> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote: > Memang ada juga yang menganggap > bahwa agama itu cuma penipuan > apalagi Islam terlalu terang2an > nipu-nya, tapi apa boleh buat, > orang yang penuh penderitaan > dalam hidup realitas ini memang > membutuhkan penipuan kepada diri > sendiri tentu dengan bantuan > para ulama. Kalau anda kemarin > mengaku muslin, apakah anda kecewa > dengan kemusliman anda sehingga > supaya kekecewaan aanda terobati > sehingga anda membuat modivikasi > Alquran sesuai kenginan anda? >
Kenapa saya harus kecewa??? Dilahirkan sebagai muslimah tak perlu kecewa. Yang penting kita tahu bagaimana harus bersikap, tidak perlu melawan arus. Yang jelek kita perbaiki, yang bagus kita kembangkan, dan punya enggak anda jiwa seperti gitu ??? Semua agama juga dulunya jelek, tapi umatnya itulah yang bisa memperbaiki dan mengembangkannya hingga sekarang bisa menghormati HAM, sebaliknya malah muslimin banyak yang melanggar HAM meskipun tidak sedikit muslimin yang seperti saya ini. Merubah Islam teror jadi Islam damai tidak perlu pakai kekerasan, cukup pakai teladan, yaitu telada pengabdian kepada masyarakat dunia tanpa membedakan agamanya, gendernya dan ras-nya. Coba deh, tanya hati nurani anda sendiri kalo masih normal, gimana bisa dianggap Islam ajaran benar kalo umatnya diwajibkan membasmi orang murtad, orang kafir, orang Yahudi yang notabene semuanya itu orang yang sama seperti kita yang muslimin. Apalagi mereka dianggap lebih rendah daripada binatang, dan hanya muslimin yang paling dimuliakan Allah..... terus terang, bisa enggak ajaran begini anda bilang ajaran kasih sayang ??? Inilah contoh ajaran biadab. Meskipun saya juga muslimin, tidak akan saya percaya dan menjalankan perintah ajaran salah ini. Beragama itu khan enggak perlu menjalankan hal2 yang jelas2 salah, malah wajib kita merubah dan memperbaikinya. Beragama itu gunanya untuk saling tolong, saling membahagiakan tanpa harus mem-beda2kan percaya beneran atau cuma basa basi. Ny. Muslim binti Muskitawati.
