lima menit lebih agar kepala penisku masuk
seluruhnya. Nah istirahat sebentar karena dia tampak menahan nyeri. ?Kalau
sakit bilang ya?, kataku sambil mencium bibirnya sekilas. Dia mengerang. Kurang
sedikit lagi aku akan menjebol perawannya.
Genjotan kutingkatkan meski tetap kuusahakan pelan dan lembut. Nah ada
kemajuan. Leher penisku mulai masuk. ?Auw.. sakit Om..? Renny menjerit
tertahan. Aku berhenti sejenak menunggu liang vaginanya terbiasa menerima
penisku yang berukuran sedang.. Satu menit kemudian aku maju lagi. Begitu
seterusnya. Selangkah demi selangkah aku maju. Sampai akhirnya.. ?Ouuu..?, dia
menjerit lagi. Aku merasa penisku menembus sesuatu. Wah aku telah memerawani
dia. Kulihat ada sepercik darah membasahi sprei.
Aku meremas-remas payudaranya dan menciumi bibirnya untuk menenangkan. Setelah
agak tenang aku mulai menggenjot anak itu. ?Ahh.. ohh.. asshh??, dia mengerang
dan melenguh ketika aku mulai turun naik di atas tubuhnya. Genjotan
kutingkatkan dan erangannya pun makin keras. Mendengar itu aku makin bernafsu
menyetubuhi gadis itu. Berkali-kali dia orgasme. Tandanya adalah ketika kakinya
dijepitkan ke pinggangku dan mulutnya menggigit lengan atau pundakku. ?Nggak
sakit lagi kan? Sekarang terasa enak kan?? ?Ouuu enak sekali Om?? Sebenarnya
aku ingin mempraktekkan berbagai posisi senggama. Tapi kupikir untuk kali
pertama tak perlu macam-macam dulu.. Terpenting dia mulai bisa
enikmati.menggerayangi dinding vaginanya yang mulai basah. Lima menit lebih
barang kenikmatan. Lain kali kan itu masih bisa dilakukan.
Sekitar satu jam aku menggoyang tubuhnya habis-habisan sebelum spermaku muncrat
membasahi perut dan payudaranya. Betapa nikmatnya menyetubuhi perawan.
Sungguh-sungguh beruntung aku ini. ?Gimana? Betul enak seperti kata Om kan??
Tanyaku sambil memeluk tubuhnya yang lunglai setelah sama-sama mencapai
klimaks. ?Tapi takut Om..? ?Nggak usah takut. Takut apa sih?? ?Hamil? Aku
ketawa. ?Kan sperma Om nyemprot di luar vaginamu. Nggak mungkin hamil dong ?
Kuelus-elus rambutnya dan kuciumi wajahnya. Aku tersenyum puas bisa meredakan
adik kecilku. ?Kalau pengin enak lagi bilang Om ya? Nanti kita belajar berbagai
gaya lewat CD ?. ?Kalau ketahuan Tante gimana?? ?Ya jangan sampai ketahuan
dong? Beberapa saat kemudian birahiku bangkit lagi. Kali ini Renny kugenjot
dalam posisi menungging. Dia sudah tak menjerit kesakitan lagi. Penisku leluasa
keluar masuk diiringi erangan, lenguhan, dan jeritannya.Betapa nikmatnya
memerawani ABG tetangga.
Tamat
=======================
Still From www.17tahun.com
Keep Smile n Play Safe