> Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote: > Soal PENTING atau tidak adalah sangat > SUBYEKTIF sesuai dengan KECERDASAN > otak manusia masing-masing. > Kalau robot seks bisa dikembangkan > maka penindasan terhadap kaum perempuan > sebagai mahluk klas dua dalam Islam, > akan sangat berkurang. Dan itu > bertentangan dengan kodrat dan fitrah > permpuan Islam yang sudah pasrah > menjalankannya sesuai doktrin agamanya.
Kalo memang sex merupakan kebutuhan, maka tentunya robot sex ini memang merupakan kebutuhan yang penting. Juga poligamy bisa dilarang, karena tanpa poligamy tak perlu lagi ke pelacuran karena bisa menyewa robot2 sex ini untuk tidak berzina. Hal ini memang sudah harus dipikir kan dari sekarang agar umat Islam tidak lagi dibingungin oleh fatwa2 haram dan halal yang cuma memecah belah umat Islam dalam kelompok2 yang saling membunuh dan memurtadkan. Lagi pula robot2 sex itu bisa didandani dengan mengenakan jilbab atau burqa atau mau topless terserah mereka yang menyewa menyukai yang mana. Nantinya, setiap Robot sex itu ada stempel dari MUI yang bertulisan, "halal untuk digunakan muslimin". Ny. Muslim binti Muskitawati.
