Round 1 - 12/03/2006 GP BAHRAIN, SAKHIR
Circuit length: 5,412 km
Race distance: 57 laps (308,238 km)
Qualifying: 18.00 WIB --- live Star Sports (Global 22.00 WIB)
Start: 18.30 WIB --- live Global/Star Sports

Assalamu'alaikum!

F-1 2006 dimulai dari "kanan". Kalau baca buku2 bahasa Arab, bukan
cuma Al Quran, kan mulainya dari kanan. Eh tahun ini GP dimulai dari
jazirah Arab. Biasanya Aussie, tapi karena ada Commonwealth Games di
Melbourne, first race pun dipindah ke Timur Tengah. Ini sejarah juga,
F-1 dimulai dari "Liga Arab".
Kayaknya asyik juga kalau FIA membuat F-1 Sporting Regulations pakai
bahasa Arab, selain tentunya Inggris dan Prancis. Dibacalah regulasi
F1 Arabic version sama seorang pembalap. Dia baca dari kiri kayak baca
buku biasa, terus melihat "Pasal 1", tertulis Podium Protocol. Lho?
Balapan blm mulai kok lgsg ngatur soal Podium? Dia gak tahu, itu
adalah bagian terakhir Regulasi...

Bola kristal memperlihatkan sulit menebak siapa yg bakal unggul musim
ini, karena banyak hal2 baru yg akan mengacaukan pasar taruhan.
Kayaknya tak akan lagi ada dominasi, baik oleh 1 tim tertentu atau 1-2
tim. Musim ini akan jadi perang terbuka. Mgkn di awal musim dominasi
dilakukan oleh 1-2 tim secara kombinasi (bisa Renault-Honda, bisa
Renault-Ferrari), tapi memasuki seri-2 di Eropa akan ada tim ke-3 dan
4 (bisa Ferrari-McLaren, bisa Honda-McLaren) yg akan membuat rimba
persilatan tambah ramai. Tim ke-5 (Williams), bisa jadi, membuat keruh
separuh akhir perjalanan. Tim ke-6? Gak dulu deh, kan Pancasila cuma
lima.

KUALIFIKASI
Cuma dari 2001 ke 2002 format kualifikasi F-1 gak berubah. Selebihnya,
dari 2002 ke 03, 03 ke 04, 04 ke 05, dari 05 Monako (agregat) ke 05
Nurburgring (non-agregat), dan 05 Cina ke 06, semua berubah. Sebuah
"prestasi" luar biasa. Ini yg membuat pembalap tak suka. Mereka lebih
cenderung pakai satu format abadi, atau kalau harus berubah, langgeng
utk kurun waktu tertentu.

Sistem tahun ini terlihat mudah, tapi bisa jadi membingungkan. Sesi
ini dibagi 3 dan menggunakan knock-out system.
Sesi 1 (15 mnt): 22 mobil turun, bahan bakar bebas, jumlah lap yg bisa
dilahap jg bebas. Enam mobil paling buruk catatan waktunya
tereliminasi dan tak boleh mengikuti Sesi 2. Keenam mobil ini akan
menempati grid 17 sampai 22 sesuai dgn catatan yg mereka buat masing2.
Penggunaan waktu 15 mnt Sesi 1 ini adlh, bila ketika dulu pembalap
masih bisa mencatatkan waktu di saat dia memulai flying lap-nya di
menit 14:59 (atau tersisa 1 detik lagi), maka kini tidak boleh lagi.
Begitu 15 menit habis, ya habis pula kesempatan siapa pun yg masih ada
di trek utk membuat catatan. Kecuali bila tepat di menit 14:59 itu dia
mengakhiri flying lap-nya dan tinggal melakukan in-lap. Jadi pembalap
dipastikan akan keluar di menit ke 9-12, sesuai panjang trek. Waktu
sekitar 3-6 menit akhir itu dipastikan akan membuat tenang pembalap
dalam membuat melakukan aksi out-lap dan flying lap.
----------- break 5 mnt ------------
Sesi 2 (15 mnt): lap time dari Sesi 1 tdk berlaku lagi, tinggal 16
mobil, bahan bakar bebas, jumlah lap yg bisa dilahap jg bebas. Enam
mobil paling buruk catatan waktunya tereliminasi dan tak boleh
mengikuti Sesi 3. Keenam mobil ini akan menempati grid 11 sampai 16
sesuai dgn catatan yg mereka buat masing2. Regulasi 15 mnt seperti di
Sesi 1 msh berlaku di Sesi 2 ini.
----------- break 5 mnt ------------
Sesi 3 (20 mnt): lap time dari Sesi 2 tdk berlaku lagi, tinggal 10
mobil, fuel sudah terisi utk lomba, jumlah lap bebas. Bahan bakar yg
hilang akan "dikembalikan" sesuai dgn jumlah lap yg mereka pakai.
Misalnya, Alonso menghabiskan 6 lap di Sesi 3 ini dan satu lap Sakhir
(data V10) membutuhkan 3,4 kg bahan bakar. Maka di akhir kualifikasi
bahan bakar di mobil Alonso akan ditambahkan 3,4 x 6 = 20,4 kg.
Uniknya, FIA memakai hitungan kg atau liter bahan bakar per lap
berdasarkan data mesin V10, bukan V8 karena memang baru tahun ini
dipakai. Yg juga menjadi pertanyaan adalah jumlah lap yg mereka pakai.
Kalau mereka berhenti di trek? Kalau ada Red Flag? Ini yg masih jadi
perdebatan, walau FIA lwt kekuasaannya bisa saja menentukan lap yg
dihabiskan seorang pembalap. Padahal, kalau mau gampang kan dipastikan
aja jumlah bhn bakar sblm Sesi, misalnya 60 kg. Setelah sesi tinggal
ditambahin bahan bakar yg hilang itu menjadi 60 kg lagi. Mungkin
kesulitannya adlh utk menimbang itu butuh waktu yg lama, karena break
hanya diizinkan selama 5 menit.
Di sesi ini, 20 menit dimaknai "tidak bersih" spt selama ini. Bila
seorang pembalap baru memulai flying lap-nya di menit 19:59 (sesi
tersisa 1 detik) dia tetap diizinkan melakukan itu tanpa harus takut
kehilangan catatannya. Grid 1-10 terbentuk, menyusul grid 11-22.

Para pembalap yg berada di posisi 11-22 baru diizinkan mengisi bahan
bakar beberapa saat sebelum race. Ini secara tidak langsung menjadi
keuntungan bagi mereka. Butuh 3-4 race untuk mengerti bagaimana
mengoptimalkan kualifikasi model baru ini.

Beberapa kemungkinan terjadi di sistem baru ini:
- lap time peringkat 11-16 ada yg "lebih bagus" dari peringkat 6-10,
karena masalah bahan bakar yg dipakai.
- ada pembalap top yg terpaksa melihat sisa Sesi kualifikasi dari
pinggir trek karena dia melintir di Sesi 1 atau 2. Itu terjadi karena
tak ada wkt lagi utk mereparasi mobilnya. That's a big big penalty...
- Anggap di Sesi 3 tersisa 10 pembalap dari 5 tim papan atas, Renault,
McLaren, Ferrari, Toyota, BMW. Katakanlah pembalap BMW/Toyota
"pasrah", misalnya seringan apa pun bhn bakar di mobilnya toh tetap
akan terpatok di posisi start 7-10. Lalu, buat apa mengorbankan harus
keluar di 20 menit terakhir kalau posisi start gak jauh2 dari urutan
7-10. Jadi, maybe ada pembalap yg tdk keluar di Sesi 3, semata2 utk
menghemat ban dan penggunaan mesin. Dgn jumlah bhn bakar yg tdk
diketahui, dan ban-mesin yg dihemat, bukankah ini keuntungan utk
lomba? Ingat, poin didistribusi utk posisi 1-8 lho...
- di setiap Sesi, maybe akan ada pembalap yg memperlambat in-lap
mereka dgn alasan menghembat ban-mesin. Tapi, itu bisa jadi mengganggu
pembalap lain yg sdg melakukan flying lap. FIA sdh meregulasi ancaman
"gangguan" ini, tapi bentuknya akan terlihat dgn cermat saat hari
Sabtu di Sakhir.
- still, krn masih dipengaruhi bahan bakar yg ada di mobil,
kualifikasi 2006 tdk mencerminkan pure speed pembalap atau mobil.

V10 3.0 to V8 2.4
10 banding 1, cuma Toro Sudira Rosso yg pakai V10. Sebenarnya agak
tersiksa juga pakai V10 yg dibatasi rpm-nya cuma sampe 16.700, di mana
V8 bisa nembus 20.000 (klaim Cosworth). Lubang udara pun dikasih
ventilasi kayak kelambu dulu supaya nyamuk gak masuk. Tujuan
pembatasan ini pastilah utk menyamakan kekuatan antara V8 dan V10.
Hp (bukan handphone, bukan juga merk komputer, tapi horse power) akan
berkurang sekitar 200-an. Secara umum, kemampuan mobil mengalami
defisit sekitar 20% dari jaman V10. Tapi dalam perjalanan waktu, dari
seri ke seri, semua defisit itu akan dikembalikan. Jadi, anggap aja
itu deposit awal yg disetor ke FIA.
Lap time rata-2 berkurang 2-3 detik, tergantung di sirkuit mana
balapan digelar. Biasanya, pengurangan lap time itu akan terasa di
sirkuit2 medium atau lambat. Sementara di sirkuit cepat justru sedikit
atau mungkin tidak dirasakan sama sekali. Ini bisa terjadi karena
sirkuit cepat kerap dijadikan patokan kecanggihan aerodinamika, dan
aero setiap tahun selalu jadi keunggulan F-1 walau mesin sudah
dipermak sana-sini.
Yang perlu jadi perhatian juga adalah tingkat konsumsi bahan bakar
mesin V8 menjadi berkurang sekitar 15% dari V10. Dengan demikian
strategi lomba menjadi penting, terutama menyangkut refuelling saat
pit stop. Dengan bahan bakar yg lebih bisa diirit, taktik lomba
menjadi begitu fleksibel. Bila dikaitkan ke kualifikasi, stint pendek
di awal dgn bahan bakar sedikit bisa membawa pembalap menempati pole.
Setelah itu dia memainkan beragam strategi. Kalau jago sprint, bisa
pakai 2 stop lagi (total 3 stop). Kalau pe-de dgn longer run, bisa
diisi banyak bahan bakar utk kemudian hanya melakukan 1 stop lagi. Toh
waktu yg dibutuhkan utk longer run tak banyak beda karena bahan bakar
yg ditambah juga tak banyak, mengingat mobil lebih irit.
Saya blm bisa merumuskan taktik model apa lagi, krn semua masih serba
guessing. Ini hanya fakta awal perbedaan mencolok antara V10 dan V8.
Intinya, V8 akan membuat lomba jadi penuh drama, apalagi dgn kondisi
boleh ganti ban saat pit stop, yg menjadi bumbu lain kemungkinan
penggunaan taktik sensasional saat lomba.
Perkembangan teknologi V8 bisa dilihat dari data rilis Cosworth
(mantan raja V8). Tahun 1967, mesin Cosworth DFV memiliki daya 450hp,
mentok di 11.250rpm, dan beratnya 145 kg. Tahun 1994, Cosworth ZetecR
740hp, rpm-nya 13.800, dan berat turun ke 135 kg. Tahun ini, Cosworth
CA2006 diprediksi menyentuh 750hp, dan sudah pernah ke level
20.000rpm, plus beratnya hanya 95 kg.

Regulasi satu mesin utk 2 GP masih berlaku tahun ini, juga penalti
mundur 10 posisi start akibat penggantian mesin.

SAKHIR
taken from V10 engines....
Fuel effect: 0,4 scd/10 kg
Fuel consumption: 3,4 kg/lap
Tyre usage: 3 out of 5
Brake wear: 5 out of 5
Grip level: 4 out of 5
Downforce level: 3 out of 5
Full Throttle (%): 62%
Lap record: M. Schumacher 1:30,252
Ferrari dan Honda adlh dua tim top yg sempat tes di sini, satu lagi
Toro Sudira Rosso. Dari lap time yg dibuat oleh kedua tim, Schumi
memang jadi yg tercepat bersama V8, 1:30,723. Catatan itu lbh cepat
dari fastest lap 2005 yg dibuat Pedro de la Rosa (McLaren) 1:31,447.
Tapi, kata Schumi, tetap saja itu gak bisa dijadikan pegangan karena
Renault dan McLaren akan memberikan perlawanan begitu free practice
dimulai. Satu2nya keuntungan adlh, Ferrari dan Honda sudah pegang
set-up ideal karena pernah tes di sini.
Ini kali pertama Sakhir menjadi pembuka dan, hey hey hey, mereka
selalu punya angka2 istimewa sejak 2004. Tahun 2004, muncul 04.04.04
(4 April 2004), 2005 03.04.05 (3 April 2005), eh tahun ini kayaknya
mustahil tersusun angka cantik dari 12 Maret 2005, tapi bisa aja kan
terbentuk 123 dari 12 Maret?

TYRE WAR
Michelin (Renault, McLaren, Honda, Red Bull, BMW, Toro Rosso)
Bridgestone (Ferrari, Toyota, Williams, Midland, Super Aguri)
Ada beda, 2005 cuma 4 set, 2006 7 set. Itu utk memberi keleluasaan
sesuai diizinkannya kembali ganti ban saat pit stop. FIA menggunakan
set (pasang) bukan lagi jumlah ban, misalnya 40 buah atau 28 buah.
Karena kalau jumlah per piece, itu akan membuat rancu di saat
pengecekan lantaran yg dicek individual bukan pasangan atau set.
Sekilas dari hasil tes, Michelin masih lbh unggul, baik dari sisi
reliability maupun speed. Keunggulan Michelin secara lgsg dpt terlihat
dari komparasi lap time tim2 yg mereka suplai saat tes di tempat sama
dgn pemakai Bridgestone. Ketika berlatih qualifying run, Michelin
unbelievable. Di saat berlatih race distance, mereka juga konsisten.
Kecuali Ferrari, yg masih menjadi andalan, semua pengguna Bridgestone
keteteran meladeni kecepatan Renault, Honda, dan McLaren, trio maut
Michelin saat ini. Michelin juga sdh punya modal dari Sakhir, ketika
Honda melakukan tes di sana bersama Ferrari.
Perubahan besar dari tahun lalu jelas ada, terutama menyikapi pit
stop. Ban2 berwatak "keras" (hard) yg bagus utk durasi sudah tdk
dipakai lagi. Ban soft dan medium kembali jadi andalan, karena ban
model gini emang bagus utk diajak sprint dalam satu stint.

ROOKIES (Nico Rosberg, Scott Speed, Yuji Ide)
Nico, anak Keke Rosberg juara dunia asal Finlandia, dan ber-ibu
seorang Jerman. Fasih empat bahasa, kecuali bahasa Finlandia yg malah
kagak bisa. Juara GP2 tahun lalu dan langsung membuat Frank Williams
kepincut utk kemudian menemani Webber di Williams. Kalau hasil winter
test blm memuaskan itu karena faktor mobil Williams sendiri yg blm oke
punya. Pelan tapi pasti, banyak yg yakin Nico bakal membuat dunia
terkejut di usianya yg baru 20 tahun. He's got the speed.
Speed, si besar kepala, bukan barang baru di F-1 krn tahun lalu jadi
reserve driver-nya Red Bull dan ikut free practice Jumat di Indy. Dia
masih 23 dan jadi dambaan baru Amerika, dgn catatan kalau bisa
membuktikan asumsinya bahwa besar kepala bisa membawanya ke kesuksesan
bersama Toro Sudira Rosso. Time will tell.
Yuji-san udah toku, 31 tahun. Lama di F-3 Jepang, tapi gak pernah jadi
juara umum. Juga di Formula Nippon. Partisipasinya hanya akan
mengukuhkan Japan-connection di Super Aguri, terutama utk sponsor.
Mungkin Yuji bakal menjadi satu2nya pembalap di grid F-1 yg gak bisa
bahasa Inggris, kalah sama A1GP yg semuanya cas-cis-cus...
Dari semua rookie, Rosberg punya kans besar jadi "juara kelas".

TEAM BY TEAM
RENAULT
1 Alonso
2 Fisichella
Tidak ada tim paling pe-de ke Sakhir selain Renault. Dari pembalap,
manajer, direktur teknis, sampai bos yakin banget kalau mereka akan
menaklukkan dunia lagi lwt hasil mulus di Sakhir. Patokannya adlh
hasil tes yg mencengangkan, baik dari sisi speed maupun reliability.
Renault adlh satu2nya tim yang tdk pernah meletakkan cikal bakal mesin
V8 di mobil lama mereka. Mesin RS26 V8 hanya mereka uji begitu sasis
R26 kelar. Jadi, tes mereka berlgsg komprehensif dan hasilnya mereka
klaim amat memuaskan.
Jumlah lap yg ditempuh oleh Renault saat tes melonjak 73% dari
persiapan serupa tahun lalu, sedangkan jumlah hari tes melonjak 12%.
Percaya atau tidak, satu2nya masalah yg menimpa mereka hanya sayap
belakang yg copot saat tes di Jerez. Itu pun dgn cepat diatasi hanya
dgn menyesuaikan kembali struktur susunan sayap belakang. Problem
solved. Tes terakhir di Barcelona menyimpulkan Renault akan membawa
beberapa peranti aero mutakhir yg bisa membuat mobil ini lebih cepat
nol-koma-sekian detik. Kalau benar Renault masih punya upper-hand
ketimbang tim-2 lain, sy pikir Alonso pun akan memiliki upper-hand
ketimbang Fisichella. Kesimpulannya, Renault sedang menjadi dream team
walau blm tentu mendapatkan dream result. Ingat, satu2nya engine
failure yg terjadi tahun lalu bagi Renault ada di...Sakhir.

McLAREN
3 Kimi
4 JPM
Super-quick, tapi blm tentu menghanyutkan. Kalau adu kencang2-an di
kualifikasi, atau di lap2 tertentu utk bikin fastest lap, MP4-21
ber-Mercy V8 cepat luar biasa. Sirkuit Valencia berulang kali menjadi
tempat demonstrasi MP4-21 sbg sasis yg amat cepat. Masalahnya, spt yg
sudah2, Mercy selalu jadi kambing hitam. Kalau dekat2 Idul Adha sih
enak, tinggal titip ke masjid utk dipotong. Tapi, gak mgkn juga dong
Mercy gak improve dari hasil tahun lalu. Hasil di hari2 terakhir tes
menunjukkan perbaikan itu, walau katanya blm signifikan utk menandingi
reliability Renault dan Honda, dua tim yg jadi benchmark selama tes.
McLaren menjadi tim paling berhati2 di Sakhir dan jangan salah, bisa
jadi itu malah mendatangkan keuntungan bagi mereka. McLaren pasti sdh
berpikir panjang kehilangan dua orang aero terbaik, Adrian Newey (ke
Red Bull) dan Nick Tombazis (back to Ferrari).

FERRARI
5 Schumi
6 Massa
Guru menjadi murid. Tes terakhir di Sakhir dan Mugello melahirkan
Ferrari menjadi murid yg baik. Mereka meniru habis beberapa rancangan
aero tim jawara, Renault, yg dulu menjadi murid mereka. Sayap depan
paling kentara. Mereka bukan hanya meniru lekukan di tengah, tapi juga
"kumis" ala Renault. Bedanya, mereka memanjangkan kumis itu dari ujung
ke ujung. Bisa aja mereka berkilah, 248 F1 gak ngikutin R26, tapi niru
Sauber tahun lalu yg pake sayap serupa saat tes. Sayap itu bertujuan
utk menambah nol-koma-sekian dtk di tikungan. Maksudnya, dgn downforce
yg bisa didapat gara2 tambahan sayap2 itu, para pembalap jadi lebih
berani menerjang tikungan tanpa takut melintir. Keberanian itulah yg
akan menghasilkan nol-koma-sekian dtk.
Satu hal yg akan menonjol dari Ferrari adalah sikap "hati yg pernah
luka". Ini akan memotivasi mereka sepanjang 2006. Apalagi mereka masih
punya Schumi yg kalau diberi kendaraan sepadan, pembalap lain siap2
geleng2 kepala melihat usianya yg masih "muda". Gimana gak, orang udah
saatnya berhenti tes aja dia masih mau ngelanjutin kok. Kembalinya
penggantian ban saat pit stop pasti menguntungkan Schumi, karena gaya
balap dia yg agresif akan cocok utk itu.
Massa saya pikir lbh banyak akan menjadi bemper, kecuali ada hal
spektakuler yg membuat dia above Schumi. Sedikit banyak, Ferrari sama
spt McLaren, cepat di satu lap tapi mengalami kendala di longer run.
Walaupun kendala yg dialami Ferrari tak separah yg dialami McLaren.

TOYOTA
7 Ralf
8 Trulli
So-so selama preseason. Tak terlihat something big walau TF106 sudah
direvisi menjadi TF106B. Kendala lain adalah mereka menggunakan ban
berbeda dari musim tersukses mereka selama ini, 2005. Bridgestone
menaruh kepercayaan besar pada Toyota, karena tim ini punya segala
potensi utk R&D, terutama doku. Namun, lap time saat winter test sama
sekali tidak menjanjikan, baik utk sprint maupun longer run. Bahkan,
saat tes terakhir di Valencia mesin mobil Ralf sempat meledak. Akan
menjadi tugas besar bagi Toyota utk mengulangi prestasi 2005. Bagi
Ralf dan Trulli, ini juga tahun penentuan apakah mereka bakal lanjut
atau tidak di F-1 karena pembalap2 muda siap menanti giliran.

WILLIAMS
9 Webber
10 Rosberg
Rendezvous, Williams-Rosberg-Cosworth V8, 1982 dan 2006. Keke Rosberg
jadi juara dunia tahun 1982 saat tim Williams menggunakan mesin Ford
Cosworth DFV 3.0 V8. Jangan mentang2 prestasi itu kita berharap Nico
Rosberg bakal lgsg menyamai rekor bapaknya. Ini tahun pembelajaran
bagi Nico, apalagi dia punya teammate Mark Webber yg tak boleh
dianggap remeh. Hasil preseason sdh memperlihatkan Nico blm mampu
menandingi Mark, dgn segala faktor. Mark sendiri under big pressure
kalau ia ingin segera disejajarkan dgn bakat2 F-1 lain semacam Alonso,
Kimi, dan Button. Dia tentu tak mau spt Fisichella yg selalu not on
the right time on the right place. Sekalinya right-right, Fisichella
dpt teammate juara dunia, Alonso. "Suara" Williams amat didengar oleh
Bridgestone utk pengembangan ban. Suatu saat Alex Wurz pernah memakai
ban yg sempat ditolak Ferrari, tapi ban itu ternyata bisa optimal di
kondisi tertentu. Akhirnya Ferrari memakai ban tersebut dan membuat
gap dgn Michelin berkurang sekitar 0,3 dtk. Siap2 melihat betapa
mesranya Williams dan Ferrari sepanjang 2006, apalagi
Williams-Bridgestone akan memanfaatkan Wurz karena dia diizinkan ikut
free practice Jumat.

HONDA
11 Rubens
12 Button
Ini tim paling enak, ada Jagung Bakar (JB) ada Roti Bakar (RB). Jenson
"JB" Button diyakini (akhirnya) akan memenangi lomba tahun ini. Jujur
saya katakan, Jenson deserves it. Dia sudah menelan banyak ludah
ketika dianggap tak konsisten menentukan tim mana yg harus dibela,
Williams atau (BAR)Honda. Ketika akhirnya dia pilih Honda musim ini
dan ternyata Honda kompetitif spt diperlihatkan saat tes, Jenson layak
menang. Di Sakhir bisa, di Malaysia silakan, di seri terakhir di
kandang rekan setimnya di Brasil pun gak pa-pa. Yg penting menang.
Hasil tes pramusim Honda memang luar biasa. Bahkan, Anthony Davidson
sang tester mampu membuat lap time di Valencia yg gak bisa dibuat oleh
Renault dan McLaren, atau oleh mesin2 V10 di saat jaya tahun 2004
sekalipun. Catatan 1:08,544 tentu fantastis bagi Honda, kalau ini
dijadikan bekal bila ingin memakai taktik 3-stop or bahkan 4-stop
race. Mereka bisa memamerkan sprint di setiap race, karena toh ban
boleh diganti saat pit stop. Tinggal kepiawaian Button dan Rubens "RB"
Barrichello dlm membaca kemauan mobil-mesin-ban di setiap seri. Rubens
punya pengalaman ketika enam musim menjadi teammate si raja sprint,
Schumi.

RED BULL
14 DC
15 Klien
Mesin Ferrari blm akan menjadi faktor utama Red Bull tahun ini, tapi
sosok Adrian Newey-lah. RB02 masih blm bisa membuat dingin Ferrari, yg
kerap over-heating saat tes. Sudah diakui itu bukan salah Ferrari,
tapi salah struktur paket RB02. Kolaborasi David "DC" Coulthard dan
Newey akan menguntungkan Red Bull, mengingat keduanya pernah bekerja
sama saat di Williams dan McLaren. Dan kerja sama itu bukan
sembarangan, karena melahirkan paket jawara. Kalaupun di awal musim RB
kewalahan, sejak pertengahan hingga akhir mungkin akan terlihat RB yg
berbeda di awal. Selain Klien yg tetap nyantol di tim ini, ada Robert
Doornbos yg bisa jadi kartu truf karena diizinkan melahap banyak lap
di free practice Jumat. Siapa tahu, ide2 Newey justru datang dari
paket yg digeber Doornbos setiap Jumat.

BMW-SAUBER
16 Heidfeld
17 Villeneuve
Tim paling kalem dan paling realistis. Yg mereka utamakan adalah
kesolidan secara utuh, mengingat perpindahan dari Sauber ke BMW bukan
hal mudah. Menjadi tim konstruktor penuh adlh perkara baru bagi BMW,
apalagi ditambah ada perubahan regulasi mesin yg menjadi core business
mereka. Hasil tes pramusim memang tidak menjanjikan utk mereka naik
podium sekalipun. Untuk poin sih bisa, dan itu yg akan dikejar oleh
Heidfeld dan Villeneuve yg merupakan paket Sauber tahun lalu dan kerap
menyumbang poin. Keuntungan sbg tim baru tapi lama bisa jadi penentu
konsistensi BMW Sauber tahun ini.

MF1
18 Monteiro
19 Albers
Russia's 1st F1 team. Tak akan ada banyak kejutan dari tim ini,
ditilik dari semua sisi. Monteiro mgkn masih ingat ketika dia menjadi
pembalap yg konsisten bisa finis, biarpun gak dpt poin. Albers akan
membawa pengalamannya di Minardi, terutama dlm mendatangkan sponsor.
MF1, atau Midland, memang menjadi tim yg mobil2nya penuh oleh sponsor,
bahkan dibanding tim2 top macam Honda. Tapi, tentu jangan lihat
nominalnya. Yg penting rame.

TORO ROSSO
20 Liuzzi
21 Speed
Bukan nama2 baru. Akan menarik melihat seberapa cepat kedua pembalap
ini dibanding satu sama lain. Sayangnya, persaingan dua darah muda ini
tak bisa dimanfaatkan lgsg oleh saudara tua, Red Bull. Penggunaan
mesin V10 menjadi kendala berarti. Kalau mau dilihat dari sisi
positif, ya lihatlah persaingan antara Liuzzi dan Speed. Yg satu basic
instinc-nya Eropa, satu lagi Amerika. Nice to see.

SUPER AGURI
22 Takuma-san
23 Yuji-san
Rekor di era modern, pakai mobil lbh tua empat tahun. Rekor sebelumnya
kalau tdk salah karena selalu terekspos pakai mobil baru, adalah
Minardi yg kerap memakai mobil dua tahun lbh tua. Arrows 2002 menjelma
menjadi SA05 2006. Kenapa SA05 bukan SA06? Bisa ditebak, SA06 adlh
mobil terbaru yg dipakai Sato dan Ide sejak seri2 di Eropa. Dijamin
Super Aguri akan jadi back-marker, tapi hati2 dgn kondisi itu,
terutama bagi pembalap yg sdh hafal betul bagaiman Sato berperilaku di
trek. Ide, konon, gayanya gak jauh beda.

Karena Sakhir dan Sepang back-to-back, saya akan membuat Post-Sakhir
jadi satu dgn Pre-Sepang. Jangan lupa, batalkan semua acara hari
Minggu ya...

from many sources,
arief k.

[Non-text portions of this message have been removed]



HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke
alamat [EMAIL PROTECTED]
==========================================================
Yahoo! Groups Links





--
junker juga manusia... punya rasa punya hati...
jangan samakan dengan... pisau belati... (SEURIEUS MOD TM)

nusagames, it's a new way of life!
---====*SPAMMERS WELCOME!!*====---
 http://nusagames dot cjb dot net
--------==================-------- 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/nusagames/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Reply via email to