terserah dirimu aja muskitawati, sepanjang yang kamu katakan bisa membuatmu masuk surga, silahkan aja, toh penghakiman di tiap agama ada kan ... :)
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, March 29, 2010 1:47:30 PM Subject: Re: Bls: -:: Milist NB::- Tidak Terbukti Pernah Ada Manusia Pertama > venus dewi <dewi.venus@ ...> wrote: > kalau ada yang kedua, pasti ada yang > pertama. sudahlah ga perlu menjelek- > jelekkan agama orang lain. apakah > kita jadi masuk surga karena menjelek- > jelekkan agama orang lain? ga juga kan. > Enggak selalu yang kedua harus ada yang pertama. Buktinya, baru2 ini ada kembar 14 bayi di California ini. Ternyata enggak ada yang pertama, semuanya ke 14 bayi itu sama2 yang pertama. Juga terbukti proses penciptaan berlangsung melalui sebuah proses bukan melalui penciptaan ala sim salabim atau ala kadabra. Big bang itu merupakan proses penciptaan melalui ledakan Big bang dimana tercipta langsung jutaan atau milyardan bintang2 dan planet2nya tapi hanya ada satu matahari saja dalam setiap galaxynya. Dari bukti2 yang bisa diobservasi ini, bisa dipastikan bahwa penciptaan itu tidak ada dikenal urut2an seperti yang ada dalam dongeng2 agama Islam ataupun agama Nasrani. Tidak pernah ada manusia pertama Adam dan Hawa. Kalo manusia bisa melahirkan kembar 14, maka tidak ada bedanya dengan proses penciptaan pertama kali yang bisa menciptakan sekaligus sejuta laki2 dan dua juta perempuan tanpa urutan dan tidak perlu berpasangan. Hal ini bisa dibuktikan melalui scanning DNA. Memang kita tidak boleh men-jelek2an agama kita ataupun agama orang lain, TAPI anda juga harus ingat keadilan, bukan cuma kita saja yang tidak boleh men-jelek2an agama, tetapi juga agama tidak boleh menyebarkan atau meracuni kebohongan kepada umatnya mentang2 dipercaya dengan menelan bulat2 kebohongan2 tsb karena dulu umat itu tidak mampu berpikir dan tidak mampu membuktikan kebohongan2 ini. Menolak dan mengutuk kebohongan2 agama yang menyebabkan jatuhnya korban2 teroris Jihad Islam ini sama sekali bukan men-jelek2an agama. Pembohong harus dilarang menyebarkan kebohongan2nya apalagi menjadi sebab munculnya teroris2 akibat janji2 bohong tentang pahala dan bidadari perawan. Janganlah kita malah melindungi kebohongan dengan alasan men-jelek2an agama itu. Tukang sulap dan pemain sandiwara juga cuma bohong2an aja, tapi kebohongan mereka itu cuma sebatas hiburan, lain halnya dengan kebohongan2 dari agama Islam yang banyak sekali menyebabkan jatuhnya korban2 yang tidak berdosa. Jangan sekalipun anda mempercayai bahwa menjadi kafir atau murtad merupakan dosa. Kafir dan murtad sekalipun dilindungi hak2nya sama seperti melindungi muslimin. Sebaliknya, membohongi sampai jatuh banyak korban sudah termasuk kejahatan yang tidak bisa dilindungi melainkan harus ditumpas. Ny. Muslim binti Muskitawati. >
