*tabur2 pakan ayam :))*
jawapos,Rabu, 21 Sept 2005, Merasa Diancam, Persebaya Mundur JAKARTA - Green Force Persebaya kemarin sore melakukan aksi menggemparkan pentas sepak bola nasional. Tim ini menyatakan mundur dari Delapan Besar Grup C Jakarta. Pernyataan itu dilontarkan dalam acara jumpa pers pukul 16.30 kemarin di markasnya, Hotel Maharaja, Jakarta. Belum pernah terjadi di sepanjang sejarah PSSI ada tim yang mundur saat babak puncak (Enam atau Delapan atau 10 Besar). Mengapa Persebaya tiba-tiba mundur? Adakah alasan sangat kuat dan kondisi sangat darurat untuk mundur? "Persebaya mundur demi menjaga keselamatan warga kami (Bonekmania) yang ada di Jakarta dan demi menjaga keamanan ibu kota," kata Saleh Mukadar, manajer tim Persebaya, kepada wartawan dalam konferensi pers kemarin. Dijelaskan Saleh, keputusan itu dibuat setelah ada instruksi dari Ketua Umum Persebaya Bambang D.H. yang juga wali kota Surabaya. Sebelumnya, salah satu stasiun televisi swasta menayangkan bahwa FBR (Forum Betawi Rempug) mengancam akan melibas Bonek yang ada di Jakarta. Saleh juga menyatakan bahwa kompetisi tidak ada gunanya lagi. Persija yang seharusnya mereka hadapi di laga pemungkas (hari ini) telah menghalalkan segala cara untuk menjuarai Liga Djarum Indonesia 2005. Komentar FBR di televisi, menurut kubu Persebaya, bukan hanya ancaman. Kemarin enam Bonek dilaporkan hilang setelah dikeroyok sekelompok orang di Terminal Pulo Gadung. "Kami tidak takut. Malah, kalau kami biarkan, akan lebih banyak Bonek yang datang ke Jakarta. Tapi, Bapak Wali Kota tidak mau suasana Jakarta yang merupakan pusat lambang republik ini rusuh," beber Saleh. Dengan mundurnya Persebaya, otomatis Persija lolos ke babak final. Sebab, The Jak akan mendapatkan tambahan tiga angka sebagai kompensasi menang WO. Ini berarti Persija akan mengantongi tujuh angka. Sudah tak terkejar lagi oleh PSM dan PSIS yang akan melakoni pertandingan terakhir hari ini. Kalau Persija menang WO, berapa pun kemenangan PSIS atau PSM sudah tak berarti. Sebagai tindak lanjut keputusan mundur itu, Persebaya sebagai juara bertahan menyerahkan Piala Presiden kepada perwakilan Siwo PWI Jaya untuk diserahkan kepada Ketua Umum Persija Sutiyoso. "Persija ingin menjadi juara dengan segala cara, menggarap wasit, dan melakukan tindakan penganiayaan terhadap suporter kami. Sekarang kami serahkan piala ini," ujar Ketua Harian Persebaya H Susanto yang mendampingi Saleh dalam konferensi pers. Ketua Yayasan Suporter Surabaya (YSS) Wastomi Suheri menyatakan, pengeroyokan dan hilangnya enam anggota mereka belum dilaporkan kepada polisi. "Kami menunggu 1 x 24 jam untuk melaporkan kejadian ini kepada polisi. Kami akan mencari mereka dajulu," kata Wastomi. Andi Darussalam sebagai direktur eksekutif Badan Liga Indonesia (BLI) mengaku terkejut. "Saya masih shock. Belum bisa berkomentar apa-apa," jawab Andi kepada wartawan Fajar (Grup Jawa Pos). Dia juga belum bisa menentukan sanksi yang paling tepat untuk Persebaya. Itu saja komentarnya. Selanjutnya, telepon selulernya tidak pernah bisa dihubungi. Berdasar kalkulasi, peluang Persebaya untuk mempertahankan gelar sangat kecil. Baru merebut satu poin, Green Force menduduki juru kunci klasemen Grup Barat. Persebaya baru bisa menembus final bila mengalahkan Persija dan laga PSIS kontra PSM berakhir seri. Dalam persepakbolaan Indonesia, apa yang dilakukan Persebaya itu adalah sejarah baru, satu klub mengundurkan diri pada babak delapan besar. Menurut penelusuran wartawan Indo.Pos (Grup Jawa Pos), Polsek Pulo Gadung tidak menjumpai pengeroyokan di wilayahnya. (ang/dns) --------- Rabu, 21 Sept 2005, KAMI INGIN MAIN! JAKARTA - SAMPAI pukul 22.30 WIB tadi malam, delapan pemain Green Force Persebaya sudah check out dari Hotel Maharaja, tempat mereka menginap selama di Jakarta. Antara lain Bejo Sugiantoro, Danilo Fernando, Zeng Cheng meninggalkan hotel dan naik taxi. Tak jelas ke mana mereka pergi? Langsung pulang atau pindah hotel. Menurut sumber koran ini, pagi ini pukul 09.00 WIB seluruh rombongan bertolak ke Bandara Soekarno-Hatta dengan dua bus. Para pemain terlihat kebingungan juga menyikapi keputusan mundur mendadak ini. "Saya tidak bisa mengomentari masalah ini. Alasan manajemen untuk mundur saja saya belum tahu. Tapi sebagai pemain, kami tentu ingin menyelesaikan pertandingan sampai tuntas," kata Mursyid Effendi kapten tim Persebaya kemarin. Keputusan mundur itu sangat mendadak. Pagi kemarin, Mursyid dkk. masih menjalani latihan di Stadion Gelora Bung Karno. Sore sekitar pukul 15.30 WIB mereka juga latihan ringan di ruang serba guna Hotel Maharadja. Keputusan tidak melanjutkan pertandingan (mogok tanding) baru disampaikan kepada para pemain sekitar pukul 16.30 WIB. Pelatih Jacksen F. Tiago diajak ke satu ruangan oleh manajer tim Saleh Mukadar dan ketua harian Persebaya H. Susanto. "Tidak ada komentar," jawab Jacksen ketika ditanya soal pengunduran diri tersebut. Pelatih yang berjasa mengantarkan Persebaya juara Divisi I dan Divisi Utama tersebut boleh saja berkilah. Tapi dari raut mukanya terlihat jelas kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Begitu juga para pemain. "Pemain sepak bola dibayar untuk bermain sepak bola, bukan untuk mogok-mogokan seperti ini," kata salah seorang pemain. Melawan Persija nanti sore, kondisi Mursyid dkk. sejatinya lebih bugar karena waktu istirahatnya dua hari. Sebelumnya hanya satu hari. Selain itu, kondisi Danilo Fernando mulai membaik. Dalam latihan pagi kemarin dia absen karena menjalani terapi, tapi sorenya bengkak di engkel kanannya sudah tidak nampak lagi. Para pemain dan pelatih sempat berkumpul sekitar 30 menit untuk menentukan sikap atas keputusan manajemen tersebut. Mereka memang harus loyal pada keputusan manajemen yang mengontrak dan menggaji mereka. Tapi juga merasa harus menjaga kehormatan sebagai pemain profesional. Mereka ingin melakoni laga pamungkas Delapan Besar sesuai yang dijadwalkan. Seolah tidak percaya pada keputusan manajemen, Ibnu Grahan, Kasiyanto, Stefano Cugurra, dan Jacksen kemarin sore duduk termangu cukup lama di ruang Sulaiman Hotel Maharadja. Mursyid Effendi dkk. baru saja latihan ringan di ruang itu. Mulut mereka terkunci rapat ketika wartawan coba mewawancarai. Sampai tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, seluruh pasukan Persebaya masih tetap berada di Hotel Maharadja. Wartawan foto Jawa Pos menunggu di sana, siapa tahu mereka langsung check out karena masih ada penerbangan Garuda pukul 21.15 WIB. Bisa Lebih Parah dari Kasus PKT Kasus mogok sebelumnya pernah dilakukan Persebaya di Ligina VIII lalu kala away ke kandang Pupuk Kaltim Bontang. Akibat aksi mogok tersebut, H. Susanto, Manajer Tim Persebaya dikenai sanksi larangan beraktivitas di sepak bola. Bermula dari aksi tersebut, Persebaya dilanda masalah internal yang akhirnya membuat tim kebanggaan warga Surabaya ini degradasi ke divisi I. Kini Persebaya kembali melakukan aksi serupa. Dalam kasus tersebut, hukuman pengurangan poin dan denda dijatuhkan untuk Persebaya. Tapi kali ini, tampaknya, jauh lebih rumit. PSM dan PSIS yang masih memiliki peluang sama besar dengan Persija otomatis gagal merebut juara jika Pesebaya dinyatakan WO. Dan, tanpa mengeluarkan keringat di laga pamungkas Persija dinyatakan menang, mengemas 7 poin, dan melenggang ke final. Kalau toh PSIS dan PSM tetap bertanding dan PSIS yang menang, poinnya hanya 6. "Persebaya sepertinya menjual diri, mereka sengaja dibeli Persija untuk memuluskan langkah mereka ke final," kecam Ilham Arif Sirajudin manajer tim PSM. (ang/dns) Kronologis Mundurnya Persebaya 12.30 WIB: Ketua Umum Persebaya Bambang D.H. memberikan instruksi melalui SMS (Short Message Service) untuk menarik seluruh pemain Persebaya dan Bonek (suporter Persebaya). Alasannya, arogansi FBR (Forum Betawi Rempuk) seperti yang ditayangkan salah satu televisi swasta. Dalam SMS-nya Bambang tidak ingin suasana Jakarta menjadi kacau. 13.00 WIB: Wastomi Suheri, Ketua YSS (Yayasan Suporter Surabaya) kehilangan kontak dengan Tulus, Korwil Bonek Bon Jovi. Dia diindikasikan diculik.Sebab, sekitar pukul 12.02 WIB ada laporan kepada Wastomi kalau mereka dikeroyok orang di daerah Pulo Gadung, Jakarta. 15.30 WIB: Pemain Persebaya memulai latihan ringan di ruang serba guna Lt. 2 Hotel Maharadja. 16.00 WIB: Manajemen Persebaya menggelar konferensi pers menyatakan menolak bertanding. 16.15 WIB: Piala Presiden diserahkan pada Wakil Ketua Siwo Jaya, Fery Kodrat. 16.30 WIB: Manajer Persebaya Saleh Mukadar memanggil pelatih, Jacksen F. Tiago untuk diskusi mengenai keputusan tidak bertanding. 19.30 WIB: Andi Darussalam, Direktur Eksekutif BLI (Bidang Liga Indonesia) menyatakan akan menemui Saleh Mukadar untuk membujuknya. 20.55 WIB: Saleh kembali menegaskan tidak akan merevisi keputusan mundur Persebaya. ========= Rabu, 21 Sept 2005, Cukup Salaman di Lapangan TERKAIT aksi mogok Persebaya, PSM Makassar mengambil sikap wait and see. Mereka akan berdiskusi dengan lawannya, PSIS Semarang apakah tetap bertanding atau tidak. "Kita tetap hadir di Lebak Bulus besok (hari ini). Tapi pemain cukup bersalaman dan tidak perlu bertanding. Toh, tidak ada yang mogok kan," tambah Erwin Aksa. Dia menambahkan bahwa timnya tidak sampai harus mogok main mengikuti jejak Persebaya. Bagi PSM, langkah yang diambil Persebaya menjadi hak yang bersangkutan. Termasuk, alasan demi keselamatan suporternya (Bonekmania), Erwin bisa memakluminya. Sementara Asisten Manajer PSM Sumirlan menginginkan agar semua poin lawan Persebaya dalam Delapan Besar tidak dihitung. Dengan demikian, Persebaya dianggap tidak bertanding dalam Delapan Besar. Hal ini dirasa fair bagi semua tim. "Mungkin PSIS merasa dirugikan atas keputusan ini karena menang atas Persebaya. Tapi, ini demi keadilan bersama," jelasnya.(ang/dns) ====== Rabu, 21 Sept 2005, The Jak Bantah Keroyok Bonek SALAH satu alasan Persebaya mundur adalah jatuhnya korban dari suporter setia mereka, Bonekmania. Mereka khawatir, apabila partai Persebaya lawan Persija tetap digelar hari ini, korban yang berjatuhan bakal bertambah banyak. Menurut versi Green Force, sejauh ini 43 bonek mengalami cedera dan 6 lainnya dilaporkan hilang atau diculik. Mengenai penculikan ini kabarnya terjadi di sekitar kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Tuduhan pun mengarah kepada The Jakmania (suporter Persija) sebagai pelakunya. Perseteruan The Jak dengan Bonek selama ini diduga menjadi alasan kuat terjadinya tindakan penculikan. Tapi, dari kubu The Jak mengeluarkan bantahan keras. "Tadi malam (kemarin) saya mengumpulkan 47 korwil untuk mengadakan rapat. Dari pernyataan mereka ternyata tidak ada anggota The Jak yang terbukti melakukan tindakan semacam itu (penculikan)," papar Ferry Indrasjarief, ketua umum The Jakmania, kemarin. Menurut Ferry, The Jak dalam hal ini memang menjadi �kandidat� tersangka. Tapi, pihaknya mengingatkan bahwa tidak hanya The Jak yang tidak suka dengan keberadaan Bonek. Banyak pihak lain yang enggan menerima Bonek. Sehingga, bisa jadi ada pihak-pihak lain yang ikut terlibat terhadap masalah ini. Selain itu, sejak awal pihaknya telah memberi peringatan kepada Bonek untuk tidak menginjakkan kaki di Jakarta. Hal ini semata-mata demi keselamatan Bonek sendiri. Sebab, kekhawatiran akan terjadingan gesekan antarsuporter sangat rentan terjadi. Jadi bukan karena aksi balas dendam atas aksi saling cekal tahun lalu."Kalau mereka (Bonek) sampai mengalami kejadian seperti itu menjadi sudah menjadi risiko yang harus mereka tanggung sebelumnya," jelas Ferry. Sementara itu, Kapolsek Pulo Gadung Kompol Eko Nugroho secara singkat mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan perihal adanya Bonek yang diculik. Sepanjang pengamatannya kemarin, tidak ada tindakan penculikan yang terjadi di wilayahnya. (dns/ang/rco) ======= Rabu, 21 Sept 2005, PSSI Siapkan Sanksi Berat PSSI pusing! Pemegang otoritas tertinggi sepak bola nasional itu lamban dalam menentukan sikap mengenai pengunduran diri Persebaya dari Delapan Besar. PSSI baru bertindak jika ada laporan yang telah masuk. Mereka mengaku masih menunggu laporan tertulis apakah Persebaya secara resmi mengundurkan diri dari Delapan Besar atau tidak. Pejabat Ketua Umum PSSI Agusman Effendi mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu laporan tertulis dari Persebaya. Mengenai sanksi atau hukuman yang dijatuhkan bakal diserahkan kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. "Komdis yang akan menentukan hukumannya. Yang jelas sanksinya cukup berat," kata Agusman. Hanya, pria yang juga menjabat Ketua Komisi X DPR RI itu mengatakan bahwa tindakan Persebaya menjadi preseden buruk bagi persepak bolaan nasional. Karena itu, dia mengharapkan agar kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi insan sepak bola nasional."Bagaimana sepak bola Indonesia ingin maju jika kejadian semacam ini masih saja terjadi. Selain itu," kecamnya. Sementara Komdis yang bertanggung jawab perihal ini juga belum bisa memberikan pendapat jika belum ada hitam di atas putih. Prinsip mereka adalah melakukan sidang jika telah ada laporan yang masuk."Sebenarnya, saya belum tahu persis masalah tersebut. Untuk saat ini, kami belum bisa memberikan pendapat," jelas Togar Manahan Nero, ketua Komdis PSSI, ketika dikonfirmasi, kemarin. Togar juga belum mau merinci sanksi atau hukuman yang akan dijatuhkan kepada Persebaya. Sebab, masalah mogok main kali ini harus dilihat dulu alasannya. Apakah disamakan dengan kasus mogok Persib (lawan Persija, (4/9) lalu atau ada perlakuan berbeda? "Tidak bisa berandai-andai begitu. Kami menunggu laporan yang masuk dulu," tegas Togar. (dns/ang) ====== Rabu, 21 Sept 2005, Rusuh Sepak Bola Nasional Sabtu, 30 April 2005 Persik v Persibom 3-0 Persibom mogok melanjutkan pertandingan karena tidak puas dengan keputusan wasit. Nilainya dikurangi tiga dan dikalahkan 3-0. Senin, 25 April 2005 Persekabpas v Arema Pertandingan belum berlangsung, suporter kedua tim sudah terlibat kerusuhan. Seorang suporter Arema tewas dalam kecelakaan. Stadion Wilis Madiun rusak parah. Pertandingan batal digelar. Rabu, 22 Juni 2005 Persikota v Persita 1-0 Derby Tangerang ini berlangsung rusuh menyusul kekalahan Persita 1-0. Sekelompok Laskar Banteng Viola turun ke lapangan dan melakukan aksi lempar batu ke lapangan. Wakapolresta Tangerang menjadi korban lemparan batu. Minggu, 3 Juli PSPS v PSIS Pertandingan dihentikan karena PSIS tidak puas dengan keputusan wasit, dan dilanjutkan dalam pertandingan di tempat netral, Stadion Lebak Bulus Jakarta. Senin, 1 Agustus 2005 Persekaba v PSM 1-0 PSM Makassar mogok melanjutkan pertandingan melawan Persekaba Kabupaten Badung di ajang Copa Dji Sam Soe 2005. kericuhan diawali ketika pemain PSM, Irsyad, memegangi kepalanya sambil berlari ke tengah lapangan dengan kepala bercucuran darah. Tim medis langsung menggotongnya ke ambulance. PSM pun tidak mau melanjutkan pertandingan. Selasa, 9 Agustus 2005 Arema v Persekabpas 2-0 Bentrokan antara Aremania dan petugas keamanan terjadi dalam pertandingan tanpa penonton antara Arema lawan Persekabpas dalam laga usiran di Stadion Brantas Batu. Tiga Aremania luka parah dan beberapa Aremania luka ringan akibat pukulan dari oknum aparat keamanan. Senin, 8 Agustus 2005 Persigo v Persiwa Pertandingan di Stadion Merdeka Gorontalo ini hanya berlangsung 38 menit, karena puluhan ribu suporter Persigo masuk lapangan. Mereka memukuli seluruh pemain Persiwa. 18 orang dilarikan ke rumah sakit. Rabu, 24 Agustus 2005: Persmin v Persik 1-0 Pertandingan tanpa penonton di Stadion Maesa Tondano berlangsung rusuh. Sebab ternyata banyak penonton yang masuk ke stadion. Bahkan mereka (sekitar 3 ribu orang) mengepung pemain Persik di lapangan hingga manajer tim Persik Kediri Iwan Budianto mengacungkan pistol. Sabtu, 3 September Persema v Persegi 1-0 Dalam laga di Stadion Gajayana ini terjadi baku hantam antarpemain. Bahkan, ofisial Persema sempat masuk lapangan dan memukul pemain Persegi. Kericuhan dipicu aksi tak simpatik pemain Persegi Mudana yang sengaja memukul Nurul Huda saat akan mengambil sepak pojok. Bogem mentah Mudana mendarat telak di kepala Nurul Huda. Mendapat perlakuan seperti itu, kubu Persema tak terima. Minggu, 4 September Persija v Persib Persib tidak mau bertanding, karena sehari sebelumnya diteror oknum suporter Persija saat mencoba lapangan Lebak Bulus. Persija dinyatakan menang WO (3-0) ======= Rabu, 21 Sept 2005, PSIS 2 Kali Digembosi Persebaya Tim PSIS Semarang betul-betul kecewa berat dengan mundurnya Persebaya Surabaya, dari Babak 8 Besar Liga Djarum Indonesia. "Saya tidak habis mengerti, mengapa tim sekelas Persebaya bisa bersikap seperti itu. Padahal, sebelumnya kami sudah membuat komitmen bertiga, PSIS, PSM dan Persebaya. Kami namai gerakan Asal Bukan Persija. Lho, tiba-tiba kok mundur?" kata Yoyok Sukawi, Manajer Tim PSIS, kepada Radar Semarang (Grup jawa pos), tadi malam. Dari komitmen itu, kata Yoyok, seharusnya Persebaya tetap fight untuk menghentikan laju Persija. Jika Persebaya menang, dengan selisih gol lebih dari dua, itu menjadi rezeki-nya anak asuh Jecksen F Tiago itu. Persebaya berpotensi lolos. Jika seri, maka peluang itu ada di PSIS. Dengan catatan, PSIS harus bisa mengalahkan PSM Makassar. Dan, jika PSIS kalah, maka PSM lah yang mengambil peluang. "Terus terang, saya sama Mas Erwin (Manajer PSM) bingung melihat sikap Persebaya itu. Sejak awal, Persebaya memang sudah mengajak mundur total dari putaran 8 besar ini. Tetapi, kami keberatan untuk mundur. Kami sudah bertekat bulat untuk tampil jadi juara, maka kami jaga terus performa agar tetap tampil bagus," ujarnya. Putra Walikota Semarang Sukawi Sutarip ini mulai meragukan komitmen itu. Apalagi, yang dijadikan alasan adalah, merasa dikerjain Persija. "Lha wong belum bermain melawan Persija kok sudah merasa dikerjain? Seharusnya PSIS dan PSM yang berteriak digembosi wasit itu. Karena itu, saya dan Mas Erwin pun jadi bertanya-tanya, ada apa ini?" tutur Yoyok lugu. Adakah Anda mencium aroma "skenario baru" Persija? Dengan memanfaatkan gaya bonek Surabaya? "Wah, biar publik saja yang menilai. Yang pasti, kami tetap main seperti biasa menghadapi PSM. Kami tetap akan mempertontonkan permainan yang baik, cantik, dan berkualitas. Kami mengemban amanah warga Kota Semarang, dan juga warga Jawa Tengah. Kami tidak mau bermain-main di sini," jelasnya. Statemen itu masuk akal. Sebab, demam PSIS di seluruh Jawa Tengah memang sudah mewabah. Dari lapangan Gedung Gubernuran, Jalan Pemuda, setiap pertandingan PSIS selalu dibuat giant screen (layar lebar), dan nonton bareng. Ribuan warga kota yang tidak sempat ke Senayan, berkumpul di sana. Gubernur Jateng H Mardiyanto juga menginstruksikan kafe, restoran, dan TV publik, selama siaran langsung PSIS, wajib on channel. Belum lagi janji-janji bonus yang bakal dikucurkan. Jumlahnya lebih dari Rp 1,7 M. "Karena itu, kami cukup terpukul, karena peluang untuk juara itu pupus sudah. Bagi PSIS, ini adalah pengalaman kedua digembosi Persebaya. Dulu, di era H Agil H Ali, saat Kompetisi Divisi Utama Perserikatan, Persebaya mengalah dari Persipura 0-12, dan akibatnya PSIS tidak lolos ke Senayan. Kala itu disebut sepak bola gajah. Sekarang kasus mirip gajah terulang lagi, Persebaya tiba-tiba mundur, di saat PSIS berharap agar tetap fight. Maka, PSIS kembali tidak punya harapan menjuarai Liga Indonesia ini," kata Yoyok. Ada beberapa catatan yang menurut Yoyok agak janggal. Pertama, kalau urusannya bonek mengapa tim harus mundur? Kedua, kalau urusannya "kecurangan" Persija, wong belum main melawan Persija? Ketiga, kalau sudah ada kesepakatan bersama "Asal Bukan Persija" mengapa kok dilanggar sendiri? Keempat, langkah mundur Persebaya itu, sekalipun dibungkus dengan gaya protes, ini justru memuluskan jalan Persija. "Yang pasti, saya harus minta maaf kepada warga Kota Semarang, warga Jawa Tengah, PSIS gagal menjadi jawara. Semoga ini ada hikmahnya." Bajul tenan! Green Force Persebaya tiba-tiba mundur dari putaran 8 besar Kompetisi Liga Djarum Indonesia. Pupus sudah harapan PSIS Semarang untuk bisa menjadi juara Grup Barat. Itu sekaligus mengkandaskan cita-cita Mahesa Jenar untuk lolos ke final, dan menjadi jawara. Energi, tenaga, biaya, support dari semua pihak, yang sekian lama dan sekian banyak sia-sia sudah. PSIS dikalahkan oleh nasib. Memang mundur itu hak Persebaya. Melanggar komitmen bersama itu juga hak mereka. Tidak ada yang melarang untuk mundur. Tapi, sebagai juara bertahan, sekaligus tim kebanggaan arek-arek Suroboyo, yang dikenal patriotik dan pantang menyerah itu, tiba-tiba mak klepus. Entah, apa alasan yang sebenar-benarnya dari mundurnya Persebaya itu. Kesan, bahwa Persebaya itu tim yang sportif, siap menang, rela kalah terhormat, itu jadi hilang. Kesan Persebaya yang hebat itu sudah masa lalu. Kesan baru yang muncul adalah Persebaya ngamukan. Bukan hanya suporternya yang bonek, tetapi juga pengurus timnya yang emosional. Yang pasti, retreat-nya anak asuh Jacksen F Tiago itu menimbulkan spekulasi pendapat yang bervariasi. Jangan-jangan Persebaya bermain sendiri, nego sendiri dengan Persija, tidak mencapai kata sepakat, lalu mutung, dan mundur? Jangan-jangan Persebaya takut main melawan Persija, malu kalau digunduli lawan? Jangan-jangan Persebaya takut pulang ke Kota Buaya dengan tangan hampa? Takut tidak memperoleh sambutan hangat dari fans? Dan masih banyak "jangan-jangan" lagi! (dm) ------ Rabu, 21 Sept 2005, Persija Tak Percaya Kubu Persija yang diwakili Sekretaris Umum Biner Tobing mengatakan bahwa pihaknya tetap menganggap bahwa Persebaya belum mundur. Meski mengaku mengetahui pengunduran diri Persebaya, tapi segala sesuatunya belum pasti sampai yang bersangkutan menyampaikan laporan tertulis yang disampaikan kepada Persija selaku tuan rumah Delapan Besar."Kami sendiri juga belum tahu alasan pasti dari Persebaya," jelas salah satu panpel Delapan Besar ini. Padahal, menurut Biner, dari Persija sendiri selaku tuan rumah sudah memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Jika alasan bakal terjadinya gesekan antara The Jak dengan Bonek, dari panpel sendiri sebenarnya telah mengantisipasi dengan penambahan petugas kemanan ataupun sweeping ketat terhadap penonton yang memasuki areal stadion. Sedangkan kalau alasan yang diajukan adalah masalah wasit, adalah menjadi urusan dari PSSI sendiri (Departemen Wasit)."Kami sendiri memang agak menyayangkan kenapa klub sebesar Persebaya melakukan tindakan semacam itu," imbuh pria asal Batak itu.(dns/ang) ======= Rabu, 21 Sept 2005, Reaksi Tim- Tim 8 Besar PSIS Merasa Dirugikan KAMI tidak habis pikir mengapa Green Force (julukan Persebaya) tiba-tiba memutuskan mundur. Mengapa tim sekelas Persebaya yang notabene sebagai juara bertahan mengambil jalan kurang satria. Padahal, Delapan Besar tinggal satu laga saja. Yang jelas, PSIS adalah tim yang dirugikan dengan kejadian ini. Kans kami sebenarnya masih terbuka lebar untuk lolos ke babak final. Kalau kami mengalahan PSM, dan Persebaya menahan seri Persija, maka PSIS yang bertemu Persipura di grand final. Tapi ternyata, kami harus gugur dengan cara lain. Secara organisatoris, PSIS sebenarnya belum bisa memberikan pendapatnya. Tapi, secara pribadi, saya sangat menyayangkan keputusan Persebaya tersebut. Kalau alasannya demi keselamatan Bonekmania dan keamanan Jakarta sebagai ibukota negara, mengapa baru sekarang. Ini yang menjadi tanda tanya. Di sisi lain, pengunduran diri Persebaya menjadi preseden buruk, tidak hanya bagi persepakbolaan Indonesia tapi juga Jawa Timur khususnya. Terkait keputusan yang bakal diambil PSSI, mungkin Persija bakal menang walk out (WO). Dinyatakan menang 3-0, sehingga tidak ada lagi artinya pertandingan PSIS versus. Pihaknya tetap pada komitmen awal. Yaitu tetap berpegang bahwa pertandingan tetap dijadwalkan seperti semula kecuali ada pemberitahuan lebih lanjut dari PSSI. "Sampai saat ini kami belum menerima kabar terbaru apakah pertandingan mengalami perubahan tempat atau bagiamana. Jadi, kami tetap fight melawan PSM besok (hari ini) meski tidak berpengaruh," tambah Yoyok Sedangkan kubu PSM memilih menyerahkan masalah tersebut kepada PSSI. "Kami sebagai anggota tentu mengembalikan lagi masalah ini terhadap PSSI. Segala hal yang terkait dengan sanksi atau lainnya tentu sudah diatur dalam peraturan pertandingan," jelas Erwin Aksa, manajer PSM. Namun, Erwin juga mengarisbawahi bahwa tindakan Persebaya kali ini juga harus dinilai secara objektif. Maksudnya adalah PSSI sebagai payung organisasi sepak bola di Indonesia terbukti gagal membina anggotanya dengan baik. "Ini merupakan bentuk kekecewaan juga terhadap PSSI," imbuhnya. (dns/ang) ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/IYOolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> -- junker juga manusia... punya rasa punya hati... jangan samakan dengan... pisau belati... (SEURIEUS MOD TM) nusagames, it's a new way of life! ---====*SPAMMERS WELCOME!!*====--- http://nusagames dot cjb dot net --------==================-------- Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/nusagames/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
