---------- Forwarded message ----------
From: Arief Kurniawan <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sep 5, 2005 9:20 AM
Subject: [BolaML] Post-Monza: jinx continues, #1 status stops
To: [EMAIL PROTECTED], [email protected]


TITLE GONE
Membuka sedikit "Post-Silverstone", saya menulis ini di bagian akhir
ulasan team by team untuk Ferrari:
"...Kalau kondisi ini berlangsung terus, di depan publik sendiri, GP
Italia di Monza (seri 15 dari 19 GP), saya memprediksi Ferrari dan
Schumi akan kehilangan gelar juara dunia mereka."

Exactly, Schumi lost the title in Monza...

Setelah 58 bulan atau 256 minggu sejak Oktober 2000, Schumi akhirnya
harus berstatus "orang Jerman juga manusia (biasa)" yang kadang2 hebat
jadi juara dunia, kadang2 harus mengakui kehebatan pembalap lain.
Selisih 48 poin dengan Alonso pasca-Monza membuat dia mustahil
mempertahankan gelarnya. Memang, sejak penampilannya menurun sejak
pertengahan musim ke sini, Schumi yang sempat gembar-gembor masih bisa
comeback harus pasrah.

Nomor berapa mobilnya tahun depan? Tentu, di topi merahnya akan
tertera nomor berapa? Sepanjang kariernya di F-1, ia pernah pakai
nomor 32, 19, 5, 3, dan tentu saja 1 sebanyak tujuh musim. Kalau
Ferrari finis di urutan ketiga konstruktor, Schumi pakai nomor 5 lagi.
Kalau Ferrari disalip Toyota dari urutan tiga konstruktor, Schumi
pakai nomor baru: 7.

Sebenarnya kalau masih mau pakai nomor 1 sih Schumi bisa aja, kayak
Gabriel Batistuta dulu yg gak mau ngelepas nomor 9 dgn menggantinya
jadi 1+8. Schumi juga bisa kayak gitu, kalau dia pakai nomor 5 ya
ganti aja 1+4, kalau 7 ya 1+6, hehe...just jinx eh just joke.

F1 akan segera menyambut juara dunia ke-28, Alonso (most probably) atau Kimi.

KIMI'S JINX
Bukan maksud hati meramalkan Kimi bakal apes lagi ketika membuat judul
"jinx salabim" untuk pre-Monza, tapi kenyataannya kok malah kayak
begitu. Walau tampil oke banget, namun secara umum penampilan Kimi di
Monza benar-2 apes. That jinx won't go from Kimi...

Ganti mesin, udah tiga kali Kimi musim ini mengalaminya. Di
Magny-Cours, Silverstone, dan Monza. Sebenarnya dampak gara2 ganti
mesin itu gak berpengaruh banyak karena Kimi pakai taktik maut, one
stop, saat lomba. Kalau normal, taktik ini bisa jadi akan membawa Kimi
ke urutan dua saat finis, mengingat sebelum melakukan pit stop dia
benar2 sudah melongkap 9 posisi, dari 11 ke 2, hanya kalah dari
Montoya. Kalau normal, mudah dibayangkan kan apa kalau posisi lomba
1-2 adalah Montoya-Kimi dan Alonso-Fisichella ada di 3-4?

Sayang, that jinx again. Gara-gara ban kiri belakang rusak, Kimi mesti
masuk pit lagi untuk ganti ban. Kans utk finis lebih baik dari Alonso
langsung buyar. Kutukan bahwa Kimi gak pernah naik podium di Monza,
sialnya, mesti terjadi lagi ketika di lap 45 ia melintir ketika
Fisichella yg ada di posisi 3 sudah ada di depan mata. Di akhir lap 44
itu, gap antara Fisichella-Kimi 3,66 detik. Dengan mobil lagi enak, di
mana dia bilang dgn bahan bakar penuh aja masih bisa kencang, pasti
memangkas gap itu dalam 9 lap tersisa gak akan sulit bagi Kimi. Gara-2
melintir semua jadi berantakan lagi.

Lengkap sudah jinx utk Kimi: ganti mesin, gan ban, melintir.
Championship belum over seluruhnya, tapi kans dia sudah kian mengecil.
Fokus McLaren kayaknya lebih realistis kini meraih titel konstruktor,
yg terakhir kali mereka raih tahun 1998.

NO DNFs
Di sirkuit kejam seperti Monza diam2 ada catatan luar biasa. Baru kali
ini semua mobil (20) selamat sampai finis alias gak ada DNF satu pun!!
Ini menyamai rekor GP Belanda 1961 di Sirkuit Zandvoort ketika semua
15 mobil juga menyentuh garis finis.

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 14
Kayaknya kekesalan Ferrari telah mencapai puncak. Benar, sasis F2005
ada andil utk performa buruk secara keseluruhan, tp sasis itu selalu
diutak-atik dari seri ke seri karena Bridgestone sendiri juga selalu
mengubah karakter ban. Ini memang risiko menjadi satu2nya tim unggulan
pemakai Bridgestone.
Michelin sendiri tampil prima. Kalaupun ada isu kasus kembar McLaren,
itu karena kesalahan McLaren yg diakui sendiri oleh Ron Dennis. Tak
ada penjelasan resmi di mana salahnya, tapi yg pasti gak jauh dari
suspensi. Banyaknya tikungan ke kanan pasti membebani ban kiri. Namun
tim2 pemakai Michelin lain gak bermasalah, dan itu berarti murni
tanggung jawab McLaren.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi
2 Barrichello
Dua seri berurutan gak dpt poin, very very poor. Cuma ada 60.000 org
di Monza, very bad. Kini cuma unggul 8 poin dari Toyota,
mengkhawatirkan. Mengakui gak mungkin bangkit dalam seminggu ini
karena ada GP Belgia dgn karakter menantang, menyedihkan. Lost the
title, lost performance, almost lost everything. Satu2nya hiburan
adalah perpanjangan kontrak Marlboro hingga 2011.

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Bersama Ferrari menjadi tim yang under-performed di Monza. Posisi
start bagus, 3-4, diakhiri dengan finis 8 dan 16. Memang ada masalah
pada selang penyalur bahan bakar, tapi tanpa itu pun mobil mereka lagi
out of pace. Sekuat apa pun digeber, kalau mobil lagi gak ada pace dan
grip ya akan slow juga. Beruntung Jenson masih dpt poin.

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Welcome back, Fisico! Lama juga dia gak naik podium lagi sejak menang
di Aussie. Alonso lagi2 mengoptimalkan semua potensi, ya teknis ya
luck. Secara umum, pace Renault "gak ada apa2nya" dibanding McLaren.
Tapi luck McLaren "gak ada apa2nya" ketimbang Renault. Sepanjang lomba
Alonso diberitahu progres posisi Kimi. Sampai lap 25, ketika Kimi
masuk pit dan dipastikan pakai one-stop, Alonso pasti gak tenang. Tapi
ketika Kimi masuk pit lagi utk ganti bannya yg rusak di lap 28, saya
jamin hati Alonso tenang bukan main. Kalau dia boleh nyetel CD di
mobil, mungkin dia nyetel lagu Asereje kali.
Fisico, dgn bahan bakar banyak sejak start, tampak nervous di lap2
awal. Tapi kemudian malah tampil konsisten utk menjaga pace. Tak ada
highlight berarti bagi Fisichella selama lomba, tapi ia salah satu
best performer di Monza yg tetap menjaga poin konstruktor Renault.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld/Pizzonia
Lagi asyik tidur di Sabtu pagi, Antonio Pizzonia ditelepon disuruh
buru2 ke sirkuit utk gantiin Heidfeld. Ikut free practice,
kualifikasi, dpt posisi start 16. Besoknya lebih edan, karena ia yg
kali terakhir menggeber mobil F-1 waktu tes V8, malah finis di urutan
7 atau longkap 9 posisi. Mantaap...
Webber jadi korban tabrakan di lap 1 sehingga dia mesti ganti hidung
mobil yg tentu lgsg mengacaukan lombanya.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Kimi udah banyak dibahas, utk JPM kayaknya dia memang body soul-nya
Monza. Waktu menang pertama kali di sini tahun 2001 dia gak bisa
sampanye krn waktu itu dunia sedang berkabung akibat kasus WTC.
Sekarang dia bisa leluasa meluapkan kegembiraan. Yg lebih membuat JPM
senang adalah karena performanya memang luar biasa. Dia gak kehilangan
satu lap pun, dari start hingga finis. Selain itu, gambling dia di
saat ban sudah rusak tapi tetap berlomba membuahkan hasil. Kerusakan
ban itu sebenarnya berbahaya, tapi karena hanya "dipakai" utk 4 lap
jadi gak terlalu mengkhawatirkan. Pun, kerusakan ban itu segaris yg
tidak mengganggu suspensi dlm waktu singkat. Tapi itu semua tanpa
fighting spirit yg tinggi gak akan berhasil dan JPM punya itu. JPM pun
gak perlu merasa berdosa karena dia gak patuh pada team order karena
Kimi nun jauh di belakang.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Kalau melihat posisi start, Sauber lumayan saat lomba. Tapi, pace
mereka, spt halnya sang induk semang, Ferrari, benar2 gak ada. Ada
kejadian "kocak" ketika marshal memberi blue flag kepada Villeneuve
agar dia memberi jalan buat Kimi. Padahal blue flag itu gak pantas
karena keduanya sedang dlm berebut posisi. Villeneuve akhirnya ngalah
dan membiarkan Kimi lewat karena mobil Kimi memang lebih kencang.
Massa sekali lagi the better driver. Start 15 finis 9.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
DC korban tabrakan di lap awal. Ia nabrak Fisichella yg akhirnya
merusak sayap depannya utk kemudian diganti. Kalau sdh kehilangan
waktu kayak gitu, ya bertempur apa adanya aja di trek. Padahal, DC pun
udah ganti taktik dari 2 menjadi 1-stop. Klien juga mendapatkan hari
buruk. Kembar 13, start dari posisi itu dan finis di posisi itu juga.

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Tim paling solid di Monza. Tanpa basa-basi, tanpa gembar-gembor,
mereka mampu menempatkan Trulli dan Ralf di urutan finis 5-6. Kalau
melihat taktik lomba mereka, terlihat mobil Toyota amat fleksibel. Utk
bahan bakar ringan bagus, utk bahan bakar banyak juga gak
mengecewakan. Wajar bila akhirnya mereka menargetkan posisi tiga besar
konstruktor di akhir musim dgn ambisi mengalahkan Ferrari! Segala
improvement yg ada di tim ini yg dibangun lebih serius sejak 2004
tampaknya menyatu dgn pengalaman yg di-share oleh Trulli dan Ralf.

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Kelihatannya aneh, di sirkuit low downforce malah pakai tambahan sayap
di sayap depan utk mobil EJ15B. Di saat Renault sbg pioner "jemuran"
di sayap depan saja sementara membuang penemuan itu di Monza, Jordan
malah memakainya. Tapi kalau melihat mobil mereka bisa finis, bisa
jadi penggunaan itu tepat utk tim "sekaliber" Jordan. Narain finis
terakhir karena dia sempat disundul oleh Albers yg memaksa dia masuk
pit unscheduled dan pasti mengganggu lombanya.

MINARDI
20 Friesacher/Doornbos
21 Albers
Gara2 berurusan dgn Narain, Albers masuk pit utk ganti sayap depan.
Tapi, gara2 tak patuh pada bendera biru utk memberi jalan Felipe
Massa, Albers mesti menerima driver thru penalty. Albers gak dengar
perintah minggir itu dari radio. Overall, penampilan Minardi
mengecewakan Paul Stoddart karena dia melihat tak ada speed berarti
utk mengalahkan Jordan.

salam,
arief k.


------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

--
junker juga manusia... punya rasa punya hati...
jangan samakan dengan... pisau belati... (SEURIEUS MOD TM)

nusagames, it's a new way of life!
---====*SPAMMERS WELCOME!!*====---
 http://nusagames dot cjb dot net
--------==================-------- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nusagames/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Reply via email to