Bunga layu kulepas dari genggaman..
Dan kupungut satu yang segar dan harum.
 
Sebuah mawar, berwarna putih
kelopaknya mekar dengan sempurna dan indah
Untungnya tak ada kumbang yang tersesat hinggap disana.
 
Pagi ini untuk pertama kali.
Ku bawa sekuntum mawar nan asri,
Kudekap, berharap tak ada angin nakal yang menganggunya..
 
Angin berhembus dingin, matahari perlahan memberikan sinarnya yang
hangat.
ku tegakan mawarku, kubiarkan dia bersenda gurau dengan mentari.
Ah.. alangkah indahnya engkau.
 
Tak sabar lagi aku untuk berlari
ingin ku berikan kebahagiaan ini untuknya.
Mawarku.. tetap-lah indah sampai tiba di hadapnya.
 
Tiba - tiba.. angin berhembus dengan kerasnya.
kututup mataku secara spontan,
tapi sungguh tak disangka, Mawar indahku terlepas dari pegangan
Dan jatuh di tanah berlumpur.
 
Kupungut mawar itu, sekarang dia sudah tak nampak indah lagi.
3 kelopaknya rontok bersama dengan angin,
Sedang warnanya sebagian coklat karena lumpur.
 
Aku mencoba membersihkannya, tapi justru merusak kelopaknya.
Kulihat sekelilingku, tak kutemukan air untuk membasuh.
 
Dengan langkah putus asa, ku tetap melaju.
Menuju sebuah pintu yang tak jauh dari tempatku terpaku.
 
Untukmu kupersembahkan mawar putih yang tak lagi bersih ini.
apakah kau tulus masih mau menerimanya?
 
 
31.01.2008 17.36
Labyrin.Multiply.com
 
 
 

Kirim email ke