Wa'alaikumsalam Warohmatullohi Wabarokatuh Mas Mujiarto Karuk, terima kasih atas kiriman info ini InsyaAllah akan sangat bermanfaat dan menambah kewaspadaan & wawasan kita semua (khususnya kaum Muslim)
Tulisan seperti ini jauh lebih bermanfaat ketimbang TULISAN yang menghujat
Agama (apalagi agamanya sendiri, naudzubillah minzalik)
Wassalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Jojo Wahyudi
Events Management
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
Sampoerna Strategic Square, South Tower, 11th floor
Tel: +62 21 2555 7788 ext. 1292
Fax: +62 21 2555 2278
www.manulife-indonesia.com
Manulife Indonesia – “Bringing Dreams to Life”
Mujiarto Karuk
<[email protected]
> To
Sent by: [email protected],
Nongkrong_Bareng2 [email protected],
@yahoogroups.com [email protected]
cc
[email protected],
04/01/2010 09:50 [email protected],
[email protected]
Subject
Please respond to -:: Milist NB::- Kisah Seekor Babi
Nongkrong_Bareng2 yang Jadi 185 Produk Waspadalah
@yahoogroups.com
Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Bismillahirrohmaanirrohiim
Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, babi dan
binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barang
siapa dalam keadaan terpaksa (memakannya) sedang ia tidak
menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa
baginya.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. Al-Baqarah (2) :
173.
Penemuan penggunaan darah babi dalam pembuatan filter rokok ditemukan
peneliti Belanda, Christien Meindertsma, secara tak sengaja. Perempuan ini
sebenarnya sedang meneliti seekor babi berkode "Pig 05049" di sebuah
peternakan di Belanda.
Di laman pribadinya, Meindertsma menyatakan telah meriset selama tiga tahun
semua produk yang dihasilkan dari seekor babi tersebut. Hasil riset itu
kemudian dibukukan, lengkap dengan grafik dan gambar produk, kemudian
dipamerkan dalam sebuah pameran.
Tujuannya sederhana, menunjukkan pada orang bagaimana sebuah produk
dibuat dan "dibungkus" dan dari mana dia berasal, sehingga orang bisa tahu.
Untuk menunjukkan itu, Meindertsma mendekati subjek ke skala satu ekor
binatang yang dalam hal ini seekor babi bernama "Pig 05049."
Setelah kematian babi tersebut, jasadnya dikapalkan dalam beberapa bagian ke
penjuru dunia. Beberapa bagiannya tetap dalam bentuk dan fungsi aslinya
(sebagai daging), sebagian lagi berubah secara dramatis.
Meindertsma mengikuti produk itu, mulai dari perusahaan yang menangani
hewan mati sampai ke perusahaan kecil yang memproduksi sesuatu menggunakan
bagian dari jasad itu. Perempuan itu mencatat jasad itu menjadi 185 produk
berbeda! Mulai dari bubuk mesiu, sabun, obat, kertas foto, katup jantung,
cat mobil, permen karet, porselen, yogurt, marshmellow, kosmetik, rokok,
kondisioner, sampai biodiesel. Tak lupa Meindertsma menampilkan foto-foto
produk itu.
Apa pelajaran yang diperoleh perempuan asal Rotterdam ini? "Banyak tahapan
antara bahan mentah dan produk akhir di produksi komersil modern. Karena
banyak tahapan, pengetahuan menghilang. Sebagai contoh, peternak babi tak
tahu semua produk akhir yang terbuat dari babi mereka karena mereka tak
tahu babi itu dibawa ke mana," kata perempuan 29 tahun lulusan Akademi Desain
Eindhoven itu.
Meindertsma pun sekarang memilih produk yang diproduksi secara lokal. Baju
hangatnya sekarang buatan Belanda, bukan lagi Selandia Baru.
Dan ketekunan Meindertsma membuahkan sebuah penghargaan: Index Award 2009.
Dan risetnya juga menggelinding menjadi soal sensitif: terungkapnya 185
produk mengandung babi yang diharamkan Islam dan Yahudi.
Mari kita cari daftar ke 185 Produk tersebut, atau mungkin bagi saudara
yang sudah menyimpan ke 185 Produk tersebut dapat kiranya berbagi info,
Terimakasih
Wassalam
http://dunia.vivanews.com/news/read/140571-kisah_seekor_babi_yang_jadi_185_produk
