Tuti JR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
Melalui Reporter Milist
   
  Ibu Tuti dari SMP Negeri 3 Curug numpang sounding ya,
  Pada:
  Hari Minggu, 
  Tanggal 22 Juni 2008, SMP Negeri 3 Curug akan menyelenggarakan Pelatihan Tema 
Meningkatkan Daya Konsentrasi, 
  Tempat di RM. Pondok Bambu, Jl. STPI - Curu (Gardu) Curug- KAbupaten 
Tangerang dengan kontribusi Rp. 70.000 (Tujuh Puluh Ribu Rupiah). 
  Jalan menuju alamat dapat ditempuh lewat Tol ke luar Pintu Tol Bitung menuju 
arah PLP Curug-Tangerang.
   
  HAyoooo....Monggooooo memenuhi undangan kami ini. Konfirmasi 3 hari sebelum 
hari "H". Tuti tungguuuuu yaaa.
   
  SMP Negeri 3 Curug belum mempunyai gedung sendiri, jadi mohon dukungan untuk 
menghadiri dalam rangka memperkenalkan SMP Negeri 3 Curug dan mempermudah 
proses permintaan lahan sekolah.
   
  Salam
  Tuti JR
  SMP Negeri 3 Curug
  e-mail: [EMAIL PROTECTED]
     
Reporter Milist <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
        Catatan Reporteri: SBY hanya bisa  monggo-monggo saja, tetapi tidak 
cekatan dan fasih dalam menjalankan politik energi  pro rakyat seperti apa yang 
dilakukan oleh Hugo Chavez di Venezuela. Hal ini mungkin karena  TNI  pada 
prinsipnya TNI jauh dari pembelaan kepentingan rakyat. 
   
  Riau Pos
   
             
  Presiden: Hentikan Protes BBM 

   
   
        Kamis, 05 Juni 2008       JAKARTA (RP)- Presiden Susilo Bambang 
Yudhoyono (SBY) ternyata gerah juga dengan berbagai aksi demonstrasi yang terus 
saja berlangsung akibat kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak 
(BBM).
  
Saat membuka secara resmi Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) 2008 yang 
berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/6), SBY mengajak 
seluruh masyarakat untuk berhenti melakukan protes dan aksi demonstrasi. Ia 
justru mengajak untuk melakukan tindakan kongkret untuk meringankan beban 
masyarakat yang semakin terjepit.

SBY menegaskan, kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM terutama akibat 
pengaruh global, dimana harga minyak dunia sudah menembus angka 132 dolar AS 
per barel. ''Dunia sekarang sedang bermasalah, harga minyak naik, harga pangan 
naik. Bahkan sekarang

mengarah kepada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Tegasnya, dunia sekarang 
mengalami resesi,'' jelas Presiden.

Kondisi global tersebut, lanjut Presiden, mau tidak mau juga berpengaruh kepada 
Indonesia. ''Itulah mengapa akhirnya kita terpaksa mengambil kebijakan 
menaikkan harga BBM. Tapi kita harus bagaimana, apa kita harus marah-marah dan 
protes terus terhadap kondisi dunia itu, tanpa bisa berbuat apa-apa untuk 
mencari jalan

keluar bagi bangsa ini, atau justru sebaliknya, kita berhenti melakukan protes 
tapi bersama-sama mencari jalan agar beban yang dipikul oleh masyarakat dapat 
kita kurangi. Saya mengajak masyarakat untuk mengambil sikap yang terakhir 
itu,'' ajak SBY.

Presiden optimis, tidak ada yang tidak bisa dilakukan di negeri ini bila semua 
masyarakat bersatu mencari solusi terbaik menghadapi resesi dunia itu. Apalagi, 
Indonesia adalah negara yang kaya dengan sumber daya alam. ''Makanya sekarang, 
kalau kita krisis minyak, mari kita tingkatkan produksi minyak kita. Kalau kita 
krisis pangan, mari kita cari jalan agar bisa meningkatkan produksi pangan. 
Saya yakin, kalau kita bersama pasti bisa. Indonesia bisa!,'' tegas Presiden 
yang diiringi applause para hadirin.

Terkait pelaksanaan PPBI 2008, Presiden berharap agar ke depan dapat dilakukan 
lebih besar lagi. Presiden juga mendorong dunia perbankan untuk mengucurkan 
modal lebih besar lagi kepada para pengusaha kecil, mikro dan menengah. ''Kalau 
saat ini sudah dikucurkan sekitar Rp6 triliun lebih, tahun depan harus bisa 
mencapai Rp15 triliun,'' pinta Presiden.

Dalam pada itu, Provinsi Riau juga turut ambil bagian dalam PPBI 2008 yang 
berlangsung di JCC selama lima hari itu. Riau turut ambil bagian dengan 
mendirikan tiga stan, antara lain stan minuman dan makanan khas Riau, stan yang 
memamerkan sulaman dan batik Riau serta stan yang diisi dengan pelaminan sesuai 
adat dan budaya Melayu Riau. 

''Provinsi Riau dalam PPBI kali ini membuka tiga stan agar masyarakat luas 
lebih memahami apa saja yang menjadi kekhasan dari Riau,'' ucap Kepala 
Perwakilan Pemprov Riau di Jakarta Rusli M kepada pers, kemarin.

Sekdaprov HR Mambang Mit kemarin juga meninjau ketiga stan tersebut. Mambang 
mengatakan, Riau memang harus berpartisipasi setiap tahun dalam PPBI ini. 
Sebab, semua daerah ikut ambil bagian untuk mempromosikan kekhasan dan 
keunggulan masing-masing. 

''Kalau kita tidak pernah mempromosikan kepada orang lain, tentu orang tidak 
tahu, apa yang menjadi keunggulan kita,'' sebut Mambang.(


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************   



  

                           

       

Kirim email ke