Catatan Reporter: Apa Mau Ya... Kan Mereka Selalu Minta Tambah, Walau
rakyat selalu kekurangan.. walau gaji meraka sudah gila-gilaan

Gaji Pejabat Diusulkan Dipotong
Harus Diputuskan Bersama DPR
Kamis, 12 Juni 2008 | 00:21 WIB

Jakarta, kompas - Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Taufiq
Effendi mengatakan, pihaknya akan mempelajari kemungkinan memotong gaji
pejabat, seperti halnya yang dilakukan Pemerintah Malaysia, terkait dengan
kenaikan harga bahan bakar minyak atau BBM.

Hal itu dikemukakan Taufiq, Rabu (11/6) di Jakarta. Beberapa media massa
melansir, Pemerintah Malaysia memotong gaji semua menteri dan pejabat tinggi
negara sebesar 10 persen. Pemotongan itu dilakukan sebagai wujud kepedulian
negara terhadap penderitaan rakyat akibat kenaikan harga BBM.

Taufiq mengatakan, pihaknya setuju dengan langkah pemotongan gaji itu.
Namun, kebijakan semacam itu harus diputuskan bersama-sama dengan Dewan
Perwakilan Rakyat. "Ini harus diputuskan sama-sama, seluruh masyarakat. DPR
mengusulkan, saya mengusulkan. Mekanisme demokrasi. Untuk apa,
efektivitasnya bagaimana," katanya.

Namun, ia mengingatkan, apa yang sudah dilakukan Pemerintah Indonesia sudah
jauh lebih banyak daripada Malaysia. Misalnya, Indonesia mengenal bantuan
langsung tunai, bantuan usaha kecil masyarakat, dan bantuan ke kecamatan
untuk usaha. "Banyak yang kita lakukan. Tetapi ini kan made in Indonesia.
Kita terbiasa (berpikir), di sekitar tidak baik, di luar baik," ujar Taufiq.

Gagasan memotong gaji pejabat itu didukung pula oleh Ketua Bidang Politik
dan Otonomi Daerah Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Meskipun tidak menghasilkan angka yang signifikan, hal itu dapat menjadi
simbol berbagi rasa di dalam kesulitan. Langkah semacam ini patut untuk
dilaksanakan. "Saya akan bawa ke dalam rapat partai. Mudah-mudahan bisa
diterima," kata Anas.

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa mengatakan,
keprihatinan pejabat negara di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi
rakyat tidak perlu diatur dan ditetapkan dengan keputusan yang berlaku umum.
Pejabat negara sudah prihatin dengan tidak naiknya gaji di tengah naiknya
harga kebutuhan pokok.

Hatta tidak menyetujui keputusan pemotongan gaji secara menyeluruh untuk
pejabat negara sehingga APBN bisa dihemat. Hatta lebih memilih menyerahkan
kepada setiap pejabat agar menyisihkan penghasilannya untuk aksi sosial
sebagai ungkapan keprihatinan dan solidaritas. (ANA/INU)

Sumber : Kompas


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

Kirim email ke