Hak harus sama, tapi prestasinya pasti beda2 dan enggak boleh disamakan,
contohnya, semua orang berhak untuk sekolah, tapi prestasi sekolahnya tentu
enggak boleh disamakan.

Semua oranng juga berhak menyetir mobil tidak boleh dibedakan ras, agama
atau gendernya, tapi syaratnya harus punya SIM. Tentu tidak semua orang yang
bisa lulus ujian SIM. Mereka yang mempunyai SIM itu disebut memiliki
privilege. Jadi privilege itu enggak ada bahasa Indoesianya atau bahasa
Arabnya, karena arti Privilege itu hampir sama seperti "Hak", tapi ditambah
persyaratan yang berlaku.

 

nich orang jawabnya ngarang banget,..

 

perumpamaan yang payah,..

 

kalau kepemilikan SIM,...memang tidak semua orang bisa lulus ujian SIM pada
saat yang sama  misal 10 orang ikut ujian mungkin untuk sekarang 5 orang
lulus, nanti bisa jadi semuanya bisa lulus dan akan memiliki SIM.

 

tetapi

 

kalau Hak Veto itu tidak bisa bertambah,.... akan tetap 5 negara,.

 

dan gak ada yang namanya kriteria-kriteria semua negara suatu saat akan bisa
memiliki Hak Veto,  emang itu yang diinginkan oleh amerika supaya tetep bisa
mengatur dan mengendalikan dunia,dengan sah berkedok,.. PBB,... dan
Demokrasi,...

 

kalau masalah hak Veto didapat karena kemenangan Perang? lho,.. sekarang kan
sudah gak ada perang jadi seharusnya HAk veto bisa dihapuskan donk? sehingga
kedudukan setiap negara adalah sama dan sederajat.

 

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of
muskitawati
Sent: Tuesday, May 04, 2010 3:40 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Cina Negara Tirai Bambu Menjadi
Tirai Digital

 

  


> "Sutarmin" <sutar...@...> wrote:
> 1. Cina itu merupakan satu2nya negara
> Asia yang mendapat kehormatan untuk
> memiliki hak veto. Jadi kelima negara
> pemegang hak veto tidak mungkin saling
> berperang karena tugasnya justru
> mengatur perdamaian dunia.
> 

Hak harus sama, tapi prestasinya pasti beda2 dan enggak boleh disamakan,
contohnya, semua orang berhak untuk sekolah, tapi prestasi sekolahnya tentu
enggak boleh disamakan.

Semua oranng juga berhak menyetir mobil tidak boleh dibedakan ras, agama
atau gendernya, tapi syaratnya harus punya SIM. Tentu tidak semua orang yang
bisa lulus ujian SIM. Mereka yang mempunyai SIM itu disebut memiliki
privilege. Jadi privilege itu enggak ada bahasa Indoesianya atau bahasa
Arabnya, karena arti Privilege itu hampir sama seperti "Hak", tapi ditambah
persyaratan yang berlaku.

Demikianlah, setiap negara dievaluasi oleh UN akan kemajuan2nya dalam
penegakkan HAM dan dalam menjamin keamanan dunia ini. Jadi atas dasar
evaluasi itulah akhirnya Cina diberi hak veto, karena selain penduduknya
terbanyak didunia, juga keuletan dan keberaniannya bisa menjadi ancaman
perdamaian dunia.

Sedangkan negara2 seperti Amerika dll, bisa mendapatkan hak veto karena
prestasinya memenangkan perang dunia kedua disertai kemajuan dibidang
teknologi nya yang luar biasa, maupun kekuatan ekonominya yang mendominasi
dunia. Demikianlah dengan prestasi ini, mana bisa kemudian disamakan
privilege-nya dengan negara2 Islam ????

Itulah sebabnhya, berulangkali saya bilang, dunia Islam hidup dalam
kebohongan ulama2 agamanya. Mereka menyatakan bahwa Islam ditakuti 
Amerika. Kalo memang ditakuti Amerikja, tentu akan diberi hak veto,
kenyataannya khan enggak pernah diperhitungkan !! Makanya jangan sombong dan
takabur, membohongi rakyatnya sendiri itu termasuk pelanggaran HAM.

Ny. Muslim binti Muskitawati

> 
> 
> Kenapa PBB harus ada namanya hak veto yang cuma dimiliki oleh beberapa
> negara, bukankah hak setiap negara adalah sama.
> 
> 
> 
> From: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> [mailto:[email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of
> muskitawati
> Sent: Tuesday, May 04, 2010 2:29 PM
> To: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Cina Negara Tirai Bambu
Menjadi
> Tirai Digital
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > "Sutarmin" <sutarmin@> wrote:
> > amerika itu sudah bisa membaca bagaimana
> > besarnya ancaman china nantinya bagi
> > perekonomian amerika, makanya amerika
> > sekarang berpura- menjadi saudara padahal
> > sama saja supaya bisa tetep memantau
> > dan mendekte china supaya tetap dibawah
> > Amerika, tetapi china gak segampang
> > negara-negara yang sudah menjadi sekutunya,
> > china punya kekuatan lebih, kita coba
> > lihat nanti 10-20 tahun kedepan,..
> 
> Kalo nantinya Cina bisa lebih maju dari Amerika, apa salahnya? Yang
penting
> selama Cina menjamin demokrasi dan HAM, maka Syariah Islam tidak bisa
masuk
> ke Cina. Jepang juga sudah lebih dari 30 tahun merajai pasaran mobil
> diAmerika.
> 
> Semua kebutuhan hidup di Amerika semuanya berasal dari import negara2 lain
> diluar Amerika karena di Amerika akan dilarang semua bentuk industri
kecuali
> teknologi angkasa luar. Cina dan India nantinya jadi supplier terpenting
> bagi kehidupan di Amerika, sedangkan Amerika sendiri hanya menjual
copyright
> dan mengembangkan teknologi angkasa luar saja bersama negara2 maju
lainnhya.
> 
> Jadi perencanaan masa depan sudah diketahui oleh semua orang diseluruh
> dunia, kecuali tentunya negara2 Syariah yang tetap rajin membohongi rakyat
> dan umatnya saja. Semua perguruan tinggi di Amerika dulunya dikuasai
Yahudi
> tetapi sekarang muncul orang2 
> Cina yang menduduki jabatan2 penting di Amerika.
> 
> Cina itu merupakan satu2nya negara Asia yang mendapat kehormatan untuk
> memiliki hak veto. Jadi kelima negara pemegang hak veto tidak mungkin
saling
> berperang karena tugasnya justru mengatur perdamaian dunia.
> 
> Vietnam juga bekas musuh Anerika yang mendadak maju gara2 beasiswa orang2
> Vietnam untuk sekolah di Amerika sehingga sekarang Vietnam lebih maju dari
> Indonesia. Yang penting adalah jangan melestarikan permusuhan dan
kebencian
> seperti contohnya Islam dan Yahudi.
> 
> Jadi salah pikiran anda yang mengharapkan Cina dan Amerika berperang dan
> bermusuhan seperti dulu2nya. Permusuhan dan kebencian itu cuma
dilestarikan
> Islam dalam Qurannya turun temurun, dan enggak ada agama lain yang
> melestarikan dendam, kebencian, dan permusuhan seperti ajaran agama Islam
> ini.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > From: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> > [mailto:[email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> ] On Behalf Of
> > muskitawati
> > Sent: Tuesday, May 04, 2010 12:49 PM
> > To: [email protected]
<mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> <mailto:debate-religious-spirituality%40yahoogroups.com> 
> > Subject: Re: [Debate Religious Spirituality] Cina Negara Tirai Bambu
> Menjadi
> > Tirai Digital
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > > "Sutarmin" <sutarmin@> wrote:
> > > ya,...sekarang amerika yang ketar-
> > > ketir khawatir keadigdayaan amerika
> > > akan runtuh berpindah ke china,...
> > > 
> > 
> > Syariah Islam itu memang setan yang merusak cara berpikir logis.
Darimana
> > anda tahu kalo Amerika ketar ketir khawatir kedigjayaan Cina???
> > 
> > Kalo memang Cina bisa maju apa bedanya India juga bisa maju, Inggris
malah
> > sudah maju, Russia juga maju, Jerman, dan banyak lagi negara2 maju.
> > 
> > Bahkan semua ahli2 Amerika, termasuk saya tentunya, bukan aselinya dari
> > Amerika, semuanya dari luar Amerika. Aseli Amerika itu orang Indian.
> > 
> > Apalagi, Israel itu sekarang menjual prototype design pesawat tempur dan
> > rudal2nya kepada Amerika karena udah diuji coba dalam menghancurkan
> teroris
> > Jihad yang membuat terowongan dibawah tanah. Juga sama Israel dan Cina,
> > keduanya tetap sahabat Amerika terutama dalam kerjasama menumpas teroris
> > jihad Syariah Islam bersama seluruh negara2 didunia ini.
> > 
> > Yang khawatir itu justru muslimin yang bertekad memaksakan Syariah Islam
> > didunia, karena makin lama makin mundur sementara mereka yang dimusuhi
> > justru makin maju.
> > 
> > Jelas khan, pikiran anda itu cuma berisi kebencian, teror, rasialis, dan
> > merendahkan umat agama lainya.
> > 
> > Kalo orang Cina mau maju apa salahnya, yang penting anda pahami adalah
> bahwa
> > Cina itu maju dengan agama Buddha, Confusius, Kristen, dan kepercayaan2
> > lainnya kecuali Islam. Islam itu tidak ada partisipasinya dalam kemajuan
> > Cina.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>



Kirim email ke