Salam, Sesuai janji saya untuk menulis tentang apa yang telah pernah diceritakan oleh Umar Dhani sehubungan dengan peristiwa G30S. Pada waktu itu memang ada usaha untuk menggulingkan Bung Karno, yang datangnya dari PKI dan CIA.Tetapi Bung Karno condong lebih percaya bahwa CIA yang akan menggulingkan dia.Demikian maka karena usaha intrik itu, ABRI termasuk Tjakrabirawa menjadi pecah. Ada yang tetap mendukung Bung Karno( termasuk Umar Dhani-AURI. Hartono(ex KKO), Maulwie Saelan-Tjakra, dan beberapa dari TNI. yang bukan kelompok Suharto.Sedang Untung memang adalah kelompok Suharto beberama pasukannya dari Diponegoro sewaktu Suharto menjadi Pangdam. Tetapi Umar Dhani tidak pernah bicara mengenai kepergiannya dengan Bung Karno ke Lubang Buaya apalagi mengenai pasukan asing yang menggantikan Tjakrabirawa sesuai skenario film Hollywood. Wasalam, Wal Suparmo
--- Pada Ming, 9/5/10, muskitawati <[email protected]> menulis: Dari: muskitawati <[email protected]> Judul: -:: Milist NB::- Andaikata Anda Jadi Sukarno, Apa Pesan Anda Tentang G30S ??? Kepada: [email protected] Tanggal: Minggu, 9 Mei, 2010, 9:43 AM Andaikata Anda Jadi Sukarno, Apa Pesan Anda Tentang G30S ??? Ini topik bagus, karena kita tahu bahwa setelah kejadian G30S Sukarno tidak banyak komentar, tidak mencerca Suharto, tidak menuduh PKI, juga tidak mengatakan adanya keretakan didalamm Angkatan Darat. Juga tidak ada yang disalahkannya dalam kasus ini selain dia bilang Nekolim. Itulah sikap Bung Karno yang disampaikannya kepada rakyat Indonesia bertalian degan G30S. Sikapnya ini sebetulnya membingungkan, kenapa dia tidak bisa banyak komentar setelah kejadian G30S, bahkan sampai dia terakhir ditahan Suharto sekalipun dia cuma pasrah saja tidak ada perlawanan sama sekali, bahkan pasukan Cakrabirawanya pun semuanya diganti RPKAD setelah dia kembali ke Istana. Marilah kita bayangin, G30S jelas gerakan yang tujuan utamanya menggulingkan Bung Karno, dan semua orang udah setuju kalo otaknnya itu nekolim dari luar negeri, tapi yang jadi pertanyaannya kepada siapa dana dari kontrak gerakan ini diberikan ??? Jelas enggak mungkin kepada Suharto karena gampang dilacak. Yang pasti, geraka begitu pasti enggak kecil dananya. Lalu siapa yang mau keluarin dana sebesar begitu hanya untuk menculik para jendral ???? Belum pernah ada gerakan makar didunia ini yang cuma membunuh jendralnya dan melepaskan Presiden-nya. Anehnya, Sukarno koq enggak diculik, padahal pasukan penculiknya sudah dilaporkan umum dimedia berpapasan dengan rombongan Bung Karno di Lubang Buaya. Satu lagi yang penting anda pikirin, kenapa setelah kembali ke Istana Sukarno sudah tahu dan memerintahkan Suharto langsung menjemput jenazah para jenderal2 itu, padahal untuk mencari buronan aja bisa bulanan, tapi mayat2 jendral yang dibunuh itu langsung ketemu enggak pake di-cari2 lagi se-olah2 Bung Karno bisa telepati bahwa mayat jendral2nya ada di Lubang Buaya. Ini analisa sederhana, tak perlu melibatkan Angkatan Darat, tak perlu membuat banyak teori konspirasi karena Indonesia bukan negara yang susah untuk diterjang dari arah manapun juga. Jadi PASTI, yang mau diculik oleh gerakan G30S ini bukan para jendral tapi Sukarno sendiri yang jadi sasaran penculikan ini. Tetapi enggaklah gampang untuk menculik presiden, kecuali para jendralnya tertinggi semua dibunuh dulu, dan final touch-nya diserahkan kepada jendral2 muda yang gampang disogok atau yang sudah diatur sebelumnya. Setelah berhasil menculik semua jendral2 yang direncanakan, pasukan G30S itu pasukan lainnya sudah mencegat jalan keluar Sukarno yang pada waktu itu selesai menyampaikan pidatonya pada Musyawarah Nasional Teknik di Istora Senayan, Jakarta, 30 September 1965, semua jalur telekomunikasi "jammed" tanpa seorangpun tehnisi TNI atau sipil yang tahu sebab2nya. Pasukan Indonesia tidak punya kemampuan men-jammed gelombang radio yang dimiliki pengawal ke presidenan. Ini hal yang penting, karena melakukan hal ini hanya mungkin lewat satelit. Waktu "jammed" nya telekomunikasi di Indonesia ini hanya berlangsung sebentar yaitu selama penculikan Sukarno. Sukarno dibawa kelubang buaya dan beliau bukan cuma berpapasan dengan para pembunuh para jendral2 tsb, tapi juga melihat sendiri acara penjagalannya itu didepan matanya. Itulah sebabnya, sewaktu Suharto berdeklamasi menceritaka bahwa mata para jendral itu dicungkil, Sukarno tahu pasti bagaimana cara matinya para jendral itu tidak disiksa Gerwani seperti yang diocehkan Suharto. Pasukan G30S yang menculik jendral ini bukan orang Indonesia tapi memang keturunan Indonesia semuanya yang dilatih diluar negeri oleh Amerika atau Inggris. Karena itulah operasi penculikan ini kurang sempurna, karena pasukan asing ini tidak kenal wajah Nasution sehingga Peter Tendean yang sama sekali beda wajahnya dari Nasution dikiranya Nasution dan dibantai ditempat. Kalo pasukan G30S itu berasal dari AD Indonesia, tentu tidak ada yang enggak kenal wajah Nasution boss nya sendiri. Disini sudah satu pertanda bahwa memang pasukan G30S itu bukan orang Indonesia. Tidak ada satupun pasukan Indonesia yang terlibat dalam G30S ini, semua pasukan Indonesia cuma diperintahkan mengurung Istana untuk menyesatkan perkiraan orang2, dan memerintahkan Suharto agar tidak ada satupun batalyon yang mengawal Jakarta ada yang keluar beberapa jam. Seluruh jalan masuk ke Jakarta ditutup oleh pasukan Indonesia agar pasukan asing G30S ini bisa lancar kerjanya. Selagi jendral2nya diculik, ternyata tidak ada yang bisa menghubungi presiden karena presiden tidak ditempat dan jalur telekomunikasi pun terganggu. Akhirnya para ajudan yang diculik itu ter-gopoh2 menggunakan jeep-nya menuju ke Istana untuk melaporkan kejadian itu. Ternyata juga tidak bisa masuk ke Istana karena Istana itu dikepung pasukann tidak dikenal. Naaah.... anggaplah anda yang jadi Bung Karno, kemudian anda diculik dibawa ke Lubang Buaya menyaksikan eksekusi jendral2 anda sendiri didepan mata anda. Setelah itu, si pembunuh ini memberi pesan kepada anda (sebagai Bung Karno), pesannya sederhana, agar siapkan penggantinya dalam waktu 5 bulan. Tidak ada pesan apa2 lagi, yang jelas anda sebagai Sukarno tahu, apabila anda tidak kerjakan kemauan si penculik dipastikan ada tindakan ekstreem terhadap anda sebagai Sukarno. Setelah disampaikan pesan begitu, anda sebagai Sukarno dilepas Omar Dhani yang juga ikut diculik diperintahkan kembali ke Istana tentu dengan dijemput Suharto untuk mengawal selama perjalaan. Anda sebagai Presiden Indonesia yang punya harga diri tinggi, yang rajin berpidato tentang kehancuran Nekolim sudah diambang pintu. Setelah sampai di Istana, banyak wartawan mengkerubuti anda untuk di wawancara: Apakah anda akan bilang terus terang kepada semua rakyat apa yang anda alami selama diculik??? Akankah anda mengakui bahwa hilangnya anda sekitar beberapa jam itu sebenarnya karena diculik dilubang buaya??? Bung Karno jelas bilang bahwa pelakunya bukan PKI, juga bukan Untung, tapi dia tidak mau menceritakan siapa pelakunya, kalo dia tahu pasti pelakunya bukan PKI dan juga bukan TNI, kenapa beliau tidak mau memberi tahu rakyat siapa pelakunya ???? Apakah kalo anda yang jadi Bung Karno mau menceritakan kejadian yang sebenarnya ???? Dan kita tahu response Bung Karno mengenai kejadian ini cuma bungkem tidak banyak komentar, tapi jelas dia berusaha bertahan melanggar pesan si penculik agar mempersiapkan penggantinya dalam 5 bulan. Karena tidak ada tindakan untuk mengundurkan diri, maka tepat setelah 5 bulan, Suharto mengumumkan SP 11 Maret, dan berakhirlah kekuasaan Sukarno sampai disini. Padalah kalo saja beliau mau baik2 menunjuk penggantinya dan mengundurkan diri tanpa ribut2, belum tentu dia ditangkap Suharto. Pesan saya cukup anda ingat, tidak ada penggulingan penguasa dengan cuma menculik jendralnya. Jendral2 itu diculik justru agar mempermudah penculikan presiden-nya. Pasukan manapun kalo itu pasukan Indonesia, pasti bisa dilacak dan pasti enggak bisa bergerak karena setiap gerakan pasukan harus dibawah perintah jendral2nya kebawah. Ny. Muslim binti Muskitawati.
