Referendum dari Hongkong..kalo mau propaganda, baca dulu sejarah Muskitawati...ampun dah..mana ada referendum di Israel...kalo mau bikin agitasi ya mbok ya belajar dulu faktanya...
________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of muskitawati Sent: Thursday, April 01, 2010 06:13 To: [email protected] Subject: -:: Milist NB::- Israel Bukan Hasil Ekspansi Tapi Referendum !!! Israel Bukan Hasil Ekspansi Tapi Referendum !!! Israel adalah negara baru, enggak pernah berekspansi, sejarah Israel khan baru saja terbentuk ditahun 1948. Dulunya belum ada Israel, juga belum ada Yordania, belum ada Syria, belum ada Libanon, negara2 ini baru saja terbentuk diatas bekas kerajaan Palestina yang menjadi jajahan Inggris. Terbentuknya negara2 baru ini adalah dibawah pengawasan UN yang prosesnya persis seperti Timor Timur. Akhirnya dari hasil referendum di Israel dan di Timor Timur timbul kerusuhan dimana banyak pengungsi keluar dari kedua negara tsb menuju negara yang menjadi biang keladinya. Kalo di Timor Timur mereka mengungsi ke Indonesia, maka yang di Israel mereka mengungsi ke Yordania. > "Y. Adam Prasetyo" <yad...@...> wrote: > Justru, sejarah terlihat bahwa emang > mereka bersalah. jelas siapa yang > melakukan ekspansi. > Dari dulu juga semua kerajaan2 melakukan ekspansi, termasuk kerajaan2 Islam. Yang kuat menang, yang kalah terusir. Tapi itu dulu, keadilan letaknya dalam kekuatan. Dan waktu itu belum lahir Israel. Tapi setelah perang dunia kedua berakhir, Amerika sebagai pemenangnya jadi pelopor, sifat expansionis cara2 kerajaan zaman dulu dilarang melalui UN atau PBB, akibatnya semua negara mendaftar untuk jadi anggautanya. Zaman dulu raja itu hidupnya enggak tenang, setiap saat bisa di infiltrasi kemudian raja dijatuhkan. Sekarang juga bisa saja hal itu juga terjadi, tapi dengan adanya UN, maka cara merebut negara seperti begitu tidak mendapat pengakuan dan dalam waktu singkat juga akan berantakan karena kena embargo. Demikian juga masalah Israel, mereka berpendapat bahwa tanah Israel itu adalah tanah mereka, dan ribut2 begini diselesaikan oleh UN melalui referendum hasilnya Israel menang dan negara itu berdiri, persis prosesnya kayak Timor Timur. Lalu Arab Islam yang enggak puas menolak, melakukan terorisme, jelas cara2 begini ditolak oleh seluruh dunia, mereka bisa mendapat kekuatan hanya karena ditopang oleh negara2 Arab dengan cara keroyokan. Tapi Amerika bisa melihat siapa yang benar dan siapa yang salah, oleh karena itulah Amerika tidak bisa diam aja Israel dizolimi oleh Islam. Prinsip Amerika, Dunia ini milik kita bersama, oleh karena itu kita harus berbagi rasa untuk sama2 tanggung jawab dalam memeliharanya. Hal inilah yang ditolak oleh mereka yang mendukung Syariah Islam, karena ajaran Islam menyatakan dunia dan alam semesta ini milik Allah dan karena itu mereka yang menolak Allah dilarang menempati tanah milik Allah sehingga harus ditumpas. Cara mempercayai seperti inilah yang enggak dibenarkan. Tanah bekas kerajaan Palestina dulu itu jelas jajahan Inggris, artinya milik Inggris jangan memperdebatkan kebelakangnya lagi. Oleh karena Inggris bisa dibujuk Amerika untuk melepaskan jajahannya, maka cara yang terbaik dilakukan referendum. Hasilnya wilayah bekas kerajaan palestina itu terpecah menjadi empat negara yaitu Israel, Jordania, Libanon, dan Syria. Dari empat negara itu, cuma satu negara saja yang non-Islam, ketiga lainnya justru beragama Islam memakai hukum Syariah dimana yang bukan Islam selalu didiskriminasi padahal sudah dilarang oleh UN. Atas dasar keadilan inilah, Amerika tidak mungkin bisa membiarkan kezaliman berlangsung diwilayah bekas tanah Palestina ini. Sebagai pemenang perang dunia kedua, Amerika bisa saja memaksa seluruh dunia ini miliknya. Tapi ternyata Amerika tidaklah bebuat seperti itu, bahkan Jepang yang takluk sekalipun diperlakukan baik sekali sehingga bisa maju seperti Amerika. Coba anda bayangin, ajaran Islam itu malah membasmi mereka yang bukan Islam, bagaimana mungkin negaranya bisa aman karena yang bukan Islam juga akan dendam balas lagi dengan kezaliman juga, akhirnya kayak sekarang hasilnya. Ny. Muslim binti Muskitawati.
